Fakultas Geografi UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/fakultas-geografi-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 23 Jan 2025 06:18:17 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 UGM Gelar Konferensi Internasional Soal Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gelar-konferensi-internasional-soal-pembangunan-perkotaan-berkelanjutan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gelar-konferensi-internasional-soal-pembangunan-perkotaan-berkelanjutan/#respond Thu, 23 Jan 2025 05:10:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75071 Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan 17th International Asian Urbanization Conference (IAUC) yang berlangsung selama 3 hari, 14–16 Januari 2025 digelar di Hotel Prime Plaza Sanur, Bali. Konferensi mengusung tema Rethinking Sustainable Urban Development and Urban Futures in the Digital Age. Kegiatan yang mendapat dukungan dari Asian Urban Research Association (AURA) […]

Artikel UGM Gelar Konferensi Internasional Soal Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan 17th International Asian Urbanization Conference (IAUC) yang berlangsung selama 3 hari, 14–16 Januari 2025 digelar di Hotel Prime Plaza Sanur, Bali. Konferensi mengusung tema Rethinking Sustainable Urban Development and Urban Futures in the Digital Age. Kegiatan yang mendapat dukungan dari Asian Urban Research Association (AURA) dan Fakultas Geografi UGM berhasil menghimpun 59 abstrak.

Konferensi diikuti 31 presenter, dan 6 peserta dari 9 negara diantaranya dari Indonesia, Amerika Serikat, Jerman, Rumania, Prancis, Korea Selatan, Malaysia, Jepang, dan Taiwan. Kegiatan inipun mampu menghadirkan banyak para pakar internasional sebagai pembicara utama. Mereka adalah Prof. George Pomeroy, Executive Director of AURA and Professor of Geography and Earth Science at Shippensburg University, Prof. Dr. Rini Rachmawati, Director of CESASS UGM and Professor of Urban Geography, UGM, Prof. Frauke Kraas, Coordinator of the Forum for Urban Future in Southeast Asia and Professor of Urban Development at the University of Cologne; dan Prof. Emeritus Dr. Debnath Mookherjee, Professor of Geography, College of the Environment, Western Washington University yang menyampaikan materi melalui video. Konferensi ini juga mengundang dua pembicara lain dari Rumania yaitu Prof. Liliana Dumitrache, Professor of Human and Economic Geography, University of Bucharest dan Prof. Yves Boquet dari Perancis, seorang Professor of Transportation Geography, University of Bourgogne.

Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T., Direktur PSSAT menyatakan melalui sesi ilmiah yang interaktif, para presenter konferensi dan peserta mendiskusikan berbagai isu strategis terkait pembangunan perkotaan berkelanjutan. Diskusi ini, disebutnya menjadi wadah penting untuk memperkuat pertukaran akademik dan kolaborasi internasional di antara para peneliti dan praktisi. Selain berdiskusi di dalam kelas, para peserta konferensi juga diajak melakukan kunjungan lapangan di Bali dalam rangka mempelajari praktik pembangunan perkotaan berkelanjutan secara langsung. “Kita semua berharap pengalaman ini memperkaya hasil konferensi dengan menghubungkan diskusi teoretis dan implementasi nyata di lapangan,” ujar Rini Rachmawati.

Sebagai tuan rumah, Rini mengungkapkan, PSSAT UGM berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas negara serta menjawab tantangan pembangunan perkotaan dan sosial yang berkelanjutan di era digital. Konferensi ini, disebutnya, menjadi bukti pentingnya peran akademisi dalam membangun masa depan perkotaan yang inklusif dan tangguh. “Kita juga berharap dari kegiatan ini mampu mempererat hubungan di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya”, terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel UGM Gelar Konferensi Internasional Soal Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gelar-konferensi-internasional-soal-pembangunan-perkotaan-berkelanjutan/feed/ 0
Tim PKM-PM Sinergi Nyawiji UGM Kaji Tata Krama dan Unggah-Ungguh Melalui Pembelajaran Interaktif https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-sinergi-nyawiji-ugm-kaji-tata-krama-dan-unggah-ungguh-melalui-pembelajaran-interaktif/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-sinergi-nyawiji-ugm-kaji-tata-krama-dan-unggah-ungguh-melalui-pembelajaran-interaktif/#respond Mon, 22 Jul 2024 04:28:10 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67438 Maraknya kasus kenakalan remaja menjadi fokus banyak pihak. Mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki peran menjadi salah satu pihak yang turut memberi perhatian dan kepedulian. Mereka lantas mengkaji dan mencari solusi atas fenomena isu sosial ini. Berdasarkan data dari Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat adanya peningkatan kasus kriminalitas di berbagai wilayah Yogyakarta. Data total ada […]

Artikel Tim PKM-PM Sinergi Nyawiji UGM Kaji Tata Krama dan Unggah-Ungguh Melalui Pembelajaran Interaktif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Maraknya kasus kenakalan remaja menjadi fokus banyak pihak. Mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki peran menjadi salah satu pihak yang turut memberi perhatian dan kepedulian.

Mereka lantas mengkaji dan mencari solusi atas fenomena isu sosial ini. Berdasarkan data dari Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat adanya peningkatan kasus kriminalitas di berbagai wilayah Yogyakarta.

Data total ada 58 kasus laporan tindak kejahatan yang mayoritas pelakunya berasal dari kalangan remaja. Disinyalir salah satu penyebab terjadinya kenakalan remaja ini adalah lunturnya nilai-nilai kebudayaan dan tata krama. Nilai-nilai yang mulai tergeser akibat  pesatnya perkembangan teknologi.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Gadjah Mada yang mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia memperkenalkan pentingnya tata krama atau unggah-ungguh. Tim PKM-PM UGM inipun mengkaji lunturnya tata krama dan unggah-ungguh serta pelestarian budaya kepada anak-anak khususnya di Dusun Tamanan, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman.

Tim PKM-PM UGM menamakan kajian mereka Sinergi Nyawiji. Tim PKM-PM Sinergi Nyawiji ini terdiri dari lima mahasiswa yakni Afila Nisa, Dini Aurellya (Fakultas Teknik), Dorothea Eudora (Fakultas Geografi), Canesha Louise (Fakultas MIPA), dan Fella Sulfa (Fakultas Ekonomika dan Bisnis).

Dalam melakukan kajian Tim PKM-PM Sinergi Nyawiji mengajak anak-anak di Sanggar Memetri Wiji untuk mengenal keberagaman budaya di Indonesia, pelestarian budaya lokal, serta pentingnya unggah-ungguh atau tata krama dalam kehidupan sehari-hari.

Afila Nisa selaku ketua menyatakan tujuan dari program pembelajaran yang dilakukan Tim PKM-PM Sinergi Nyawiji UGM adalah untuk mengenalkan budaya dan tata krama kepada anak-anak. Pengenalan tersebut dilakukan dengan menggunakan bahasa Jawa sebagai bentuk pelestarian kebudayaan Jawa.

Sementara dalam kajiannya, Tim PKM-PM Sinergi Nyawiji UGM menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan fleksibel berdasarkan pada kurikulum yang telah disusun. Dengan metode seperti itu tentunya membuat anak-anak Memetri Wiji lebih antusias dan bersemangat.

“Ini berbeda dengan kurikulum sebelumnya yang hanya berfokus pada tembang-tembang Jawa saja,” ujar Afila Nisa, di kampus UGM, Senin (22/7).

Dorothea Eudora menambahkan materi yang disampaikan berupa pengenalan budaya di Indonesia. Diantaranya macam-macam rumah adat, pakaian adat, alat musik tradisional, tarian adat, dan aksara jawa.

“Untuk unggah-ungguh kita menyampaikan dengan menggunakan alat peraga seperti kartu dan ular tangga, dan siswa kita ajak praktik langsung untuk menulis aksara jawa,” terang Dorothea.

Sedangkan untuk monitoring kepada siswa, kata Canesha Louise dilakukan dengan cara pemberian buku saku dan flipbook untuk memantau aktivitas siswa. Setelah mendapatkan materi mengenai unggah-ungguh, katanya para siswa diharapkan melakukan aktivitas tata krama yang telah tercantum pada buku saku.

“Seperti salim kepada orang tua, mengucapkan salam, membungkuk ketika berjalan di depan orang tua, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Sebagai implementasi pembelajaran mengenal budaya secara mendalam, dalam keterangan Fella Sulfa para siswa diajak untuk berkeliling Candi Prambanan. Mereka diperkenalkan mengenal asal-usul candi, macam-macam jenis candi dan relief yang ada.

“Setelah kunjungan ke Candi Prambanan, siswa diminta untuk menceritakan kembali pengalaman berkesan mereka selama pembelajaran,” papar Fella.

Nur selaku pengelola dan pengajar di Sanggar Memetri Wiji merasa senang dengan pembaharuan kurikulum yang dibawa oleh tim PKM-PM Sinergi Nyawiji UGM. Para siswa, disebutnya terlihat antusias menyambut program yang ditawarkan.

“Harapan kami program dapat memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang potensi yang ada di Dusun Tamanan, Kalasan,” ungkapnya.

Harapan yang sama disampaikan Dukuh Tamanan, Hasto. Ia sangat berharap agar Sanggar Memetri Wiji terus aktif berkegiatan sekaligus mendukung program kreativitas mahasiswa dari Tim PKM-PM Sinergi Nyawiji UGM.

“Kita semua berharap Memetri Wiji dapat menjadi aset Dusun Tamanan yang berharga serta Sanggar Memetri Wiji diharapkan akan terus beroperasi dengan para pengampu remaja,” ujar Hasto.

Dini Aurellya sangat berharap banyak kelanjutan dari Tim PKM-PM Sinergi Nyawiji UGM. Melalui program ini, ia berharap mampu melahirkan pelopor-pelopor kemandirian dalam melestarikan kebudayaan yang berpegang pada konsep kebaruan, agar program ini mampu menjadi wadah yang inspiratif dan edukatif bagi siapa pun yang ingin belajar dan menghargai keberagaman budaya Indonesia.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Tim PKM-PM Sinergi Nyawiji UGM Kaji Tata Krama dan Unggah-Ungguh Melalui Pembelajaran Interaktif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-sinergi-nyawiji-ugm-kaji-tata-krama-dan-unggah-ungguh-melalui-pembelajaran-interaktif/feed/ 0
Prof. Muh Baiquni dan Prof. Wahyudi Kumorotomo Jabat Estafet Kepemimpinan DGB UGM Periode 2021-2026 https://ugm.ac.id/id/berita/prof-muh-baiquni-dan-prof-wahyudi-kumorotomo-jabat-estafet-kepemimpinan-dgb-ugm-periode-2021-2026/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-muh-baiquni-dan-prof-wahyudi-kumorotomo-jabat-estafet-kepemimpinan-dgb-ugm-periode-2021-2026/#respond Wed, 03 Jul 2024 06:10:10 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65702 Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. Guru Besar Fakultas Geografi dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terpilih dan diangkat sebagai ketua dan sekretaris Dewan Guru Besar UGM. Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. sebagai Ketua DGB baru menggantikan Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc. yang memasuki masa purnatugas. Sementara […]

Artikel Prof. Muh Baiquni dan Prof. Wahyudi Kumorotomo Jabat Estafet Kepemimpinan DGB UGM Periode 2021-2026 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. Guru Besar Fakultas Geografi dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terpilih dan diangkat sebagai ketua dan sekretaris Dewan Guru Besar UGM. Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. sebagai Ketua DGB baru menggantikan Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc. yang memasuki masa purnatugas. Sementara Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. Sekretaris DGB yang baru menggantikan Prof. Dr. Muhammad Baiquni, MA selaku sekretaris DGB sebelumnya.

Terpilihnya Ketua dan Sekretaris Dewan Guru Besar baru UGM melalui Keputusan Rapat Pleno Musyawarah Pergantian Antar Waktu yang berlangsung pada hari pada hari Rabu (8/5) di Balai Senat UGM. Sementara serah terima jabatan pergantian antar waktu Ketua Dewan Guru Besar UGM periode 2021-2026 dilaksanakan dalam rapat pleno Dewan Guru Besar UGM yang berlangsung pada hari Senin (1/7) di ruang Balai Senat.

Serah terima jabatan dilakukan Sekretaris pimpinan Majelis Wali Amanah (MWA), Dr. Bagus Santoso, M.Soc.Sc. dengan menyampaikan Surat Keputusan MWA kepada Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. sebagai Ketua dan Sekretaris DGB periode antar waktu 2021-2026. Pleno serah terima ini diselenggarakan dengan mengundang Pimpinan Universitas dan Pimpinan Organ di lingkungan UGM.

Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum., Ketua Senat Akademik mengingatkan kembali bila Dewan Guru Besar UGM merupakan perangkat UGM yang berfungsi sebagai pelopor, pemberi nasihat, penjaga integritas moral dan etika sivitas akademika. DGB juga senantiasa mengembangkan pemikiran dan pandangan terkait dengan isu strategis nasional dan/atau internasional dalam rangka mendukung peran dan kontribusi UGM bagi kesejahteraan bangsa dan umat manusia.

“Kegiatan DGB selama ini sudah sangat membantu kinerja civitas akademika dengan melakukan harmonisasi dan keselarasan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang berkembang selama ini,” katanya.

Serah terima secara dimbolis ditandai dengan pengalungan tanda kehormatan DGB, pemberian sertifikat dan lencana Guru Besar oleh Dr. Bagus Santoso, M.Soc.Sc. kepada Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc. atas pengabdian yang dilakukan selama ini.

Moch Maksum dalam kesempatan ini menyampaikan beberapa hal penting terkait tugas dan fungsi DGB. Kepada para anggota DGB diharapkan senantiasa berperan dalam rangka menjadikan UGM lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Para guru besar diharapkan memiliki peran dalam pengembangan keilmuan dan akademik. Diantaranya kegiatan Professors go to Frontiers atau Guru Besar Mengabdi di wilayah kepulauan terdepan dan terpencil seperti di Rote Ndao dan Ende di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2022, Ternate-Tidore (Maluku Utara), Menado-Kep.Sangihe (Sulawesi Utara) tahun 2023, Papua tahun 2024 dan tahun depan (2025) ke Sabang Pulau Weh (Nangro Aceh Darussalam).

“Berbagai kegiatan keilmuan para guru besar ini dalam bentuk seminar, kuliah umum, mengunjungi daerah dengan beraudiensi dengan para pemangku wilayah untuk menggali nilai-nilai, budaya, dan kearifan,” ungkapnya.

Diakhir sambutan iapun menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerjasama yang berlangsung selama ini, dan mengucapkan permohonan maaf bila terdapat kesalahan saat mengemban tugas selama di Dewan Guru Besar UGM selama ini.

Dalam perjalanan DGB selama ini, ia mengakui tidak lepas dari permasalahan yang dihadapi baik permasalahan ringan ataupun berat. Meski begitu, semua disyukuri karena dapat diselesaikan dengan baik berkat semangat kebersamaan.

“Terima kasih untuk solidaritas dan kerjasama yang baik antar anggota DGB. Apa-apa yang dihasilkan masing-masing komisi sudah terlihat dan dapat dirasakan. Hal ini memperlihatkan kemajuan yang dicapai DGB UGM selama ini,” ucap Moch. Maksum.

Sementara itu, Prof Baiquni mengungkapkan jabatan sebagai ketua dan sekretaris DGB sebagai tanggungjawab yang harus diemban. Suatu jabatan yang memerlukan kejernihan berpikir, ketelitian, kebijaksanaan, kearifan, kepekaan, kesabaran dan pengendapan emosi dalam pengambilan keputusan-keputusan.

“Itu merupakan ciri khas dari Dewan Guru Besar yang mengakar kuat kebawah dan menjulang tinggi sebagai amalan dan buah budi pekerti,” katanya.

Sebagai Ketua DGB yang baru, ia berharap agar DGB UGM dapat berperan lebih potesial dan migunani pada universitas dalam tugas-tugasnya. Diharapkan para anggota DGB dapat meningkatkan kepedulian UGM terhadap kebangsaan dan jati diri bangsa dalam dinamika yang berkembang saat ini.

“Kehadiran Universitas Gadjah Mada diharapkan dapat mempererat kerjasama kebudayaan dan pendidikan, terutama dalam meningkatkan kualitas manusia. Para guru besar diharapkan peran untuk mengembangkan Tridarma Perguruan Tinggi guna riset kebijakan, penanganan terkait masalah kesejahteraan yang adil dan merata,” imbuhnya.

Penulis dan Foto: Heru Sutrisno

Editor: Agung Nugroho

Artikel Prof. Muh Baiquni dan Prof. Wahyudi Kumorotomo Jabat Estafet Kepemimpinan DGB UGM Periode 2021-2026 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-muh-baiquni-dan-prof-wahyudi-kumorotomo-jabat-estafet-kepemimpinan-dgb-ugm-periode-2021-2026/feed/ 0
Bedah Buku Suluh Kepemimpinan Geografi Iringi Purnatugas Prof. Suratman https://ugm.ac.id/id/berita/bedah-buku-suluh-kepemimpinan-geografi-iringi-purna-tugas-prof-suratman/ https://ugm.ac.id/id/berita/bedah-buku-suluh-kepemimpinan-geografi-iringi-purna-tugas-prof-suratman/#respond Tue, 02 Jul 2024 06:24:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65643 Bedah buku Suluh Kepemimpinan Geografi, Jangan Takut Bermimpin Besar mengiringi purnatugas Prof. Dr. Suratman., M.Sc., Guru Besar Fakultas Geografi UGM. Acara purnatugas yang digagas para komunitas anggota “DPR” dan “MPR” berlangsung di Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM, Senin (1/7). Sejumlah anggota “DPR” dan “MPR” serta para kolega dan keluarga hadir dalam acara ini. Mereka dengan […]

Artikel Bedah Buku Suluh Kepemimpinan Geografi Iringi Purnatugas Prof. Suratman pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bedah buku Suluh Kepemimpinan Geografi, Jangan Takut Bermimpin Besar mengiringi purnatugas Prof. Dr. Suratman., M.Sc., Guru Besar Fakultas Geografi UGM. Acara purnatugas yang digagas para komunitas anggota “DPR” dan “MPR” berlangsung di Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM, Senin (1/7).

Sejumlah anggota “DPR” dan “MPR” serta para kolega dan keluarga hadir dalam acara ini. Mereka dengan sabar menyimak penyampaian perjalanan hidup, karya, dan pengabdian Prof. Suratman dari pagi hingga siang hari.

“Terus terang saya merasa kaget melihat anak-anak muda berkumpul dan memotret perjalanan hidup saya dan bikin acara ini,” ucapnya membuka sambutan.

Suratman mengaku tidak ada pikiran atau membayangkan acara yang dipersembahkan para anak muda. Sebagai orang desa yang sederhana, ia beranggapan pensiun ya pensiun.

Meski telah purnatugas atau pensiun dalam menapaki hidup berikutnya ia mengaku masih berkeinginan berbakti untuk kemanusiaan. Prinsip memayu hayuning bawana yang selalu ia pegang menguatkan keinginan itu.

“Hidup kita itu ibarat ada di museum, dan bumi adalah museum kehidupan kita sehingga geografi adalah bagian dari museum yang dijadikan oleh Allah. Kita ini berada di museum yang Allah benar-benar menitipkan kita sebagai khalifatullah,” ungkapnya.

Memegang prinsip memayu hayuning bawana, pesannya kepada insan-insan geograf sudah seharusnya berperan lebih besar untuk melestarikan bumi bagi kehidupan generasi dan peradaban masa depan. Karena geografi sebagai kehidupan, ilmunya ada dimana-mana, ada di kehutanan, di teknik, di ekonomi, di pendidikan dan lain-lain.

Buku Suluh Kepemimpinan Geografi, Jangan Takut Bermimpin Besar digagas dan disusun oleh Komunitas “DPR” dan “MPR”. Buku setebal 243 halaman berkisah soal biografis dan historis Prof. Suratman, perjalanan masa kecil hingga menjadi dosen muda dan soal filosofi nama anak.

Buku ini juga mengisahkan kontribusi Prof. Suratman dalam bidang ilmu geografi dan geomorfologi. Kepemimpinan dalam bidang ilmu geografi, kepemimpinan dalam tataran fakultas, universitas, nasional, dan internasional.

Di bagian akhir buku menyoal gagasan masa depan diantaranya tentang mengakarkan ilmu geografi untuk kehidupan dan pembangunan berkelanjutan. Buku pun semakin menarik karena ada 40 chapter dari 40 tokoh bersaksi soal pemikiran, karya, dan pengabdian Prof. Suratman.

Selaku penulis dan editor buku adalah Agung Satriyo Nugroho dan Ahmad Ilham Romadhoni. Keduanya merupakan anggota “DPR” yang peduli dan turut merasakan kontribusi Prof. Suratman di berbagai pengabdian.

Agung Satriyo Nugroho mengaku buku disusun menjelang Prof Suratman purna tugas sebagai akademisi dari Universitas Gadjah Mada. Buku disusun, katanya bukan semata sebagai sebuah biografi semata melainkan memaknai proses perjuangan dan perjalanan Prof. Suratman sehingga dapat memunculkan konsep kepemimpinan yang dibutuhkan seluruh kalangan, khususnya para geograf.

“Ini DPR dan MPR tidak memakai RI. DPR disini adalah hasil Didikane Prof Ratman kalau MPR itu Man Teman Prof Ratman. Jadi kita siapkan semuanya untuk beliau yang memasuki purna tugas dari Fakultas Geografi UGM,” katanya sambil tersenyum.

Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Si selaku Dekan Fakultas Geografi UGM menyatakan usia 70 tahun merupakan purna tugas secara administrasi tetapi bukan purna tugas dari sisi substansi. Karena Prof. Suratman, katanya, akan tetap berkarya di banyak kesempatan.

“Terimakasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama kurang lebih 40 tahun maka buku ini ada 40 chapter. Itu menunjukan pengabdian beliau lebih dari 40 tahun atau tepatnya 44 tahun,” katanya.

Menurut Danang, Prof. Suratman memiliki banyak peran, khususnya di Fakultas Geografi UGM dan UGM pada umumnya. Di level nasional utamanya Ikatan Geografi Indonesia (IGI) dan dibanyak level lainnya.

Utamanya, kata Dekan, Prof. Suratman adalah seorang guru. Sebagai seorang guru telah memberikan keteladanan dan kesederhanaan yang telah melahirkan banyak pemimpin bangsa.

“Banyak pemimpin muda yang dihasilkan dari keteladanan beliau. Prof Suratman telah banyak membina para entrepreneur, ilmuwan, bahkan banyak yang menjadi professor sekarang ini adalah para anggota “DPR”. Termasuk saya ini adalah salah seorang anak didiknya,” imbuhnya.

Penulis: Agung Nugroho

 

Artikel Bedah Buku Suluh Kepemimpinan Geografi Iringi Purnatugas Prof. Suratman pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/bedah-buku-suluh-kepemimpinan-geografi-iringi-purna-tugas-prof-suratman/feed/ 0
Komunitas Business Laboratory UGM Raih Juara Umum dalam Ajang KBMK Tahun 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/komunitas-business-laboratory-ugm-raih-juara-umum-dalam-ajang-kbmk-tahun-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/komunitas-business-laboratory-ugm-raih-juara-umum-dalam-ajang-kbmk-tahun-2024/#respond Sat, 29 Jun 2024 01:24:21 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65570 Komunitas Business Laboratory Universitas Gadjah Mada berhasil meraih Juara Umum ajang Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu BIsnis, Manajemen dan Keuangan (KBMK) tahun 2024. Dalam lomba KBMK yang berlangsung secara luring di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Tangerang, Universitas Gadjah Mada mengirimkan empat tim, yaitu Tim Artemis yang bertanding dalam bidang Riset Investasi, Tim Assurify dan Tim […]

Artikel Komunitas Business Laboratory UGM Raih Juara Umum dalam Ajang KBMK Tahun 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Komunitas Business Laboratory Universitas Gadjah Mada berhasil meraih Juara Umum ajang Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu BIsnis, Manajemen dan Keuangan (KBMK) tahun 2024. Dalam lomba KBMK yang berlangsung secara luring di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Tangerang, Universitas Gadjah Mada mengirimkan empat tim, yaitu Tim Artemis yang bertanding dalam bidang Riset Investasi, Tim Assurify dan Tim Veritas dalam bidang Keuangan Audit Investigatif, dan Tim Cigrosys di bidang Penulisan Karya Tulis Ilmiah.

Dalam lomba yang berlangsung selama sepekan, 24-29 Juni 2024, keempat tim berhasil melaju hingga mengikuti babak semifinal, dan tiga diantaranya menembus tahap grand final, dan setelah melalui tahap ini dua Tim UGM yaitu Tim Artemis dan Tim Cigrosys dinyatakan berhasil meraih penghargaan Tim Terbaik Nasional I (medali emas), dan Tim Assurify berhasil memperoleh penghargaan sebagai Tim Terbaik Nasional II (medali silver).

Dalam kompetisi ini, Tim Artemis UGM beranggotakan Hafidh Firdaus Muzakk dan Muhammad Rizqy Al Faris (Prodi Akuntansi), dan Haniyah Nur Hasanah (Prodi Ilmu Ekonomi). Tim dalam Bidang Riset Investasi mengangkat judul karya SIDO: Consistency Business with Quality.

Tim Cigrosys UGM beranggotakan Mohammad Agta Annafi’ Sugiyantoro (Prodi Ilmu Ekonomi) dan Hasan adi Nugraha (Prodi Kartografi dan Penginderaan Jauh). Tim yang bertanding dalam Bidang Karya Tulis Ilmiah mengangkat judul karya CIGROSYS (Circular Green Solutions for Ecology System): Strategi Pemanfaatan Lahan Gambut Nonproduktif Eks Kelapa Sawit Melalui Perikanan Udang Vaname.

Sementara itu, Tim Assurify UGM yang berlomba dalam Bidang Keuangan Audit Investigatif mengangkat judul karya Analisis Kasus Dugaan Kecurangan (FRAUD) dalam Pengadaan Hard Drive di Perusahaan Perbankan. Tim Assurify beranggotakan Clara Alverina Laurensia (Prodi Akuntansi), Billy Hendriansyah (Prodi Akuntansi Sektor Publik), dan Jeremy Christian Muward (Prodi Akuntansi Sektor Publik).

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Sindung Tjahyadi merasa bersyukur dan bangga atas prestasi yang berhasil diraih Tim Mahasiswa UGM dalam ajang KBMK tahun 2024. Dia berharap prestasi ini akan dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan untuk lomba di tahun-tahun mendatang.

Sindung menjelaskan untuk lomba KBMK kali ini dipertandingkan lima kategori kompetisi meliputi Bidang Perencanaan Bisnis, Kompetisi Bidang Komersialisasi Riset dan Teknologi Tepat Guna, Kompetisi Bidang Riset Investasi, Kompetisi Bidang Keuangan Audit Investigatif, dan Kompetisi Bidang Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Kompetisi Mahasiswa Nasional bidang ilmu Bisnis, Manajemen dan Keuangan (KBMK) ini merupakan kompetisi yang tidak hanya mengevaluasi kemampuan akademik dan nalar mahasiswa dalam bidang ilmu tetapi juga merupakan sebuah upaya untuk mendekatkan kemitraan antara akademisi, dunia usaha dan pemerintah.

“Tema yang diangkat pada tahun ini adalah Eksplorasi Peluang Produksi dan Konsumsi Bertanggung Jawab serta Penerapan Ekonomi Sirkular Pada Era Industry 4.0 dan Society 5.0 untuk Percepatan Transformasi Ekonomi Nasional yang Inklusif dan Berkelanjutan Dalam Kerangka Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen dan Keuangan. Tema ini tentunya berkaitan cukup erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) ke-12”, ungkapnya di Kampus UGM, Sabtu (29/6).

Disebutnya prestasi membanggakan ini merupakan hasil kerja keras dan perjuangan para anggota tim, dosen pembina dan pembimbing serta Komunitas Business Laboratory UGM. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama Universitas Gadjah Mada di kancah nasional maupun internasional.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Komunitas Business Laboratory UGM Raih Juara Umum dalam Ajang KBMK Tahun 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/komunitas-business-laboratory-ugm-raih-juara-umum-dalam-ajang-kbmk-tahun-2024/feed/ 0
Kolaborasi Fakultas Geografi dan KLHK, Adakan Workshop Climate Justice di Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/kolaborasi-fakultas-geografi-dan-klhk-adakan-workshop-climate-justice-di-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/kolaborasi-fakultas-geografi-dan-klhk-adakan-workshop-climate-justice-di-indonesia/#respond Sun, 23 Jun 2024 22:13:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65331 Dampak perubahan iklim tidak dirasakan secara merata oleh semua lapisan masyarakat. Kelompok-kelompok rentan seperti masyarakat adat, petani kecil, dan penduduk pesisir sering kali menanggung beban yang lebih berat meskipun kontribusi mereka terhadap emisi gas rumah kaca relatif kecil. Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Fakultas Geografi UGM berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan […]

Artikel Kolaborasi Fakultas Geografi dan KLHK, Adakan Workshop Climate Justice di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dampak perubahan iklim tidak dirasakan secara merata oleh semua lapisan masyarakat. Kelompok-kelompok rentan seperti masyarakat adat, petani kecil, dan penduduk pesisir sering kali menanggung beban yang lebih berat meskipun kontribusi mereka terhadap emisi gas rumah kaca relatif kecil. Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Fakultas Geografi UGM berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan kegiatan workshop dengan mengangkat topik “Penanganan Perubahan Iklim yang Berkeadilan (Climate Justice) di Indonesia”. Topik ini dipilih untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa tentang keadilan iklim serta mendorong peran aktif mahasiswa dalam mencari solusi yang berkelanjutan dan inklusif. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (20/06) lalu, diselenggarakan di Auditorium Merapi Fakultas Geografi dengan menghadirkan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ir. Laksmi Dhewanhi, M.A., IPU.

Workshop berformat dialog forum dengan dua panel serta Focus Group Discussion (FGD) antar peserta dan narasumber ini, diikuti oleh berbagai unsur seperti mahasiswa yang berasal dari UGM, UNY, dan universitas lainnya, dinas-dinas yang berada di bawah naungan Kementerian KLHK, LSM, dan kelompok masyarakat umum. Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. selaku Dekan Fakultas Geografi mengungkapkan krisis iklim telah menumbuhkan kesadaran kolektif global pada negara-negara di dunia untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya, tidak terkecuali bagi Indonesia. “Salah satu tantangan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim adalah bagaimana negara mewujudkan penanganan perubahan iklim yang berkeadilan dan memberikan prioritas yang proporsional terhadap kelompok-kelompok rentan yang akan terdampak langsung dengan adanya perubahan iklim ini,” ungkapnya dalam sambutan.

Menanggapi hal yang serupa terhadap perubahan iklim, Ir. Laksmi Dhewanhi, M.A., IPU. menyampaikan sebagai negara yang rentan akan perubahan tersebut, Indonesia mengalami banyak bencana alam sehingga diperlukan penanganan terbaik untuk keadilan iklim yang berkelanjutan. “Peran stakeholders termasuk akademisi sangat menentukan keberhasilan program mengurangi emisi gas rumah kaca untuk pengendalian iklim melalui upaya yang konkrit. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang adil dalam menangani krisis iklim, yang tidak hanya berfokus pada mitigasi dan adaptasi, tetapi juga memastikan bahwa setiap orang mendapatkan perlindungan dan manfaat yang sama,” tandasnya.

Kegiatan workshop dimulai dengan dialog forum Panel 1 dengan tiga narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Makarim Wibisono, M.A. (Diplomat Republik Indonesia), Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M. (CEO Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI)), dan Ir. Laksmi Wijayanti, M.CP. (Inspektur Jenderal KLHK). Sedangkan pada dialog forum Panel 2 diisi oleh tiga narasumber utama, yaitu Bella Nathania (Kepala Divisi Keadilan Iklim dan Tata Kelola Lingkungan Indonesia Center for Environmental Law (ICEL)), Dr. Emilya Nurjani, S.Si., M.Si. (Dosen Departemen Geografi Lingkungan Fakultas Geografi UGM), dan M.Akbar Ramadhan (Green Leadership Indonesia). Workshop pada hari itu diakhiri dengan FGD antar peserta yang dibagi ke dalam lima kelompok kecil. Kegiatan FGD diawali dengan menentukan satu isu perubahan iklim yang paling menarik perhatian dan sumber terjadinya perubahan iklim tersebut, kemudian masing-masing kelompok mendeskripsikan mengenai siapa pihak yang paling bertanggungjawab atas masalah tersebut dan siapa yang paling dirugikan, setelah itu masing-masing kelompok akan mendiskusikan apa yang harus dilakukan untuk memberikan rasa keadilan bagi mereka yang paling terdampak.

Reportase dan Foto: Humas Fakultas Geografi

Penulis: Triya Andriyani

 

Artikel Kolaborasi Fakultas Geografi dan KLHK, Adakan Workshop Climate Justice di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kolaborasi-fakultas-geografi-dan-klhk-adakan-workshop-climate-justice-di-indonesia/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Lakukan Penelitian Green Election https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-lakukan-penelitian-green-election/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-lakukan-penelitian-green-election/#respond Sun, 23 Jun 2024 22:10:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65328 Green Election atau Pemilihan Umum (Pemilu) Hijau, mungkin masih terdengar asing oleh sebagian masyarakat. Konsep tersebut memiliki arti Pemilu yang lebih memperhatikan atau peduli terhadap lingkungan selama proses pelaksanaannya. Belum lama ini sekelompok mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan riset terkait topik tersebut. Penelitian sosial bertema politik lingkungan atau mengenai green election sebagai wacana […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Lakukan Penelitian Green Election pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Green Election atau Pemilihan Umum (Pemilu) Hijau, mungkin masih terdengar asing oleh sebagian masyarakat. Konsep tersebut memiliki arti Pemilu yang lebih memperhatikan atau peduli terhadap lingkungan selama proses pelaksanaannya.

Belum lama ini sekelompok mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan riset terkait topik tersebut. Penelitian sosial bertema politik lingkungan atau mengenai green election sebagai wacana peduli lingkungan terhadap pelaksanaan Pemilu diinisiasi oleh Lutviana Herawati, mahasiswi program studi Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM.

Lutviana dalam penelitiannya dibantu tiga peneliti yang juga berasal dari Fisipol UGM yaitu Farida Ratnawati, Difta Mardi, Krisnanda Kogoya, dan Dian Arsyka, mahasiswi dari Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi UGM.

Lutviana menjelaskan penelitian green election ini melibatkan berbagai pihak diantaranya instansi pemerintahan, praktisi, dan lembaga swadaya masyarakat. Tidak ketinggalan masyarakat perkotaan sebagai subyek utama penelitian.

“Riset green election ini kami lakukan untuk melihat sebenarnya bagaimana pengaruh wacana terhadap perilaku memilih masyarakat perkotaan,” ucap Lutviana pada suatu wawancara di Kampus UGM, Jum’at (21/6).

Terhadap proses Pemilu 2024 yang telah berlangsung beberapa waktu lalu, Lutviana menjelaskan bila peristiwa politik tersebut sebagai salah satu yang menjadi latarbelakang riset mereka. Terutama pada masifnya pemberitaan berkaitan dengan Alat Peraga Kampanye (APK) konvensional seperti baliho dan poster pasangan calon yang dipajang di sembarangan tempat.

Pemasangan baliho dan poster tersebut dinilai tim peneliti mahasiswa UGM sangat mengurangi keindahan kota. Bahkan pemasangan yang tidak beraturan telah mencederai masyarakat dan menimbulkan sampah yang sangat merugikan lingkungan.

“Kami merasa proses kampanye Pemilu kemarin belum cukup baik lantaran masih saja membahayakan masyarakat dan justru mencemari lingkungan,” jelas Lutviana.

Oleh karena itu, tim peneliti mahasiswa UGM menawarkan topik green election sebagai topik baru dalam kancah proses politik di Indonesia. Tim mahasiswa UGM inipun telah melakukan riset terkait hal itu sejak April 2024 hingga saat ini.

Bagi Lutviana dan tim, penelitian ini merupakan kebaruan topik dalam penelitian. Penelitian yang berkaitan dengan wacana green election sejauh ini belum banyak ditemui, dan bahkan dalam pandangan mereka belum ditemui di Indonesia.

Difa selaku anggota tim menambahkan riset yang berfokus bagaimana sebuah wacana mempengaruhi perilaku memilih masyarakat perkotaan telah mereka lakukan di dua kota, yakni Yogyakarta dan Jakarta. Kedua kota tersebut, disebutnya merepresentasikan masyarakat perkotaan untuk pengambilan data riset.

“Termasuk di dalamnya pengambilan data secara survei maupun In-Depth Interview dengan pihak terkait,” papar Difa.

Difa menuturkan selama berjalannya riset hingga hari ini ditemui beberapa hal menarik terkait wacana green election di tubuh instansi pemerintahan. Diantaranya temuan dari sebuah wawancara dengan Sri Surani selaku anggota KPU DIY, dan didapati keterangan bahwa Komisi Pemilihan Umum DIY telah mengimplementasikan praktik ramah lingkungan melalui digitalisasi.

Difa berharap penelitian ini akan terus berlanjut dan mencoba mengikutsertakannya pada Kompetisi Riset Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Riset Sosial Humaniora yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

“Harapannya, dengan adanya riset tersebut dapat menambah pengetahuan khalayak luas mengenai isu lingkungan yang ternyata dapat berkorelasi dengan beragam aspek, termasuk politik,” pungkas Difa.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa UGM Lakukan Penelitian Green Election pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-lakukan-penelitian-green-election/feed/ 0
UGM Gelar Workshop Penulisan SDGs https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gelar-workshop-penulisan-sdgs/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gelar-workshop-penulisan-sdgs/#respond Fri, 21 Jun 2024 16:06:22 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65316 Dalam rangka meningkatkan jumlah publikasi pemberitaan berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Workshop Penulisan SDGs. Workshop yang diikuti para peserta dari 4 fakultas yaitu Fakultas Geografi, Fakultas Biologi, Fakultas MIPA, dan Fakultas Farmasi dilaksanakan di Gedung KLMB Fakultas Geografi UGM ruang E-601, Jum’at (21/6). Workshop penulisan SDGs dibuka Wakil Rektor Bidang Pendidikan […]

Artikel UGM Gelar Workshop Penulisan SDGs pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dalam rangka meningkatkan jumlah publikasi pemberitaan berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Workshop Penulisan SDGs. Workshop yang diikuti para peserta dari 4 fakultas yaitu Fakultas Geografi, Fakultas Biologi, Fakultas MIPA, dan Fakultas Farmasi dilaksanakan di Gedung KLMB Fakultas Geografi UGM ruang E-601, Jum’at (21/6).

Workshop penulisan SDGs dibuka Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA. Dia sangat berharap dengan penyelenggaraan pelatihan penulisan SDGs dapat meningkatkan jumlah publikasi pemberitaan SDGs di website di lingkungan kampus UGM.

“Workshop penulisan SDGs sengaja bentuknya per grup atau per klaster karena peserta yang hadir akan sekaligus berlatih bagaimana penulisan itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Bagi Wening kenapa harus workshop penulisan SDGS, karena UGM sebagai perguruan tinggi seluruh nafas hidupnya adalah keberlanjutan (SDGs). Sehingga sebenarnya tanpa perlu ada SDGs pun, UGM sebetulnya sudah SDGs.

Berbagai kegiatan dan penelitian dari Fakultas Geografi, Farmasi, Biologi, dan MIPA sudah memperlihatkan itu. Sebagai contoh Fakultas Geografi dengan Kementerian Lingkungan Hidup secara berseri telah melakukan berbagai diskusi soal lingkungan, climate change dan lain-lain.

Demikian pula Fakultas Farmasi dengan berbagai kegiatannya yang terkait kesehatan misalnya memproduksi obat, obat herbal dan lain-lain. Fakultas Biologi dengan penelitian-penelitian biodiversity, produksi melon Hikapel, semangka dan lain-lain.

“Jadi apa yang tidak SDGs, UGM ini semuanya SDGs. Hanya saja persoalannya produk-produk yang bagus tersebut kadang terlewat untuk ditulis sehingga masyarakat tidak tahu apa yang dilakukan UGM. Karena masyarakat Indonesia dan dunia tidak tahu menjadikan UGM rekamannya lemah karena UGM tidak klaim apa yang pernah dilakukan,” terangnya.

Di sisi lain, beberapa mereka yang ada di UGM menilai dengan mempublikasikan hal tersebut dianggap sebagai sikap sombong atau membanggakan diri. Padahal, kata Wening, hal itu merupakan hasil kerja keras, dan sudah seharusnya dipublikasikan, serta sebagai kebanggaan apa yang yang sudah dilakukan, baik hasil-hasil penelitian maupun produk-produk lainnya.

“Ini kita mulai dengan mindset baru, kita menuliskan SDGs bukan untuk pamer tetapi untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa UGM telah berbuat banyak sehingga bisa memberi inspirasi kepada banyak orang,” imbuhnya.

Ir. Sentagi Sesotya Utami, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU menambahkan Indonesia sudah sepakat mendukung SDGs, dan UGM juga sudah melaksanakan sustainable di kampus atau sebagai kampus yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kata dia perlu kiranya mengukur capaian SDGs.

“Sebetulnya sasaran-sasaran capaian tentang itu tidak harus dengan perangkingan tetapi hanya saja di dalam perangkingan-perangkingan itu ada alat ukur yang bisa dipergunakan untuk penilaian UGM itu sudah seberapa, sudah sehebat apa didalam capaian-capaian SDGs nya,” terangnya.

Kepala Biro Transformasi Digital, Dr. Mardhani Riasetiawan, M.T., menyampaikan UGM terus berproses dalam pembuatan berita soal SDGs. Dia menyampaikan dalam perjalanan pembuatan berita SDGs tidak hanya untuk artikel berita namun apa yang telah dibuat telah mendukung kegiatan KKN.

Membicarakan artikel di website SDGs, kata dia, ada dua komponen penting yaitu menyangkut manajemen website dan manajemen konten. Untuk manajemen website, ia mengingatkan untuk selalu mencantumkan kategori SDGs ditambah tags.

“Ini penting sekali, kita mencoba menganalisis itu dan mencoba menyangkut manajemen kontennya perlu memasukan kata-kata kunci sesuai dengan kualitas berita itu sendiri,” katanya.

UGM sendiri, katanya telah membuatkan beberapa step untuk penulisan. Dalam proses pembuatan berita juga telah disiapkan tools.

“Dengan tools ini saya kira upaya menyelesaikan kesulitan dalam membuat berita. Kita berharap ini akan mempermudah unit-unit atau fakultas dalam membuat berita,” imbuhnya.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel UGM Gelar Workshop Penulisan SDGs pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gelar-workshop-penulisan-sdgs/feed/ 0
Mahasiswa Sampaikan Kondisi Penghidupan Masyarakat Lokal dan Migran di Wilayah IKN https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-sampaikan-kondisi-penghidupan-masyarakat-lokal-dan-migran-di-wilayah-ikn/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-sampaikan-kondisi-penghidupan-masyarakat-lokal-dan-migran-di-wilayah-ikn/#respond Sun, 16 Jun 2024 12:14:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65235 Dua orang mahasiswa prodi Pembangunan Wilayah, Fakultas Geografi UGM, yakni Cherlys dan Fajri Aji Dharma, berkesempatan melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan yang mereka lakukan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur belum lama ini. Dari hasil pengamatan mereka selama di lapangan, diketahui bahwa sebagian besar warga yang berada di daerah Bukit Raya, Sepaku, Kalimantan Timur […]

Artikel Mahasiswa Sampaikan Kondisi Penghidupan Masyarakat Lokal dan Migran di Wilayah IKN pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dua orang mahasiswa prodi Pembangunan Wilayah, Fakultas Geografi UGM, yakni Cherlys dan Fajri Aji Dharma, berkesempatan melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan yang mereka lakukan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur belum lama ini. Dari hasil pengamatan mereka selama di lapangan, diketahui bahwa sebagian besar warga yang berada di daerah Bukit Raya, Sepaku, Kalimantan Timur saat ini melakukan diversifikasi usaha sebagai usaha sampingan pasca dibukanya IKN.

“Masyarakat lokal mengakui bahwa semenjak adanya IKN hampir seluruh warga di Bukit Raya, Sepaku, melakukan Diversifikasi Usaha sebagai usaha sampingan selain pendapatan utama dari pekerjaan yang ada,” kata Cherlys dalam SDGs Seminar yang bertajuk “Ekskursi IKN Nusantara: Kajian Keberlanjutan Pembangunan Wilayah di Ibukota Baru” pada hari Rabu (12/6).

Meski bantuan pemberdayaan UMKM dan dari Industri digelontorkan oleh pemerintah namun belum mendorong kegiatan usaha masyarakat setempat.

Di sisi lain, proyek pembangunan IKN mengakibatkan banyaknya pekerja migran, terutama di sekitar konstruksi yang didatangkan ke wilayah IKN. Cherlys menyebutkan sekitar 60% dari total 32.000 pekerja merupakan pekerja migran dengan mayoritas laki-laki usia produktif dari Pulau Jawa dan memiliki keterampilan tinggi di bidang konstruksi seperti tukang ahli batu, besi, dan kayu.

Menurutnya, kehadiran pekerja migran membawa dampak positif dan negatif, baik bagi pekerja migran maupun penduduk lokal. “Kami menyarankan adanya kebijakan yang mendukung pemenuhan kebutuhan pekerja, migran konstruksi di IKN, mencakup koherensi antara pekerja migran dan lokal, keamanan, optimalisasi kesehatan dan akomodasi pekerja, serta aksesibilitas agar mencapai kesejahteraan pekerja secara optimal,” ujar Cherlys.

Sementara Fajri Aji Dharma dalam presentasinya menyampaikan membagikan beberapa tips and tricks dalam menjalankan KKL. Menurutnya, diperlukan rancangan target dan timeline yang dibuat lebih awal, diskusi dan kerja bareng untuk memaksimalkan hasil kerja. Selain menjalin kerja sama dengan praktisi,pemda, sponsor, dan mitra. “Terakhir, jangan lupa untuk beribadah dan doa untuk membantu dalam memudahkan pelaksanaan KKL melalui pikiran yang positif dan refleksi diri, paparnya.

Meskipun terdapat beberapa tantangan seperti biaya akomodasi, kondisi iklim dan udara yang cukup ekstrim, serta keterbatasan fasilitas dan infrastruktur penunjang KKL di lokasi, Fajri dan tim bersyukur karena mereka dapat mengamati dan melihat proyek IKN secara langsung. “ Merasakan sosial budaya serta objek wisata di kalimantan menjadi suatu hal yang disyukuri,” ungkapnya.

Koordinator SDGs Forum–SDGs Seminar Series Fakultas Geografi UGM Hafidz Wibisono, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan Kuliah Kerja Lapangan adalah kegiatan wajib bagi seluruh mahasiswa Program Studi Pembangunan Wilayah untuk mengimplementasikan ilmu dan mendapatkan wawasan serta pengalaman sebagai surveyor. “Melalui SDGs seminar Series ini, kita ingin memfasilitasi transfer knowledge dari mahasiswa yang sudah terjun langsung ke lapangan dan melakukan penelitian terkait IKN,” ujarnya.

Penulis: Dita
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Antara

Artikel Mahasiswa Sampaikan Kondisi Penghidupan Masyarakat Lokal dan Migran di Wilayah IKN pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-sampaikan-kondisi-penghidupan-masyarakat-lokal-dan-migran-di-wilayah-ikn/feed/ 0
UGM dan Universitas Toronto Jalin Kerja Sama https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-universitas-toronto-jalin-kerja-sama/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-universitas-toronto-jalin-kerja-sama/#respond Tue, 11 Jun 2024 13:04:50 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65126 Universitas Gadjah Mada dan Universitas of Toronto dari Kanada sepakat menjalin kerja sama di bidang program pertukaran mahasiswa dan kolaborasi riset. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Rektor, Penelitian dan Pendidikan Pascasarjana, dan Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Toronto, Prof. Joshua Barker dengan Direktur Kemitraan dan Relasi Global (DKRG) UGM, Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Si., […]

Artikel UGM dan Universitas Toronto Jalin Kerja Sama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan Universitas of Toronto dari Kanada sepakat menjalin kerja sama di bidang program pertukaran mahasiswa dan kolaborasi riset. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Rektor, Penelitian dan Pendidikan Pascasarjana, dan Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Toronto, Prof. Joshua Barker dengan Direktur Kemitraan dan Relasi Global (DKRG) UGM, Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Si., Apt., Jumat (7/6) di Gedung Pusat UGM.

Joshua Barker mengatakan gagasan kedua universitas menjalin kemitraan dan membangun jejaring menjadi kunci utama untuk terjalinnya saling menguntungkan bagi kedua belah pihak dalam pengembangan pendidikan dan riset. Menurutnya kerja sama pendidikan dan riset untuk mahasiswa jenjang doktor (Ph.D) perlu digalakkan. Sebab saat ini mobilitas mahasiswa yang terjalin antara UofT dan Indonesia hanya melalui hibah IISMA dan SEED. “Kita dapat memperoleh manfaat dari mobilitas mahasiswa Ph.D dengan melakukan pengawasan bersama terhadap cara-cara keterlibatan alternatif yang potensial,” ujarnya.

Selain bidang pertukaran mahasiswa, Barker juga menekankan pada kegiatan riset yang berdasarkan kesepakatan project penelitian bersama. Bagi Barker, penelitian di Indonesia sudah lama ia lakukan sejak tahun 2000 an. “Saya mengkaji topik-topik terkait kejahatan, keamanan, dan teknologi dalam konteks perkotaan,” katanya.

Direktur Kemitraan dan Relasi Global (DKRG) UGM, Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Si., Apt., menyambut baik tawaran program pertukaran mahasiswa dan riset mahasiswa jenjang doktor. “UGM menawarkan koneksi melalui mobilitas mahasiswa IUP, kursus musim panas, program profesor tamu, pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Puji Astuti juga mengajak mahasiswa Toronto untuk terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat di UGM melalui program penerjunan mahasiswa KKN-PPM. “Saya kira mahasiswa internasional dapat berpartisipasi dalam program ini,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerjasama, dan Alumni, Fakultas Geografi UGM, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, S.Si., M.T., M.Si manawarkan kerja sama penelitian bersama yang bisa dilakukan antara kedua belah pihak yakni bidang penginderaan jauh dan manajemen bencana. “Penelitian ini menjadi fokus utama para peneliti dan dosen di universitas Toronto. Minat yang sesuai dan saling keterkaitan bisa kita bangun ke depan,” katanya.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel UGM dan Universitas Toronto Jalin Kerja Sama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-universitas-toronto-jalin-kerja-sama/feed/ 0