Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/fakultas-ekonomika-dan-bisnis-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 10 Feb 2025 09:04:06 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Pantang Menyerah, Alumnus UGM ini Berhasil Sandang Sertifikasi Akuntan Publik di Usia Muda https://ugm.ac.id/id/berita/pantang-menyerah-alumnus-ugm-ini-berhasil-sandang-sertifikasi-akuntan-publik-di-usia-muda/ https://ugm.ac.id/id/berita/pantang-menyerah-alumnus-ugm-ini-berhasil-sandang-sertifikasi-akuntan-publik-di-usia-muda/#respond Mon, 10 Feb 2025 09:04:06 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75735 Alumnus prodi Magister Akuntansi dan Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) FEB UGM, Pandu Kurniawan, merupakan salah satu peserta yang lulus dari ujian Akuntan Publik pada Januari 2025 lalu. Untuk mendapatkan Certified Public Accountant (CPA), tidaklah mudah. Pandu mengaku ia beberapa kali mengalami kegagalan dan perlu mengulang dalam beberapa mata ujian. Semangat pantang menyerah untuk sesuatu yang […]

Artikel Pantang Menyerah, Alumnus UGM ini Berhasil Sandang Sertifikasi Akuntan Publik di Usia Muda pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Alumnus prodi Magister Akuntansi dan Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) FEB UGM, Pandu Kurniawan, merupakan salah satu peserta yang lulus dari ujian Akuntan Publik pada Januari 2025 lalu. Untuk mendapatkan Certified Public Accountant (CPA), tidaklah mudah. Pandu mengaku ia beberapa kali mengalami kegagalan dan perlu mengulang dalam beberapa mata ujian. Semangat pantang menyerah untuk sesuatu yang ingin ia gapai selalu dipegangnya. “Setelah beberapa kali gagal, akhirnya saya lulus untuk semua mata ujian yang dilakukan selama satu tahun penuh,” kata Pandu, Senin (10/2).

Dengan semakin berkembangnya dunia bisnis dan perusahaan-perusahaan Indonesia, Pandu meyakini kebutuhan akuntan publik akan terus meningkat.  meskipun di sisi yang lain harus berhadapan dengan tantangan besar dengan hadirnya teknologi AI. “Teknologi ini disinyalir dapat menggantikan beberapa pekerjaan teknis. Tapi saya yakin profesi akuntan publik masih sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga integritas dan profesionalisme,” terangnya.

Mendapatkan sertifikasi sebagai akuntan publik awalnya bukan hal yang familiar di mata Pandu. Berawal saat ia tengah menempuh pendidikan PPAk sejak awal 2017, para pegnelola seeing mensosialisasikan adanya kemudahan bagi lulusan PPAk untuk memperoleh sertifikasi tersebut. “Ini tidak mudah. Ujian pertama saya di tahun 2019 sempat tidak lulus dan di percobaan kedua saya baru berhasil mendapatkan sertifikat CPA non-signing,” ucapnya.

Usai menempuh PPAk, di tahun 2018 ia melanjutkan S2 di Magister Akuntansi FEB UGM. Setelah menyandang gelar magister, ia pun melamar bekerja sebagai internal auditor di PT Telkom. Kinerja yang baik mengantarkannya sebagai salah satu auditor terbaik yang dikirim ke Kementerian BUMN untuk menjalani penugasan khusus.

Pantang menyerah, di tahun 2024, ia kembali mengikuti ujian CPA signing (Akuntan Publik). Menurutnya mengikuti ujian secara bertahap bukanlah hal yang mudah, apalagi harus mengulang beberapa kali seperti Workshop A dan Workshop B yang menitikberatkan pada pengetahuan teknis audit tingkat lanjut.

“Saya sempat merasa minder sebagai peserta termuda dan berpikir bahwa saya terlalu nekat mengikuti ujian Workshop. Beberapa peserta bahkan mengatakan bahwa belum saatnya saya mengikuti ujian dan sebaiknya memberi kesempatan terlebih dahulu kepada mereka yang lebih tua,” kenangnya.

Keberhasilannya meraih sertifikasi Akuntan Publik di usia relatif muda, diakui Pandu tidak lepas dari peran PPAk FEB UGM yang selalu mendukung mahasiswa menjadi profesional di bidang audit.“Program ini memiliki akreditasi Unggul yang menjamin kualitas program, tenaga pengajar, dan mahasiswanya. Selain itu, PPAk memiliki joint program dengan Magister Akuntansi FEB UGM yang akan mempersingkat masa studi dan menunjang mahasiswa ketika sudah lulus nanti,” ungkapnya.

Lingkungan belajar mengajar PPAk FEB UGM, menurutnya, kondusif. Pengalaman paling berkesan yang ia peroleh selama satu setengah tahun mulai dari matrikulasi hingga magang membuka jalan baginya memasuki dunia auditor. “PPAk FEB UGM banyak memberikannya pembelajaran. Selama studi saya bisa mendapatkan pengalaman praktik di lapangan dengan mengajarkan bagaimana menjadi praktisi yang berintegritas dan profesional dengan penekanan pada dunia auditor. Para mahasiswa diwajibkan mengikuti program magang,” kata Pandu yang sempat menjalani magang di KAP Mahsun, Nurdiono, Kukuh & Partner.

Pandu pun mengaku merasa sangat terbantu dengan program matrikulasi yang diberikan di PPAk UGM untuk menyamakan persepsi dan budaya akademik. Pandu merasakan dukungan dari dosen menjadi faktor penting dalam perjalanan akademiknya. Pandu menyampaikan kesannya akan nilai-nilai FEB UGM. Nilai-nilai yang ditanamkan oleh pengajar FEB UGM sangat berperan dalam perjalanan akademik dan kariernya. Terutama terkait soal integritas, profesionalisme, objektivitas, dan kepedulian sosial. “Selama belajar di FEB UGM, saya diajarkan untuk menjaga integritas dalam segala hal, baik dalam pendidikan maupun pekerjaan. Sebagai auditor, objektivitas adalah kunci untuk menjaga keadilan dalam penilaian,” ungkapnya.

Reportase: Shofi Hawa Anjani dan Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Pantang Menyerah, Alumnus UGM ini Berhasil Sandang Sertifikasi Akuntan Publik di Usia Muda pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pantang-menyerah-alumnus-ugm-ini-berhasil-sandang-sertifikasi-akuntan-publik-di-usia-muda/feed/ 0
Kisah Amanda, Mahasiswa UGM Berhasil Kelola 6 Usaha Bisnis https://ugm.ac.id/id/berita/sukses-amanda-divanty-mahasiswa-ugm-kelola-6-bisnis-di-usia-muda/ https://ugm.ac.id/id/berita/sukses-amanda-divanty-mahasiswa-ugm-kelola-6-bisnis-di-usia-muda/#respond Wed, 05 Feb 2025 07:48:21 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75394 Amanda Divanty menjadi salah satu mahasiswa yang sukses menjani kuliah dan mengelola bisnis.  Mahasiswi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM angkatan 2022, ini berhasil mengelola enam bisnis di berbagai bidang. Amanda mengaku kesuksesan usahanya diawali dengan mendirikan Porto Photo (@portophoto.id) bersama dua temannya yang berasal dari program studi yang sama. Porto Photo […]

Artikel Kisah Amanda, Mahasiswa UGM Berhasil Kelola 6 Usaha Bisnis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Amanda Divanty menjadi salah satu mahasiswa yang sukses menjani kuliah dan mengelola bisnis.  Mahasiswi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM angkatan 2022, ini berhasil mengelola enam bisnis di berbagai bidang. Amanda mengaku kesuksesan usahanya diawali dengan mendirikan Porto Photo (@portophoto.id) bersama dua temannya yang berasal dari program studi yang sama. Porto Photo (@portophoto.id) merupakan layanan self photo studio dan photobooth untuk menyediakan layanan foto berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. “Porto Studio ini memiliki studio offline di Pogung, dari sini nampaknya membuka jalan saya yang berkeinginan membuka usaha di bidang makana  dan minuman”, ujar Amanda di FEB UGM, Selasa (4/2) dalam sebuah percakapan.

Bukan sekedar keinginan, iapun lantas merambah pada bisnis kuliner dengan mendirikan Cherries Bites (@cheeries.bites) yang menawarkan brownies, chiffon cake, dan creamy sago secara online. Menyusul kemudian membuka usaha Paspa (@paspa.yk) yang menjual Pasta dan Zuppa di toko offline yang berlokasi di daerah Condongcatur. Masih di lokasi yang sama, iapun kemudian membuka Mentaikudimsum (@mentaikudimsum) yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dimsum mentai.

Hal yang menggembirakannya, ia mendapatkan hibah EB Café. Ia memperoleh kepercayaan untuk mengelola Milkymoo sebuah usaha menjual produk susu, es krim, dan egg waffle. “Untuk yang ini rencananya akan segera beroperasi di Kantin EB. Usaha ini hampir bersamaan dengan bisnis Pisang Saji, yang sudah kami luncurkan di depan GOR UNY pada akhir Januari 2025 lalu”, terangnya.

Berhasil membuka enam bisnis di usia muda, Amanda menuturkan ceritanya. Motivasinya berwirausaha muncul dari pengalamannya saat masa kecil. Ia terbiasa melihat orang tuanya mengelola usaha FnB.

Amanda sejak belajar di Sekolah Dasar (SD) memang sudah sering mencoba berjualan. Ia sudah memberanikan berjualan alat tulis, slime, hingga frozen food. “Berawal dari coba-coba, lama-kelamaan terbiasa. Saya pun merasa nyaman dengan ini, dapat mengisi waktu luang dengan melakukan sesuatu yang menghasilkan”, tuturnya.

Dari proses menjalankan bisnis, Amanda mendapatkan beberapa kunci yang menyokong keberhasilannya. Bekerjasama dengan teman dan kecocokan dalam tim mendorong keberhasilan usahanya. “Dari rekan yang tepat, kita dapat belajar banyak hal. Jika dulu saya tidak bertemu dengan mereka, mungkin saya tidak sampai di titik ini,” paparnya.

Amanda mensyukuri talenta yang ia miliki hingga bisa menjalani kuliah sekaligus berbisnis di usia muda. Di kalangan temannya, ia dikenal gigih dan pantang menyerah. Amanda dikenal sebagai pribadi yang selalu mencoba dan terus mencoba dengan terus melakukan yang terbaik dan mau belajar.

Seperti kesuksesan mahasiswa lainnya, Amanda pun mengaku mengatur waktu antara kesibukan kuliah dan menjalankan usaha menjadi kunci. Ia menggunakan metode to do list untuk bisa mengatasi tantangan itu. “Saya berusaha membuat to do list secara detail dan melakukan semuanya berdasarkan skala prioritas”, terangnya.

Amanda bersyukur karena dalam menjalankan usahanya ia mendapatkan dukungan besar dari keluarga, teman dekat, dan lingkungan perkuliahan di FEB UGM. Bahkan teman-temannya di FEB UGM menilai Amanda sangat suportif dan memiliki etos kerja tinggi.

Pada akhirnya, banyak faktor yang mendorong dan menyemangati Amanda untuk berani mencoba. Beberapa mata kuliah yang yang ia dapatkan turut membantu keberhasilan usahanya. “Terutama dalam hal pemasaran dan operasional usaha. Dahulu, saya kira wirausaha itu hanya buat produk dan dijual begitu saja, tetapi setelah belajar di FEB UGM, saya jadi tahu kalau banyak aspek lain yang perlu diperhatikan, mulai dari manajemen manusianya, keuangan, hingga aspek pemasaran agar brand kita bisa dikenal di masyarakat,” paparnya.

Amanda berkeinginan untuk terus bisa menjadi wirausaha dan mengembangkan bisnis. Meski sadar akan menjumpai banyak tantangan dan ketidakpastian, ia mengaku merasa nyaman dengan yang ditekuninya saat ini. “Dengan berbisnis saya merasa bisa berkontribusi, bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk orang lain”, ujarnya.

Bagi mahasiswa yang ingin seperti dirinya, ia berpesan untuk tidak ragu memulai usaha dan terus mencoba. Langkah terbaik yang dapat dilakukan di awal adalah mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai bisnis yang ingin ditekuni. “Tanamkan prinsip dalam diri bahwa kesempurnaan tidak harus dicapai pada langkah pertama. Seiring berjalannya waktu terus belajar untuk menyempurnakannya. Jangan pikirkan perkataan orang lain. If you wanna go fast go alone, if you wanna go far go together,” tutupnya mengakhiri perbincangan.

Reportase : Najwah Ariella Puteri & Kurnia Ekaptiningrum

Penulis      : Agung Nugroho

Artikel Kisah Amanda, Mahasiswa UGM Berhasil Kelola 6 Usaha Bisnis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sukses-amanda-divanty-mahasiswa-ugm-kelola-6-bisnis-di-usia-muda/feed/ 0
Wamenkeu RI Anggito Abimanyu Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UGM https://ugm.ac.id/id/berita/wamenkeu-ri-prof-anggito-abimanyu-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/wamenkeu-ri-prof-anggito-abimanyu-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-ugm/#respond Tue, 04 Feb 2025 09:02:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75442 Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI, Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc., dikukuhkan sebagai guru besar Bidang Ekonomi pada Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Dalam upacara pengukuhannya, Anggito menyampaikan pidato yang berjudul  Ekonomi syariah sebagai bentuk Kepatuhan, Cara hidup dan Aktivitas Bisnis Yang Membawa Manfaat. Sebuah pidato yang ia sampaikan berangkat dari kisah […]

Artikel Wamenkeu RI Anggito Abimanyu Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI, Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc., dikukuhkan sebagai guru besar Bidang Ekonomi pada Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Dalam upacara pengukuhannya, Anggito menyampaikan pidato yang berjudul  Ekonomi syariah sebagai bentuk Kepatuhan, Cara hidup dan Aktivitas Bisnis Yang Membawa Manfaat. Sebuah pidato yang ia sampaikan berangkat dari kisah penelusuran dan pencarian khasanah ilmu dan kemanfaatan dari Ekonomi Syariah di Indonesia. “Ekonomi Syariah adalah cabang ilmu ekonomi yang mengikuti hukum atau prinsip syariah Islam. Para pengikut ekonomi syariah menjalankannya dengan alasan kepatuhan atau kewajiban agama Islam, seperti halal, maslahat dan tidak riba. Ada lagi yang beranggapan ekonomi syariah adalah cara hidup berbagi, bersih dan sehat”, ujarnya

Dia menyampaikan dalam rumpun ekonomi makro yang membahas tentang kebijakan dan regulasi, ekonomi syariah adalah cabang ilmu yang semakin relevan dipelajari sebagai gugus teori. Para peminatnya bukan hanya para mahasiswa muslim, melainkan juga dari non muslim. Menjelang akhir abad ke-20 dan di awal abad ke-21, semua bisa menyaksikan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan Inggris mendorong perkembangan pusat keuangan Islam (Islamic financial hub). “Kampus-kampus barat yang memiliki pusat studi ekonomi Islam pun bermunculan”, katanya.

Di Indonesia, disebutnya, sejarah ekonomi syariah, khususnya perbankan syariah tersemai awalnya melalui deregulasi perbankan pada tahun 1983. Sejak tahun tersebut Bank Indonesia memberikan keleluasaan kepada 6 bank-bank untuk menetapkan suku bunga, serta memperbolehkan sistem bagi hasil dalam perkreditan. “Deregulasi ini merupakan konsep awal dari perbankan syariah di Indonesia”, jelasnya.

Dibagian lain pidatonya, Anggito mengaku saat ini tidak lagi melihat ekonomi syariah hanya sebagai sistem alternatif dan penyeimbang dari sistem ekonomi konvensional. Bahkan ia menemukan cara pandang baru dalam memaknai ekonomi syariah sebagai ekspresi kepatuhan dan ketundukan  terhadap agama dan wahyu yang diturunkan kepada umat manusia. Perwujudan hal yang lebih esensial seperti kepatuhan, cara hidup dan manfaat yang merupakan bagian esensial dan integral dari ajaran Islam, dan ia praktikkan kesetiaan pada transaksi halal yang tidak memberikan toleransi pada terjadinya gharar (ketidakjelasan transaksi), maysir (spekulasi), dan tidak mengandung riba (usury). “Tidak hanya halal, tetapi juga thayibbah sebagai bagian dari perilaku atau cara hidup berkonsumsi yang baik dan sehat”, terangnya.

Soal faktor pemanfaatan dan minat ekonomi syariah di Indonesia adalah sebuah fenomena yang menarik. Faktor kepatuhan, cara hidup dan bisnis dengan prinsip syariah menjadi lahan perhatian para ahli syariah. “Kajian saya memfokuskan kepada aspek kepatuhan atau religiusitas, cara hidup dan bisnis dalam memilih produk perbankan syariah, konsumsi produk halal dan manfaat perjalanan umroh,” ungkapnya.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D.,  menyebutkan bahwa Prof. Anggito Abimanyu merupakan salah satu dari 525 Guru Besar aktif UGM, dan salah satu dari 5 Guru Besar aktif yang dimiliki Sekolah Vokasi UGM.

Seperti diketahui, Anggito tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) periode 2017-2022. Ia juga pernah menjadi Komisaris BRI Syariah pada 2015-2017, Chief Economist BRI 2014-2017. Anggito juga pernah menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu pada 2003-2010 dan Staf Ahli Menteri Keuangan Republik Indonesia pada 1999-2003. Sebelum menjadi Wamenkeu, Anggito menjadi Ketua Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM, sekaligus dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi UGM.

Di acara pengukuhan Guru Besar Anggito Abimanyu, sejumlah tokoh nasional yang hadir di antaranya Wapres ke-11 RI Budiono dan Wapres ke-13 RI Ma’ruf Amin dan Ketua MWA UGM Prof. Dr. Pratikno. Sejumlah Menko juga pun terpantau hadir seperti Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Wiranto. Selanjutnya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Mahfud MD, hingga Wakil Menteri Hukum Edward Omar Hiariej atau Eddy Hiariej.

Menko Muhaimin Iskandar mengapresiasi pencapaian Anggito Abimanyu sebagai Guru Besar Sekolah Vokasi UGM. Pencapaian ini, menurutnya luar biasa karena dalam pidatonya ia berbicara ekonomi syariah, dan di sisi lain UGM menjadi bagian integral dari proses ilmu dan praktek didalam seluruh sendi-sendi pembangunan. “Sekali lagi selamat untuk pak Anggito, dan selamat untuk UGM”, ucap Cak Imin.

Hal senada disampaikan Menko Airlangga Hartarto. Ia turut senang atas pencapaian Prof Anggito Abimanyu menyandang gelar profesor dari Sekolah Vokasi. “Tentu pidatonya yang terkait dengan ekonomi syariah, dan juga terkait dengan lifestyle saya kira menjadi hal yang baik dan akan mendorong perekonomian berbasis syariah,” katanya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto      : Firsto

Artikel Wamenkeu RI Anggito Abimanyu Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/wamenkeu-ri-prof-anggito-abimanyu-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-ugm/feed/ 0
14 Mahasiswa UGM Ikut NUS Startup Ecosystem Program https://ugm.ac.id/id/berita/14-mahasiswa-ugm-ikut-nus-startup-ecosystem-program/ https://ugm.ac.id/id/berita/14-mahasiswa-ugm-ikut-nus-startup-ecosystem-program/#respond Mon, 03 Feb 2025 03:43:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75324 Sebanyak 14 mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada mengikuti NUS Startup Ecosystem Program 2025 yang berlangsung pada 5-12 Januari 2025 lalu di Jakarta dan Bandung. Program yang menjadi platfrom bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Keempatbelas mahasiswa ini adalah Apriana Vika Vianbara (Manajemen 2021), Virdza Anditha Arya Putri (Manajemen 2023), ⁠Muhammad Faza […]

Artikel 14 Mahasiswa UGM Ikut NUS Startup Ecosystem Program pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 14 mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada mengikuti NUS Startup Ecosystem Program 2025 yang berlangsung pada 5-12 Januari 2025 lalu di Jakarta dan Bandung. Program yang menjadi platfrom bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Keempatbelas mahasiswa ini adalah Apriana Vika Vianbara (Manajemen 2021), Virdza Anditha Arya Putri (Manajemen 2023), ⁠Muhammad Faza Naufal (Manajemen, 2022), Ando Fanda Belvian (Akuntansi 2022), Fazmi Rizki Al Ghifari (Manajemen 2024), Ibnu Zidan Alfarij (Akuntansi 2024), dan Azzumaraa Akmalia (Manajemen 2024).

Berikutnya, ⁠Jonathan Cahaya Kristianto (Akuntansi 2024), Paulina Berliana Ananto (Manajemen 2022), Maria Erika Widierasti (Manajemen 2022), ⁠M. Zhorif Asyraf. MT (Manajemen 2022), Muhammad Alfie Ramdhan (Manajemen 2022), Shalom Emmanuel Levy Atie (Manajemen 2022), ⁠dan Desi Indah Lestari (Manajemen 2022). Keempat belas mahasiswa tersebut mendapat dukungan fasilitasi dari CSDU berupa layanan administrasi, pendampingan, dan pendanaan.

Selama program berlangsung, para peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berdiskusi dengan para ahli, kunjungan lapangan ke berbagai startup dan inkubator, mengikuti workshop dan pelatihan kewirausahaan, melakukan eksplorasi budaya lokal, membangun jaringan dengan para pendiri startup, dan melakukan sesi pitching.

Zhorif Asyraf, prodi Manajemen angkatan 2022, salah satu peserta, menjelaskan selama acara berlangsung, ia dan rekan timnya ditempatkan dalam kelompok pitching yang terdiri dari 5 anggota mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas. Pembagian tim ini bertujuan untuk menciptakan suasana kolaboratif dan memperkaya pengalaman antar peserta dari latar belakang yang beragam.“Saya merasa beruntung bisa mengikuti NUS Startup Ecosystem Program  karena dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini, sekaligus senang bisa mendapatkan wawasan dan pengalaman baru”, terangnya di FEB UGM, Senin (3/2).

Kesempatan  mendapatkan pengalaman international exposure ini , menurutnya, tidak hanya akan memperluas wawasan tetapi sekaligus memperdalam pemahaman ekosistem bisnis dan startup di tingkat global. “Yang pasti ini memberikan pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai universitas dengan bermacam latar belakang,” ungkap Zhorif.

Reportase : Shofi Hawa Anjani & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis      : Agung Nugroho

Artikel 14 Mahasiswa UGM Ikut NUS Startup Ecosystem Program pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/14-mahasiswa-ugm-ikut-nus-startup-ecosystem-program/feed/ 0
Kisah Buyung, Membangun Bisnis Resto Dimsum Sejak Mahasiswa https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-buyung-membangun-bisnis-resto-dimsum-sejak-mahasiswa/ https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-buyung-membangun-bisnis-resto-dimsum-sejak-mahasiswa/#respond Thu, 30 Jan 2025 08:14:35 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75212 Berawal dari pengalaman pribadinya sejak mahasiswa menyaksikan teman-temannya yang menyukai makanan dismum namun kesulitan mencari restoran dimsum yang rasanya enak di lidah dengan harga terjangkau. Tercetuslah ide bisnis dari Buyung Samudra untuk merintis restoran dimsum dan Chinese food bernama Taigersprung. Alumnus Program Sarjana Internasional (IUP) Studi Manajemen FEB UGM angkatan 2019 mengaku  keberhasilannya membangun bisnis […]

Artikel Kisah Buyung, Membangun Bisnis Resto Dimsum Sejak Mahasiswa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Berawal dari pengalaman pribadinya sejak mahasiswa menyaksikan teman-temannya yang menyukai makanan dismum namun kesulitan mencari restoran dimsum yang rasanya enak di lidah dengan harga terjangkau. Tercetuslah ide bisnis dari Buyung Samudra untuk merintis restoran dimsum dan Chinese food bernama Taigersprung. Alumnus Program Sarjana Internasional (IUP) Studi Manajemen FEB UGM angkatan 2019 mengaku  keberhasilannya membangun bisnis usaha ini melalui proses panjang, dan ia memulai usaha saat masih menjadi mahasiswa. “Tepatnya di tahun 2020, bisnis ini saya jalankan bersama rekan satu angkatan, Ian Wirawan Jamesie”, katanya, Kamis (30/1).

Keinginan untuk terjun menjadi wirausaha di bisnis restoran menurut Buyung, sudah menjadi impiannya sejak lama. Dengan kesungguhan, usaha inipun telah berkembang dan sekarang ini sudah membuka empat cabang di tiga kota besar, yaitu di Yogyakarta , Semarang, dan Solo.

Buyung mengungkapkan ide awal mengembangkan Taigersprung muncul dari adanya celah di pasar makanan dimsum. “Dari situlah tercetus ide untuk membuka sebuah restoran dimsum yang enak dengan harga yang pas di kantong mahasiswa,” terangnya.

Buyung mengakui memiliki jiwa bisnis yang kuat karena berlatar belakang dari keluarga pengusaha. Iapun menjadi cukup paham bagaimana menjalankan usaha. Iapun mengaku membangun bisnis Taigersprung tidak selalu berjalan mulus. Bahkan tantangan harus ia hadapi di saat awal pendirian. Pada masa awal pendirian bisnis Taigersprung adalah saat masa awal pandemi Covid-19. “Didirikan di awal masa pandemi Covid-19 pada April 2020, menjadikan penjualan terkendala karena adanya pembatasan aktivitas dan kekhawatiran masyarakat untuk membeli makanan di luar”, ungkap Buyung.

Dihadapkan pada kondisi darurat, iapun mengatur strategi untuk menjaga keberlangsungan usaha. Sebagai CEO Taigersprung, ia bersama Ian memutuskan untuk memangkas biaya operasional. Keputusan lainnya, mereka tidak mau memotong gaji karyawan melainkan keduanya memilih untuk tidak mengambil gaji mereka selama empat bulan pertama. Tak hanya itu, mereka pun berbagai pekerjaan. Beberapa pekerjaan seperti membeli bahan baku di pasar dan menjadi kasir mereka lakukan sendiri.“Paling down ketika Covid karena banyak orang yang gak berani makan di luar dan beli makanan lewat ojol. Saat itu, kami tahu kalau penjualan gak akan naik, jadi kami akhirnya memutuskan untuk memotong biaya operasional,” ucap Buyung mengenang.

Menjalani kuliah sekaligus berbisnis tentu bukan persoalan mudah. Pandai-pandai mengatur waktu, dan Buyung bersyukur merasa tidak kesulitan dalam mengatur waktu antara kuliah dan bisnis. Iapun bersyukur karena pembelajaran dilakukan secara daring selama pandemi. Hal ini yang memberinya keleluasaan menjalani pembelajaran kelas secara online sembari mengelola restoran. “Tantangan dalam beraktivitas kuliah dan menjaga restoran ini berlangsung selama kurang lebih 2-3 bulan di awal pendirian. Sedangkan tantangan tersulit adalah ketika harus menekan biaya operasional”, terangnya.

Buyung tak henti-hentinya bersyukur bisa berkesempatan kuliah di FEB UGM. ia mengaku bisa menerapkan ilmu yang didapatkan di bangku perkuliahan untuk menyokong perjalanan bisnisnya. Banyak mata kuliah yang sangat relevan yang ia dapatkan untuk mengembangkan bisnisnya, salah satunya ilmu mengenai perilaku konsumen. Pengetahuan dari mata kuliah ini sangat membantunya menciptakan Ideal Customer Avatar (ICA), yakni sebuah profil yang merinci karakteristik konsumen ideal suatu bisnis, seperti demografi, psikografi, perilaku, kebutuhan, dan hambatan.

Dengan memahami Ideal Consumer Avatar (ICA), Buyung mampu mengembangkan menu dan strategi bisnis Taigersprung secara lebih efisien tanpa memerlukan riset yang memakan banyak waktu dan biaya. Karenanya, iapun berpesan kepada mereka yang ingin memulai bisnis agar berani mengambil langkah pertama.

Menurut Buyung sangat penting membangun optimisme dalam memulai suatu usaha. Optimisme yang tidak terlalu berlebihan. “Kedepan, saya berharap usaha ini memberi dampak positif yang lebih luas kepada masyarakat, terutama pelanggan dan karyawannya. Saya ingin memberikan dampak ke masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan. Saat ini ada 75 karyawan di Taigersprung dan mereka inilah yang memotivasi kami untuk bisa berkembang lebih besar lagi,” pungkasnya.

Penulis.   : Najwah Ariella Puteri & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis    : Agung Nugroho

Artikel Kisah Buyung, Membangun Bisnis Resto Dimsum Sejak Mahasiswa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-buyung-membangun-bisnis-resto-dimsum-sejak-mahasiswa/feed/ 0
Cerita Ilham, Lulus S2 UGM 1 Tahun 4 Bulan dengan IPK 4.00 https://ugm.ac.id/id/berita/cerita-ilham-lulus-s2-ugm-1-tahun-4-bulan-dengan-ipk-4-00/ https://ugm.ac.id/id/berita/cerita-ilham-lulus-s2-ugm-1-tahun-4-bulan-dengan-ipk-4-00/#respond Fri, 24 Jan 2025 08:54:19 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75136 Mengantongi IPK 4,00, Ilham Budi Kurniawan (34) dinyatakan menjadi lulusan terbaik Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Iapun tersenyum bangga menapaki tangga saat menerima ijazah pada upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode Tahun Akademik 2024/2025, Kamis (23/1), di Grha Sabha Pramana. Ilham lulus Program Magister Manajemen FEB UGM dengan masa studi 1 tahun 4 […]

Artikel Cerita Ilham, Lulus S2 UGM 1 Tahun 4 Bulan dengan IPK 4.00 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mengantongi IPK 4,00, Ilham Budi Kurniawan (34) dinyatakan menjadi lulusan terbaik Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Iapun tersenyum bangga menapaki tangga saat menerima ijazah pada upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode Tahun Akademik 2024/2025, Kamis (23/1), di Grha Sabha Pramana. Ilham lulus Program Magister Manajemen FEB UGM dengan masa studi 1 tahun 4 bulan. Sementara rerata masa studi program magister adalah 2 tahun 2 bulan.

Memiliki latar belakang pekerjaan di Biro Sumber Daya Manusia di Kementerian Keuangan, ia memang berniat melanjutkan pendidikan untuk mengisi kekurangan kompetensi yang ada dalam dirinya. Setelah menempuh pendidikan D-3 Akuntansi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan S-1 Akuntansi Universitas Hasanuddin serta menjalani pekerjaannya yang berfokus pada manajemen sumber daya manusia, setelah belasan tahun bekerja, ia memutuskan untuk mengambil program MM FEB UGM dengan konsentrasi di Sumber Daya Manusia dan Organisasi. “Semoga ini sejalan dengan rencana masa depan saya yaitu menjadi analisis SDM aparatur di Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Ilham mengakui latar belakang pendidikan sebelumnya sangat berbeda dengan tugas-tugas yang ia kerjakan. Karenanya, ia menerapkan learning by doing selama bekerja. Baginya, berkuliah di MM UGM dapat membantunya untuk memeriksa ulang apakah praktiknya dalam bekerja sudah selaras dengan teori yang dipelajari di kelas.

Merunut pengalamannya belajar di MM UGM, Ilham mengungkapkan bila kurikulum MM FEB UGM sebagai kurikulum yang sangat dibutuhkan di dunia profesional. Kurikulum yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi bagaimana mahasiswa diminta untuk melakukan praktik dengan terjun langsung di lapangan seperti lewat program immmersion dan social project. “Waktu itu, saya mendapatkan UMKM di Gunung Kidul dan social project di salah satu SD di Bantul. Jadi, selama berkuliah tidak semata-mata hanya belajar secara teori, tetapi banyak pengalaman dan soft skill yang saya dapatkan terutama entreprenuership dan manajemen sumber daya manusia, jelasnya.

Ilham sempat merasa tidak percaya diri di awal-awal mengikuti perkuliahan di Program MM UGM. Ia bahkan mengaku masih merasa belum begitu terbiasa untuk melakukan presentasi serta mengungkapkan ide atauoun gagasan. “Hampir setiap hari melakukan presentasi ketika berkuliah di MM FEB UGM menjadikan saya lebih percaya diri. Keterampilan komunikasi dan negosiasi pun kian meningkat karena terbiasa mempraktikkannya,” tuturnya.

Begitu saat menjalani proses penyelesaian tugas akhir. Menurutnya, penyelesaian tugas akhir sebagai momen yang menguras tenaga baginya. Ia merasa belum banyak yang bisa ia kuasai, dan salah satu yang menjadi momok terkait penguasaan mata kuliah statistik.

Selain itu, iapun dituntut harus mempelajari metode penelitian kuantitatif dari nol. Sangat berbeda saat menempuh kuliah program D3 dan S1, ia hanya diminta menggunakan analisa metode kualitatif. “Tentu saya membutuhkan orang lain untuk belajar dan berbagi pengetahuan. Jadi, saya memanfaatkan discussion room untuk melakukan sharing dengan teman-teman. Untungnya, para dosen juga suportif sekali ketika diberi pertanyaan mereka akan sangat terbuka untuk menjawabnya,” papar Ilham.

Menjalani perkuliahan dengan rutinitas membaca buku dan jurnal serta melakukan presentasi tentunya melelahkan. Meski begitu tidak menyurutkan motivasi Ilham. Iapun berusaha mencari support system agar mampu mengembalikan semangatnya. “Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Menurut saya, memiliki support system itu penting entah itu orang tua, teman-teman, atau lingkungan sekitar ketika berkuliah maupun di kehidupan pekerjaan,” jelasnya.

Budaya kota Yogya dan UGM, diakuinya menjadi faktor yang membuatnya betah untuk terus berkuliah. Kebersamaan di antara para mahasiswa merupakan hal baru yang ia dapatkan selama berkuliah S2. “Teman-teman saya tidak pelit ilmu. Mereka sangat terbuka untuk membagikan ilmu dan tidak individualis. Ini adalah momen yang sangat berkesan untuk saya. Saling memberi dukungan dan bersaing secara sehat dengan prestasi masing-masing,” terangnya.

Menilik keberhasilan yang ia raih, Ilham pun memberikan tips sukses studi. Untuk bisa meraih prestasi yang baik, menurutnya ada beberapa hal yang harus dilakukan. Utamanya adalah berhubungan baik dengan siapapun, termasuk dengan dosen senior, dosen junior, dan teman-teman. “Ada banyak lintas ilmu di MM FEB UGM sehingga ada beberapa mahasiswa yang menguasai ilmu tertentu ada juga yang kurang. Dari sini, saya banyak berdiskusi dan melakukan transfer ilmu dengan mereka,” jelasnya.

Ilham selalu berusaha menanamkan mindset positif untuk membantunya agar bisa berpikir secara mindfull. Ia belajar untuk tidak memaksakan diri dengan berfokus pada hal yang dapat dikendalikan, dan dengan tidak memaksakan diri terhadap segala hal.

“Dalam hidup, saya belajar ada lingkaran kendali dan lingkaran di luar kendali saya. Saya mencoba memaksimalkan hal-hal yang dapat saya kendalilkan dan menghiraukan hal-hal yang tidak dapat saya kendalikan. Jika terlalu memikirkan hal yang tidak dapat dikontrol, saya menjadi burn out dan tidak fokus belajar,” urainya.

Ia masih ingat saat mengambil mata kuliah Strategic Management di awal-awal masa kuliah. Ia mendapatkan insight menarik dari dosen pengampu mata kuliah tersebut yaitu Dr. Rangga Almahendra, S.T., M.M. “Hidup ini bukan hanya mengejar impian tetapi juga meninggalkan jejak dan bagaimana kita bisa bermanfaat untuk orang lain”, kenangnya.

Reportase : Shofi Hawa Anjani & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis      : Agung Nugroho

Artikel Cerita Ilham, Lulus S2 UGM 1 Tahun 4 Bulan dengan IPK 4.00 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/cerita-ilham-lulus-s2-ugm-1-tahun-4-bulan-dengan-ipk-4-00/feed/ 0
Tim Mahasiswa FEB UGM Juara 3 Kompetisi Marketeers Innovation Challenge https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-juara-3-kompetisi-marketeers-innovation-challenge/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-juara-3-kompetisi-marketeers-innovation-challenge/#respond Thu, 16 Jan 2025 08:14:38 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74769 Tim Kaphibara dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih juara tiga dalam Marketeers Innovation Challenge (MIC) 2024. Tim Kaphibara beranggotakan lima mahasiswa sarjana Program Studi Manajemen angkatan 2022 yang terdiri  dari Audrey Valensya Nabilla, Ayu Rahmi Widianarsi, Annisa Mayza Jasmine, Alifa Talitha Tsaqif Ramadhani, dan Metta Varent. Dalam kompetisi yang berlangsung […]

Artikel Tim Mahasiswa FEB UGM Juara 3 Kompetisi Marketeers Innovation Challenge pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Kaphibara dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih juara tiga dalam Marketeers Innovation Challenge (MIC) 2024. Tim Kaphibara beranggotakan lima mahasiswa sarjana Program Studi Manajemen angkatan 2022 yang terdiri  dari Audrey Valensya Nabilla, Ayu Rahmi Widianarsi, Annisa Mayza Jasmine, Alifa Talitha Tsaqif Ramadhani, dan Metta Varent. Dalam kompetisi yang berlangsung 16 Desember 2024 di Jakarta, mereka bersaing dengan 113 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Alifa Talitha Tsaqif Ramadhani menerangkan dalam kompetisi tersebut mereka bersaing dengan 113 tim dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, dan seluruh tim diminta untuk mengirimkan berkas penyelesaian studi kasus dalam bentuk proposal. Selanjutnya, panitia memilih 10 tim terbaik untuk maju dan merepresentasikan proposalnya di babak semi final yang digelar secara daring. Dari tahapan seleksi ini terpilih tiga tim terbaik untuk berkompetisi di babak final yang diselenggarakan secara luring. “Tentunya sangat bersyukur dan senang bisa sampai titik ini,” ujar Alifa, Kamis (16/1).

Alifah mensyukuri atas raihan ini setelah brainstorming yang cukup panjang dan kerja keras yang memerlukan waktu tidak sedikit bersama teman-teman tim. Ia bersama tim sungguh bersyukur atas keberhasilan ini, terlebih karena kompetisi ini merupakan business case yang cukup prestisius di tingkat nasional yang diikuti oleh 114 tim hebat yang memiliki ide-ide luar biasa.

Dalam kompetisi ini, kata Alifah, tim diminta merancang strategi yang dapat memperkuat posisi Jiniso sebagai merek jeans unisex terkemuka di Indonesia. Fokus utama adalah menciptakan pengalaman pelanggan yang terintegrasi di berbagai kanal penjualan, baik online maupun offline, serta meningkatkan brand awareness terhadap transformasi Jiniso sebagai merek unisex. Selain itu, tim juga diminta merancang kampanye branding kreatif yang mampu menjawab kebutuhan konsumen dan meningkatkan daya saing Jiniso di pasar fashion lokal. “Pendekatan omnichannel yang diusulkan harus mampu menjawab kebutuhan konsumen dengan memberikan kemudahan dalam mengakses produk, informasi, serta layanan, dimanapun dan kapanpun,” terangnya.

Rokhima Rostiani, S.E., M.Mgt. selaku dosen pendamping menambahkan perjalanan tim menuju final tidaklah mudah. Disamping harus menghasilkan solusi inovatif yang relevan, tim Kaphibara juga dihadapkan pada tantangan waktu yang bertabrakan dengan jadwal UAS. “Bersyukur tim berhasil melewati hambatan tersebut dan memperoleh hasil yang membanggakan. Prestasi ini juga tidak lepas dari peran fakultas, yang memberikan fasilitas pendukung untuk presentasi final secara luring serta mentoring dari dosen,” katanya.

Rohkima berharap Tim Kaphibara FEB UGM terus bisa berkontribusi dan memberikan dampak positif dalam menciptakan solusi kreatif dan inovatif bagi industri di Indonesia, baik dalam kompetisi maupun di luar kompetisi. Prestasi inipun diharapkan menjadi pintu gerbang bagi berbagai peluang baru dan membawa ke prestasi-prestasi lain yang lebih baik.

Reportase: Orie Priscylla Mapeda Lumalan & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis     : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa FEB UGM Juara 3 Kompetisi Marketeers Innovation Challenge pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-juara-3-kompetisi-marketeers-innovation-challenge/feed/ 0
Anawinta Choirunnisa Berbagi Cerita Kuliah di Program Fast Track FEB UGM https://ugm.ac.id/id/berita/anawinta-choirunnisa-berbagi-cerita-kuliah-di-program-fast-track-feb-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/anawinta-choirunnisa-berbagi-cerita-kuliah-di-program-fast-track-feb-ugm/#respond Thu, 16 Jan 2025 03:16:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74759 Program fast track di FEB UGM menjadi program yang menguntungkan bagi mahasiswa. Dalam kuru waktu 5 tahun perkulihan, seorang mahasiswa yang mengikuti bisa mengambil studi S1 dan S2 sekaligus. Meski begitu, mereka juga dihadapkan pada padatnya perkuliahan. Anawinta Choirunnisa, mahasiswa program sarjana program studi akuntansi angkatan 2020 merupakan salah satu yang mengambil program fast track […]

Artikel Anawinta Choirunnisa Berbagi Cerita Kuliah di Program Fast Track FEB UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Program fast track di FEB UGM menjadi program yang menguntungkan bagi mahasiswa. Dalam kuru waktu 5 tahun perkulihan, seorang mahasiswa yang mengikuti bisa mengambil studi S1 dan S2 sekaligus. Meski begitu, mereka juga dihadapkan pada padatnya perkuliahan. Anawinta Choirunnisa, mahasiswa program sarjana program studi akuntansi angkatan 2020 merupakan salah satu yang mengambil program fast track sejak tahun 2023 lalu. Memasuki tahun terakhir berkuliah S1 di Departemen Akuntansi FEB UGM, ia mendapat informasi terkait program Fast Track di FEB UGM. Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi keinginannya. “Awalnya tidak terlalu berharap karena waktu pendaftarannya cukup mepet dan mendadak, namun kesempatan seperti ini mungkin tidak datang dua kali. Lagipula kenapa tidak mencoba? nothing to lose, yang penting usaha dulu agar tidak ada penyesalan,” tuturnya.

Bukan tanpa alasan, Winta berjuang mengikuti program fast track. Ia mengaku punya keinginan bisa meraih gelar sarjana dan magister secara bersamaan dalam waktu lebih cepat dibandingkan program regular. “Alasan lainnya tentunya di program fast track ini ada beasiswanya”, paparnya tersenyum.

Bagi Winta, tantangan dan strategi mengatur waktu menjadi kunci dalam menjalani studi di program fast track. Winta pun mengakui tantangan terbesar yang dihadapi dalam programini terkait pengelolaan waktu. “Tantangan terbesar selama menjalani program ini ya mengatur waktu. Rasanya tidak cukup melakukan semua kegiatan dalam 24 jam sehari. Pada akhirnya saya berprinsip selama masih ada hal yang bisa diusahakan, jangan pernah berhenti mencoba,” terangnya.

Menemukan ritme tepat dalam menjalani kuliah program fast track termasuk menjadi hal penting. Meskipun mengalami kesulitan di awal, Winta pun pada akhirnya berhasil beradaptasi dan mampu mengatur waktu dengan baik dengan menyusun perencanaan studi dengan berbagai skala prioritas. Menurutnya, langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengulik informasi pendaftaran dan menyiapkan berkas sedini mungkin. “Upayakan berjuang secara maksimal di setiap tahapan seleksi. Pertama dan paling utama memantapkan diri, siapkan tekad dan komitmen, dan persiapkan segalanya dengan baik dan maksimalkan usaha di setiap tahap seleksi”, jelas Winta.

Reporter: Shofi Hawa Anjani & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis  : Agung Nugroho

Artikel Anawinta Choirunnisa Berbagi Cerita Kuliah di Program Fast Track FEB UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/anawinta-choirunnisa-berbagi-cerita-kuliah-di-program-fast-track-feb-ugm/feed/ 0
FEB UGM Menawarkan Program Fast Track Magister Sains Akuntansi https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-menawarkan-program-fast-track-magister-sains-akuntansi/ https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-menawarkan-program-fast-track-magister-sains-akuntansi/#respond Wed, 08 Jan 2025 08:30:07 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74504 Tertarik meraih gelar sarjana akuntansi sekaligus magister dalam waktu singkat? jika iya, tidak ada salahanya mendaftar ke program Fast Track Magister Sains (M.Sc) Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Program ini dirancang untuk memfasilitasi percepatan masa studi jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) dalam kurun waktu lima tahun. Selain mempersingkat masa studi S1 dan […]

Artikel FEB UGM Menawarkan Program Fast Track Magister Sains Akuntansi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tertarik meraih gelar sarjana akuntansi sekaligus magister dalam waktu singkat? jika iya, tidak ada salahanya mendaftar ke program Fast Track Magister Sains (M.Sc) Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Program ini dirancang untuk memfasilitasi percepatan masa studi jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) dalam kurun waktu lima tahun. Selain mempersingkat masa studi S1 dan S2, Program Fast Track Magister Sains Akuntansi ini menawarkan beasiswa berupa pengurangan UKT hingga 50 persen. Para penerima beasiswa ini wajib menjadi asisten program studi selama menjalani masa studi.

Ketua Program Studi Magister Sains Akuntansi Fu’ad Rakhman, S.E., M.Sc., Ph.D., CA., menjelaskan masa studi program sarjana pada umumnya berjalan selama 4 tahun dan studi magister selama 2 hingga 3 tahun maka dengan program fast track Magister Sains Akuntansi memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk menempuh pendidikan S1 dan S2 sekaligus dalam waktu yang lebih cepat. Dia menyampaikan program ini mulai ditawarkan pada semester genap 2023/2024 lalu, tepatnya pada bulan Februari 2024. “Program Fast-Track bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa jenjang Sarjana yang memiliki kemampuan akademik yang baik, motivasi melanjutkan studi, komitmen tinggi menyelesaikan studi tepat waktu, serta keterlibatan dalam riset dan publikasi,” jelas Fuad di FEB UGM, Rabu (8/1).

Fuad menjelaskan program fast track Magister Sains Akuntansi FEB UGM dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan menulis yang kuat melalui mata kuliah seperti Scientific Writing dan Workshop Publikasi. Kurikulum ini dirancang untuk membantu mahasiswa tidak hanya lulus dengan baik, tetapi juga mampu berkarya melalui tulisan, baik dalam bentuk sederhana maupun yang bersifat ilmiah.

Selain menjadi akademisi dan peneliti, lulusan program ini juga memiliki peluang berkarir di sektor industri dan pemerintahan. Hasil survei memperlihatkan sekitar sepertiga lulusan berkarir sebagai akademisi, sementara sebagian besar lainnya memasuki dunia kerja di luar akademik. “Keterampilan yang diajarkan terbukti relevan dan aplikatif untuk berbagai bidang, menjadikan lulusan mampu berkontribusi secara luas,” jelasnya.

Bagi mereka yang mendapatkan beasiswa, Fuad menuturkan bila pemberian beasiswa ini tidak hanya membantu meringankan beban keuangan, tetapi juga memberikan pengalaman berharga dalam mendukung kegiatan akademik di fakultas. Program fast track ini, disebutnya, juga memberikan kemudahan dalam menyusun skripsi S1 yang berbasis tinjauan pustaka yang kemudian dikembangkan menjadi tesis S2. “Linearitas antara topik skripsi dan tesis didukung dengan penunjukan dosen pembimbing yang sama menjadikan mahasiswa dapat memperoleh bimbingan yang konsisten selama proses studi. Dari sisi input kita jaga kualitasnya dan dari sisi desain kita juga cocokkan mahasiswa dengan dosen pembimbing dan topik tesis yang satu area topiknya. Harapannya nanti mereka bisa lulus kedua program ini dengan baik dan tepat waktu,” ujar Fuad.

Lebih lanjut, Fuad memaparkan program fast track Magister Sains Akuntansi dapat diikuti oleh mahasiswa program studi Sarjana Akuntansi yang berada di semester 6 atau 7. Para mahasiswa diharapkan telah menyelesaikan semua mata kuliah kecuali skripsi dengan IPK lebih besar atau sama dengan 3.50 saat mendaftar.

Persyaratan lainnya calon mahasiswa harus memiliki nilai Tes Potensi Akademik (TPA) minimal 550 dan sertifikat tes kemampuan Bahasa Inggris dengan nilai minimal 500 yang masih berlaku selama dua tahun. Calon mahasiswa program fast track juga diwajibkan melengkapi dokumen pelengkap seperti surat rekomendasi dari dua dosen di bidang ilmunya yang pernah memberikan mata kuliah yang telah dinyatakan lulus.

Dokumen administrasi lainnya yang harus dipenuhi adalah surat persetujuan dari orang tua. Para calon mahasiswa yang berminat diharapkan dapat melalui beberapa tahapan yang harus dijalani, sehingga pada akhirnya diterima sebagai mahasiswa program fast track Magister Sains Akuntansi. “Proses pendaftaran dimulai dengan pengisian formulir dan pengumpulan dokumen ke bagian admisi. Selanjutnya, berkas-berkas akan diseleksi oleh program studi dan calon mahasiswa akan mengikuti tahap wawancara untuk memastikan keselarasan antara topik skripsi dan tesis yang akan dikerjakan”, imbuhnya.

Fuad menambahkan pendaftaran program ini dibuka dalam empat gelombang setiap tahun akademik. Program Magister Sains dan Doktor (MD) FEB UGM pun mengundang mahasiswa berprestasi untuk bergabung melalui program fast track ini.

Reportase : Shofi Hawa Anjani & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis      : Agung Nugroho

Artikel FEB UGM Menawarkan Program Fast Track Magister Sains Akuntansi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-menawarkan-program-fast-track-magister-sains-akuntansi/feed/ 0
Ali Alexander, Mahasiswa UGM Berhasil Raih 41 Prestasi di Berbagai Kompetisi Keuangan dan Bisnis https://ugm.ac.id/id/berita/ali-alexander-mahasiswa-ugm-berhasil-raih-41-prestasi-di-berbagai-kompetisi-keuangan-dan-bisnis/ https://ugm.ac.id/id/berita/ali-alexander-mahasiswa-ugm-berhasil-raih-41-prestasi-di-berbagai-kompetisi-keuangan-dan-bisnis/#respond Mon, 06 Jan 2025 09:15:31 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74424 Ali Alexander, mahasiswa Program Sarjana Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM menjadi salah satu mahasiswa berprestasi. Hingga saat ini, tercatat tidak kurang 41 kemenangan yang ia raih di berbagai kompetisi di tingkat nasional dan internasional berhasil ia raih selama menjalani studi di UGM. Dikenal sebagai mahasiswa yang kuat dalam memegang prinsip. Ia pantang […]

Artikel Ali Alexander, Mahasiswa UGM Berhasil Raih 41 Prestasi di Berbagai Kompetisi Keuangan dan Bisnis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ali Alexander, mahasiswa Program Sarjana Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM menjadi salah satu mahasiswa berprestasi. Hingga saat ini, tercatat tidak kurang 41 kemenangan yang ia raih di berbagai kompetisi di tingkat nasional dan internasional berhasil ia raih selama menjalani studi di UGM.

Dikenal sebagai mahasiswa yang kuat dalam memegang prinsip. Ia pantang menyerah, dan selalu gigih dalam belajar. Keberhasilannya meraih prestasi dalam berbagai ajang kompetisi sebuah perjalanan yang tidak mudah. Bukan sekali coba langsung berhasil juara. Ia bahkan harus berulangkali menghadapi kegagalan. Baginya, kegagalan dan tantangan adalah peluang untuk tumbuh, belajar, dan berkembang lebih jauh. Dengan semangat juang tinggi, Ali berhasil memenangkan 41 perlombaan selama kuliah meliputi 32 Equity Research Competition, 4 Business Plan Competition, dan 5 Business Case Competition. “Saya pernah gagal 7 kali, tetapi terus belajar dari kegagalan itu, dan akhirnya aku bisa menang berkali-kali,” ucapnya, Senin (6/1).

Ali selalu berkeinginan menjalani hidup tanpa ada rasa penyesalan. Karenanya, iapun terus berupaya melakukan hal-hal produktif saat menjalani studi, salah satunya dengan mengikuti berbagai kompetisi. Baginya dengan berpartisipasi dalam kompetisi, ia bisa berkesempatan terus belajar banyak hal.

Meski sudah banyak kompetisi diikuti, Ali mengaku sebagian besar kompetisi yang ia ikuti merupakan kompetisi terkait keuangan. Jujur ia sangat memiliki ketertarikan cukup tinggi di dunia investasi dan keuangan. Hal ini pula yang membuatnya gemar melakukan banyak evaluasi dan riset saham. “Awalnya di tahun 2020 saya membaca dan mendengar kisah sukses Andika Sutoro Putra, seorang miliarder muda sekaligus pendiri FOLK Group. Hal itu yang mendorong kuat saya minat terhadap dunia investasi,” terangnya.

Keberhasilan Andika Sutoro Putra mencapai kebebasan finansial di usia muda, diakui, menginspirasinya untuk mendalami dunia investasi. Ia pun mulai mempelajari dunia investasi keuangan melalui berbagai buku, seminar, dan video Youtube. Dari berbagai sumber tersebut membuatnya menjadi mengerti tentang fundamental perusahaan, cara membaca laporan keuangan, valuasi, serta prospek dan risiko perusahaan.

Minat Ali Alexander pada dunia keuangan dan investasi pun semakin berkembang ketika ia memulai studinya di FEB UGM pada 2021 yang lalu. Sejak menjadi mahasiswa, ia aktif mengikuti berbagai kompetisi keuangan. Meskipun diawal tidak begitu mulus, bahkan sempat menghadapi beberapa kegagalan. “Terus mencoba, pantang menyerah dan terus belajar. Itu bisa menjadi kunci agar terus bersemangat,” akunya.

Ali merasa beruntung bertemu Eddy Junarsin, Ph.D, dosen Departemen Manajemen FEB UGM pada semester tiga saat ia kuliah. Pertemuan tersebut baginya semakin membuka pemahamannya akan dunia keuangan menjadi lebih luas. “Saya pun semakin banyak belajar tentang valuasi yang menjadi kunci kemenangan di perlombaan Equity Research,” ungkapnya.

Menjalani aktivitas kuliah, magang sekaligus aktif mengikuti berbagai kompetisi tentu bukan hal mudah bisa dilakukan mahasiswa. Pun dengan Ali Alexander, ia berupaya melakukan pengelolaan waktu dengan baik dan menyusun skala prioritas. “Karena ini merupakan hobi saya, jadi saya sukarela melakukan analisis saham dan ikut kompetisi di waktu luang. Saya berterima kasih materi alokasi aset yang saya terima saat perkuliahan semakin memperkuat memahami mengenai dunia investasi,” ujarnya .

Ali pun dengan sukahati memberikan sejumlah tips bagi mahasiswa yang ingin mulai mengikuti kegiatan kompetisi. Menurutnya yang utama tidak takut untuk mencoba dan memahami kegagalan. Kekalahan adalah bagian dari proses belajar, dan tak kalah penting menemukan mentor yang relevan dengan bidang kompetisi yang ingin diikuti. “Penting bagi kita untuk mendapatkan pengarahan yang tepat. Jangan ragu-ragu manfaatkan fasilitas yang tersedia di kampus dengan sebaik mungkin,” pesannya.

Reportase  : Najwah Ariella Puteri & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis       : Agung Nugroho

Artikel Ali Alexander, Mahasiswa UGM Berhasil Raih 41 Prestasi di Berbagai Kompetisi Keuangan dan Bisnis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ali-alexander-mahasiswa-ugm-berhasil-raih-41-prestasi-di-berbagai-kompetisi-keuangan-dan-bisnis/feed/ 0