Fakultas Biologi UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/fakultas-biologi-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 11 Oct 2024 08:15:42 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Dinas Pertanian Hulu Tengah Kunjungi KWT Srikandi Binaan Fakultas Biologi UGM https://ugm.ac.id/id/berita/dinas-pertanian-hulu-tengah-kunjungi-kwt-srikandi-binaan-fakultas-biologi-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/dinas-pertanian-hulu-tengah-kunjungi-kwt-srikandi-binaan-fakultas-biologi-ugm/#respond Mon, 07 Oct 2024 03:07:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71293 Sebanyak 22 orang rombongan dari Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Tengah, Kalimantan Selatan melakukan kunjungan ke Demplot KWT Srikandi, Mrican Catur Tunggal, Depok Sleman. Dalam kunjungan yang berlangsung hari Kamis (3/9), rombongan secara langsung melihat pemanfaatan lahan terbatas di perkotaan untuk budidaya aneka tanaman, peternakan dan perikanan. Kelompok Wanita Tani Srikandi Mrican merupakan percontohan usaha ketahanan […]

Artikel Dinas Pertanian Hulu Tengah Kunjungi KWT Srikandi Binaan Fakultas Biologi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 22 orang rombongan dari Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Tengah, Kalimantan Selatan melakukan kunjungan ke Demplot KWT Srikandi, Mrican Catur Tunggal, Depok Sleman. Dalam kunjungan yang berlangsung hari Kamis (3/9), rombongan secara langsung melihat pemanfaatan lahan terbatas di perkotaan untuk budidaya aneka tanaman, peternakan dan perikanan.

Kelompok Wanita Tani Srikandi Mrican merupakan percontohan usaha ketahanan pangan di perkotaan yang dikelola oleh sebagian masyarakat bukan petani. Bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada, mereka tidak hanya menanam tetapi juga mengolah hasil pertanian.

Berdiri pada tanggal 26 Desember 2014, Kelompok Wanita Tani Srikandi Mrican sekurangnya telah meraih 50 kejuaraan dan penghargaan, dan salah satu yang terbaik adalah menempati posisi lima nasional untuk Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang diselenggarakan Kementerian Pertanian di tahun 2021 untuk kriteria urban farming. Tidak mengherankan jika lokasi ini seringkali menjadi tempat untuk belajar pemanfaatan secara optimal budidaya pertanian dan peternakan pada lahan terbatas. Mereka yang pernah berkunjungan diantaranya komunitas petani dari Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, KWT-KWT di Sleman, Klaten, Sukoharjo, Banyumas, Magetan, SMA Muhammadiyah Godean, TK, dan anak-anak PAUD.

Nurhandayani, selaku ketua saat menerima kunjungan mengatakan Kelompok Wanita Tani (KWT)  Srikandi Mrican berdiri atas prakarsa Sumardji selaku Kepala Dukuh Mrican, Catur Tunggal, Depok Sleman dan kini beranggotakan 54 orang. Dengan lahan seluas 540 meter persegi, Demplot KWT Srikandi Mrican ditanami berbagai jenis tanaman sayuran, buah-buahan,  apotek hidup, peternakan dan perikanan.

“Demplot ini berasal dari tanah kas Desa Catur Tunggal dipinjamkan kepada kami untuk berkarya, untuk ditanami. Ada juga budidaya lele, budidaya madu lanceng, budidaya tanaman hias, hidroponik, peternak ayam”, katanya.

Nurhandayani mengatakan kelangsungan KWT Srikandi Mrican bermodalkan semangat dan kerja keras. Para anggota KWT sadar bila mereka bukan berasal dari petani tetapi berusaha menjadi petani untuk ketahanan keluarga.

Sebagian besar anggota KWT Srikandi adalah mereka yang tidak memiliki kebun dan sawah. Bahkan sebagian besar dari anggota adalah pengusaha kos-kosan, sebab lokasi KWT Srikandi dikelilingi beberapa perguruan tinggi diantaranya UGM, UNY, Sanata Dharma, Atmajaya dan beberapa hotel besar.

“Sangat terbatas wilayah kami. Karenanya kami berusaha bekerjasama dengan UGM agar bisa membuat kami dilirik. Tidak hanya soal demplot tanaman, UGM juga membantu melakukan sosialisasi tentang sampah, pembuatan pupuk dan budidaya peternakan. Disini juga terkadang ada pelatihan, kuliah gratis tentang pertanian, semisal mengolah tanah, bagaimana membuat masa tanam untuk musim penghujan dan musim kemarau”, terangnya.

Nurhandayani merasa bersyukur keberadaan KWT Srikandi yang hampir berusia 10 tahun mampu meringankan biaya hidup masyarakat Mrican. Setidaknya mampu mampu menghemat pengeluaran dalam pemenuhan untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia mencontohkan untuk kebutuhan sayuran para anggota bisa memetik secara langsung. Dengan seperti itu tidak perlu lagi keluar untuk belanja, dan bisa mendapatkan sayuran segar.

“Untuk kelangsungan KWT anggota tetap membayar, tapi dengan harga jauh dibawah harga pasar. Ini sudah seperti yang menjadi ketentuan Dinas Pertanian, KWT bisa menjual hasil panenan di bawah harga pasar terutama untuk anggotanya”, imbuhnya.

Budi Satriya Tanjung, S.P, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Tengah, Kalimantan Selatan sebagai ketua rombongan menyampaikan rasa terima kasihnya karena berkesempatan bisa melihat dan mengadopsi contoh-contoh baik untuk dibawa. Menurutnya KWT Srikandi sebagai KWT yang maju sebab dianggap mampu memanfaatkan lahan pekarang secara optimal meskipun tidak luas.

“Sehingga KWT kami memang perlu dan cocok untuk berkunjung ke tempat ini dengan harapan mudah-mudahan apa-apa yang kami anggap baik di KWT Srikandi bisa diadopsi dan bisa kami terapkan di Kabupaten kami untuk meningkatkan kesejahteraan petani khususnya kelompok wanita tani yang ada di Kabupaten Hulu Tengah”, katanya.

Budi Satriya menyatakan 70 persen wilayah Hulu Tengah Kalimantan Tengah bergerak di bidang pertanian terutama sawah dan perkebunan karet. Dikarenakan pertanian sebagai aktivitas yang mendominasi, makanya Dinas Pertanian Hulu Tengah ingin mensejahterakan petaninya dengan berbagai upaya. “Karenanya kami mau belajar dari KWT Srikandi yang maju tanpa menunggu. Tanpa harus menunggu memang istilah yang bagus untuk KWT Srikandi karena tanpa menunggu bantuan bisa berdikari, dan tidak salah jika kami ingin meniru dalam mengelola pekarangan secara lestari dan bisa memanfaatkan lahan secara maksimal. Kami pingin tahu trik-trik yang bisa diterapkan di Hulu Tengah”, ungkapnya.

Dr. Dra. Rr. Upiek Ngesti W.A., B.Sc., DAP&E, M.Biomed selaku dosen pendamping dari Fakultas Biologi UGM mengatakan KWT Srikandi sebagai kegiatan di Dusun Mrican merupakan bentuk pengabdian UGM terkait kesehatan, pengenalan nyamuk vektor penyakit, berbagai pelatihan metoda petangkap nyamuk, demplot tanaman sayur dan herbal. Dipilihnya dusun Mrican sebagai lokasi pengabdian karena adanya kesiapan ibu ibu terutama anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikand dalam memanfaatkan lahansecara optimali agar berkelanjutan ditengah lingkungan sub urban.

“Tanaman yang dipilih, adalah tanaman sayur untuk sehari-hari seperti terong, kobis, bunga kol, loncang, seledri, jipang, cabai, dan beberapa tanaman lain. Untuk TOGA ditanam kunyit, kencur, laos, sereh, jahe metah, jahe emprit, sambiloto, binahong dan lain-lain. Tanaman-tanaman tersebut tentunya sangat dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari sehingga dapat memenuhi keperluan para anggota KWT Srikandi”, ucapnya.

Upik menjelaskan lokasi demplot KWT Srikandi juga menjadi tempat belajar para mahasiswa dari berbagai universitas di sekitar yogyakarta untuk magang maupun praktek. Beberapa pelatihan, workshop,  dan peningkatan ketrampilan dilakukan di lokasi ini dengan harapan para ibu anggota KWT Srikandi sebagai garda depan mampu membantu meningkatkan pendapatan/ ekonomi keluarga. “Sekaligus membantu keberlanjutan program  pemerintah dalam SDGs untuk ketahanan pangan , meningkathan kesehatan keluarga, pemanfaatan lahan secara optimal”, terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Dinas Pertanian Hulu Tengah Kunjungi KWT Srikandi Binaan Fakultas Biologi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dinas-pertanian-hulu-tengah-kunjungi-kwt-srikandi-binaan-fakultas-biologi-ugm/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Selamatkan Anggrek Langka Dendrobium capra J.J.Smith di Gunungkidul https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-selamatkan-anggrek-langka-dendrobium-capra-j-j-smith-di-gunungkidul/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-selamatkan-anggrek-langka-dendrobium-capra-j-j-smith-di-gunungkidul/#respond Wed, 07 Aug 2024 02:17:39 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68783 Data National Geographic Indonesia tahun 2019 menyebut Indonesia menduduki urutan ke-enam sebagai negara yang mengalami penurunan biodiversitas tertinggi di dunia yang menyebabkan banyak spesies mengalami ancaman kepunahan. Salah satu spesies yang terancam punah adalah anggrek langka Dendrobium capra J.J.Smith. Anggrek ini tercatat berada dalam status Appendix II dalam CITES dan Endangered atau terancam punah dalam […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Selamatkan Anggrek Langka Dendrobium capra J.J.Smith di Gunungkidul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Data National Geographic Indonesia tahun 2019 menyebut Indonesia menduduki urutan ke-enam sebagai negara yang mengalami penurunan biodiversitas tertinggi di dunia yang menyebabkan banyak spesies mengalami ancaman kepunahan. Salah satu spesies yang terancam punah adalah anggrek langka Dendrobium capra J.J.Smith. Anggrek ini tercatat berada dalam status Appendix II dalam CITES dan Endangered atau terancam punah dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN). Kurangnya perhatian terhadap anggrek ini menyebabkan Dendrobium capra mengalami penurunan populasi yang cukup signifikan.

Meski mengalami penurunan, disisi yang lain terdapat satu populasi Dendrobium capra yang baru ditemukan berada di wilayah hutan produktif di Gunungkidul. Sebuah wilayah yang rawan terhadap intervensi manusia. Sejumlah mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE)  melakukan penelitian terkait keberadaan Dendrobium capra yang mulai langka ini. “Sekaligus ini new record karena baru ditemukan di wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta beberapa waktu lalu”, ujar Akmal Bunyamin, di Fakultas Biologi UGM, Rabu (7/8).

Selaku ketua, Akmal menjelaskan bila Tim PKM-RE dalam penelitiannya melakukan  studi populasi anggrek Dendrobium capra sebagai upaya pemantauan eksistensi anggrek ini di habitat aslinya. Tim ini juga melakukan konstruksi DNA barcoding pada spesies ini untuk memudahkan proses identifikasi. “Ini dikarenakan sulitnya membedakan antarspesies Dendrobium hanya dengan pengamatan morfologinya saja, karenanya kita juga menyediakan barcode sebagai identitas Dendrobium capra pada database”, terangnya.

Tim PKM-RE  yang kesemuanya mahasiswa Fakultas Biologi UGM ini menamakan diri mereka Tim PKM-RE D’caprangers. Selain Akmal Bunyamin (angkatan 2021), tim ini beranggotakan Syafira Nurul Aisya (angkatan 2021), Astrid Rayna Afandi (angkatan 2022), Nimas Sukma Puspita (angkatan 2022), dan Dary Saka Fitrady (angkatan 2023).

Tim PKM-RE D’caprangers mendapat bimbingan dari Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M. Agr. Sc., dan tim dalam penelitiannya mendapatkan pendanaan dari Kemendikbudristek RI.

Akmal Bunyamin mengatakan survei studi populasi anggrek ini dilakukan di hutan kecil yang berlokasi di Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul yang berada pada ketinggian 192-211 mdpl yang tergolong sebagai dataran rendah. Pada populasi tersebut, ditemukan sebanyak 103 individu Dendrobium capra yang hidup secara epifit menempel pada pohon mahoni (Swietenia sp.) dan pohon jambu air (Syzygium sp.).

Dengan dilakukannya penelitian ini, kata Akmal, anggrek Dendrobium capra dapat diselamatkan dari ancaman kepunahan dengan memantau kondisi di habitat alaminya. “Data ini juga dapat digunakan untuk menyusun strategi konservasi lebih lanjut,” ungkapnya.

Akmal menambahkan bila produk barcode dapat disetorkan ke basis data genetik publik seperti The National Center for Biotechnology Information (NCBI) sebagai identitas resmi Dendrobium capra secara molekuler. Hal ini penting dilakukan karena sekuens tersebut belum tersedia dalam database dan diperlukan untuk memudahkan proses identifikasi Dendrobium capra yang semakin langka. “Kita berharap dengan adanya penelitian ini dapat menjadi salah satu upaya dalam melestarikan biodiversitas Indonesia khususnya anggrek Dendrobium capra sebagai salah satu puspa pesona Indonesia agar tidak mengalami kepunahan”, imbuhnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto      : Trubus

Artikel Tim Mahasiswa UGM Selamatkan Anggrek Langka Dendrobium capra J.J.Smith di Gunungkidul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-selamatkan-anggrek-langka-dendrobium-capra-j-j-smith-di-gunungkidul/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kembangkan Sediaan Nanofiber dari Limbah Kulit Bawang Bombai Sembuhkan Luka Bakar https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-sediaan-nanofiber-untuk-penyembuhan-luka-bakar/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-sediaan-nanofiber-untuk-penyembuhan-luka-bakar/#respond Mon, 05 Aug 2024 12:26:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68725 Luka bakar adalah jenis cedera yang melibatkan kerusakan jaringan akibat transfer energi berupa adanya kontak langsung dengan panas, radiasi, bahan kimia, ataupun listrik. Luka bakar termasuk cedera yang sulit disembuhkan dan penanganannya berkaitan dengan stabilisasi pasien, pencegahan infeksi, serta optimalisasi pemulihan fungsional. Penderita luka bakar berisiko mengalami komplikasi infeksi dan sistemik bergantung pada luas dan […]

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Sediaan Nanofiber dari Limbah Kulit Bawang Bombai Sembuhkan Luka Bakar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Luka bakar adalah jenis cedera yang melibatkan kerusakan jaringan akibat transfer energi berupa adanya kontak langsung dengan panas, radiasi, bahan kimia, ataupun listrik. Luka bakar termasuk cedera yang sulit disembuhkan dan penanganannya berkaitan dengan stabilisasi pasien, pencegahan infeksi, serta optimalisasi pemulihan fungsional. Penderita luka bakar berisiko mengalami komplikasi infeksi dan sistemik bergantung pada luas dan kedalaman luka bakar, usia dan kondisi umum penderita, serta adanya penyakit penyerta. Di Indonesia, angka kejadian luka bakar memiliki prevalensi cukup tinggi mencapai 1,3 persen dari seluruh populasi Indonesia. 

Menyadari signifikansi dari pengembangan pengobatan luka bakar, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim Acenofer menciptakan pendekatan baru dalam menangani masalah tersebut dengan memanfaatkan limbah kulit bawang bombai kuning sebagai bentuk sediaan nanofiber berlapis dua atau biasa disebut bilayer nanofiber. 

Adapun kelima mahasiswa UGM yang melakukan penelitian ini adalah Naufal Ahmad Fauzy (Farmasi 2021) sebagai ketua, bersama empat orang rekan yaitu Zulfa Nailil Muna (Fisika 2022), Puspita Nur Rahmawati, Tika Nur Amini, dan Erwinda Dwi Chofifah (Biologi 2022). Mereka mendapat pendampingan dari drh. Retno Murwanti, MP, Ph.D dan tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta inipun telah berhasil memperoleh dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan atau Belmawa. 

Naufal Ahmad Fauzy menjelaskan dalam penelitian yang dilakukan, Tim PKM-RE Acenofer UGM menggunakan kulit bawang bombai kuning karena dinilai memiliki kandungan kuersetin yang tinggi. Penggunaan limbah kulit yang tidak terpakai tentunya akan turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Aktivitas penelitian yang kami lakukan sangat menarik karena meneliti kandungan ekstrak dan mengujinya kepada hewan uji tikus. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya dan tim ” tutur Tika Nur Amini, di Kampus UGM, Senin (5/8). 

Dalam penelitian ini, tim mahasiswa melakukan modifikasi sediaan berupa bilayer nanofiber atau nanofiber lapis dua untuk meningkatkan penetrasi ekstrak ke dalam luka dan mencegah terjadinya infeksi.

Zulfa Nailil Muna menambahkan proses penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan dan berlangsung selama 4 bulan. Penelitian Tim PKM-RE Acenofer UGM dimulai dari proses ekstraksi, pembuatan sediaan, karakterisasi, pengujian secara in vivo, dan analisis data. Proses karakterisasi dilakukan dengan beragam parameter mulai dari analisis SEM, FTIR, uji kuat tarik, dan uji sudut kontak. Juga pengujian secara in vivo yang dilanjutkan dengan analisis histopatologi untuk mengamati proses penyembuhan yang terjadi di dalam lapisan kulit. 

Zulfa menerangkan, penelitian yang mereka menunjukkan hasil yang cukup menarik. “Nanofiber berhasil dibuat dengan kualitas yang baik, tidak mudah rusak, memiliki struktur dengan ukuran yang sesuai, dan hasil pengujian in vivo yang menunjukkan penutupan luka oleh sediaan” ucap Zulfa.

Ia berharap inovasi sediaan berbahan nano dengan turut memanfaatkan limbah kulit bawang bombai diharapkan dapat menjadi pengobatan alternatif dengan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Harapan lainnya penelitian ini terus berlanjut menuju tahapan uji klinis dan dikomersialisasikan menjadi pengobatan yang dapat digunakan oleh masyarakat luas. 

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Sediaan Nanofiber dari Limbah Kulit Bawang Bombai Sembuhkan Luka Bakar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-sediaan-nanofiber-untuk-penyembuhan-luka-bakar/feed/ 0
Mahasiswa UGM Temukan Potensi Propolis sebagai Zat Anti Kanker https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-temukan-potensi-propolis-sebagai-zat-anti-kanker/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-temukan-potensi-propolis-sebagai-zat-anti-kanker/#respond Thu, 25 Jul 2024 11:39:58 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67792 Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Gadjah Mada berhasil melakukan penelitian inovatif terkait potensi kearifan lokal Yogyakarta berupa propolis di Turi terhadap lini sel  T-47D  yang terfokus pada aktivitas antiproliferasi  yang terakomodasi senyawa bioaktif turunan flavonoid. Tim yang menamakan tim PKM-RE UGM Propolis ABC telah berhasil mengkaji Potensi Ekstrak Propolis Turi, Yogyakarta pada […]

Artikel Mahasiswa UGM Temukan Potensi Propolis sebagai Zat Anti Kanker pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Gadjah Mada berhasil melakukan penelitian inovatif terkait potensi kearifan lokal Yogyakarta berupa propolis di Turi terhadap lini sel  T-47D  yang terfokus pada aktivitas antiproliferasi  yang terakomodasi senyawa bioaktif turunan flavonoid. Tim yang menamakan tim PKM-RE UGM Propolis ABC telah berhasil mengkaji Potensi Ekstrak Propolis Turi, Yogyakarta pada Sel Kanker Payudara T-47D: Kajian Viabilitas dan Ekspresi Mi-RNA Secara In-Vitro.

Tim PKM-RE UGM Propolis ABC beranggotakan Firanti Zulkarnain, Melisa Uvictoria (Kimia 2022), Afifah Riezki Nurfadhilah, Dini Aura Insani (Kedokteran 2022), dan Nurhayati (Biologi 2022). Tim ini menndapat pendampingan dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D. selaku dosen program studi Kedokteran FK-KMK UGM.

Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering diderita. Data KEMENKES RI tahun 2020 melalui Globocan menyebutkan bahwa kasus baru kanker payudara di Indonesia mencapai 68.858 kasus dari total 396.914 kasus kanker baru di Indonesia.

“Hal tersebut menjadi dasar dari kami berlima mahasiswa UGM untuk melakukan penelitian terhadap potensi senyawa bioaktif yang terdapat dalam propolis sebagai senyawa anti kanker,” ujar Firanti Zulkarnain selaku ketua tim, di Kampus UGM, Kamis (25/7).

Firanti menjelaskan propolis merupakan zat resin yang dihasilkan lebah sebagai perekat untuk menghalau pengacau dari sarang mereka. Meskipun terbukti sebagai bahan yang kaya akan manfaat, keberadaan dan kelebihan propolis masih jarang diketahui oleh masyarakat.

Tim PKM-RE UGM Propolis ABC pun kemudian berinisiatif untuk meneliti potensi flavonoid yang terkandung dalam propolis terhadap kanker payudara. Hal tersebut dilakukan dengan mengkaji efek flavonoid dalam propolis terhadap pertumbuhan sel kanker payudara dan juga meninjau ekspresi gen mikroRNA yang terekspresi pada sel kanker payudara.

Firanti menyebut kemoterapi merupakan metode umum yang digunakan dalam menekan pertumbuhan sel kanker saat ini. Namun, metode tersebut dapat menyebabkan gangguan atau ketidakseimbangan mikroRNA yang justru meningkatkan keparahan proliferasi sel kanker.

Dia menjelaskan bila penelitian PKM Propolis ABC menyoroti potensi penggunaan senyawa bioaktif, seperti flavonoid sebagai senyawa anti kanker. “Flavonoid tidak hanya berpotensi sebagai antikanker, tetapi juga dapat memodulasi ekspresi mikroRNA yang mempengaruhi gen terkait pertumbuhan sel kanker dan kemampuannya untuk tetap tumbuh,” jelasnya.

Tim PKM-RE UGM Propolis ABC berharap kajian efek flavonoid yang terkandung dalam propolis terhadap kanker payudara sebagai solusi untuk mengurangi efek samping dari kemoterapi.  Tim PKM-RE UGM Propolis ABC pun sangat berharap senyawa flavonoid dalam ekstrak propolis Turi, Yogyakarta yang mereka teliti dapat dikembangkan sebagai antikanker dan menjadi bagian dari terapi pengobatan kanker payudara, serta berkontribusi dalam mengurangi prevalensi penyakit tersebut.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa UGM Temukan Potensi Propolis sebagai Zat Anti Kanker pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-temukan-potensi-propolis-sebagai-zat-anti-kanker/feed/ 0
Tim PKM UGM Inovasikan Patch Nanoemulgel Kombinasi Minyak Ikan Patin dan Biosilika Untuk Terapi Komprehensif Luka Diabetik https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-ugm-inovasikan-patch-nanoemulgel-kombinasi-minyak-ikan-patin-dan-biosilika-untuk-terapi-komprehensif-luka-diabetik/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-ugm-inovasikan-patch-nanoemulgel-kombinasi-minyak-ikan-patin-dan-biosilika-untuk-terapi-komprehensif-luka-diabetik/#respond Mon, 22 Jul 2024 04:41:01 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67617 Menurut data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2019, jumlah penderita diabetes di seluruh dunia telah mencapai 500 juta orang. Dari jumlah tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sekitar 2,2 juta orang meninggal akibat diabetes. Data dari IDF menunjukkan bahwa pada tahun 2021, Indonesia memiliki 19,47 juta penderita diabetes dan angka ini diperkirakan akan meningkat […]

Artikel Tim PKM UGM Inovasikan Patch Nanoemulgel Kombinasi Minyak Ikan Patin dan Biosilika Untuk Terapi Komprehensif Luka Diabetik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menurut data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2019, jumlah penderita diabetes di seluruh dunia telah mencapai 500 juta orang. Dari jumlah tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sekitar 2,2 juta orang meninggal akibat diabetes. Data dari IDF menunjukkan bahwa pada tahun 2021, Indonesia memiliki 19,47 juta penderita diabetes dan angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 28,57 juta pada tahun 2045. Dari banyaknya penderita diabetes tersebut, sebanyak 80% diantaranya mengalami kasus amputasi yang diakibatkan oleh ulkus diabetikum. Untuk mengatasi permasalahan ini dibutuhkan inovasi sediaan yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka. 

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim PKM-RE UGM Sobatepat yang beranggotakan Zahwa Khoirun Nisa (Fakultas Biologi 2022), Zatun Nithoghani Hafni (Fakultas Biologi 2021), Muhammad Nur Ikhsan (Fakultas Biologi 2021), Sekar Ayu Kusumawardani (Fakultas Farmasi 2022), dan Alvian Chesyar Burhanudin (Fakultas Farmasi 2022) dengan dosen pendamping Dr. apt. Adhyatmika, M.Biotech mencoba menginovasikan sediaan patch topical dengan kombinasi minyak ikan patin dan biosilika ampas tebu. 

“Kami memilih membuat sediaan patch untuk memastikan penghantaran obat pada luka memiliki dosis yang lebih terukur dan terkontrol serta harapannya juga dapat mencegah penggunaan antibiotik yang berlebihan,” tutur Zahwa selaku ketua tim, Senin (22/7).

Bukan tanpa alasan, pemilihan minyak ikan patin dan biosilika ampas tebu sebagai bahan aktif sebab kandungan asam lemak omega-3 pada minyak ikan patin telah terbukti dapat membantu proses penyembuhan luka. Sebagai suatu kebaruan, penambahan ekstrak biosilika ampas tebu dilakukan sebagai antibakteri dalam proses penyembuhan luka diabetik. 

Penelitian ini dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) dengan sumber dana dari Kemendikbudristek. Melalui integrasi dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, tim ini mengekstrak biosilika ampas tebu dan memformulasikannya bersama minyak ikan patin hingga membentuk sediaan patch

“Pada penelitian ini kami mula-mula membuat tiga formulasi patch dengan kandungan bahan aktif yang berbeda-beda dan diuji menggunakan particle size analyzer, selanjutnya ditambahkan basis gel membentuk nanoemulge,l” jelas Alvian. Nanoemulgel yang terbentuk diformulasikan kembali hingga terbentuk sediaan patch yang siap digunakan. 

Sekar menjelaskan bahwa patch yang dihasilkan selanjutnya diujikan pada tikus model diabetes mellitus. “Kami membuat lima kelompok perlakuan untuk pengujian pengaruh patch pada tikus diabetes yang diberi luka,” jelasnya. Pengamatan terhadap diameter luka dilakukan mulai hari ke-1 hingga ke-7 menghasilkan kesimpulan bahwa patch yang dibuat terbukti mampu membantu proses penyembuhan luka diabetik. Inovasi sediaan patch ini diharapkan dapat berkontribusi dalam proses pengembangan terapi komprehensif luka diabetik dengan mewujudkan poin SDGs ke-3, yaitu good health and well being

Reportase: Zahwa Khoirun Nisa

Penulis: Lazuardi Choiri

Artikel Tim PKM UGM Inovasikan Patch Nanoemulgel Kombinasi Minyak Ikan Patin dan Biosilika Untuk Terapi Komprehensif Luka Diabetik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-ugm-inovasikan-patch-nanoemulgel-kombinasi-minyak-ikan-patin-dan-biosilika-untuk-terapi-komprehensif-luka-diabetik/feed/ 0
Fakultas Biologi Melaksanakan Kerja Sama Survei Bioprospeksi Tumbuhan Obat di Taman Nasional Gunung Merbabu https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-biologi-melaksanakan-kerja-sama-survei-bioprospeksi-tumbuhan-obat-di-taman-nasional-gunung-merbabu/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-biologi-melaksanakan-kerja-sama-survei-bioprospeksi-tumbuhan-obat-di-taman-nasional-gunung-merbabu/#respond Thu, 18 Jul 2024 09:09:21 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67848 Pada tanggal 16-17 Juli 2024 lalu, tim peneliti dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diketuai oleh Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc., melaksanakan survei etnobotani dalam rangka kerja sama Bioprospeksi Tumbuhan Obat bersama Balai Taman Nasional Gunung Merbabu. Survei ini dilaksanakan di Resort Ampel dan Resort Kopeng, Taman Nasional Gunung Merbabu. Tujuan utama dari […]

Artikel Fakultas Biologi Melaksanakan Kerja Sama Survei Bioprospeksi Tumbuhan Obat di Taman Nasional Gunung Merbabu pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pada tanggal 16-17 Juli 2024 lalu, tim peneliti dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diketuai oleh Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc., melaksanakan survei etnobotani dalam rangka kerja sama Bioprospeksi Tumbuhan Obat bersama Balai Taman Nasional Gunung Merbabu. Survei ini dilaksanakan di Resort Ampel dan Resort Kopeng, Taman Nasional Gunung Merbabu.

Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk mengumpulkan data penggunaan tumbuhan obat dari masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan taman nasional. Inisiatif ini sangat penting untuk konservasi keanekaragaman hayati dan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Tim peneliti mengumpulkan informasi melalui wawancara dengan penduduk setempat yang berbagi pengetahuan tradisional mereka tentang khasiat obat dari berbagai tumbuhan.

Setelah pengumpulan data dari masyarakat, tim melanjutkan survei lapangan untuk mengoleksi sampel tumbuhan obat yang disebutkan. Pekerjaan lapangan ini sangat penting untuk proses bioprospeksi yang bertujuan mengidentifikasi tumbuhan dengan potensi aplikasi biomedis. Sampel yang dikumpulkan akan dianalisis di laboratorium untuk menentukan komposisi kimia dan manfaat kesehatannya.

Prof. Dr. Ratna Susandarini menekankan pentingnya penelitian ini dalam berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang kesehatan, konservasi keanekaragaman hayati, dan pemanfaatan ekosistem yang berkelanjutan. “Pekerjaan kami di sini tidak hanya bertujuan untuk menemukan senyawa obat baru tetapi juga untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati tumbuhan di Taman Nasional Gunung Merbabu,” ujarnya.

Kerja sama antara UGM dan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu merupakan langkah penting menuju integrasi pengetahuan tradisional dengan penelitian ilmiah modern. Pendekatan ini tidak hanya menghormati dan melestarikan warisan budaya masyarakat lokal tetapi juga meningkatkan pemahaman ilmiah tentang tumbuhan obat.

Taman Nasional Gunung Merbabu, yang dikenal dengan keanekaragaman hayatinya yang kaya, menyediakan lingkungan yang ideal untuk jenis penelitian ini. Taman ini merupakan rumah bagi banyak spesies tumbuhan, banyak di antaranya telah digunakan secara tradisional untuk tujuan pengobatan. Dengan mendokumentasikan dan mempelajari tumbuhan-tumbuhan ini, tim peneliti berharap dapat berkontribusi pada pengetahuan global tentang keanekaragaman hayati tumbuhan obat.

Masyarakat lokal memainkan peran penting dalam penelitian ini. Pengetahuan dan praktik tradisional mereka adalah sumber daya yang sangat berharga untuk mengidentifikasi tumbuhan dengan khasiat obat. Keterlibatan masyarakat juga memastikan bahwa manfaat dari penelitian ini dibagikan kepada mereka yang telah melestarikan pengetahuan ini selama beberapa generasi.

Survei lapangan di Resort Ampel dan Resort Kopeng dilaksanakan dengan dukungan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu yang memberikan bantuan logistik dan akses ke lokasi penelitian. Kerja sama ini menyoroti pentingnya kemitraan dalam mencapai tujuan konservasi dan pembangunan berkelanjutan.

“Temuan dari penelitian ini akan dipublikasikan di jurnal ilmiah dan dibagikan kepada masyarakat lokal serta pemangku kepentingan terkait,” ujar Ratna.  Menurutnya, penyebaran pengetahuan ini sangat penting untuk mempromosikan konservasi tumbuhan obat dan pemanfaatannya yang berkelanjutan.

Sebagai kesimpulan, survei bioprospeksi tumbuhan obat di Taman Nasional Gunung Merbabu adalah inisiatif penting yang menggabungkan pengetahuan tradisional dengan ilmu pengetahuan modern. Inisiatif ini bertujuan untuk berkontribusi pada konservasi keanekaragaman hayati, penemuan senyawa biomedis baru, dan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, sejalan dengan tujuan SDGs yang lebih luas.

Penulis: Humas Fakultas Biologi

Artikel Fakultas Biologi Melaksanakan Kerja Sama Survei Bioprospeksi Tumbuhan Obat di Taman Nasional Gunung Merbabu pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-biologi-melaksanakan-kerja-sama-survei-bioprospeksi-tumbuhan-obat-di-taman-nasional-gunung-merbabu/feed/ 0
Tim PKM-RE UGM Kaji Potensi Daun Songgolangit Untuk Atasi Kebotakan Rambut https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-re-ugm-kaji-potensi-daun-songgolangit-untuk-atasi-kebotakan-rambut/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-re-ugm-kaji-potensi-daun-songgolangit-untuk-atasi-kebotakan-rambut/#respond Thu, 04 Jul 2024 06:58:40 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65766 Androgenetic Alopecia (AGA) merupakan jenis kerontokan rambut yang sering dialami baik oleh pria maupun wanita. Meskipun AGA adalah kondisi permanen yang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, penggunaan perawatan atau terapi yang tepat dapat memberikan bantuan yang berarti. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah pemakaian produk hair treatment seperti serum rambut secara rutin. Tim Program Kreativitas […]

Artikel Tim PKM-RE UGM Kaji Potensi Daun Songgolangit Untuk Atasi Kebotakan Rambut pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Androgenetic Alopecia (AGA) merupakan jenis kerontokan rambut yang sering dialami baik oleh pria maupun wanita. Meskipun AGA adalah kondisi permanen yang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, penggunaan perawatan atau terapi yang tepat dapat memberikan bantuan yang berarti.

Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah pemakaian produk hair treatment seperti serum rambut secara rutin. Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Gadjah Mada 2024 melakukan riset  mengenai potensi penggunaan bahan alam sebagai produk inovasi serum rambut dalam menghambat pemicu terjadinya penyakit Androgenetic Alopecia (AGA).

Penelitian ini dilaksanakan oleh lima mahasiswa UGM dari berbagai program studi yaitu Syahida Naia Nurastuti (Kimia 2022), Dina Victoria Puji Lestari (Kimia 2022), Aisya Mufida Ramadhani (Kimia 2023), Endang Wijayanti (Farmasi 2022), dan Ahmed Mortezza (Biologi 2023) serta dibimbing langsung oleh dosen pendamping dari Fakultas MIPA UGM, Muhammad Idham Darussalam Mardjan, S.Si., M.Sc., Ph.D.

Merujuk penelitian yang dilakukan Nugroho pada tahun 2023, disebutkan salah satu tumbuhan yang menunjukkan potensi besar sebagai bahan alami untuk pembuatan serum rambut adalah Tridax procumbens L., atau dikenal dengan nama lokal songgo langit. Tumbuhan liar dari Amerika Latin ini menghasilkan metabolit sekunder yang memiliki efek toksik terhadap tumbuhan lain di sekitarnya.

“Keberadaan daun songgo langit ini seringkali kita jumpai di semak-semak pinggir jalan sehingga orang menganggap tanaman ini hanya tanaman liar biasa dan dianggap sepele,” ucap Syahida Naia selaku Ketua Tim, di Kampus UGM, Kamis (4/7).

Syahida Naia dalam menyatakan dalam penelitian ini, ekstrak dari daun T. Procumbens digunakan sebagai bahan utama pembuatan serum rambut. Daun ini diketahui mengandung berbagai senyawa antioksidan, termasuk alkaloid, steroid, karotenoid, flavonoid, saponin, dan tanin.

Senyawa-senyawa ini tidak hanya berpotensi dalam mengatasi AGA tetapi juga dapat mempercepat pertumbuhan rambut. Adapun inovasi lain yang dilakukan dalam produk serum rambut ini adalah dengan penggunaan teknologi bernama Nanostructured Lipid Carriers (NLC).

“Pengujian serum rambut dilakukan dengan tikus wistar. Tikus wistar digunakan sebagai subjek penelitian yang diberi perlakuan injeksi hormon testosteron sebagai pemicu terjadinya AGA,” terang Syahida Naia.

Dalam penjelasan lebih lanjut, tikus wistar kemudian diberi perlakuan menggunakan serum rambut dari Tridax procumbens L., yang dibuat dan akan dibandingkan perbedaan pengaruh serta keefektifannya dengan minoxidil. Parameter utama dalam penelitian yang dilakukan tim ini yaitu pertumbuhan panjang helai rambut pada tikus wistar setelah dilakukannya pemberian perlakuan ekstrak daun T. Procumbens dan serum TP-NLC.

Syahida menambahkan penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dari bulan Mei hingga Juli 2024. Dengan penelitian ini diharapkan dapat ditemukan solusi inovatif dan alami untuk membantu para penderita Androgenetic Alopecia dan mendorong perkembangan ilmu dalam penggunaan bahan alam sebagai produk inovasi serum rambut di industri kosmetik.

Penulis: Tim PKM-RE UGM 2024

Editor: Agung Nugroho

Artikel Tim PKM-RE UGM Kaji Potensi Daun Songgolangit Untuk Atasi Kebotakan Rambut pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-re-ugm-kaji-potensi-daun-songgolangit-untuk-atasi-kebotakan-rambut/feed/ 0
UGM Gelar Workshop Penulisan SDGs https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gelar-workshop-penulisan-sdgs/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gelar-workshop-penulisan-sdgs/#respond Fri, 21 Jun 2024 16:06:22 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65316 Dalam rangka meningkatkan jumlah publikasi pemberitaan berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Workshop Penulisan SDGs. Workshop yang diikuti para peserta dari 4 fakultas yaitu Fakultas Geografi, Fakultas Biologi, Fakultas MIPA, dan Fakultas Farmasi dilaksanakan di Gedung KLMB Fakultas Geografi UGM ruang E-601, Jum’at (21/6). Workshop penulisan SDGs dibuka Wakil Rektor Bidang Pendidikan […]

Artikel UGM Gelar Workshop Penulisan SDGs pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dalam rangka meningkatkan jumlah publikasi pemberitaan berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Workshop Penulisan SDGs. Workshop yang diikuti para peserta dari 4 fakultas yaitu Fakultas Geografi, Fakultas Biologi, Fakultas MIPA, dan Fakultas Farmasi dilaksanakan di Gedung KLMB Fakultas Geografi UGM ruang E-601, Jum’at (21/6).

Workshop penulisan SDGs dibuka Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA. Dia sangat berharap dengan penyelenggaraan pelatihan penulisan SDGs dapat meningkatkan jumlah publikasi pemberitaan SDGs di website di lingkungan kampus UGM.

“Workshop penulisan SDGs sengaja bentuknya per grup atau per klaster karena peserta yang hadir akan sekaligus berlatih bagaimana penulisan itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Bagi Wening kenapa harus workshop penulisan SDGS, karena UGM sebagai perguruan tinggi seluruh nafas hidupnya adalah keberlanjutan (SDGs). Sehingga sebenarnya tanpa perlu ada SDGs pun, UGM sebetulnya sudah SDGs.

Berbagai kegiatan dan penelitian dari Fakultas Geografi, Farmasi, Biologi, dan MIPA sudah memperlihatkan itu. Sebagai contoh Fakultas Geografi dengan Kementerian Lingkungan Hidup secara berseri telah melakukan berbagai diskusi soal lingkungan, climate change dan lain-lain.

Demikian pula Fakultas Farmasi dengan berbagai kegiatannya yang terkait kesehatan misalnya memproduksi obat, obat herbal dan lain-lain. Fakultas Biologi dengan penelitian-penelitian biodiversity, produksi melon Hikapel, semangka dan lain-lain.

“Jadi apa yang tidak SDGs, UGM ini semuanya SDGs. Hanya saja persoalannya produk-produk yang bagus tersebut kadang terlewat untuk ditulis sehingga masyarakat tidak tahu apa yang dilakukan UGM. Karena masyarakat Indonesia dan dunia tidak tahu menjadikan UGM rekamannya lemah karena UGM tidak klaim apa yang pernah dilakukan,” terangnya.

Di sisi lain, beberapa mereka yang ada di UGM menilai dengan mempublikasikan hal tersebut dianggap sebagai sikap sombong atau membanggakan diri. Padahal, kata Wening, hal itu merupakan hasil kerja keras, dan sudah seharusnya dipublikasikan, serta sebagai kebanggaan apa yang yang sudah dilakukan, baik hasil-hasil penelitian maupun produk-produk lainnya.

“Ini kita mulai dengan mindset baru, kita menuliskan SDGs bukan untuk pamer tetapi untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa UGM telah berbuat banyak sehingga bisa memberi inspirasi kepada banyak orang,” imbuhnya.

Ir. Sentagi Sesotya Utami, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU menambahkan Indonesia sudah sepakat mendukung SDGs, dan UGM juga sudah melaksanakan sustainable di kampus atau sebagai kampus yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kata dia perlu kiranya mengukur capaian SDGs.

“Sebetulnya sasaran-sasaran capaian tentang itu tidak harus dengan perangkingan tetapi hanya saja di dalam perangkingan-perangkingan itu ada alat ukur yang bisa dipergunakan untuk penilaian UGM itu sudah seberapa, sudah sehebat apa didalam capaian-capaian SDGs nya,” terangnya.

Kepala Biro Transformasi Digital, Dr. Mardhani Riasetiawan, M.T., menyampaikan UGM terus berproses dalam pembuatan berita soal SDGs. Dia menyampaikan dalam perjalanan pembuatan berita SDGs tidak hanya untuk artikel berita namun apa yang telah dibuat telah mendukung kegiatan KKN.

Membicarakan artikel di website SDGs, kata dia, ada dua komponen penting yaitu menyangkut manajemen website dan manajemen konten. Untuk manajemen website, ia mengingatkan untuk selalu mencantumkan kategori SDGs ditambah tags.

“Ini penting sekali, kita mencoba menganalisis itu dan mencoba menyangkut manajemen kontennya perlu memasukan kata-kata kunci sesuai dengan kualitas berita itu sendiri,” katanya.

UGM sendiri, katanya telah membuatkan beberapa step untuk penulisan. Dalam proses pembuatan berita juga telah disiapkan tools.

“Dengan tools ini saya kira upaya menyelesaikan kesulitan dalam membuat berita. Kita berharap ini akan mempermudah unit-unit atau fakultas dalam membuat berita,” imbuhnya.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel UGM Gelar Workshop Penulisan SDGs pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gelar-workshop-penulisan-sdgs/feed/ 0
Raih Beasiswa LPDP, Dua Alumni IUP Fakultas Biologi UGM Melanjutkan Kuliah ke Luar Negeri https://ugm.ac.id/id/berita/raih-beasiswa-lpdp-dua-alumni-iup-fakultas-biologi-ugm-melanjutkan-kuliah-ke-luar-negeri/ https://ugm.ac.id/id/berita/raih-beasiswa-lpdp-dua-alumni-iup-fakultas-biologi-ugm-melanjutkan-kuliah-ke-luar-negeri/#respond Tue, 18 Jun 2024 12:55:37 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65248 Dua Alumni International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Julio Jonah Lengkong Worang dan Aisyah Rahmah Tantri, menerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kemenkeu RI, untuk melanjutkan studi S2 (Master) di universitas di luar negeri. Julio melanjutkan studi di National University of Singapore (NUS) Singapura. Sementara Aisyah diterima di University of Edinburgh […]

Artikel Raih Beasiswa LPDP, Dua Alumni IUP Fakultas Biologi UGM Melanjutkan Kuliah ke Luar Negeri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dua Alumni International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Julio Jonah Lengkong Worang dan Aisyah Rahmah Tantri, menerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kemenkeu RI, untuk melanjutkan studi S2 (Master) di universitas di luar negeri. Julio melanjutkan studi di National University of Singapore (NUS) Singapura. Sementara Aisyah diterima di University of Edinburgh Skotlandia.

Dihubungi secara terpisah, Julio mengaku senang bisa mendapat beasiswa LPDP untuk melanjutkan kuliah program studi Master of Biodiversity Conservation and Sustainability, National University of Singapore. Julio mengaku ingin memperdalam pengetahuan mengenai bidang konservasi.

Diakui Julio, sejak berkuliah di IUP Biologi UGM dirinya termotivasi untuk memilih jurusan Magister yang linier dan lebih spesifik. Apalagi ia tertarik pada isu-isu keanekaragaman hayati dan belajar mengenai metode lapangan dan teknologi terapan yang membantu dalam upaya konservasi. “Saya ingin mengembangkan technology remote sensing dan geographic information system untuk membantu mengumpulkan data secara real-time,” kata Julio, selasa (18/6).

Julio mengaku siap untuk menjalani pendidikan master di kampus luar negeri karena sudah mendapatkan Leadership dan skill yang selama menempuh kuliah di IUP Fakultas Biologi UGM. Semasa kuliah, ia pernah menjadi asisten laboratorium pada laboratorium biologi umum, laboratorium sistematika hewan, laboratorium struktur perkembangan hewan, serta menjadi kepala divisi kurikulum dari kelompok studi entomologi.

Ditanya tentang cita-citanya setelah menyelesaikan pendidikan Magister kelak, Julio berkeinginan untuk membantu pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), terutama pengelolaan pohon bakau yang terletak di teluk Balikpapan yang menjadi hotspot biodiversitas dan sumber pendapatan masyarakat lokal. “Kebetulan di pendidikan S2 saya kelak mendapatkan ilmu mengenai nature-based dan technological-based climate solutions yang masih kurang di Indonesia,” tegasnya.

Berbeda dengan Aisyah yang mengaku motivasinya untuk melanjutkan studi, karena nilai-nilai yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya agar anggota keluarga minimal menyandang gelar master. “Kebetulan Ibu berprofesi sebagai dosen dan ayah yang tidak pernah absen untuk memberikan dorongan terbaik menumbuhkan semangat belajar,” kata Aisyah.

Prodi yang ia pilih, Master for Quantitative Genetics and Genome Analysis di Universitas Edinburgh, kata Aisyah sesuai dengan dengan minat akademik dan keinginannya untuk mengembangkan karirnya kelak. “Saya ingin mempergunakan resources yang saya miliki nantinya untuk berkontribusi kembali kepada Indonesia,” ujarnya.

Aisyah mengaku beruntung berkesempatan kuliah di IUP Fakultas Biologi UGM karena selain mendapat pendidikan akademik, dirinya juga mengikuti berbagai student mobility program. Menurut Aisyah banyak mendapat pengalaman berharga dari partisipasinya dalam program pertukaran mahasiswa tersebut dan menambah perspektif internasional. Beberapa program yang sudah diikuti yakni student mobility program ke Yamagata University, IISMA ke Newcastle University, dan Program Kuliah Daring Universitas Osaka University.

Dikatakan Aisyah, selama mengikuti program pertukaran tersebut dirinya bisa berinteraksi dengan mahasiswa dan dosen dari berbagai belahan dunia, serta mendiskusikan berbagai isu di bidang ilmu biologi. “Keikutsertaan itu menjadikan saya agar bisa menjadi individu yang lebih bijaksana dan berpikiran terbuka,” paparnya.

Di balik pencapaian yang gemilang memperoleh beasiswa LPDP, Julio dan Aisyah mengungkapkan bahwa kunci kesuksesan adalah konsistensi dalam belajar, tidak perlu waktu yang banyak, tetapi meluangkan sedikit waktu setiap hari untuk belajar secara konsisten dapat membawa perubahan besar. Selama kuliah, keduanya berusaha menerapkan konsep belajar yang menyenangkan sesuai dengan cara masing-masing. Bahkan prinsip ini, mereka terapkan dalam persiapan mereka untuk mendaftar Beasiswa LPDP.

Ketua Program Sarjana Fakultas Biologi UGM, Sukirno, M.Sc., Ph.D. dan Pengelola prodi IUP Biology, Nur Indah Septriani, M.Sc., Ph.D. menyatakan kebanggaannya terhadap Julio dan Aisyah yang berhasil mendapatkan beasiswa LPDP dan berkesempatan melanjutkan pendidikan magister di luar negeri. Sukirno berharap keduanya bisa menyelesaikan studi dengan tepat waktu dan bisa mendarmabaktikan ilmunya setelah pulang ke Indonesia. “Kami sangat bangga melihat prestasi kedua alumni IUP Biologi UGM angkatan 2019 ini. Mereka adalah contoh yang luar biasa dari dedikasi dan ketangguhan mereka dalam mengejar impian dan cita-cita,” kata Sukirno.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Raih Beasiswa LPDP, Dua Alumni IUP Fakultas Biologi UGM Melanjutkan Kuliah ke Luar Negeri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/raih-beasiswa-lpdp-dua-alumni-iup-fakultas-biologi-ugm-melanjutkan-kuliah-ke-luar-negeri/feed/ 0
Rima Arvisya Nathania Putri, Mahasiswa Biologi UGM Lolos Menjadi Finalis Duta Bahasa DIY 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/rima-arvisya-nathania-putri-mahasiswa-biologi-ugm-lolos-menjadi-finalis-duta-bahasa-diy-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/rima-arvisya-nathania-putri-mahasiswa-biologi-ugm-lolos-menjadi-finalis-duta-bahasa-diy-2024/#respond Tue, 11 Jun 2024 01:47:25 +0000 https://ugm.ac.id/?p=64952 Rima Arvisya Nathania Putri, mahasiswa Fakultas Biologi UGM angkatan 2022, berhasil maju menjadi finalis dalam Kompetisi Pemilihan Duta Bahasa DIY 2024. Pemilihan ini telah diikuti oleh 70 orang pendaftar yang sebelumnya telah lolos seleksi berkas administrasi dan melampirkan Proposal Krida Kebangsaan. Rima masuk dalam daftar 20 finalis yang lolos yang terdiri dari 10 finalis putra […]

Artikel Rima Arvisya Nathania Putri, Mahasiswa Biologi UGM Lolos Menjadi Finalis Duta Bahasa DIY 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Rima Arvisya Nathania Putri, mahasiswa Fakultas Biologi UGM angkatan 2022, berhasil maju menjadi finalis dalam Kompetisi Pemilihan Duta Bahasa DIY 2024. Pemilihan ini telah diikuti oleh 70 orang pendaftar yang sebelumnya telah lolos seleksi berkas administrasi dan melampirkan Proposal Krida Kebangsaan. Rima masuk dalam daftar 20 finalis yang lolos yang terdiri dari 10 finalis putra dan 10 finalis putri melalui seleksi wawancara meliputi latar belakang, kemampuan berbahasa inggris, hingga bakat. Para peserta yang masuk finalis  akan masuk ke tahap pembekalan dan penilaian tahap final dan otomatis akan tergabung dalam Ikatan Duta Bahasa DIY dan mengabdi selama satu tahun ke depan.

Rima mengaku senang bisa menjadi finalis duta bahasa. Menjadi duta bahasa sudah menjadi impiannya sejak di bangku SMA. “Menjadi Duta Bahasa menjadi salah satu impian dan target saya sejak SMA,” ujar Rima, Selasa (11/6).

Pengalaman mengikuti kompetisi yang sama sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan merasa terhubung dengan bahasa, sastra, dan budaya menjadi motivasi utama Rima mengikuti kompetisi ini. “Duta Bahasa dapat mewadahi saya untuk menyalurkan pemahaman dan menjadi wadah saya dalam mengabdi bagi masyarakat untuk menjadi pelopor dalam menggaungkan Trigatra Bangun Bahasa,” ucapnya.

Mendapatkan dukungan dari Fakultas Biologi, Rima mengaku terbantu dengan birokrasi perizinan yang tidak sulit ketika harus mengikuti rangkaian kegiatan Duta Bahasa. Ia juga mengatakan bahwa Fakultasnya turut serta membantu membagikan unggahan foto pada akun Duta Bahasa DIY untuk memperoleh suka sebagai salah satu indikator penilaian Duta Favorit.

Rima mengatakan dirinya berusaha agar bisa terpilih menjadi Terbaik I Duta Bahasa DIY 2024, ia akan menjadi representatif DIY dalam Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2024. Seperti diketahui, Duta Bahasa merupakan generasi muda mitra kebahasaan dan kesastraan yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah, serta memiliki kemampuan berbahasa asing untuk meningkatkan peran bahasa Indonesia di tingkat internasional. Duta Bahasa DIY 2024 kali ini mengusung tema “Sangkan Paraning Dumadi: Perwujudan Duta Bahasa sebagai Generasi Mawas Diri dan Berdampak melalui Bahasa, Sastra, dan Budaya.”

Keberhasilan Rima masuk finalis Duta Bahasa, menegaskan bahwa dirinya tidak hanya terfokus pada aspek akademik, namun memiliki komitmen kuat dalam melestarikan budaya melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan. Rima mengaku akan menggunakan ilmu dan kecakapan yang diperoleh dan membagikannya ke orang lain melalui berbagai komunitas maupun forum. “Saya tidak ingin, ilmu atas pengalaman ini berhenti pada saya. Saya ingin berdampak kepada masyarakat, khususnya dalam wujud abdi bahasa, jaga bahasa, dan niaga bahasa,” tutupnya.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Rima Arvisya Nathania Putri, Mahasiswa Biologi UGM Lolos Menjadi Finalis Duta Bahasa DIY 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/rima-arvisya-nathania-putri-mahasiswa-biologi-ugm-lolos-menjadi-finalis-duta-bahasa-diy-2024/feed/ 0