energi Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/energi/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 13 May 2024 03:34:43 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Pakar UGM Kritisi Kebijakan Transisi Energi Setengah Hati https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-kritisi-kebijakan-transisi-energi-setengah-hati/ https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-kritisi-kebijakan-transisi-energi-setengah-hati/#respond Mon, 13 May 2024 03:34:43 +0000 https://ugm.ac.id/pakar-ugm-kritisi-kebijakan-transisi-energi-setengah-hati/ Menjelang berakhirnya pemerintahan pada Oktober 2024, program transisi energi Presiden Joko Widodo belum mencapai target ditetapkan. Target bauran energi baru-terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 tidak tercapai lantaran pada 2023 lalu baru mencapai 12,8 persen. Sayang bukannya menggeber pencapaian, Pemerintah justru menurunkan target EBT menjadi 17 persen pada 2025. Kendati diturunkan, target EBT itupun […]

Artikel Pakar UGM Kritisi Kebijakan Transisi Energi Setengah Hati pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menjelang berakhirnya pemerintahan pada Oktober 2024, program transisi energi Presiden Joko Widodo belum mencapai target ditetapkan. Target bauran energi baru-terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 tidak tercapai lantaran pada 2023 lalu baru mencapai 12,8 persen.

Sayang bukannya menggeber pencapaian, Pemerintah justru menurunkan target EBT menjadi 17 persen pada 2025. Kendati diturunkan, target EBT itupun dinilai sulit tercapai mengingat masa kerja efektif pemerintah tinggal beberapa bulan.

Menurut  pengamat Ekonomi Energi UGM, Dr. Fahmy Radhi, M.B.A., salah satu penyebab tidak tercapainya target EBT karena kebijakan transisi energi setengah hati. Bahkan kebijakan tersebut cenderung kontradiktif dengan percepatan program transisi energi.

“Salah satunya, Pemerintah masih menoleransi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara,” katanya di Kampus UGM, Senin (13/5).

Data pada akhir 2020 menunjukan  bauran energi primer untuk Pembangkit Listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)  masih didominasi oleh batu bara sebesar 57,22 persen, disusul gas 24,82 persen, dan BBM 5,81 persen. Sementara itu, porsi EBT baru mencapai sebesar 12,15 persen.

Untuk mempercepat program transisi energi tersebut, kata Fahmy, PT Pertamina dan PLN sesungguhnya sudah melakukan berbagai upaya pengembangan EBT. Sayang, hasilnya masih sangat minim.

Program bio-diesel dan gasifikasi batu bara Pertamina mengalami kegagalan setelah partner dari Italia dan USA hengkang dari Indonesia. Pengembangan bio-diesel merupakan program EBT berbasis sawit juga berpotensi bertabrakan dengan program pangan untuk menghasilkan minyak goreng.

Berbeda dengan Pertamina, Program PLN dalam pengembangan EBT relatif berhasil. PLN telah menyelesaikan 28 pembangkit EBT baru, program dedieselisasi dengan pembangunan jaringan transmisi dan jaringan distribusi hingga pengembangan hidrogen hijau pada tahun 2023.

“Salah satu upaya transisi energi yang paling fenomenal yakni diresmikannya proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Cirata dengan kapasitas 192 megawatt peak (MWp). Meski begitu program pensiun dini PLTU batu bara belum tuntas lantaran kesulitan penyediaan dana dan teknologi,” terangnya.

Sebagai pengamat, Fahmy berharap Presiden terpilih Prabowo Subianto harus berani merombak kebijakan transisi energi Jokowi setengah hati yang kontradiktif dengan percepatan program transisi energi. Salah satunya mewajibkan pengolahan batu bara yang merupakan energi kotor menjadi energi bersih.

“Selain itu, Pemerintah harus memberikan kemudahan dan insentif bagi investor dalam pengembangan EBT di Indonesia. Tanpa perubahan kebijakan itu, jangan harap target zero carbon pada 2060 dapat dicapai,” paparnya.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: freepik.com

Artikel Pakar UGM Kritisi Kebijakan Transisi Energi Setengah Hati pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-kritisi-kebijakan-transisi-energi-setengah-hati/feed/ 0
Kongres Nasional Energi Dewan Energi Mahasiswa UGM Elaborasi Urgensi Nuklir sebagai Energi Alternatif https://ugm.ac.id/id/berita/kongres-nasional-energi-dewan-energi-mahasiswa-ugm-elaborasi-urgensi-nuklir-sebagai-energi-alternatif/ https://ugm.ac.id/id/berita/kongres-nasional-energi-dewan-energi-mahasiswa-ugm-elaborasi-urgensi-nuklir-sebagai-energi-alternatif/#respond Fri, 08 Mar 2024 01:02:42 +0000 https://ugm.ac.id/kongres-nasional-energi-dewan-energi-mahasiswa-ugm-elaborasi-urgensi-nuklir-sebagai-energi-alternatif/ Sesuai dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), Indonesia memiliki misi untuk menurunkan emisi karbon sebesar 41% pada 2023. Karena itu, penggunaan energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil terus diupayakan. Kali ini, Pusat Studi Energi UGM dan Dewan Mahasiswa Energi (DEM) UGM menggelar Youth Energy Congress National Energy Festival bertajuk “Balancing The Equation: Nucleur Energy’s […]

Artikel Kongres Nasional Energi Dewan Energi Mahasiswa UGM Elaborasi Urgensi Nuklir sebagai Energi Alternatif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sesuai dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), Indonesia memiliki misi untuk menurunkan emisi karbon sebesar 41% pada 2023. Karena itu, penggunaan energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil terus diupayakan. Kali ini, Pusat Studi Energi UGM dan Dewan Mahasiswa Energi (DEM) UGM menggelar Youth Energy Congress National Energy Festival bertajuk “Balancing The Equation: Nucleur Energy’s Role in Sustainable Future” pada Sabtu (2/3).

“National Energy Festival (NEF) telah memasuki tahun ketiga yang telah diselenggarakan oleh Dewan Energi Mahasiswa (DEM). Kami berharap ini menjadi salah satu wadah, kita sebagai anak muda, kita sebagai mahasiswa agar lebih sadar terhadap energi yang lebih berkeadilan di Indonesia. Saya juga berharap, ini bisa memberikan insight baru dan pengalaman baru terkait pengembangan energi terbarukan,” ujar Muhammad Rizki Ramadan selaku Ketua DEM UGM. Kongres ini turut diikuti oleh organisasi energi mahasiswa dari berbagai daerah, seperti Sumatera Utara dan Sulawesi Utara.

Energi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang tidak terpisahkan. Laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, tingkat konsumsi listrik penduduk mengalami kenaikan 4% sepanjang tahun 2021-2022. Adapun hingga akhir tahun 2023, penggunaan listrik kembali naik hingga mencapai 1.336 kWh/kapita. Angka ini juga menunjukkan ketergantungan tinggi masyarakat kita pada energi listrik. Sayangnya, sumber energi listrik yang saat ini masih digunakan hanya berfokus pada sumber daya fosil yang semakin menipis. Itulah mengapa energi alternatif perlu dikembangkan agar ketersediaan energi dapat terjamin.

“Kita melihat di Eropa saat ini mereka sedang krisis energi karena perang dengan Rusia. Selama ini mereka bergantung pada satu energi yang di-supply dari luar. Maka ketika supply tersebut menurun, harga listrik mereka saat ini melonjak naik. Ternyata ketergantungan sebuah negara terhadap satu jenis energi, di mana ketika ada hal-hal yang sifatnya politis, itu bisa menjadi alat bagi negara lain untuk mengendalikan sumber energi. Itu akibatnya sangat fatal,” terang Prof. Ir. Sarjiya, S.T, M.T., Ph.D., IPU., Kepala Pusat Studi Energi UGM. Berbeda dengan kondisi di Indonesia, Eropa sebagai negara empat musim memiliki urgensi energi yang tinggi yang berkaitan erat dengan pertahanan dan keamanan penduduk.

Berdasarkan pemaparan Dr. Musa Partahi Marbun, S.T., M.T., perwakilan Perusahaan Listrik Negara (PLN), saat ini Indonesia menghadapi tiga permasalahan utama yang saling bersinggungan. Negara perlu menjamin ketersediaan dan aksesibilitas energi listrik, harga yang terjangkau, dan emisi karbon rendah. Ketiga hal tersebut sulit dipenuhi karena sumber energi yang saat ini digunakan hanya memenuhi 1-2 kriteria. PLTU Batu Bara contohnya, adalah energi primer yang aman dan terkendali, namun tidak memenuhi kriteria emisi. Kemudian energi solar, harga terjangkau dan rendah emisi, tetapi pasokannya tidak terjamin.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) disebut memiliki potensi menjanjikan karena merupakan energi paling rendah emisi, yakni hanya sekitar 3 ton CO2 per GWh. Meskipun potensial, pengembangan energi nuklir tidak mudah dan memerlukan waktu yang panjang. “Tidak semudah itu, ya bagi kami. Kalau kita ingin mendirikan PLTN itu sudah ada aturan dan standar yang ketat. Salah satu yang berbeda dengan energi lain, itu adalah aspek penerimaan masyarakat. Bagaimana kita mengubah pandangan masyarakat terhadap nuklir. Tentunya ada aspek safety sebagai yang utama,” papar Musa.

Emisi karbon sebagai salah satu penyebab utama perubahan iklim perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Mengubah ketergantungan masyarakat dan menjamin ketersediaannya secara bersamaan menjadi tantangan yang berat bagi negara-negara di dunia. Untuk itu, UGM selalu mendukung upaya untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung inovasi low emission dan green energy yang sekaligus menjadi implementasi SDGs ke-13 (Perubahan Iklim), dan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). 

Penulis: Tasya

Artikel Kongres Nasional Energi Dewan Energi Mahasiswa UGM Elaborasi Urgensi Nuklir sebagai Energi Alternatif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kongres-nasional-energi-dewan-energi-mahasiswa-ugm-elaborasi-urgensi-nuklir-sebagai-energi-alternatif/feed/ 0
Pakar Energi UGM Tumiran Dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Teknik https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-energi-ugm-tumiran-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-fakultas-teknik/ https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-energi-ugm-tumiran-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-fakultas-teknik/#respond Wed, 01 Nov 2023 06:03:55 +0000 https://ugm.ac.id/?p=61278 Pakar Energi dan Kepala Engineering Research and Innovation Center (ERIC) Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D, dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang “Power and Energy System” pada Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Selasa (31/10). Dalam upacara pengukuhannya, ia menyampaikan pidato berjudul “Sektor Ketenagalistrikan Menjadi Tulang Punggung Percepatan Transisi dan Ketahanan Energi”. “Pemanfaatan kebutuhan […]

Artikel Pakar Energi UGM Tumiran Dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Teknik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pakar Energi dan Kepala Engineering Research and Innovation Center (ERIC) Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D, dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang “Power and Energy System” pada Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Selasa (31/10). Dalam upacara pengukuhannya, ia menyampaikan pidato berjudul “Sektor Ketenagalistrikan Menjadi Tulang Punggung Percepatan Transisi dan Ketahanan Energi”.

“Pemanfaatan kebutuhan energi yang terus meningkat telah menyebabkan dan memacu persaingan global serta terjadinya saling pengaruh untuk mendapatkan akses sumber daya energi. Pada situasi memasuki akhir abad ke-20, perebutan kekuasaan dan akses untuk mendapatkan sumber daya energi telah memacu penguasaan suatu negara oleh negara adidaya yang telah menyebabkan korban dan kehancuran tata kehidupan sosial bangsa yang dikalahkan,” paparnya.

Ia menerangkan, modernisasi kehidupan manusia yang didukung oleh tumbuhnya industri yang masif, bisnis lintas negara serta kemajuan yang sangat cepat di sektor transportasi telah mengubah peta pertumbuhan pemanfaatan energi global. Perubahan iklim pun kini menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh dunia termasuk Indonesia. 

Masyarakat global, menurutnya, sadar akan perlunya bergeser kembali dari ketergantungan terhadap energi fosil yang kotor untuk kembali secara maksimal memanfaatkan sumber energi yang bersih dan dapat diperbaharui. Proses perubahan untuk bergeser ini tidak bisa dilakukan secara mendadak, tetapi diperlukan sebuah proses yang panjang melalui transisi energi.

“Kita bersyukur bahwa dampak perubahan iklim telah menyadarkan para ilmuwan dan para pemimpin dunia untuk segera mengambil langkah-langkah strategis yang signifikan guna secara sinergi berkolaborasi untuk menjaga planet bumi dari kerusakan yang berlanjut. Kesepakatan Paris atau Paris agreement yang disepakati pada tahun 2015 telah menetapkan berbagai langkah strategis sebagai landasan guna mempercepat pengurangan pemanfaatan energi fosil melalui percepatan transisi energi,” kata Tumiran.

Transisi energi yang telah menjadi komitmen nasional, sejalan dengan PP. No.79/2014, menurut Tumiran, diharapkan dapat menghidupkan ekonomi baru di bidang energi baru dan terbarukan melalui penguasaan teknologi yang digerakkan sektor industri dengan dukungan penelitian yang kuat dan implementatif. 

Dengan tumbuhnya industri EBT, peluang lapangan kerja juga diharapkan akan tercipta dengan baik. Pada kesempatan ini, ia mengajak para akademisi untuk belajar dari negara yang sudah berhasil mengembangkan EBT dengan kemandirian teknologi dan industrinya yang kuat. 

“Yang sering terjadi kita memunculkan konsep-konsep dan pemikiran yang secara akademik belum teruji, sehingga apa yang direncanakan selalu dalam bentuk wacana yang sulit dicapai. Himbauan kepada teman teman yang sedang diberi amanah sebagai pengambil keputusan, di dalam percepatan transisi energi ini janganlah sekali-sekali merendahkan kemampuan anak bangsa, tetapi rancanglah regulasi yang terintegratif agar kemandirian bangsa ini dapat segera terwujud di sektor energi,” ungkapnya.

Sektor kelistrikan yang ia yakini dapat mendukung penguatan industri dalam negeri, percepatan transformasi penguasaan teknologi EBT serta menciptakan lapangan kerja produktif bidang EBT, diharapkan akan memberikan kontribusi besar pertumbuhan ekonomi hijau. Oleh karena itu, menurutnya, menjadikan industri kelistrikan nasional tumbuh menjadi industri yang sehat adalah bagian prasyarat yang harus dilakukan melalui berbagai kebijakan yang integratif dan komprehensif. 

 

Penulis: Gloria

Fotografer: Firsto

Artikel Pakar Energi UGM Tumiran Dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Teknik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-energi-ugm-tumiran-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-fakultas-teknik/feed/ 0
Manfaatkan Mineral Lempung, Peneliti UGM Olah Kotoran Sapi Jadi Bio Oil https://ugm.ac.id/id/berita/manfaatkan-mineral-lempung-peneliti-ugm-olah-kotoran-sapi-jadi-bio-oil/ https://ugm.ac.id/id/berita/manfaatkan-mineral-lempung-peneliti-ugm-olah-kotoran-sapi-jadi-bio-oil/#respond Fri, 13 Oct 2023 02:11:33 +0000 https://ugm.ac.id/?p=60378 Peneliti sekaligus dosen Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM, Hanifrahmawan Sudibyo, Ph.D., memanfaatkan mineral lempung sebagai katalis untuk mengolah kotoran sapi menjadi bio oil sebagai sumber energi alternatif. Ia melakukan riset tersebut bersama dengan Budhijanto, Ph.D (Departemen Teknik Kimia, FT UGM) dan Dr. Eng. Adhika Widyaparaga (Departemen Teknik Mesin dan Industri, FT UGM). Ketiganya berkolaborasi […]

Artikel Manfaatkan Mineral Lempung, Peneliti UGM Olah Kotoran Sapi Jadi Bio Oil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Peneliti sekaligus dosen Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM, Hanifrahmawan Sudibyo, Ph.D., memanfaatkan mineral lempung sebagai katalis untuk mengolah kotoran sapi menjadi bio oil sebagai sumber energi alternatif.

Ia melakukan riset tersebut bersama dengan Budhijanto, Ph.D (Departemen Teknik Kimia, FT UGM) dan Dr. Eng. Adhika Widyaparaga (Departemen Teknik Mesin dan Industri, FT UGM). Ketiganya berkolaborasi melakukan riset mendalam pengembangan katalis berbasis mineral lempung untuk mengolah limbah biomassa khususnya kotoran sapi yang jumlahnya cukup besar di Indonesia.

“Data BPS menunjukkan bahwa jumlah sapi potong di Indonesia berjumlah lebih dari 19 juta ekor pada tahun 2022. Jika diasumsikan bahwa setiap ekor sapi menghasilkan sekitar 87 kg kotoran basah setiap hari dengan kadar air 90%, maka secara keseluruhan terdapat sebanyak 570 juta ton kotoran sapi (wet basis) per tahun di Indonesia,” jelas Hanif, Jumat (13/10).

Hanif menyebutkan salah satu teknologi untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas yang kaya gas metan adalah Anaerobic digestion. Biogas yang dihasilkan selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan bakar, sumber panas, dan sumber energi pembangkit listrik, serta dapat disuntikkan ke jaringan gas alam setelah dimurnikan. Hanya saja, anaerobic digestion masih menghasilkan residu yakni digestate berupa campuran basah matriks organik dan anorganik yang kaya serat lignoselulosa yang tidak dapat dicerna dan nutrisi yang komposisinya sangat bergantung pada karakteristik substrat yang diproses.

Digestate ini dikatakan Hanif biasanya dimanfaatkan sebagai pupuk dengan cara disebar langsung atau dikomposkan terlebih dahulu sebelum disebar di lahan pertanian dan padang rumput. Namun, cara ini berpotensi melepaskan gas rumah kaca yang masih terfiksasi di dalam digestate, membentuk aerosol garam amonium yang dapat mencemari udara, menyebabkan fitotoksisitas pada tanaman, serta menyebarkan patogen. Selain itu, menyebabkan cross-contamination, dan menyebabkan eutrofikasi dan asidifikasi badan air akibat akumulasi N dan P yang tidak terkontrol. Untuk memitigasi potensi ancaman terhadap lingkungan di atas, diperlukan metode pengelolaan digestate yang lebih berkelanjutan, yang sejalan dengan konsep bioekonomi sirkular.

“Salah satu proses yang dapat digunakan untuk mengolah digestate adalah teknogi hydrothermal liquefaction (HTL) atau pencairan hidrotermal,”ungkapnya.

HTL merupakan proses termokimia untuk mengubah limbah biomassa basah termasuk digestate menjadi bio-oil, padatan kaya karbon bernama hydrochar, dan produk samping fase air yang kaya nutrien. Dibandingkan dengan rute termokimia lainnya seperti pirolisis dan gasifikasi, HTL dioperasikan pada kondisi air subkritis dan/atau mendekati superkritis (280–360 °C dan 10–20 MPa), jauh di bawah suhu pirolisis dan gasifikasi. Dengan demikian, proses ini dapat memproses bahan baku dengan kadar air yang tinggi tanpa harus melewati proses pengeringan layaknya pada proses pirolisis dan gasifikasi.

“Jadi, konsumsi energinya jauh lebih rendah,”ucapnya.

Hanif menjelaskan proses HTL pada penelitian ini menggunakan sejumlah mineral lempung sebagai katalis. Mineral lempung yang diuji merupakan mineral lempung yang merepresentasikan berbagai kelas filosilikat, yaitui kaolinite, montmorillonite, talc, vermiculite, phlogopite, meixnerite, attapulgite, dan alumina. Evaluasi yang komprehensif pun telah dilakukan terhadap berbagai mineral lempung yang tersedia secara alami dan komersial.

Hasilnya, montmorillonite merupakan mineral lempung yang paling layak untuk digunakan. Pasalnya mineral ini menghasilkan carbon recovery sekitar 70 – 80% di bio-oil dengan kadar heteroatom sebesar 15% O, 0.24% N, and 0.08% S. Tak hanya itu,  dalam montmorillonite mengandung jumlah hydrochar yang minimal yaitu hanya 10% yield dan lebih dari 60% nutrien yang ada di digestate terdistribusi ke produk samping fase air.

Penelitian yang dilakukan tim peneliti UGM ini juga dilakukan melalui kerja sama dengan mitra peneliti dari Pontificia Universidad Católica de Chile (Chile) dan Pontificia Universidad Javeriana (Kolombia). Kolaborasi internasional ini berbuah manis dengan hasil penelitian yang diakui secara internasional melalui publikasi mereka di di Industrial & Engineering Chemistry Research, jurnal Q1 terbitan dari American Chemical Society (ACS) pada tahun 2023 ini.

Selanjutnya, tim peneliti UGM berencana untuk meneliti lebih dalam lagi mengenai pengembangan katalis berbasis mineral lempung ini untuk valorisasi berbagai limbah biomassa basah yang jumlahnya signifikan di Indonesia. Belum lama, Hanif juga memperoleh hibah penelitian dari Kurita Water and Environment Foundation, Jepang untuk mengembangkan katalis berbasis mineral hydrotalcite yang diimpregnasi dengan unsur-unsur logam transisi untuk mengubah campuran senyawa fenolik pada air limbah industri pulp dan paper dan penyamakan kulit menjadi syngas, yaitu CO dan H2. Di dalam hibah ini, Hanif akan kembaili didukung Budhijanto dan Adhika serta mitra peneliti yang berada di Chile dan Kolombia.

“Harapannya penelitian ini bisa nantinya menghasilkan terobosan yang bermanfaat bagi industri-industri terkait,”pungkasnya.

 

Penulis: Ika

Artikel Manfaatkan Mineral Lempung, Peneliti UGM Olah Kotoran Sapi Jadi Bio Oil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/manfaatkan-mineral-lempung-peneliti-ugm-olah-kotoran-sapi-jadi-bio-oil/feed/ 0
Kendaraan Listrik GATe UGM Resmi Masuk E-Katalog Nasional https://ugm.ac.id/id/berita/kendaraan-listrik-gate-ugm-resmi-masuk-e-katalog-nasional/ https://ugm.ac.id/id/berita/kendaraan-listrik-gate-ugm-resmi-masuk-e-katalog-nasional/#respond Thu, 10 Aug 2023 09:04:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=58314 Kendaraan listrik Gadjahmada Airport Transporter Electric atau yang dikenal dengan GATe besutan peneliti UGM telah resmi masuk ke dalam katalog elektronik atau e-katalog nasional. Dengan masuknya produk GATe pada e-katalog mempermudah konsumen untuk  melakukan pemesanan dan pembelian produk ini. Peresmian produk GATe pada e-katalog nasional dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) pada […]

Artikel Kendaraan Listrik GATe UGM Resmi Masuk E-Katalog Nasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kendaraan listrik Gadjahmada Airport Transporter Electric atau yang dikenal dengan GATe besutan peneliti UGM telah resmi masuk ke dalam katalog elektronik atau e-katalog nasional. Dengan masuknya produk GATe pada e-katalog mempermudah konsumen untuk  melakukan pemesanan dan pembelian produk ini.

Peresmian produk GATe pada e-katalog nasional dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) pada Kamis (10/8) di Fakultas Teknik UGM. Peresmian produk ini dilakukan oleh Rektor UGM serta Direktur Fasilitas Riset dan Rehabilitasi Pendidikan LPDP.

GATE merupakan kendaraan listrik yang dirancang khusus untuk dipergunakan mengangkut penumpang di area bandara. Kendaraan ini dikembangkan dengan sumber energi listrik yang disimpan dalam baterai bertipe litium.

Ketua pengembang GATe, Dr. Ir. Muh Arif Wibisono, S.T., M.T., D.Eng., IPM., ASEAN.Eng., menjelaskan kendaraan listrik GATe dikembangkan sejak tahun 2019 silam melalui skema Pendanaan Riset Inovasi Produktif (RISPRO) LPDP.  GATe dibuat menggunakan motor listrik sebagai tenaga penggeraknya. Kendaraan ini memiliki kapasitas angkut untuk 6 penumpang dengan kecepatan maksimal 25 Km/jam.

“Kendaraan ini berbasis listrik dengan energi yang tersimpan pada baterai, dengan motor penggerak sebesar 4 KW. Kemampuan jelajah GATe sekitar 50 km dan bisa diperpanjang dengan spesifikasi baterai yang lebih tinggi,”paparnya, Kamis (10/8).

Pada tahun 2020 produk ini telah digunakan di Terminal 3 Bandara Soekarana Hatta sebanyak 3 unit dan Bandara Yogyakarta International Airport sebanyak 1 unit. Selain itu, GATe juga telah diujicobakan di kawasan kampus UGM dan taman wisata Candi Borobudur.

GATe saat ini dikembangkan dengan tiga varian. Pertama, kendaraan dengan atap yang bisa mengangkut enam penumpang. Kedua, kendaraan tanpa atap dengan kapasitas empat penumpang. Terakhir, kendaraan dengan atap dengan kapasitas empat penumpang.

Arief mengatakan hadirnya kendaraan listrik GATe ini rupanya disambut baik oleh pasar. Saat ini sudah masuk sejumlah permintaan dari industri yang berada di Sulawesi, Solo, serta Jakarta.

“Targetnya dalam setahun bisa memproduksi 100 unit GATe. Sementara saat ini sudah ada 7 unit produk yang selesai dibuat,”ungkapnya.

Satu unit GATe dengan kapasitas enam penumpang dipasarkan seharag Rp200 juta. Sementara GATe dengan kapasitas empat penumpang dipasarkan Rp180 juta.

Hadirnya kendaraan listrik ini menjadi bukti nyata upaya UGM dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan berwawasan lingkungan. Pengembangan GATe juga mendukung pencapaian tujuan pembangun berkelanjutaan (SDGs) khususnya dalam mewujudkan energi bersih dan terjangkau melalui penggunaan energi listrik (SGDs 7), membangun infrastruktur, industri,dan inovasi yang tangguh (SGDs 9), membangun kota dan pemukiman yang berkelanjutan (SGDs 11) serta mengurangi dampak perubahan iklim akibat produksi gas karbon dari kendaraan berbahan bakar fosil (SDGS 13).

Rektor UGM, Prof. dr Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG (K), Ph.D., mengapresiasi pelucnuran GATe dalam e-katalog nasional. Ia berharap kendaraan listrik yang dikembangakn peeneliti UGM ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi kebanggaan bangsa.

Ova mengatakan bahwa pengembangan GATe merupakan wujud komitmen UGM dalam menjalankan kegiatan tridarma yang telah menjadi amanah bagi institusi pendidikan. Karenanya UGM terus mendorong peneliti dan seluruh sivitasnya untuk melakukan inovasi tanpa henti serta memastikan ide-ide bisa terus tumbuh dan berkembang.

“GATe ini adalah produk inovsi yang ramah lingkungan yang menjadi bukti UGM berkomitmen melakukan penelitian yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kami akan terus mendukung pengembangan kendaraan ini,”ucap Rektor.

Sementara Direktur Fasilitas Riset dan Rehabilitasi Pendidikan LPDP, Wisnu Sardjono Soenarso, menyampaikan komitmen untuk  mendukung anak bangsa menjadi lebih maju dan berdaya saing melalui pembiayaan riset. Salah satunya seperti dalam pengembangan GATe LPDP memberikan pendanaan riset untuk pengembangan GATe dalam periode 2019-2023 sebesar Rp 11 miliar.

Ia pun berharap nantinya GATe dapat terus dikembangkan dengan versi terbaru dan sesuai dengan kebutuhan di pasaran. Misalnya, bisa dikembangkan dengan lebih ringan dan lebih cepat lagi.

“GATe ini dikembangkan dengan menggunakan komponen lokal (Tingkat kandungan Dalam Negeri/TKDN) sebesar 34 Persen. Dengan masuk di e-katalog harapannya bisa mempermudah pemerintah maupun dunia usaha melakukan pembelian,”katanya.

Pada acara peresmian produk GATe diuji coba kendaraan ini berkeliling kampus. Selain peluncuran GATe pada e-katalog turut diselenggarakan pameran yang menampilkan proses pengembangan produk dan proses produksi produk ini. Pada pameran ini juga ditampilkan beberapa produk pengembangan yang sejenis kendaraan listrik kebutuhan khusus yaitu G20G, Molev, dan Stadium. Mobil G20G adalah mobil yang dirancang untuk mensukseskan acara G20 pada tahun 2021. Produk ini sudah dibuat sebanyak 2 unit. Molev adalah kendaraan yang didesain untuk transportasi khusus di jalan Malioboro. Produk ini masih dalam prototipe. Sedangkan Stadium adalah kendaraan yang khusus didesain untuk mengangkut penumpang di area Stadion Sepak Bola. Kendaraan ini mempunyai kapasitas penumpang sampai 8 orang. Riset kendaraan listrik ini juga mengembangkan kendaraan listrik otomatis. Pada fase ini sudah dikembangkan kendaraan listrik yang dapat dikemudikan dari jarak jauh. Fase ini untuk mengawali pengembangan mobil listrik autonomous.

Penulis: Ika

Foto: Firsto

Artikel Kendaraan Listrik GATe UGM Resmi Masuk E-Katalog Nasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kendaraan-listrik-gate-ugm-resmi-masuk-e-katalog-nasional/feed/ 0