Energi Baru Terbarukan Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/energi-baru-terbarukan/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 12 Nov 2024 02:18:13 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Pakar Energi UGM Ungkap Tantangan Transisi Energi di Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-energi-ugm-ungkap-tantangan-transisi-energi-di-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-energi-ugm-ungkap-tantangan-transisi-energi-di-indonesia/#respond Tue, 12 Nov 2024 02:18:13 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72721 Indonesia berkomitmen menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 31,89% hingga 43,2% dengan bantuan internasional pada 2030. Untuk mengurangi emisi ini, kebijakan transisi energi yang diterapkan sekarang ini diharapkan mampu mendorong peningkatan pemanfaatan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) sekaligus secara bertahap mengurangi penggunaan energi bahan bakar fosil. Dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas […]

Artikel Pakar Energi UGM Ungkap Tantangan Transisi Energi di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Indonesia berkomitmen menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 31,89% hingga 43,2% dengan bantuan internasional pada 2030. Untuk mengurangi emisi ini, kebijakan transisi energi yang diterapkan sekarang ini diharapkan mampu mendorong peningkatan pemanfaatan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) sekaligus secara bertahap mengurangi penggunaan energi bahan bakar fosil.

Dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTETI FT UGM) sekaligus pakar energi, Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU., memaparkan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menjalani transisi energi. Tumiran mengakui pemerintah sudah membuat target 23% energi baru terbarukan (EBT) dalam kebijakan nasional. Namun, tantangan terbesar terletak pada sektor industri dan kemampuan ekonomi masyarakat dalam menanggung biaya energi terbarukan tersebut. “Transisi energi bukan hanya soal mengurangi impor BBM dan LPG, tetapi juga mencapai swasembada energi nasional yang akan membangun ketahanan energi,” tegas Tumiran saat mengisi webinar yang bertajuk “Navigating Indonesia’s Energy Transition”, Kamis (7/11) lalu.

Lebih lanjut, Prof. Tumiran juga menekankan perlunya pendekatan yang komprehensif untuk mengembangkan industri energi terbarukan di tanah air, mengingat  Indonesia memiliki potensi besar dengan energi matahari, angin, dan geotermal. Meski begitu, diperlukan infrastruktur dan kebijakan yang mendukung. “Bukan sekadar mengandalkan regulasi,” tuturnya.

Tumiran mengingatkan bahwa transisi energi yang efektif membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan akademisi untuk menciptakan pasar energi terbarukan yang berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, potensi pasar dalam negeri yang besar, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan transisi energi ini untuk membangun industri nasional yang tangguh dan berdaya saing di kancah internasional sekaligus mendukung capaian pembangunan berkelanjutan dan menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Penulis : Rasya Swarnasta/FT

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Freepik

Artikel Pakar Energi UGM Ungkap Tantangan Transisi Energi di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-energi-ugm-ungkap-tantangan-transisi-energi-di-indonesia/feed/ 0
Optimalkan EBT, UGM Kembangkan Turbin ‘Antasena’ untuk Daerah 3T https://ugm.ac.id/id/berita/optimalkan-ebt-ugm-kembangkan-turbin-antasena-untuk-daerah-3t/ https://ugm.ac.id/id/berita/optimalkan-ebt-ugm-kembangkan-turbin-antasena-untuk-daerah-3t/#respond Mon, 28 Oct 2024 07:12:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72183 Pemerintah telah menargetkan pemanfaatan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) di tahun 2025 sebesar 23%. Apalagi Indonesia memiliki potensi energi terbarukan dari panas bumi, mikrohidro, biomass, energi surya hingga energi angin. Baru-baru ini Tim Peneliti Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada melakukan kolaborasi kerja sama dengan Puslitbang PLN untuk mengembangakan teknologi […]

Artikel Optimalkan EBT, UGM Kembangkan Turbin ‘Antasena’ untuk Daerah 3T pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pemerintah telah menargetkan pemanfaatan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) di tahun 2025 sebesar 23%. Apalagi Indonesia memiliki potensi energi terbarukan dari panas bumi, mikrohidro, biomass, energi surya hingga energi angin. Baru-baru ini Tim Peneliti Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada melakukan kolaborasi kerja sama dengan Puslitbang PLN untuk mengembangakan teknologi turbin angin. Turbin yang mereka namakan “Antasena” ini  bisa digunakan di daerah dengan kecepatan angin yang rendah. Turbin ini dirancang oleh tim peneliti yang terdiri dari Prof. Indarto, Prof Deendarlianto, dan Dr. Agung Bramantya.

Deendarlianto mengatakan keunggulan turbin angin yang mereka rancang ini bisa tetap berfungsi secara optimal dan mampu berputar pada kecepatan angin yang cukup rendah, yaitu cut-in wind speed rendah sekitar 2,5 meter per detik. Keunggulan ini diharapkan mampu membantu perbaikan lingkungan Indonesia lantaran kecepatan angin seringkali menjadi tantangan untuk membangkit listrik tenaga angin. “Antasena hadir dalam usaha pemanfaatan energi bayu sebagai pembangkit tenaga bayu yang bertujuan untuk mendukung Carbon Utilization bagi daerah 3T,” kata Deendarlianto, Senin (28/10).

Dikatakan Deen, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)  merupakan salah satu program pembangkit PT PLN (persero) Grup untuk menaikan bauran EBT dan mendukung pencapaian target Energi Baru Terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 dan Rencana Umum Energi Nasional.

Deendarlianto menyampaikan bahwa apabila melihat data mengenai persebaran kecepatan angin di Indonesia, di beberapa daerah 3T kecepatan angin ini masih cukup rendah. Sehingga, perlu adanya teknologi untuk pemanfaatan energi angin dengan kecepatan rendah. “Saya kira inovasi dari turin Antasena ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasinya,” katanya.

Menurut Deen, PLTB ini sangat dibutuhkan untuk PLN dalam membantu suplai listrik di daerah 3T. Sehingga, untuk meningkatkan ketersediaan listrik disana, perlu adanya solusi yang tepat dari teknologi yang mutakhir. “Selain bisa diterapkan di daerah 3T dan PLN akan membantu penuh desain, prototype, produksi massal, dan instalasi disana, sehingga bisa digunakan langsung oleh masyarakat,” ujar Deendarlianto.

Deen menjelaskan, turbin Antasena ini memiliki koefisien data (Cp) blade hingga 55% dan material yang ramah lingkungan menggunakan komposit dengan filler karbon yang diambil dari limbah karbon PLTU.  Setiap proses pembuatan Turbin Angin Antasena menggambarkan komitmen para peneliti untuk membawa masa depan Indonesia menjadi lebih hijau dan lebih baik dan menjadi solusi terbaik bagi daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh energi konvensional.

Penulis : Lintang

Editor   : Gusti Grehenson

Artikel Optimalkan EBT, UGM Kembangkan Turbin ‘Antasena’ untuk Daerah 3T pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/optimalkan-ebt-ugm-kembangkan-turbin-antasena-untuk-daerah-3t/feed/ 0