ekonomi hijau Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/ekonomi-hijau/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Sun, 06 Oct 2024 04:16:32 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Industri Perlu Memperhatikan Pembangunan Ekonomi Hijau  https://ugm.ac.id/id/berita/industri-perlu-memperhatikan-pembangunan-ekonomi-hijau/ https://ugm.ac.id/id/berita/industri-perlu-memperhatikan-pembangunan-ekonomi-hijau/#respond Sun, 06 Oct 2024 03:27:33 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71274 Kondisi perubahan iklim semakin ekstrim dan membutuhkan perhatian lebih dalam penanganannya. Adanya perubahan kondisi lingkungan ini mengharuskan dunia industri untuk juga berpihak dalam perbaikan dan pelestarian lingkungan dan penghijauan. Keberpihakan dan komitmen tersebut diharapkan bisa mendongkrak produk industri di Indonesia dapat maju dan bersaing ditingkat global. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam seminar yang […]

Artikel Industri Perlu Memperhatikan Pembangunan Ekonomi Hijau  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kondisi perubahan iklim semakin ekstrim dan membutuhkan perhatian lebih dalam penanganannya. Adanya perubahan kondisi lingkungan ini mengharuskan dunia industri untuk juga berpihak dalam perbaikan dan pelestarian lingkungan dan penghijauan. Keberpihakan dan komitmen tersebut diharapkan bisa mendongkrak produk industri di Indonesia dapat maju dan bersaing ditingkat global. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam seminar yang bertajuk “Green Economy-Green Job: Tantangan dan Solusi untuk Indonesia”, Jumat (4/10), di auditorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM.

Prof. Dr. Anwar Sanusi, M.P.A., Ph.D. sebagai Sekretaris Jenderal Kemnaker RI mengatakan salah satu tantangan yang perlu direspons oleh dunia industri saat ini adalah kondisi tenaga kerja yang masih memiliki pendidikan rendah, namun juga pada kegiatan ekonomi yang kini tidak bergantung langsung dengan eksploitasi alam secara langsung.”Adanya tantangan ini, menurut Anwar, dapat ditangani dengan pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja agar link and match dengan kondisi industri,” jelasnya.

Sosiolog UGM, Fina Itriyati, Ph.D., menuturkan green job atau pekerjaan hijau sebagai pekerjaan yang layak dan mempunyai kontribusi untuk lingkungan. Green job, menurutnya, juga merupakan upaya untuk mengurangi konsumsi energi atau bahan baku dan yang paling penting adalah bagaimana pekerjaan hijau ini tidak hanya dapat dilakukan oleh oligarki atau masyarakat yang memiliki modal saja, tetapi juga masyarakat di kelas bawah. “Untuk itu, perlu regulasi yang kuat dalam pengimplementasiannya dan juga didukung oleh peran oleh perusahaan untuk berkomunikasi dengan komunitas agar dapat menjalin kesadaran baru di tingkat masyarakat,” katanya.

Amalia Prabowo, President Director ExportHub.id hadir sebagai praktisi dan membagikan pengalaman dan tantangan yang dihadapi di dunia industri menjelang green economy dan green job. “Yang kami lakukan adalah mempertemukan akademisi-akademisi dengan UMKM yang ada di daerah untuk kemudian hasil dari kerja sama tersebut kami bantu untuk paparkan dan pasarkan secara global,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan dalam dunia industri hari ini adalah bagaimana kesiapan usaha di Indonesia yang belum sanggup untuk mempersiapkan dirinya untuk menghadapi paparan global sehingga produk Indonesia sangat jarang, bahkan tidak ditemui di marketplace global. “Ini yang perlu diubah, yaitu perlu digitalisasi supaya usaha di Indonesia dapat maju dan bersaing di global,” pungkasnya.

Sementara Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D. yang saat ini menjabat sebagai Direktur Akademi Inovasi Indonesia menyebutkan indeks produktivitas tenaga kerja di Indonesia rendah, utamanya bila dibandingkan dengan indeks negara-negara Asia Tenggara lainnya. “Solusi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produktivitas ini adalah dengan melatih mereka dengan softskill,” ucapnya.

Penulis : Lazuardi

Editor   : Gusti Grehenson

Foto     : Donnie

Artikel Industri Perlu Memperhatikan Pembangunan Ekonomi Hijau  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/industri-perlu-memperhatikan-pembangunan-ekonomi-hijau/feed/ 0
Rektor UGM Beri Ucapan Selamat Atas Penganugerahan Doktor Kehormatan Airlangga Hartarto https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-ugm-beri-ucapan-selamat-atas-penganugerahan-doktor-kehormatan-airlangga-hartarto/ https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-ugm-beri-ucapan-selamat-atas-penganugerahan-doktor-kehormatan-airlangga-hartarto/#respond Wed, 22 May 2024 03:52:12 +0000 https://ugm.ac.id/rektor-ugm-beri-ucapan-selamat-atas-penganugerahan-doktor-kehormatan-airlangga-hartarto/ Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI,   Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU., mendapat gelar doktor honoris causa dari  Universitas Nasional Gyeongsang (GNU), di Kota Jinju, Korea Selatan, Selasa (21/5). Pemberian gelar doktor kehormatan ini diberikan langsung oleh Rektor Prof. Kwon Soon-Ki atas upaya dan kontribusi Airlangga dalam mendorong kerja sama kedua negara di bidang ekonomi, perdagangan, […]

Artikel Rektor UGM Beri Ucapan Selamat Atas Penganugerahan Doktor Kehormatan Airlangga Hartarto pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI,   Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU., mendapat gelar doktor honoris causa dari  Universitas Nasional Gyeongsang (GNU), di Kota Jinju, Korea Selatan, Selasa (21/5). Pemberian gelar doktor kehormatan ini diberikan langsung oleh Rektor Prof. Kwon Soon-Ki atas upaya dan kontribusi Airlangga dalam mendorong kerja sama kedua negara di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan  pendidikan.

Atas penganugerahan gelar doktor kehormatan ini,  Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed, Sp.OG(K), Ph.D.,  menyampaikan ucapan selamat kepada Menteri Airlangga beserta keluarga. ”Semoga dengan penganugerahan ini semakin meningkatkan pengabdian Bapak Airlangga dalam memajukan perekonomian Indonesia dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” katanya,  Rabu (22/5).

Rektor mengatakan Airlangga Hartarto merupakan alumnus Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Gadjah tahun 1987 dalam kapasitasnya sekarang ini sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI telah ikut memberikan kontribusi dalam menjaga perekonomian Indonesia tetap terjaga di tengah penurunan pertumbuhan ekonomi global pasca pandemi covid-19. “Kita patut apresiasi bahwa Indonesia juga berhasil melewati kontraksi ekonomi yang disebabkan oleh Pandemi Covid-19,” paparnya.

Dalam pidato penganugerahan, Airlangga Hartarto menyampaikan cetak biru perekonomian pemerintah Indonesia untuk dua dekade mendatang yang dikenal sebagai Visi Indonesia 2045. Menurut Airlangga, Pemerintah RI menargetkan untuk memperluas ukuran perekonomian enam kali lipat dari PDB nominal saat. “Pendapatan nasional per kapita akan mencapai USD30.000 pada tahun 2045, jauh di atas ambang batas minimum tingkat pendapatan negara maju,” ungkapnya.

Berdasarkan visi 2045 ini, Indonesia diharapkan berada dalam daftar lima negara dengan perekonomian terbesar di dunia dimana saat ini berada di peringkat ke-16. Termasuk  juga target-target lain dalam hal stabilitas harga, penciptaan kualitas lapangan kerja untuk mengatasi tingkat pengangguran, perluasan kelas menengah, pengurangan kemiskinan dan penciptaan rasa keadilan di antara lebih dari 300 juta penduduk pada tahun 2045.

Untuk mencapai Visi Indonesia 2045, Airlangga menegaskan perekonomian Indonesia perlu mencapai rata-rata pertumbuhan PDB riil tahunan sekitar 6-7%. Meski bukan tugas yang sangat mudah dalam mempertahankan pertumbuhan PDB tersebut, terutama di tengah tantangan global dan transformasi ekonomi struktural dalam negeri saat ini. Namun Airlangga optimis dengan strategi pemerintah yang selalu berwawasan ke depan dengan ditopang lewat kebijakan diversifikasi struktur ekonomi,  meningkatkan produktivitas, dan daya saing serta berkomitmen dalam melaksanakan pembangunan hijau dan berkelanjutan  “Kita tidak hanya perlu menjaga perekonomian kita dari ketidakpastian global, namun kita juga perlu mendorong transformasi cepat menuju ekosistem ekonomi hijau dan digital yang baru. Selain itu, kita juga menghadapi perubahan lanskap demografi dimana negara ini akan memasuki fase penuaan populasi,” pungkasnya.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Dok. Instagram Airlangga Hartarto

Artikel Rektor UGM Beri Ucapan Selamat Atas Penganugerahan Doktor Kehormatan Airlangga Hartarto pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/rektor-ugm-beri-ucapan-selamat-atas-penganugerahan-doktor-kehormatan-airlangga-hartarto/feed/ 0
FEB UGM Kelola Sampah Secara Mandiri https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-kelola-sampah-secara-mandiri/ https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-kelola-sampah-secara-mandiri/#respond Tue, 16 Apr 2024 09:36:43 +0000 https://ugm.ac.id/feb-ugm-kelola-sampah-secara-mandiri/ Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM meluncurkan program-program pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Tidak hanya berfokus pada upaya pengurangan sampah, tetapi juga pada pemanfaatan kembali sampah sebagai sumber daya ekonomi yang bernilai. “FEB UGM mengembangkan program-program inovatif dalam pengelolaan sampah sebagai langkah nyata dalam mendukung aspek keberlanjutan. Langkah-langkah yang diambil adalah bagian dari komitmen kami […]

Artikel FEB UGM Kelola Sampah Secara Mandiri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM meluncurkan program-program pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Tidak hanya berfokus pada upaya pengurangan sampah, tetapi juga pada pemanfaatan kembali sampah sebagai sumber daya ekonomi yang bernilai. “FEB UGM mengembangkan program-program inovatif dalam pengelolaan sampah sebagai langkah nyata dalam mendukung aspek keberlanjutan. Langkah-langkah yang diambil adalah bagian dari komitmen kami untuk menerapkan budaya berkelanjutan dan menciptakan perubahan positif yang dimulai dari lingkungan kampus dan memiliki societal impact bagi masyarakat,” kata Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., AK., CA., Selasa (16/4).

Didi Achjari menyebutkan pengelolaan sampah di FEB UGM dilakukan dengan cara mengolah sampah organik menjadi pupuk yang dimanfaatkan untuk pembuatan biopori di lingkungan kampus. Selain itu, FEB UGM juga mendorong pengurangan penggunaan sampah plastik dengan menggalakkan penggunaan termos air minum pribadi (tumbler) bagi warganya dan menyediakan air minum isi ulang gratis melalui water fountain. “Kita mendorong kesadaran dan partisipasi mahasiswa, dosen, serta staf profesionalnya untuk mewujudkan ekonomi hijau di kampus. Salah satu inisiatif yang diambil untuk mendukung pembangunan ekonomi hijau dengan menerapkan pengurangan sampah plastik,”  katanya.

Kebijakan ini menurut Didi sejalan dengan semangat untuk menekan limbah plastik dari konsumsi botol minuman dalam kemasan yang sulit terurai dan merusak lingkungan. Meski diakui saat ini FEB UGM memang belum sepenuhnya lepas dari penggunaan plastik dalam aktivitas kampusnya. Namun begitu, sejumlah langkah konkret telah diterapkan untuk mengelola sampah plastik yang dihasilkan, salah satunya melalui gerakan memilah sampah menurut jenisnya.

Selain itu,  langkah inovatif lain yang dilakukan oleh FEB UGM adalah mengelola limbah makanan dari kantin kampus untuk digunakan sebagai pakan ternak unggas dan ikan. Upaya tersebut merupakan langkah yang mampu menciptakan nilai tambah dari produk yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi sesuatu yang berdaya dan bernilai guna.

Langkah-langkah yang dilakukan FEB UGM ini mendapatkan dukungan positif dari mahasiswa dan staf kampus. Salah satunya dari Dosen Departemen Manajemen, R. Muhammad Fajri, S.E., M.B.A. Menurutnya, FEB UGM telah melakukan strategi cukup memadai untuk mengurangi timbulan sampah anorganik dan mengolah sampah organik. “Saya kira, pengelolaan sampah organik yang dilakukan sudah memadai dengan mengolah sampah taman dan limbah makanan menjadi pupuk,” ujarnya.

Terkait sampah anorganik, Fajri menilai positif adanya gerakan penggunaan tumbler yang dikenalkan di FEB UGM dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan tumbler dinilainya cukup efektif mengurangi limbah air minum dalam kemasan. Namun penggunaan kemasan makanan dan minuman di kantin dan kafe belum menggunakan bahan ramah lingkungan.“ Penyediaan konsumsi di FEB UGM juga sudah mulai mengurangi kemasan kotak. Tapi masih diperlukan upaya untuk menekan penggunaan kemasan sekali pakai di kantin maupun kafe di FEB dengan menggunakan kemasan ramah lingkungan,” usulnya.

Sementara, Akbar Rahul Muafan, mahasiswa Prodi Manajemen merasakan dampak positif dari gerakan pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pihak kampus menjadikan kampus terlihat lebih bersih, nyaman, dan ramah lingkungan. Ia pun berharap ke depan kesadaran mahasiswa untuk turut berpartisipasi secara aktif mendukung kebijakan fakultas dalam pengelolaan sampah dapat meningkat.

Rizqi Akhyar Prasetya, mahasiswa Prodi Ilmu Ekonomi angkatan 2021, mengaku anjuran penggunaan tumbler berkontribusi nyata dalam mengurangi konsumsi atau penggunaan botol plastik sehingga dapat menurunkan jumlah sampah plastik di sekitar kampus. “Meski tidak dirasakan secara langsung, tetapi saya yakin hal tersebut secara bertahap dapat membuat lingkungan menjadi lebih bersih,” tambah Rizqi.

Selain untuk mewujudkan kampus yang bersih dan hijau, program pemilahan dan pengelolaan sampah yang dilakukan oleh FEB UGM ini bertujuan untuk mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDG) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Program ini sejalan dengan poin 12 SDGs yakni bentuk tanggung jawab atas konsumsi dan produksi yang telah dilakukan.

Penulis: Humas FEB UGM/Kurnia Ekaptiningrum

Editor: Gusti Grehenson

Artikel FEB UGM Kelola Sampah Secara Mandiri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-kelola-sampah-secara-mandiri/feed/ 0