DPP UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/dpp-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 19 Jul 2024 04:07:32 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Program Pascasarjana UGM Ikut Dikenalkan ke Akademisi Internasional di Konferensi AAS-in Asia 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/program-pascasarjana-ugm-ikut-dikenalkan-ke-akademisi-internasional-di-konferensi-aas-in-asia-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/program-pascasarjana-ugm-ikut-dikenalkan-ke-akademisi-internasional-di-konferensi-aas-in-asia-2024/#respond Thu, 11 Jul 2024 01:47:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66739 Kolaborasi antara Direktorat Pendidikan dan Pengajaran, Direktorat Penelitian, dan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat ditunjukkan dalam partisipasi ketiganya di stan bersama di ajang Konferensi Association for Asian Studies (AAS) in Asia yang berlangsung 9-11 Juli 2024 di Grha Sabha Pramana UGM. Keikutsertaan ketiganya dalam rangka menyosialisasikan program penerimaan mahasiswa Pascasarjana sekaligus menjaring minat akademisi internasional untuk […]

Artikel Program Pascasarjana UGM Ikut Dikenalkan ke Akademisi Internasional di Konferensi AAS-in Asia 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kolaborasi antara Direktorat Pendidikan dan Pengajaran, Direktorat Penelitian, dan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat ditunjukkan dalam partisipasi ketiganya di stan bersama di ajang Konferensi Association for Asian Studies (AAS) in Asia yang berlangsung 9-11 Juli 2024 di Grha Sabha Pramana UGM. Keikutsertaan ketiganya dalam rangka menyosialisasikan program penerimaan mahasiswa Pascasarjana sekaligus menjaring minat akademisi internasional untuk melanjutkan studi di UGM.

”Ini ajang yang bagus untuk mengenalkan program Pascasarjana UGM terutama yang bisa dituju oleh calon mahasiswa asing, seperti program double degree, joint degree, atau beasiswa kemitraan lainnya yang bersifat global dan diperuntukkan bagi warga negera asing,” jelas Sri Haryanti, Koordinator Promosi dan Kesekretariatan Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM.

Lebih lanjut Sri Haryanti menjelaskan program double degree atau gelar ganda yang diselenggarakan oleh UGM, berkolaborasi dengan setidaknya satu mitra dari universitas lain di luar negeri yang mempunyai program studi berbeda pada jenjang yang sama atau berbeda. ”Materi yang ditawarkan pada program ini pun sangat bervariasi, menyasar pada disiplin ilmu dan isu-isu tematik dalam lingkup global Asia, seperti sejarah, literatur, agama, film, politik, ketenagakerjaan, gender, arkeologi, antroplogi, sosiologi, linguistik, juga studi tentang media, hingga gerakan sosial, sampai kesehatan masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.

Sedangkan untuk program joint degree atau program gelar bersama, skemanya hampir sama dengan double degree, bedanya untuk joint degree program studi dan jenjang yang ditempuh sama, sehingga menghasilkan 1 (satu) gelar yang merupakan pengakuan atas hasil pendidikan yang ditempuh. Dalam pameran ini, UGM juga secara gamblang memberikan informasi seputar tata cara pendaftaran khusus mahasiswa asing, baik proses, prosedur maupun kelengkapan berkasnya. ”Sudah ada petugas yang siap siaga membantu pengunjung memberikan informasi secara menyeluruh,” tutupnya.

Selain mengenalkan program kuliah pascasarjana bagi akademisi internasional di stan UGM, pengunjung juga bisa mendapatkan informasi seputar program-program kolaborasi kegiatan community service di level  internasional terutama melalui kegiatan KKN-PPM UGM. Pengunjung juga akan mendapatkan informasi berbagai hasil penelitian yang ada di UGM.

Nishit, salah satu peserta Konferensi AAS-in Asia, peneliti dari Jawaharlal Nehru University, India, mengungkapkan perkenalannya dengan UGM dimulai dari seorang teman yang menempuh studi di salah satu Perguruan Tinggi di Yogyakarta. Dari situ Nishit mengetahui UGM sebagai salah satu universitas di Asia. Ini juga yang menarik Nishit datang ke UGM untuk berpartisipasi dalam Konferensi AAS-in Asia ini untuk bertemu dengan para peneliti lainnya di kawasan Asia dan berdiskusi tentang literatur dan film China, utamanya film-film dokumenter sesuai dengan minatnya di Literatur dan Bahasa China.

”Ini adalah konferensi besar, sebelumnya saya sudah pernah berpartisipasi di Konferensi AAS-in Asia di tahun 2023. Namun Indonesia, negara yang sangat indah dan ini dekat dengan India, jadi saya tertarik bergabung lagi tahun ini,” akunya. Di konferensi ini, Nishit juga bergabung di acara panel yang berkorelasi dengan minat studinya, pada literatur dan budaya Cina.

Andre, Profesor di bidang ilmu geografi dari Syracuse University New York, asal Filipina mengaku terkoneksi dengan UGM, sehingga adanya konferensi AAS-in Asia ini membawanya datang ke Jawa untuk pertama kalinya agar lebih mengenal UGM. Di konferensi AAS-in Asia ini Andre turut berpartisipasi dalam riset tentang isu urbanisasi. ”UGM sangatlah besar dan luas. Budaya, rumah, dan atmosfer di UGM mengingatkan saya akan kampung halaman di Filipina. Ini yang membuat saya tertarik untuk lebih terhubung dengan UGM,” tuturnya.

Konferensi AAS-in Asia menjadi wadah bagi para akademisi yang menekuni kajian-kajian tentang Asia untuk bertukar pikiran dan membangun koneksi. Tahun 2024 ini diselenggarakan di UGM dengan dihadiri lebih dari 1.500 peserta dari 43 negara, setelah tahun sebelumnya sukses digelar di Daegu, Korea Selatan.

Penulis: B. Diah Listianingsih

Editor: Triya Andriyani

Artikel Program Pascasarjana UGM Ikut Dikenalkan ke Akademisi Internasional di Konferensi AAS-in Asia 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/program-pascasarjana-ugm-ikut-dikenalkan-ke-akademisi-internasional-di-konferensi-aas-in-asia-2024/feed/ 0
Tes UM UGM CBT 2024 di Pekanbaru Lancar Diikuti 1153 Peserta https://ugm.ac.id/id/berita/tes-um-ugm-cbt-2024-di-pekanbaru-lancar-diikuti-1153-peserta/ https://ugm.ac.id/id/berita/tes-um-ugm-cbt-2024-di-pekanbaru-lancar-diikuti-1153-peserta/#respond Fri, 07 Jun 2024 09:42:14 +0000 https://ugm.ac.id/tes-um-ugm-cbt-2024-di-pekanbaru-lancar-diikuti-1153-peserta/ Sebanyak 1153 peserta mengikuti tes UM UGM CBT 2024 di Pekanbaru. Tes ini telah selesai dilaksanakan pada 30 Mei–1 Juni 2024 bertempat di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinis Riau. Dari 1153 peserta sebanyak 817 peserta mengikuti tes kelompok Saintek, dan 336 lainnya memilih tes kelompok Soshum. Salah satu peserta dari Padang, Azzaindris Leica berujar […]

Artikel Tes UM UGM CBT 2024 di Pekanbaru Lancar Diikuti 1153 Peserta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 1153 peserta mengikuti tes UM UGM CBT 2024 di Pekanbaru. Tes ini telah selesai dilaksanakan pada 30 Mei–1 Juni 2024 bertempat di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinis Riau.

Dari 1153 peserta sebanyak 817 peserta mengikuti tes kelompok Saintek, dan 336 lainnya memilih tes kelompok Soshum. Salah satu peserta dari Padang, Azzaindris Leica berujar senang karena pelaksanaan UM UGM CBT diadakan di Pekanbaru.

”Alhamdulilah saya tadi dari rumah pukul 06.00, cukup dekat dengan kota asal saya di Padang. Saya tidak harus datang ke Jogja,” ungkapnya, Jum’at (30/5).

Azzaindris mengaku sejak dinyatakan tidak diterima melalui jalur SNBP, ia tetap berniat mengikuti tes UM UGM CBT di Pekanbaru. Tes UM UGM CBT di Pekanbaru ia tempuh mengingat besarnya keinginan bisa kuliah di UGM utamanya di Program Studi Manajeman dan Kebijakan Publik sebagai pilihan pertama, dan Sastra Inggris di pilihan kedua.

”Tes di Pekanbaru ini sangat membantu saya mencari Perguruan Tinggi,” ucap siswi SMA Pembangunan Laboratorium UNP.

Pernyataaan senada disampaikan Ratu Jasmine Wahid, peserta tes UM UGM CBT asal SMA Negeri 1 Pekanbaru. Ia merasa terbantu dengan diadakannya tes masuk UGM di Pekanbaru.

”Sangat membantu, apalagi untuk siswa yang di daerah seperti saya, baik untuk kemudahan akses, biaya, dan informasi,” ucapnya yang mengaku berminat memilih Program Studi Pendidikan Dokter ini.

Pun dengan Zara Rafela Nagita yang belum beruntung di jalur SNBP. Keinginan besar bisa kuliah di UGM, ia pun akhirnya mengikuti tes UM CBT di Pekanbaru. Dengan tes model ini, ia merasa sangat terbantu.

”Cukup membantu buat saya, bisa mengikuti tes jalur mandiri  UM UGM CBT. Tentunya lebih dekat dengan kota asal saya,” ucapnya yang mengaku memilih Program Studi Ilmu Komunikasi atau Sosiologi ini.

Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Dr. Sigit Priyanta, S.Si., M.Kom., menjelaskan alasan pemilihan lokasi tes di beberapa daerah selain di Yogyakarta dan Jakarta ini sebagai wujud keterbukaan UGM untuk memberikan akses pendidikan seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa dari seluruh penjuru Indonesia.

”Kami ingin memberikan kemudahan bagi para calon mahasiswa yang berada di wilayah terluar Indonesia, seperti Pekanbaru agar UM UGM CBT ini mudah dijangkau tanpa hambatan jarak dan kendala geografis. Jadi kami mendekatkan diri, agar tes bisa dijangkau oleh putra-putri daerah di wilayah Provinsi Riau dan sekitarnya,” ungkapnya.

Selain Pekanbaru, UGM juga menyelenggarakan UM UGM CBT di daerah lainnya seperti Medan, Balikapapan, Kupang dan Makassar.

Sigit menambahkan dari pantauan data asal peserta yang mengikuti UM UGM CBT di Pekanbaru, peserta terbanyak berasal dari Kota Pekanbaru sebanyak 401 peserta. Diikuti peserta berasal dari Kota Padang (97), Kabupaten Bengkalis (88), Kota Batam (54), (36) dan daerah-daerah seputar Provinsi Riau.

Dr. Sri Mulyana, M.Kom., Penanggungjawab Lokasi UM UGM CBT Lokasi Pekanbaru, menyatakan pelaksanaan tes UM UGM CBT di lokasi Pekanbaru berjalan dengan lancar. Disebutnya Tim Teknis dari UGM dua hari sebelum tes sudah siap berada di lokasi.

Berbagai persiapan dilakukan diantaranya setting jaringan dan melakukan uji coba. Dalam pelaksanaannya Tim Teknis UGM bergabung dengan Panitia Lokal dari Kagama Provinisi Riau bersama penanggungjawab ruangan dan pengawas.

”Semua persiapan dilakukan dan berkoordinasi sesuai dengan ketentuan Panitia Pusat UGM. Tempat tes di BPMP Provinsi Riau, kami menggunakan 5 ruangan dengan kapasitas ruangan 80 orang, 60 orang dan 40 0rang. Tes berlangsung selama 3 hari. Hari pertama, 2 sesi, hari kedua dan ketiga, 1 sesi,” terang Sri Mulyana.

Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk langkah pengamanan panitia tetap menegakkan aturan sesuai dengan prosedur dan ketentuan dari Panitia Pusat UGM. Dengan jeli panitia melakukan pengecekan atau kontrol satu per satu setiap peserta sebelum masuk ke ruang tes dengan menggunakan metal detector.

Semua peralatan yang tidak diperlukan untuk tes, wajib dimasukan ke dalam tas dan tidak boleh dibawa masuk ke ruangan, seperti jam tangan, dan handphone. Alat tulis pun hanya diperbolehkan yang diperlukan untuk keperluan corat-coret terkait pengerjaan tes menggunakan tablet.

Begitu pula dengan kelengkapan dokumen persyaratan yang harus dibawa oleh peserta juga menjadi ketentuan wajib yang harus diperiksa sebelum tes berlangsung. Sri Mulyana mengapresiasi kebersamaan dan kekompakan antara Panitia Lokal, Penanggung Jawab Ruangan dan Pengawas yang sudah bekerjasama dengan baik untuk kelancaran tes.

”Mudah-mudahan kerjasama dengan Kagama ini bisa ditingkatkan ke depannya sehingga bisa sama-sama menjaring calon-calon terbaik di Provinsi Riau,” ungkapnya.

Penulis: B. Diah Listianingsih/ DPP UGM

Artikel Tes UM UGM CBT 2024 di Pekanbaru Lancar Diikuti 1153 Peserta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tes-um-ugm-cbt-2024-di-pekanbaru-lancar-diikuti-1153-peserta/feed/ 0
Sebanyak 1.215 Peserta Mengikuti Tes UM UGM CBT di Medan https://ugm.ac.id/id/berita/sebanyak-1-215-peserta-mengikuti-tes-um-ugm-cbt-di-medan/ https://ugm.ac.id/id/berita/sebanyak-1-215-peserta-mengikuti-tes-um-ugm-cbt-di-medan/#respond Tue, 04 Jun 2024 12:16:01 +0000 https://ugm.ac.id/sebanyak-1-215-peserta-mengikuti-tes-um-ugm-cbt-di-medan/ Sebanyak 1.215 peserta mengikuti Ujian Masuk UGM Computer Based Test (CBT) di Medan pada 31 Mei–1 Juni 2024. Tes yang berlangsung selama 2 hari ini bertempat di Aula Raja Inal Siregar, Kompleks Kantor Gubernur Sumatera Utara Medan. Menurut Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Sc., Ph.D., pelaksanaan UM UGM CBT di […]

Artikel Sebanyak 1.215 Peserta Mengikuti Tes UM UGM CBT di Medan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 1.215 peserta mengikuti Ujian Masuk UGM Computer Based Test (CBT) di Medan pada 31 Mei–1 Juni 2024. Tes yang berlangsung selama 2 hari ini bertempat di Aula Raja Inal Siregar, Kompleks Kantor Gubernur Sumatera Utara Medan.

Menurut Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Sc., Ph.D., pelaksanaan UM UGM CBT di Medan sebagai upaya UGM untuk memberikan kemudahan bagi para calon mahasiswa yang berada di wilayah Sumatera Utara untuk mengikuti Tes UM UGM CBT ini. Dari 1.215, sebanyak 804 peserta mengikuti Tes UM UGM CBT kelompok Saintek dan 411 mengikuti tes kelompok Sosial humaniora.

”Kami ingin menjangkau calon-calon mahasiswa di seluruh indonesia bisa mengikuti tes seleksi UGM tanpa hambatan jarak. Jadi kami mendekatkan diri, agar tes bisa dijangkau oleh putra-putri daerah di wilayah Medan dan sekitarnya,” ungkapnya.

Gandes menuturkan selain mendekatkan secara geografis, pelaksanaan tes di beberapa daerah juga sebagai wujud keterbukaan UGM untuk memberikan akses pendidikan seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa dari seluruh penjuru Indonesia. Hasil pantuan data dari 5 Kabupaten dengan peserta terbanyak yang mengikuti UM UGM CBT sebanyak 505 orang berasal dari Kota Medan.

Meski begitu ada pula yang datang dari Kabupaten Deli Serdang (98), Kota Pematang Siantar (58), dan Kabupaten Karo (35), serta Kabupaten Samosir (32) dan sisanya, peserta yang berasal dari kabupaten lainnya di Medan.

Penanggungjawab Lokasi UM UGM CBT Medan, Dr. Medi, M.Kom. menjelaskan Medan menjadi salah satu lokasi tes UM UGM CBT di luar jawa. Daerah lain yang juga  menjadi lokasi tes UM UGM CBT di luar jawa adalah Pekanbaru, Balikpapan, Kupang dan Makassar.

”Pelaksanaan Tes UM UGM CBT di daerah-daerah ini tentunya dengan mengandeng Kagama setempat,” ungkap  Medi.

Aula Raja Inal Siregar dipilih sebagai lokasi tes dikarenakan memiliki kapasitas (daya tampung) yang besar. Sebanyak 500 peserta bisa melakukan tes di lokasi ini, dan lokasi ini sudah menjadi langganan bertahun-tahun untuk pelaksanaan kegiatan UM UGM CBT di Sumatera Utara.

”Di samping bersama Kagama setempat, pelaksanaan tes di aula ini juga melibatkan kerjasama yang terbangun secara apik dengan Pemda Provinsi Sumatera Utara,” imbuhnya.

Para peserta UM UGM CBT mengikuti tes Kemampuan Dasar Umum yang meliputi Matematika Dasar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dilanjutkan dengan Tes Kemampuan Dasar Umum Potensi. Sesuai dengan pilihan kelompok ujian, masing-masing juga mengikuti Tes Kemampuan Akademik Matematika IPA, Fisika dan Kimia untuk Kelompok Ujian Saintek, sedangkan Kelompok Ujian Soshum, mengerjakan Tes Kemampuan Akademik, Ekonomi, Sosiologi dan Sejarah.

Medi menambahkan pemantuan atau pengawasan terhadap peserta tes UM UGM CBT dilakukan secara ketat oleh petugas sesuai prosedur yang sudah ditetapkan. Pengamanan pelaksanaan ujian terdiri dari pengamanan Peralatan, Dokumen dan Peserta Ujian.

”Untuk pengamanan peralatan, kami tempatkan di ruang khusus yang disegel dan dijaga oleh Tim Kemanan Kantor Gubernur. Lalu semua Tim Panitia, Pengawas, Teknisi Ruang, Teknisi Jaringan, Koordinator wajib menggunaan kartu pengenal. Pemeriksaan peserta dilakukan dengan screening menggunakan metal detector dan terpantau CCTV,” tambah Medi.

Para peserta pun tidak dijinkan membawa tas, jam tangan, handphone, selain alat tulis yang digunakan untuk tes. Pengerjaan tes dilakukan secara online menggunakan tablet yang disediakan oleh Panitia.

Keisha Simatupang, salah satu peserta UM UGM CBT asal SMA Negeri 1 Medan mengaku terbantu dengan adanya Tes UM UGM CBT di Medan. Baginya tidak perlu jauh-jauh harus ke Jogja.

”Sangat membantu, menurut saya jaringan untuk tes juga sangat bagus, tidak ngelag-ngelag. Pinginnya masuk di Program Studi Hubungan Internasional sebagai pilihan pertama dan Program Studi Ilmui Komuniksi sebagai pilihan kedua. Ya berharap bisa diterima meski harus mengakui soalnya ujian tidak mudah untuk dijawab,” aku Keisha Simatupang.

Ucapan senada disampaikan Frans Vasqualito Purba, peserta UM UGM CBT asal SMA Santo Thomas 2 Medan. Dengan tes di Medan, katanya merasa lebih dekat mengikuti Tes UM UGM CBT. Dia menilai sarana dan prasarana saat tes cukup lancar dan sangat membantu.

”Fasilitas-fasilitas yang disediakan cukup memadai untuk mengerjakan ujian-ujian yang ada,” ungkapnya.

Frans sangat berharap bisa diterima di Program Studi Teknik Sipil sebagai pilihan pertama dan Arsitektur sebagai pilihan kedua. Ia sangat berharap karena mengaku dapat mengerjakan setiap soal.

”Kalau soalnya masih tergolong bisa dikerjakan, meskipun ada beberapa materi yang mungkin saya belum paham, tapi saya bisa mengerjakan,” ungkapnya.

Penulis: B. Diah Listianingsih

Artikel Sebanyak 1.215 Peserta Mengikuti Tes UM UGM CBT di Medan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sebanyak-1-215-peserta-mengikuti-tes-um-ugm-cbt-di-medan/feed/ 0
UGM Terjun di Kaltara, Perluas Akses Pendidikan Wilayah 3T https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-terjun-di-kaltara-perluas-akses-pendidikan-wilayah-3t/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-terjun-di-kaltara-perluas-akses-pendidikan-wilayah-3t/#respond Thu, 30 May 2024 06:36:05 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-terjun-di-kaltara-perluas-akses-pendidikan-wilayah-3t/ UGM memperluas akses pemerataan seleksi mahasiswa baru untuk wilayah-wilayah terluar di Indonesia melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul Wilayah Afirmasi dan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Kali ini perluasan akses dengan penyampaian informasi Program Afirmasi UGM menyasar di Kalimantan Utara. Pemerataan akses dilakukan dengan mengelar sosialisasi penerimaan mahasiswa baru jalur PBU bagi calon-calon mahasiswa potensial […]

Artikel UGM Terjun di Kaltara, Perluas Akses Pendidikan Wilayah 3T pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
UGM memperluas akses pemerataan seleksi mahasiswa baru untuk wilayah-wilayah terluar di Indonesia melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul Wilayah Afirmasi dan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Kali ini perluasan akses dengan penyampaian informasi Program Afirmasi UGM menyasar di Kalimantan Utara.

Pemerataan akses dilakukan dengan mengelar sosialisasi penerimaan mahasiswa baru jalur PBU bagi calon-calon mahasiswa potensial bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara pada hari Kamis (16/5). Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Universitas Kalimantan Utara dengan menghadirkan pembicara Kepala Subdirektorat Pengembangan Pendidikan dan Pengajaran Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Ir. Endang Sulastri, S.Pt., M.A., Ph.D., IPM.

Dalam kesempatan ini, Endang Sulastri menyampaikan Program Jalur Penelusuran Bibit Unggul Wilayah Afirmasi dan Daerah 3T sebagai wujud penyelenggaran kegiatan tridarma UGM yang meliputi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

”Di sini saya tentunya berharap nantinya akan banyak bibit-bibit unggul dari daerah yang menempuh pendidikan program sarjana di UGM, lalu bisa lulus dan pulang membangun kembali daerahnya dengan bekal ilmu yang sudah didapat,” ungkapnya.

Dalam presentasinya, Endang mengajak para peserta mengenal lebih dekat UGM. Pemaparan informasi terkait  keunggulan dan prospek karier di tiap program studi di UGM dihadirkan untuk menambah wawasan dan minat para peserta, termasuk informasi seputar prosedur dan persyaratan pendaftaran jalur Penelusuran Bibit Unggul.

Dia menyampaikan pula untuk jalur PBU ini, UGM membuka seleksi melalui 3 skema, yaitu Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM), Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB), dan Penelusuran Bibit Unggul Wilayah Afirmasi dan Daerah 3T penyelenggara kegiatan tridarma UGM. Khusus PBU Wilayah Afirmasi dan 3T ini, pendaftar harus mendapatkan rekomendasi dari Kagama, Pemerintah Daerah (Pemerintah Provinsi/Pemerintah Kabupaten) dan Kepala Dinas Pendidikan setempat.

Disebutkan bahwa wilayah yang termasuk dalam kategori afirmasi dan 3T ini juga harus wilayah yang sudah ditetapkan sesuai dengan Surat Keputusan Rektor. ”Jadi untuk wilayah afirmasi dan 3T ini sudah ada ketentuannya. Daftar wilayahnya bisa dilihat di laman um.ugm.ac.id,” terangnya.

Endang menandaskan pemerintah daerah juga harus menyatakan kesanggupan menanggung biaya hidup dan biaya pendidikan selama mahasiswa menempuh pendidikan di UGM, termasuk apabila diperlukan matrikulasi. Pun dengan program studi yang dipilih oleh pendaftar untuk jalur PBU Afirmasi dan 3T harus sesuai dengan Rencana Pengembangan Keunggulan Daerah.

Untuk sekolah, katanya, yang perlu diperhatikan dari jalur PBU Afirmasi dan 3T ini adalah siswa yang bersangkutan harus masuk 25 persen terbaik di kelasnya. Sehingga ada syarat prestasi akademik yang diwajibkan, dan jika pendaftar memiliki prestasi di luar prestasi akademik harus dilampirkan.

”Lampiran itu harus disertakan sebagai penilaian. Terlebih bukti semacam itu berupa sertifikat kejuaraan dalam ajang prestasi yang diakui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Semua informasi lengkap terkait jalur prestasi ini, calon mahasiswa bisa melihat detailnya di laman um.ugm.ac.id,” paparnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara, Ir. Heri Rudiyono, M.Si., saat membuka sosialisasi menyebutkan Kalimantan Utara saat ini memiliki potensi lebih dari 20 pabrik, dan ada sekitar 53 perkebunan kepala sawit. Dengan potensi tersebut maka dibutuhkan tenaga-tenaga terampil yang berasal dari putra putri daerah.

”Saya mengimbau putra-putri daerah untuk tidak minder. Ada jalur masuk yang bisa ditempuh melalui program afirmasi dan 3T ini. Jangan sampai melewatkan kesempatan ini hanya karena informasi yang tidak sampai,” ungkapnya.

Melihat pentingnya kebutuhan tersebut, katanya, Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Utara mengundang dan mendatangkan narasumber dari UGM secara langsung. Dengan cara ini harapannya para calon-calon potensial dari Kaltara bisa memanfaatkan untuk menggali berbagai informasi seputar jalur PBU Afirmasi dan 3T sedetail mungkin.

Tidak sia-sia Tim UGM datang langsung ke Kaltara. Hal tersebut terlihat dari antusias para peserta menyimak pemaparan dari narasumber. Para peserta yang merupakan siswa dan guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) se-Kalimantan Utara ini mengikuti sosialisasi tidak hanya secara offline, tapi juga secara online.

 

Penulis: B. Diah Listianingsih/ DPP UGM

Artikel UGM Terjun di Kaltara, Perluas Akses Pendidikan Wilayah 3T pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-terjun-di-kaltara-perluas-akses-pendidikan-wilayah-3t/feed/ 0