DPKM UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/dpkm-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 24 Dec 2024 02:05:35 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Tata Kelola Sampah yang Berkelanjutan di DIY https://ugm.ac.id/id/berita/mewujdukan-pendidikan-inklusif-dan-tata-kelola-sampah-yang-berkelanjutan-di-diy/ https://ugm.ac.id/id/berita/mewujdukan-pendidikan-inklusif-dan-tata-kelola-sampah-yang-berkelanjutan-di-diy/#respond Tue, 24 Dec 2024 01:29:56 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74180 Kontribusi nyata Universitas Gadjah Mada untuk mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) semakin gencar dilakukan. Belum lama ini, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM selaku koordinator Regional Center of Expertise (RCE) Yogyakarta kembali menggelar Workshop dan Expo mengangkat dua isu penting berupa pendidikan inklusif yang berkualitas dan solusi permasalahan tata kelola sampah. Rangkaian kegiatan ini meliputi […]

Artikel Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Tata Kelola Sampah yang Berkelanjutan di DIY pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kontribusi nyata Universitas Gadjah Mada untuk mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) semakin gencar dilakukan. Belum lama ini, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM selaku koordinator Regional Center of Expertise (RCE) Yogyakarta kembali menggelar Workshop dan Expo mengangkat dua isu penting berupa pendidikan inklusif yang berkualitas dan solusi permasalahan tata kelola sampah. Rangkaian kegiatan ini meliputi diskusi panel, presentasi program kerja RCE Yogyakarta 2024, Focus Group Discussion (FGD) dan juga expo komunitas.di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK).

Direktur DPkM UGM, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes, mengajak pegiat pendidikan untuk berpartisipasi aktif dalam memperjuangkan pendidikan inklusif, khususnya pegiat pendidikan yang berasal dari komunitas. Selain itu, Rustamaji juga menyinggung terkait isu soal kedaruratan sampah yang masih menjadi permasalahan di Kota Yogyakarta. “Kita masih memiliki masalah dalam pemilahan, daur ulang dan sebagainya. Masalah ini harus kita akui dan kita wajib carikan solusi penyelesaiannya,” tuturnya.

Totok Pratopo, Ketua Pemerti Kali Code sekaligus anggota senior RCE Yogyakarta mengungkapkan bahwa sejak pandemi, hampir nihil bantuan dari pemerintah dalam pengelolaan sampah di kota Yogyakarta. Menurutnya, dahulu, pemerintah selalu mendukung dengan membayar masyarakat untuk membersihkan sungai. Namun saat ini, semuanya diperbantukan di depo-depo sampah. Ia juga mengungkapkan ketika adanya desentralisasi pengelolaan sampah, sungai menjadi kotor dan tercemar karena banyak yang membuang sampah ke sungai. “Ketika ada sampah-sampah di pinggir jalan, banyak masyarakat yang melapor dan bisa segera ditindaklanjuti, tapi kalau dibuangnya di sungai gimana? Kami belum punya CCTV, yang dari pemerintah cuma ada empat, tentu kami sangat kewalahan,” ucapnya.

Ia menegaskan saat ini Pemerti Kali Code tengah berupaya menggerakkan masyarakat untuk mencintai lingkungan, mencintai sungai. Membuat sungai menjadi cantik, membuka mata air, membudidayakan bunga dan lebah, membuat kampung menjadi ramah anak, hingga membuka sekolah sungai pemerti Kali Code. Baginya, dukungan pemerintah dan inisiatif kontribusi dari masyarakat sangatlah diperlukan untuk menyelesaikan kedaruratan sampah di Yogyakarta.

Berbeda dengan pengelolaan sampah di Banyumas, Jawa Tengah. Sidik Firmansyah, selaku Ketua TPST Mekarsari, Banyumas, mengungkapkan bagaimana permasalahan sampah di Banyumas dalam mengatasi permasalahan sampah sejak tahun 2019 silam. Firmansyah mengungkapkan bahwa dukungan pemerintah dan inisiatif kontribusi dari masyarakat sangatlah diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan sampah ini. “Sistem yang kami gunakan untuk pengumpulan sampah ada dua, melalui pengepul dan door to door. Kami di Banyumas juga ada bank sampah, ada masyarakat yang bekerja di bank sampah dan ada juga JekNyong (Ojek’e Inyong) yang mengambil sampah-sampah yang masih memiliki nilai ekonomis. Untuk sampah-sampah yang tidak ada nilai ekonomis, dikelola oleh TPST,” tuturnya.

Pendidikan Inklusif

Yogyakarta memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Pendidikan keberlanjutan menjadi poin penting selain mempertahankan kualitas, sehingga diperlukan kolaborasi untuk menghadapi tantangan pendidikan yang ada saat ini. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Drs. Suhirman, M.Pd., menyoroti program makan siang bersama yang diinisiasi oleh pemerintah. Menurutnya, jika program ini ingin berlanjut, tentunya bukan hanya makanan dan kandungan gizinya saja yang dipikirkan, namun juga tantangan tentang tata kelola sampah yang akan dihadapi setiap hari. “Tantangan kita di dunia pendidikan itu sangat kompleks sekali,” katanya.

Dr. Gunawan Zakki selaku perwakilan UNESCO Jakarta menyadari bahwa pendidikan untuk semua (inklusif) adalah salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Siapapun dengan latar belakang, agama, kemampuan, dan segala perbedaan harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Namun, ketersediaan data difabel yang terverifikasi menjadi kesulitan UNESCO dalam mendukung proses pembuatan kebijakan. “Data ini kami ambil dari riset, studi, dan asesmen, sayangnya tidak terverifikasi sampai 100% padahal data-data ini yang kami gunakan untuk mendukung kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Koordinator Difapedia, Muhammad Karim Amrulloh, S.H., M.H.,menuturkan sebenarnya banyak sekali implementasi untuk mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas untuk semua. Misalnya, UGM dan UNY dengan unit layanan disabilitas. Kampus-kampus juga memberikan pelatihan-pelatihan kepada Dosen. Terdapat juga Organisasi non-profit yang bergerak untuk mendukung misi ini, misalnya Difapedia, Desamind, dan sebagainya yang secara rutin membuat program pelatihan-pelatihan untuk teman-teman difabel agar mereka bisa berdaya. 

Sementara S.R. Widyastuti, S.Psi., selaku pendiri Sekolah Tumbuh menjelaskan, terkait intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler di Sekolah Tumbuh sebenarnya sama seperti sekolah lainnya. Namun demikian, ada perbedaan pengintegrasian supaya semua anak yang beragam kebutuhannya dapat menerima dengan baik materi yang diajarkan. Ada adaptasi penting perlu dilaksanakan, yaitu adaptasi kurikulum dan adaptasi lingkungan belajar. Adaptasi kurikulum mencakup dua hal, yaitu substitusi di mana Sekolah Tumbuh berusaha mengganti materi yang tidak relevan dengan materi yang lebih sesuai dengan kemampuan siswa. Ada pula modifikasi di mana Sekolah Tumbuh menyederhanakan kompetensi atau tujuan pembelajaran sesuai dengan hasil asesmen. “Untuk adaptasi lingkungan, Sekolah Tumbuh sangat memperhatikan sekali terkait manajemen kelas inklusif, penggunaan bahasa yang sesuai, hingga sarana dan prasarana juga turut diperhatikan,” pungkasnya.

Penulis : Triya Andriyani

Foto      : Dokumentasi DPKM

Artikel Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Tata Kelola Sampah yang Berkelanjutan di DIY pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mewujdukan-pendidikan-inklusif-dan-tata-kelola-sampah-yang-berkelanjutan-di-diy/feed/ 0
UGM Sukses Selenggarakan Forum Internasional Education for Sustainable Development (ESD) https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-sukses-selenggarakan-forum-internasional-education-for-sustainable-development-esd/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-sukses-selenggarakan-forum-internasional-education-for-sustainable-development-esd/#respond Tue, 17 Dec 2024 02:37:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73928 Universitas Gadjah Mada sebagai koordinator Regional Centre of Expertise (RCE) Yogyakarta melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) sukses menyelenggarakan Forum Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development/ESD) yang ke-12 pada 5-6 Desember silam secara bauran di Hotel MM UGM. Mengangkat tema ‘Membangun Masyarakat yang Tangguh melalui Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan: Memajukan SDGs untuk Planet […]

Artikel UGM Sukses Selenggarakan Forum Internasional Education for Sustainable Development (ESD) pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada sebagai koordinator Regional Centre of Expertise (RCE) Yogyakarta melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) sukses menyelenggarakan Forum Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development/ESD) yang ke-12 pada 5-6 Desember silam secara bauran di Hotel MM UGM. Mengangkat tema ‘Membangun Masyarakat yang Tangguh melalui Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan: Memajukan SDGs untuk Planet yang Lebih Baik dan Berkelanjutan’, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara RCE Yogyakarta dengan Shizuoka University, Jepang, Srinakharinwirot University dan Burapha University, Thailand, Mariano Marcos State University, Filipina, dan Universitas Pendidikan Indonesia. Forum yang mempertemukan para pakar pendidikan, mahasiswa, dan praktisi ini menekankan pada peran penting berbagi pengetahuan dan membangun kemitraan, serta mengupayakan langkah konkret menuju pencapaian SDGs dan mempromosikan keberlanjutan dalam komunitas melalui ESD.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D., mengungkapkan bahwa tantangan yang harus dihadapi dalam membangun masyarakat tangguh dan sesuai tujuan SDGs tentunya membutuhkan solusi yang inovatif serta komitmen dan tindakan kolektif dari semua sektor masyarakat. Ia menekankan UGM sangat berkomitmen untuk mempromosikan keberlanjutan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Sebagai lembaga akademis, kami memahami peran penting kampus untuk memberdayakan individu dan masyarakat  sehingga kapasitas mereka terbangun, hal ini menunjukkan kami selalu berupaya mendorong perubahan yang positif,” ungkapnya.

Ova melanjutkan, keterlibatan UGM dalam Forum ESD ke-12 ini mencerminkan dedikasi universitas untuk berkontribusi pada upaya global guna mengatasi tantangan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang mendesak, khususnya melalui sudut pandang pendidikan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua mitra yang terlibat. Saya yakin upaya kolektif ini bisa menginspirasi generasi muda untuk bertindak lebih bijak demi menciptakan bumi yang lebih berkelanjutan,” tutupnya.

Forum ini dibuka dengan pemaparan dari Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., sebagai keynote speaker terkait upaya UGM dalam mendorong ketahanan masyarakat melalui pembelajaran kolaboratif dan solusi lokal. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya harus menyediakan pendidikan, tetapi juga harus terlibat aktif dengan masyarakat untuk mengatasi tantangan keberlanjutan di tingkat lokal.

Selanjutnya, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., selaku Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) di UGM, berbicara tentang pentingnya pendidikan dalam mendorong dampak di dunia nyata dengan memberikan contoh best practice yang telah dilakukan oleh DPKM. Ia mengungkapkan  UGM percaya pada kekuatan pendidikan untuk mengubah masyarakat. Melalui program seperti KKN-PPM, UGM menghubungkan mahasiswa dengan masyarakat setempat, memberdayakan mereka untuk menerapkan solusi berkelanjutan. “Forum ini berfungsi sebagai platform penting untuk berbagi ide dan membangun kemitraan yang berkontribusi pada pencapaian SDGs,” tuturnya.

Prof. Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM, Manajer ESD Forum ke-12 UGM, menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam memajukan pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan. Menurutnya, ESD Forum merupakan bukti kekuatan kolaborasi global, dengan menyatukan beragam perspektif, ia yakin dapat mengatasi berbagai isu keberlanjutan yang kompleks dari berbagai sudut pandang. “Melalui forum ini, kami berharap dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan, tidak hanya di kalangan akademisi, tetapi juga di masyarakat lokal, tempat dimulainya perubahan yang sesungguhnya.” Tutupnya.

Sepanjang forum, peserta terlibat dalam serangkaian sesi paralel, di mana para ahli membahas implementasi praktis ESD dan berbagi strategi inovatif untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam sistem pendidikan, pengembangan masyarakat, dan pengelolaan lingkungan. Sesi-sesi tersebut mendorong diskusi yang kaya tentang topik-topik seperti peran perangkat digital dalam ESD, integrasi pengetahuan tradisional dengan praktik keberlanjutan modern, dan pembangunan kemitraan yang efektif untuk ketahanan masyarakat.

Selain sesi seminar, Forum ini juga diisi dengan kunjungan lapangan ke Gunungkidul, sebuah kabupaten di Yogyakarta yang terkenal dengan inisiatif pembangunan berkelanjutannya. Peserta mengunjungi proyek-proyek lokal yang didukung oleh mahasiswa UGM melalui program KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Patuk. Program ini memungkinkan mahasiswa untuk bekerja langsung dengan masyarakat dalam mencari solusi berkelanjutan di bidang pendidikan, pertanian, dan pengelolaan lingkungan. Kunjungan ini juga mencakup Rumah Cokelat Gunkid, yang dikelola oleh Kelompok Tani Sarimulyo, untuk menunjukkan bagaimana petani lokal mengintegrasikan praktik pertanian berkelanjutan. Kunjungan lapangan tersebut menyoroti pentingnya proyek yang digerakkan oleh masyarakat dan peran pendidikan dalam mendorong inisiatif tersebut.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Dokumentasi DPKM

Artikel UGM Sukses Selenggarakan Forum Internasional Education for Sustainable Development (ESD) pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-sukses-selenggarakan-forum-internasional-education-for-sustainable-development-esd/feed/ 0
Banjir Melanda Kota Barat Gorontalo, Tim KKN-PPM UGM Ikut Bantu Program Penanggulangan Bencana  https://ugm.ac.id/id/berita/banjir-melanda-kota-barat-gorontalo-tim-kkn-ppm-ugm-ikut-bantu-program-penanggulangan-bencana/ https://ugm.ac.id/id/berita/banjir-melanda-kota-barat-gorontalo-tim-kkn-ppm-ugm-ikut-bantu-program-penanggulangan-bencana/#respond Thu, 25 Jul 2024 11:37:37 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67781 Intensitas hujan yang begitu tinggi melanda Kota Barat, Gorontalo menyebabkan banjir setinggi 1,5 meter di pemukiman warga pada Rabu (10/7) lalu. Sebanyak 7 kelurahan terendam banjir, yakni Dembe I, Pilolodaa, Lekobalo, Buliide, Tenilo, Molosipat W, dan Bulado. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 4.686 rumah warga terendam banjir. Bencana menyebabkan aliran listrik dan air […]

Artikel Banjir Melanda Kota Barat Gorontalo, Tim KKN-PPM UGM Ikut Bantu Program Penanggulangan Bencana  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Intensitas hujan yang begitu tinggi melanda Kota Barat, Gorontalo menyebabkan banjir setinggi 1,5 meter di pemukiman warga pada Rabu (10/7) lalu. Sebanyak 7 kelurahan terendam banjir, yakni Dembe I, Pilolodaa, Lekobalo, Buliide, Tenilo, Molosipat W, dan Bulado. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 4.686 rumah warga terendam banjir. Bencana menyebabkan aliran listrik dan air terhenti sementara. Akibatnya, sebagian besar masyarakat harus mengungsi ke area perbukitan yang lebih tinggi.

Tim KKN-PPM UGM Kerabat Kota Barat yang ditugaskan di Desa Lekobalo dan Pilolodaa, Kota Barat, Gorontalo turut terdampak akibat bencana banjir ini. Upaya evakuasi, revitalisasi, dan penyaluran bantuan terus dilakukan. Kini, meskipun banjir telah surut di beberapa area, Tim Mahasiswa KKN-PPM tetap membantu korban banjir di sejumlah pengungsian, khususnya di area Kelurahan Lekobalo. BNPB mendirikan setidaknya 59 titik pengungsian bagi 7.486 warga. “Akibat banjir ini warga jadi terisolasi karena tidak ada akses, jadi kami membantu menyalurkan bantuan BNPB seperti makanan,” papar Rifal, ketua Tim KKN UGM Kerabat Kota Barat dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (25/7).

Selama banjir terjadi, Tim SAR berupaya melakukan pengerukkan material longsor sehingga air dapat mengalir. Banjir pun mulai surut pada Jumat (12/7) bersamaan dengan menurunnya intensitas hujan. Beberapa akses juga mulai terbuka di area yang lebih jauh dari aliran sungai. Sedangkan sebagian area sepanjang sungai masih terendam hingga setinggi paha. Menurut pengakuan dari kepala kelurahan setempat, Kota Barat memang merupakan daerah rawan banjir, namun banjir kali ini merupakan terparah kedua setelah tahun 2019 silam. Hal ini diindikasikan dari beberapa area yang seharusnya tidak terjangkau banjir, bahkan ikut terendam. “Sulitnya itu karena warga selama tiga hari tidak mendapat akses listrik dan air. Kesulitan untuk minum, MCK, dan melakukan aktivitas lainnya,” tambah Rifal.

Truk pengangkut air PDAM dari pemerintah telah beberapa kali didatangkan untuk warga. Tapi tentunya tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan ribuan warga setiap harinya, mengingat air adalah kebutuhan primer yang krusial.

Akibat bencana banjir tersebut, Walikota Gorontalo menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor. BNPB sendiri mengungkapkan bahwa bencana banjir sulit diatasi karena kondisi geografis Gorontalo yang berupa cekungan. Air dari aliran sungai dan danau Limboto utamanya, sangat mudah untuk naik ke permukaan warga akibat hujan terus menerus. Melihat situasi tersebut, Tim KKN UGM Kota Barat berupaya untuk membantu penanggulangan dan pencegahan bencana melalui kerja sama dengan walikota, Bappeda, dan BNPB. “Kemarin kita sudah diskusikan untuk pembuatan dapur umum bagi warga yang masih mengungsi. Bapak Walikota juga mengunjungi melihat kondisi di sini. Rencananya beberapa program kerja KKN-PPM kami akan dialihkan untuk membantu warga yang terdampak bencana,” jelas Rifal.

Tim KKN-PPM Kota Barat yang terdiri dari berbagai klaster studi akan dibagi untuk mengalihkan proker ke program penanggulangan bencana. Program tersebut antara lain penggalangan dana dan bantuan, pemetaan daerah rawan bencana dan kedalaman banjir, pembuatan dapur umum, edukasi bencana untuk anak-anak, dan lain-lain.

Pengalihan program kerja ini tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat terdampak banjir, namun juga meningkatkan kemampuan mahasiswa agar peka terhadap kondisi masyarakat. Langkah ini menjadi bentuk komitmen bagi Tim KKN-PPM UGM Kota Barat sebagai salah satu unit KKN-PPM di seluruh Indonesia agar mampu meningkatkan kesejahteraan serta pemberdayaan masyarakat.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Banjir Melanda Kota Barat Gorontalo, Tim KKN-PPM UGM Ikut Bantu Program Penanggulangan Bencana  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/banjir-melanda-kota-barat-gorontalo-tim-kkn-ppm-ugm-ikut-bantu-program-penanggulangan-bencana/feed/ 0
UGM, KAGAMA NTT, Mahasiswa KKN-PPM Kolbano Bakti Sosial Bersih-Bersih Pantai Warna Oesapa https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kagama-ntt-mahasiswa-kkn-ppm-kolbano-bakti-sosial-bersih-bersih-pantai-warna-oesapa/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kagama-ntt-mahasiswa-kkn-ppm-kolbano-bakti-sosial-bersih-bersih-pantai-warna-oesapa/#respond Sat, 20 Jul 2024 07:10:48 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67323 Universitas Gadjah Mada, Kagama NTT dan mahasiswa KKN-PPM UGM Sinergi Kolbano melakukan kegiatan bersih-bersih Pantai Warna Oesapa Kupang. Kegiatan bersih-bersih pantai inipun diselingi bakti sosial oleh UGM dan Kagama NTT berupa penyerahan 20 bak sampah kepada masyarakat sekitar pantai.  Kegiatan bakti sosial dan bersih-bersih pantai diikuti Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D, Wakil […]

Artikel UGM, KAGAMA NTT, Mahasiswa KKN-PPM Kolbano Bakti Sosial Bersih-Bersih Pantai Warna Oesapa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada, Kagama NTT dan mahasiswa KKN-PPM UGM Sinergi Kolbano melakukan kegiatan bersih-bersih Pantai Warna Oesapa Kupang. Kegiatan bersih-bersih pantai inipun diselingi bakti sosial oleh UGM dan Kagama NTT berupa penyerahan 20 bak sampah kepada masyarakat sekitar pantai. 

Kegiatan bakti sosial dan bersih-bersih pantai diikuti Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., dan Ketua Pengda KAGAMA NTT sekaligus Direktur Bank TLM, Robert P Fanggidae. Turut pula dalam kegiatan ini Direktur Pengabdian kepada Masyarakat,  Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., Kepala Kantor Alumni, Dr. Sulistyowati, S.S., M.Hum. dan Kasubdit KKN, Prof. Nanung Agus Fitriyanto, M.Sc., Ph.D.

Tidak kurang 28 mahasiswa KKN-PPM, 35 anggota KAGAMA NTT, 17 perwakilan UGM dan 20 staf Bank Tanaoba Lais Manekat meramaikan acara bersih-bersih di Pantai Warna Oesapa Kupang pada hari Sabtu pagi (20/7) hingga siang hari.

Ova Emilia memberikan apresiasi untuk kegiatan bersama bersih-bersih Pantai Warna Oesapa Kupang. Menurutnya pengelolaan sampah telah menjadi konsern semua warga UGM, dan darurat sampah telah terjadi dimana-mana.

“Tidak hanya di Jogja, meski masih ada tempat-tempat kosong yang bisa dijadikan lokasi pembuangan sampah namun semua harus berpikir soal pengelolaan sampah karena membangun kebiasaan bukan hal mudah untuk dilakukan,” katanya.

Rektor mengingatkan jika orang sudah terlanjur membuang sampah sembarangan tentunya akan menjadi beban bagi generasi akan datang. 

Masyarakat harus mulai berpikir soal sustainability (keberlanjutan) demi kehidupan di planet bumi.

Dengan langkah kecil atau usaha kecil yaitu dengan mencoba mengubah cara memperlakukan sampah tentunya akan berdampak kepada lingkungan. Para mahasiswa yang 20 tahun mendatang diharapkan menjadi pemimpin tentunya bisa membawa kebiasaan baru soal pengelolaan sampah ini.

“Harapannya di sini nantinya juga akan ada sistem, dan kota Kupang bisa menjadi percontohan pengembangan pengelolaan sampah. Kita semua, adik-adik mahasiswa KKN-PPM, Kagama dan UGM siap membantu untuk mewujudkan itu,” imbuh Rektor. 

Robert P Fanggidae mengatakan kota Kupang hingga saat ini memang belum memiliki sistem dan tata kelola sampah yang baik. Oleh karena itu, soal pengelolaan sampah ini menjadi pekerjaan rumah Pengda Kagama Kupang dan akan terus dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Kupang.

Dia menyampaikan dengan jumlah penduduk mencapai 444 ribu orang, produksi sampah di Kota Kupang cukup tinggi. Disebutkan kota Kupang menghasilkan 233 ton sampah setiap hari, sementara penanganan bukan dengan pengolahan namun masih dengan penampungan dan pembuangan akhir.

“Tentu saja kita akan terus berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Kupang, berharap nantinya ada sistem dan yang terpenting adalah membangun kesadaran soal ini. Hal ini sangat sulit, namun jika semua masyarakat NTT sadar tentu kita bisa maju,” ungkapnya.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Donnie

Artikel UGM, KAGAMA NTT, Mahasiswa KKN-PPM Kolbano Bakti Sosial Bersih-Bersih Pantai Warna Oesapa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kagama-ntt-mahasiswa-kkn-ppm-kolbano-bakti-sosial-bersih-bersih-pantai-warna-oesapa/feed/ 0
Program Pascasarjana UGM Ikut Dikenalkan ke Akademisi Internasional di Konferensi AAS-in Asia 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/program-pascasarjana-ugm-ikut-dikenalkan-ke-akademisi-internasional-di-konferensi-aas-in-asia-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/program-pascasarjana-ugm-ikut-dikenalkan-ke-akademisi-internasional-di-konferensi-aas-in-asia-2024/#respond Thu, 11 Jul 2024 01:47:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66739 Kolaborasi antara Direktorat Pendidikan dan Pengajaran, Direktorat Penelitian, dan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat ditunjukkan dalam partisipasi ketiganya di stan bersama di ajang Konferensi Association for Asian Studies (AAS) in Asia yang berlangsung 9-11 Juli 2024 di Grha Sabha Pramana UGM. Keikutsertaan ketiganya dalam rangka menyosialisasikan program penerimaan mahasiswa Pascasarjana sekaligus menjaring minat akademisi internasional untuk […]

Artikel Program Pascasarjana UGM Ikut Dikenalkan ke Akademisi Internasional di Konferensi AAS-in Asia 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kolaborasi antara Direktorat Pendidikan dan Pengajaran, Direktorat Penelitian, dan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat ditunjukkan dalam partisipasi ketiganya di stan bersama di ajang Konferensi Association for Asian Studies (AAS) in Asia yang berlangsung 9-11 Juli 2024 di Grha Sabha Pramana UGM. Keikutsertaan ketiganya dalam rangka menyosialisasikan program penerimaan mahasiswa Pascasarjana sekaligus menjaring minat akademisi internasional untuk melanjutkan studi di UGM.

”Ini ajang yang bagus untuk mengenalkan program Pascasarjana UGM terutama yang bisa dituju oleh calon mahasiswa asing, seperti program double degree, joint degree, atau beasiswa kemitraan lainnya yang bersifat global dan diperuntukkan bagi warga negera asing,” jelas Sri Haryanti, Koordinator Promosi dan Kesekretariatan Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM.

Lebih lanjut Sri Haryanti menjelaskan program double degree atau gelar ganda yang diselenggarakan oleh UGM, berkolaborasi dengan setidaknya satu mitra dari universitas lain di luar negeri yang mempunyai program studi berbeda pada jenjang yang sama atau berbeda. ”Materi yang ditawarkan pada program ini pun sangat bervariasi, menyasar pada disiplin ilmu dan isu-isu tematik dalam lingkup global Asia, seperti sejarah, literatur, agama, film, politik, ketenagakerjaan, gender, arkeologi, antroplogi, sosiologi, linguistik, juga studi tentang media, hingga gerakan sosial, sampai kesehatan masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.

Sedangkan untuk program joint degree atau program gelar bersama, skemanya hampir sama dengan double degree, bedanya untuk joint degree program studi dan jenjang yang ditempuh sama, sehingga menghasilkan 1 (satu) gelar yang merupakan pengakuan atas hasil pendidikan yang ditempuh. Dalam pameran ini, UGM juga secara gamblang memberikan informasi seputar tata cara pendaftaran khusus mahasiswa asing, baik proses, prosedur maupun kelengkapan berkasnya. ”Sudah ada petugas yang siap siaga membantu pengunjung memberikan informasi secara menyeluruh,” tutupnya.

Selain mengenalkan program kuliah pascasarjana bagi akademisi internasional di stan UGM, pengunjung juga bisa mendapatkan informasi seputar program-program kolaborasi kegiatan community service di level  internasional terutama melalui kegiatan KKN-PPM UGM. Pengunjung juga akan mendapatkan informasi berbagai hasil penelitian yang ada di UGM.

Nishit, salah satu peserta Konferensi AAS-in Asia, peneliti dari Jawaharlal Nehru University, India, mengungkapkan perkenalannya dengan UGM dimulai dari seorang teman yang menempuh studi di salah satu Perguruan Tinggi di Yogyakarta. Dari situ Nishit mengetahui UGM sebagai salah satu universitas di Asia. Ini juga yang menarik Nishit datang ke UGM untuk berpartisipasi dalam Konferensi AAS-in Asia ini untuk bertemu dengan para peneliti lainnya di kawasan Asia dan berdiskusi tentang literatur dan film China, utamanya film-film dokumenter sesuai dengan minatnya di Literatur dan Bahasa China.

”Ini adalah konferensi besar, sebelumnya saya sudah pernah berpartisipasi di Konferensi AAS-in Asia di tahun 2023. Namun Indonesia, negara yang sangat indah dan ini dekat dengan India, jadi saya tertarik bergabung lagi tahun ini,” akunya. Di konferensi ini, Nishit juga bergabung di acara panel yang berkorelasi dengan minat studinya, pada literatur dan budaya Cina.

Andre, Profesor di bidang ilmu geografi dari Syracuse University New York, asal Filipina mengaku terkoneksi dengan UGM, sehingga adanya konferensi AAS-in Asia ini membawanya datang ke Jawa untuk pertama kalinya agar lebih mengenal UGM. Di konferensi AAS-in Asia ini Andre turut berpartisipasi dalam riset tentang isu urbanisasi. ”UGM sangatlah besar dan luas. Budaya, rumah, dan atmosfer di UGM mengingatkan saya akan kampung halaman di Filipina. Ini yang membuat saya tertarik untuk lebih terhubung dengan UGM,” tuturnya.

Konferensi AAS-in Asia menjadi wadah bagi para akademisi yang menekuni kajian-kajian tentang Asia untuk bertukar pikiran dan membangun koneksi. Tahun 2024 ini diselenggarakan di UGM dengan dihadiri lebih dari 1.500 peserta dari 43 negara, setelah tahun sebelumnya sukses digelar di Daegu, Korea Selatan.

Penulis: B. Diah Listianingsih

Editor: Triya Andriyani

Artikel Program Pascasarjana UGM Ikut Dikenalkan ke Akademisi Internasional di Konferensi AAS-in Asia 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/program-pascasarjana-ugm-ikut-dikenalkan-ke-akademisi-internasional-di-konferensi-aas-in-asia-2024/feed/ 0
UMKM CLASS SERIES #6 : Menggaet Konsumen Melalui Growth Hacking, Aplikasi Mobile dan Facebook Ads https://ugm.ac.id/id/berita/umkm-class-series-6-menggaet-konsumen-melalui-growth-hacking-aplikasi-mobile-dan-facebook-ads/ https://ugm.ac.id/id/berita/umkm-class-series-6-menggaet-konsumen-melalui-growth-hacking-aplikasi-mobile-dan-facebook-ads/#respond Thu, 04 Jul 2024 04:56:29 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65756 Kemajuan teknologi di Indonesia yang didukung dengan infrastruktur dan regulasi yang memadai, telah mendorong pertumbuhan ekonomi digital secara signifikan. Laporan e-Conomy SEA 2022 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, menyebut ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan mencapai $146 miliar pada tahun 2025, meningkat dari $70 miliar pada tahun 2021. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia […]

Artikel UMKM CLASS SERIES #6 : Menggaet Konsumen Melalui Growth Hacking, Aplikasi Mobile dan Facebook Ads pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kemajuan teknologi di Indonesia yang didukung dengan infrastruktur dan regulasi yang memadai, telah mendorong pertumbuhan ekonomi digital secara signifikan. Laporan e-Conomy SEA 2022 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, menyebut ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan mencapai $146 miliar pada tahun 2025, meningkat dari $70 miliar pada tahun 2021.

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia tahun 2021 menyebut  pertumbuhan ini juga sejalan dengan peningkatan penetrasi internet yang mencapai 73,7 persen dari total populasi pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan peluang besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi dalam strategi pemasaran mereka.

Meski demikian, masih banyak UMKM yang belum sepenuhnya memanfaatkan potensi platform pemasaran, diantaranya e-commerce. Pada tahun 2022, jumlah usaha e-commerce di Indonesia meningkat sebesar 4,46 persen  menjadi 2.995.986 usaha.

Meski begitu, data BPS tahun 2022 juga masih banyak juga UMKM yang belum beralih ke platform ini. Survei eCommerce 2023 di 4.252 Blok Sensus di 302 Kabupaten/Kota oleh Badan Pusat Statistik mengungkapkan bahwa sebagian besar UMKM masih merasa lebih nyaman berjualan secara langsung (offline), dan banyak yang kurang memiliki pengetahuan serta keahlian dalam berjualan online.

Melihat persoalan dan kebutuhan UMKM guna meningkatkan pertumbuhan pelanggan dalam strategi pemsarannya secara optimal, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan pelatihan. Acara yang dikemas UMKM Class Series #6 Menggaet Konsumen Melalui Growth Hacking, Aplikasi Mobile, dan Facebook Ads menghadirkan pembicara Rizqie Indra Maulana, S.Kg., Chief Marketing Officer Berlima Digital, Deddy Effendy, S.T., CEO CV. Palem Craft Jogja, dan Adrian Leo Hadipradata, S.T., CEO Berlima Digital dengan moderator Agus Ngadianto, S.Hut., M.Sc., Ph.D., dosen Sekolah Vokasi UGM.

Rizqie Indra Maulana yang mengupas soal Strategi Growth Hacking untuk UKM, Trik Cepat untuk Pertumbuhan Bisnis mengatakan di era digital yang terus berkembang, strategi Growth Hacking menjadi sangat relevan bagi UMKM untuk mencapai pertumbuhan pelanggan yang cepat dan berkelanjutan. Studi oleh Startup Genome tahun 2021, disebutnya menunjukkan bahwa perusahaan yang menggunakan strategi Growth Hacking dapat tumbuh 3,5 kali lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak.

“Dengan pendekatan yang inovatif dan eksperimental, Growth Hacking memungkinkan UMKM menemukan cara-cara baru untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan konversi penjualan”, katanya.

Deddy Effendy yang mendiskusikan soal Jualan Online Berbasis Aplikasi Mobile memaparkan penggunaan aplikasi mobile menjadi sarana yang sangat efektif dalam mendekatkan produk atau layanan UMKM dengan konsumen. Data dari We Are Social dan Hootsuite tahun 2023 memperlihatkan sebanyak 90 persen pengguna internet di Indonesia mengakses internet melalui perangkat mobile. Sementara waktu yang dihabiskan pengguna pada aplikasi mobile meningkat sebesar 30 persen pada tahun 2021.

“Ini menunjukkan pentingnya aplikasi mobile dalam memberikan pengalaman berbelanja yang lebih personal dan meningkatkan keterlibatan konsumen”, ungkapnya.

Adrian Leo Hadipradata, S.T., selaku CEO Berlima Digital yang mengupas  Facebook Ads Mendulang Cuan dan Anti Boncos menjelaskan pemanfaatan Facebook Ads juga menjadi strategi yang sangat potensial bagi UMKM. Dengan lebih dari 140 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia pada tahun 2021, platform ini mampu menyediakan peluang besar untuk menjangkau konsumen secara luas.

“Laporan dari Social Media Examiner tahun 2021 mengungkap 72 persen pemasar yang menggunakan Facebook Ads melaporkan efektivitas iklan dalam meningkatkan penjualan dan brand awareness melalui platform ini”, terangnya.

Dr. dr. Rustamaji, M.Kes selaku Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat UGM mengatakan usaha UMKM dengan melibatkan kemajuan teknologi menjadi suatu keharusan. Menurutnya, meski dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja akibat perang di berbagai kawasan, namun yang terpenting bagi para pelaku UMKM produksinya harus tetap laku, dikenal dan laris.

Lebih dari itu, katanya, para pelaku UMKM harus mulai mempersiapkan diversifikasi produk. Diversifikasi produk nampaknya sudah menjadi keharusan saat ini, karena seperti produk Indomie dengan berbagai varian rasa ternyata hanya berumur 2 tahun.

“Dengan fenomena ini, artinya bagi para pelaku UMKM untuk selalu bersiap jika pasar mengalami kejenuhan selera, para UMKM bisa menawarkan dengan alternatif produk yang lain agar market tetap terjaga”, katanya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel UMKM CLASS SERIES #6 : Menggaet Konsumen Melalui Growth Hacking, Aplikasi Mobile dan Facebook Ads pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/umkm-class-series-6-menggaet-konsumen-melalui-growth-hacking-aplikasi-mobile-dan-facebook-ads/feed/ 0
DPKM Selenggarakan UMKM Class Series #5 https://ugm.ac.id/id/berita/dpkm-selenggarakan-umkm-class-series-5/ https://ugm.ac.id/id/berita/dpkm-selenggarakan-umkm-class-series-5/#respond Tue, 02 Jul 2024 10:03:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65673 Penggunaan teknologi digital secara optimal dalam menjalankan bisnis dapat mendorong UMKM untuk memperoleh sejumlah manfaat diantaranya akan mampu menjangkau basis konsumen yang lebih besar. Anni Karimatul Fauziyyah, S.Kom., M.Eng., Dosen Prodi Sarjana TerapanTeknologi Rekayasa Internet (TRI) DTEDI, Sekolah Vokasi UGM mengatakan bahwa transformasi digital UMKM menjadi prioritas penguatan fondasi ekonomi.  Ia mengulas tuntas topik tersebut saat […]

Artikel DPKM Selenggarakan UMKM Class Series #5 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Penggunaan teknologi digital secara optimal dalam menjalankan bisnis dapat mendorong UMKM untuk memperoleh sejumlah manfaat diantaranya akan mampu menjangkau basis konsumen yang lebih besar. Anni Karimatul Fauziyyah, S.Kom., M.Eng., Dosen Prodi Sarjana TerapanTeknologi Rekayasa Internet (TRI) DTEDI, Sekolah Vokasi UGM mengatakan bahwa transformasi digital UMKM menjadi prioritas penguatan fondasi ekonomi.  Ia mengulas tuntas topik tersebut saat menjadi pembicara UMKM Class Series #5 yang diselenggarakan Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat. Tema yang diusung dalam UMKM Class Series #5 kali ini yaitu Optimalisasi Teknologi Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis.

“Disinilah arti urgensi cloud untuk UMKM. Ada 20,5 juta UMKM telah go digital. Masih ada sisa 9,5 juta lagi UMKM yang ditargetkan bisa masuk dalam platform digital karena hingga tahun 2024, pemerintah menargetkan ada 30 juta UMKM go digital pada 2024 mendatang,” ujarnya di DPKM UGM, Selasa (2/7).

Menurut Anni Karimatul Fauziyyah, dengan berpindah ke cloud, UMKM dapat menciptakan manfaat yang konkret bagi perekonomian maupun masyarakat luas.

Berbicara urgensi pemerintah terhadap digitalisasi UMKM, ia menyatakan hasil kajian memperlihatkan bila digitalisasi UMKM berpengaruh positif terhadap perekonomian nasional. Sayangnya masih ditemui kendala dengan adanya keterbatasan skill dan kemampuan digital pelaku UMKM.

“Dengan target 30 juta UMKM digital pada 2024 kiranya perlu melakukan pelatihan guna peningkatan skill dan kemampuan literasi digital pelaku UMKM,” ungkapnya.

Dzikri Rahadian Fudholi, S.Kom., M.Comp. selaku pembicara kedua menyampaikan digitalisasi UMKM dalam hakikatnya untuk efisiensi operasional. Masalahnya seringkali ditemui proses bisnis yang lambat dan tidak efisien, dan sering kali disebabkan oleh tugas-tugas repetitif dan manual.

“Karena itu AI sebagai solusi sebagai otomatisasi proses bisnis dengan AI diharapkan dapat mempercepat alur kerja, mengurangi kesalahan manusia, dan menurunkan biaya operasional,” terangnya.

Demikian juga dalam hal melayani pelanggan. Masalah yang dihadapi diantaranya ditemui respons yang lambat dan tidak konsisten terhadap pertanyaan dan keluhan pelanggan sehingga dapat menurunkan kepuasan pelanggan.

“AI sebagai solusi dengan chatbot dan asisten virtual berbasis AI dapat memberikan dukungan pelanggan. Respons pun bisa cepat dan akurat, meningkatkan pengalaman pelanggan,” imbuhnya.

Apresiasi diberikan Direktur Pengabdian kepada Masyarakat,  Dr. dr. Rustamaji, M.Kes. kepada para generasi muda yang usaha dengan memanfaatkan keberadaan IT. Mereka dengan mudahnya mengirim barang dari satu tempat ke tempat lain.

Oleh karena itu, kenapa UGM kemudian menyelenggarakan UMKM Class Series #5 bertema Optimalisasi Teknologi Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis karena belum semua pelaku UMKM bisa melakukan digitalisasi usahanya.

“Sebagai universitas kerakyatan, UGM harus bersama dengan para pelaku UMKM. Terlebih para pelaku UMKM ini sudah mempertaruhkan harta kekayaan dan waktunya untuk mengembangkan sebuah usahanya,” katanya.

Rustamadji mengakui pengalaman menjadi pengusaha tidak mudah. Dalam usahanya mengalami naik turun dan tidak pasti. Semua serba tidak pasti, misalnya ada UMKM yang memanfaatkan saat kejadian covid kemarin, namun ada juga yang sebaliknya.

“Ada juga yang tidak bisa bangsit saat covid. Karenanya bapak ibu yang hadir disini, saya anggap sebagai pengusaha yang sudah bangkit. Luar biasa dan bisa melewati situasi yang berat itu dan telah dipilih oleh Allah menekuni usaha sebagai jalan hidup,” katanya.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel DPKM Selenggarakan UMKM Class Series #5 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dpkm-selenggarakan-umkm-class-series-5/feed/ 0
SDG Talks Financing the SDGs: Decade of Actions, Upaya Meningkatkan Kesadaran Pentingnya Pembiayaan Berkelanjutan https://ugm.ac.id/id/berita/sdg-talks-financing-the-sdgs-decade-of-actions-upaya-meningkatkan-kesadaran-pentingnya-pembiayaan-berkelanjutan/ https://ugm.ac.id/id/berita/sdg-talks-financing-the-sdgs-decade-of-actions-upaya-meningkatkan-kesadaran-pentingnya-pembiayaan-berkelanjutan/#respond Sun, 26 May 2024 12:19:18 +0000 https://ugm.ac.id/sdg-talks-financing-the-sdgs-decade-of-actions-upaya-meningkatkan-kesadaran-pentingnya-pembiayaan-berkelanjutan/ Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Gadjah Mada dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan Republik Indonesia bekerja sama menyelenggarakan SDG Talks bertema Financing the SDGs: Decade of Actions. SDG Talks digelar dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pembiayaan berkelanjutan serta mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mencapai SDGs di Indonesia. Acara yang dilangsungkan di […]

Artikel SDG Talks Financing the SDGs: Decade of Actions, Upaya Meningkatkan Kesadaran Pentingnya Pembiayaan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Gadjah Mada dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan Republik Indonesia bekerja sama menyelenggarakan SDG Talks bertema Financing the SDGs: Decade of Actions. SDG Talks digelar dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pembiayaan berkelanjutan serta mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mencapai SDGs di Indonesia.

Acara yang dilangsungkan di Auditorium Lantai 5, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada dibuka Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi UGM, Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A. dengan menghadirkan pembicara kunci Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, Ubaidi Socheh Hamidi.

Muhammad Sulaiman, S.T., M.T., D.Eng., Koordinator Unit Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Pascasarjana UGM hadir dan menjadi pembicara bersama dengan pembicara-pembicara lain, diantaranya Setyo Budiantoro, S.T., M.A., Manajer Pilar Pembangunan Ekonomi Sekretaris Nasional SDGs, Bappenas, Deni Ridwan, S.E. Ak., M.BIT., Ph.D., Direktur Surat Utang Negara, Kementerian Keuangan, Ir. Saiful Bahri, M.Si., Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Industri, dan Nila Murti ASSIST JP National Project Manager, UNDP Indonesia, dan Atrida Hadianti, S.T., M.Sc., Ph.D., Dosen Fakultas Teknik UGM dan PWK/ RCE Youth Koordinator yang bertindak selaku moderator.

Di sela kegiatan SDGs Talk dilakukan penandatanganan nota kesepahamanan antara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan dengan Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Gadjah Mada. Kerja sama edukasi dan dukungan kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pengelolaan keuangan negara ditandatangani Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, Ubaidi Socheh Hamidi dan Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada, Dr. dr. Rustamadji, M.Kes.

Acara yang dihadiri banyak mahasiswa ini tentunya menjadi platform penting untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, sekaligus menyoroti peran penting generasi muda, khususnya mahasiswa, sebagai agen perubahan. Melalui partisipasi aktif dan keterlibatan mereka, mahasiswa diharapkan dapat membawa inovasi dan energi baru dalam upaya bersama mencapai SDGs, memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan untuk masa depan Indonesia.

Kegiatan mengeksplorasi berbagai cara dan strategi dalam membiayai Sustainable Development Goals (SDGs) secara efektif, serta meningkatkan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan. Sebagaimana disampaikan Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A. saat memberi kata sambutan pembukaan.

Ia menyampaikan pentingnya kolaborasi untuk mencapai SDGs. “Kami merasa terhormat dapat menyelenggarakan acara penting ini di UGM. Sangat penting bagi kita untuk bersama-sama mengeksplorasi dan menerapkan strategi yang efektif untuk membiayai SDGs, guna memastikan pembangunan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujarnya, di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM, Selasa (21/5).

Ubaidi Socheh Hamidi, dalam pidato kuncinya menyoroti pentingnya pembiayaan yang tepat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Pembiayaan yang tepat untuk SDGs khususnya melalui APBN, menurutnya menjadi kunci untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi dan inovasi, kita dapat memastikan bahwa setiap tujuan dapat dicapai dengan sumber daya yang memadai,” tegasnya.

Disebutkan Indonesia telah mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil selama satu dekade terakhir. Meski begitu, tantangan ke depan yang terus dihadapi oleh Indonesia dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi serta pencapaian SDGs di antaranya adalah bonus demografi, ekonomi pascapandemi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, dampak dari perubahan iklim, urbanisasi, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Sementara dalam diskusi, Deni Ridwan selaku Direktur Surat Utang Negara, Kementerian Keuangan menyatakan peran APBN dalam pembangunan berkelanjutan terlihat tidak hanya dari sisi penerimaan dan belanja namun juga dari sisi pembiayaan. Disebutnya pemerintah menciptakan innovative financing untuk mendukung proyek-proyek pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“Dengan innovative financing, kita dapat memobilisasi dana yang signifikan untuk mendukung proyek-proyek pembangunan berkelanjutan di Indonesia salah satunya dengan SDG Bond termasuk kedepan SDG Bond Ritel untuk individu,” katanya.

Sementara Budiantoro, Manajer Pilar Pembangunan Ekonomi, Sekretariat Nasional SDGs, BAPPENAS mengungkapkan pemerintah terus berkomitmen mendukung pencapaian SDGs melalui kebijakan yang inovatif dan inklusif. Dukungan pemerintah yang terus berkomitmen mendukung pencapaian SDGs adalah melalui kebijakan yang inovatif dan inklusif.

Nila Murti, ASSIST JP National Project Manager, UNDP Indonesia, menandaskan kolaborasi menjadi kunci dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan keberlanjutan pembiayaan untuk SDGs.

“UNDP terus mengadvokasi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama mencapai tujuan ini,” paparnya.

Muhammad Sulaiman, D.Eng., Koordinator Unit Pengabdian kepada Masyarakat, Sekolah Pascasarjana UGM, menyoroti pentingnya peran generasi muda dan mahasiswa dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, kolaborasi antara akademisi dan praktisi sangat penting dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan dan berdaya guna.

“Di UGM, kami berupaya menginspirasi dan memberdayakan mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dalam mendukung SDGs, karena mereka adalah pemimpin masa depan yang akan melanjutkan upaya ini,” jelasnya.

Sedangkan Saiful Bahri, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Industri, mengungkapkan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting dalam mendukung pencapaian SDGs. Seperti di Kementerian Perindustrian, disebutnya telah mengambil berbagai langkah untuk mengintegrasikan program SMK-SMTI dengan tujuan SDGs, khususnya terkait dengan pendidikan dan industri.

“Program ini dirancang untuk memastikan bahwa lulusan siap kerja dan mampu mendukung pembangunan berkelanjutan,” ucapnya.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel SDG Talks Financing the SDGs: Decade of Actions, Upaya Meningkatkan Kesadaran Pentingnya Pembiayaan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sdg-talks-financing-the-sdgs-decade-of-actions-upaya-meningkatkan-kesadaran-pentingnya-pembiayaan-berkelanjutan/feed/ 0
Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM Dr. Rustamadji Raih Penghargaan dari Kemendes PDTT https://ugm.ac.id/id/berita/direktur-pengabdian-kepada-masyarakat-ugm-dr-rustamadji-raih-penghargaan-dari-kemendes-pdtt/ https://ugm.ac.id/id/berita/direktur-pengabdian-kepada-masyarakat-ugm-dr-rustamadji-raih-penghargaan-dari-kemendes-pdtt/#respond Wed, 15 May 2024 04:14:33 +0000 https://ugm.ac.id/direktur-pengabdian-kepada-masyarakat-ugm-dr-rustamadji-raih-penghargaan-dari-kemendes-pdtt/ Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada, Dr. dr. Rustamadji, M.Kes., mendapat penghargaan Ketransmigrasian dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk kategori motivator pemberdayaan kepada masyarakat kawasan transmigrasi melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata tematik transmigrasi. Penyerahan penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Abdul Halim Iskandar di sela kegiatan Rapat Koordinasi […]

Artikel Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM Dr. Rustamadji Raih Penghargaan dari Kemendes PDTT pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada, Dr. dr. Rustamadji, M.Kes., mendapat penghargaan Ketransmigrasian dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk kategori motivator pemberdayaan kepada masyarakat kawasan transmigrasi melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata tematik transmigrasi.

Penyerahan penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Abdul Halim Iskandar di sela kegiatan Rapat Koordinasi Transmigrasi 2024 yang bertajuk ‘Penuntasan Sasaran Program RPJM 2020-2024 Mewujudkan Kawasan Transmigrasi Mandiri dan Berdaya Saing yang berlangsung di Makassar, Senin (6/5).

Rustamadji menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini tidak lepas dari kontribusi UGM selama ini dalam mendukung program transmigrasi melalui penerjunan mahasiswa KKN untuk melaksanakan program tematik di lokasi daerah transmigrasi. “Kita sudah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi dengan mengirim mahasiswa KKN ke kawasan transmigrasi untuk mendukung keberlanjutan pembangunan dan menjadikan kawasan transmigrasi yang lebih mandiri,” kata Rustamadji dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (15/5).

Adanya penghargaan dari Kemendes PDTT ini menurut Rustamadji diharapkan semakin memotivasi tim dari Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan dan menghasilkan inovasi baru dalam program penerjunan mahasiswa KKN PPM UGM di berbagai pelosok kawasan transmigrasi di Indonesia. “Kita ingin kehadiran mahasiswa mampu memberikan inspirasi bagi transmigran dan memberdayakan warga transmigran dalam mengelola sumber daya melalui pengetahuan dan teknologi yang mahasiswa dapatkan dari kampus,” ujarnya,

Rustamadji menyebutkan, pada tahun 2023 lalu, UGM setidaknya mengirim tim mahasiswa KKN PPM di enam lokasi yang berada enam provinsi yakni di lokasi Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu; Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo; Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya,  Kalimantan Barat; Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah; Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara; dan Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur,  Nusa Tenggara Barat.

Adapun tema program kerja tematik yang dilaksanakan mahasiswa KKN PPM meliputi program tematik pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, dan pelestarian budaya. Selanjutnya program kerja pemberdayaan masyarakat berbasis usaha kecil, penurunan angka kemiskinan dan pencegahan stunting, optimalisasi sumber daya lokal dan pemberdayaan perempuan dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Selain itu, terdapat program penerapan sistem pertanian terpadu dan optimalisasi sumber daya dalam rangka pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM Dr. Rustamadji Raih Penghargaan dari Kemendes PDTT pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/direktur-pengabdian-kepada-masyarakat-ugm-dr-rustamadji-raih-penghargaan-dari-kemendes-pdtt/feed/ 0