Dosen Berprestasi Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/dosen-berprestasi/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 19 Dec 2024 09:14:49 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Ika Dewi Ana Raih Penghargaan Anugerah Academic Leader Bidang Kesehatan https://ugm.ac.id/id/berita/ika-dewi-ana-raih-penghargaan-anugerah-academic-leader-bidang-kesehatan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ika-dewi-ana-raih-penghargaan-anugerah-academic-leader-bidang-kesehatan/#respond Thu, 19 Dec 2024 06:57:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74072 Dosen Departemen Ilmu Biomedika, Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D.  berhasil mendapatkan sebuah penghargaan gold winner untuk Anugerah Academic Leader bidang kesehatan. Anugerah ini diberikan oleh Kemendikbudristek kepada seseorang dengan rekam jejak yang membanggakan dalam pelaksanaan Tri Dharma dan juga telah membuat berbagai inovasi yang dapat memberikan kontribusi pada masyarakat. […]

Artikel Ika Dewi Ana Raih Penghargaan Anugerah Academic Leader Bidang Kesehatan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Departemen Ilmu Biomedika, Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D.  berhasil mendapatkan sebuah penghargaan gold winner untuk Anugerah Academic Leader bidang kesehatan. Anugerah ini diberikan oleh Kemendikbudristek kepada seseorang dengan rekam jejak yang membanggakan dalam pelaksanaan Tri Dharma dan juga telah membuat berbagai inovasi yang dapat memberikan kontribusi pada masyarakat.

Menurut Ika, anugerah Academic Leader yang telah dicapainya ini memiliki arti sebagai sebuah tugas atau amanah baru dari Universitas Gadjah Mada dan juga pemerintah. Amanah yang dimaksud secara spesifik merujuk tentang bagaimana seorang pemimpin akademik dapat mendorong supaya lebih banyak pemimpin-pemimpin muda baru dapat muncul untuk masa depan kita bersama. “Bagi saya anugerah ini merupakan tugas baru dari UGM dan pemerintah bagaimana agar seorang pemimpin akademik dapat mendorong lebih banyak pemimpin-pemimpin muda baru bagi masa depan kita bersama di bidang Kesehatan,” katanya.

Ika menyampaikan bahwa pencapaian yang telah dicapainya ini mustahil untuk diraih tanpa dukungan banyak orang, bahwa sebenarnya dalam prosesnya terdapat banyak pihak yang terlibat dalam mendukung berjalannya pengabdian yang telah dia lakukan. Menurutnya, para dosen dan peneliti sebaiknya diajak bicara, dan diberi fasilitas guna mendukung pelaksanaan penelitian, dan Pemerintah semestinya bertindak sebagai penghubung antara peneliti, praktisi dan juga Industri. “Saya rasa kita para dosen dan peneliti perlu diajak bicara. Diberi tantangan. Diberi fasilitas. Dalam sekian waktu mau apa? Pemerintah juga harus bertindak sebagai match maker antara peneliti, praktisi dan industri, ” Ungkap Ika.

Adapun terkait dengan sumbangsih yang telah dibuat oleh Ika di bidang akademik sendiri, salah satunya adalah bimbingan, penelitian, dan juga publikasi untuk jurnal internasional dengan indeks reputasi Q1 dan Q2. Selain itu Ika juga telah menciptakan 3 produk inovasi yang memiliki manfaat dan pengaruh yang besar di dunia medis. Produk-produk inovasi tersebut adalah cangkok tulang berbasis karbonat apatit (CHA), lalu spons hemostatik yang berguna untuk pelaksanaan bedah dento maksilofasial berbasis, serta yang terakhir adalah spons hemostatik untuk bedah umum yang berbasis CHA.

Ika menjelaskan hal yang melatarbelakangi berbagai kontribusi yang telah dia buat adalah untuk meringankan beban yang ditanggung oleh pasien. Baik itu beban finansial, ataupun kesulitan dalam mendapatkan jaringan sehat untuk proses autograft yang merupakan sebuah prosedur pemindahan jaringan sehat ke jaringan sakit. “Awalnya tentu kita mencoba terus fokus untuk mengembangkan jalur riset kita sesuai peta jalan yang kita buat. Sampai pada suatu titik kita menyadari bahwa yang kita riset dapat meringankan pasien, dengan cara mengganti produk yang sudah ada di pasaran yang diperoleh secara import dan harganya mahal atau harus diperoleh dengan melalui metode memindahkan jaringan sehat ke jaringan sakit,” Jelas Ika.

Penggunaan zat aktif CHA pada produk-produk inovasi yang telah dia ciptakan, produk inovasi spons hemostatik hasil penelitiannya dapat dipakai secara luas di masyarakat, dan bahkan mengalahkan produk-produk medis impor. “Sekarang kalau kita lihat di pasar alat kesehatan di Indonesia, alhamdulillah spons hemostatik produk kita terbukti superior dengan adanya zat aktif CHA dan dipakai secara luas menggeser dan mengalahkan produk import.” ujar Ika.

Produk-produk inovasi yang diciptakan oleh Ika juga memiliki kelebihan berupa dapat diproduksi dengan teknologi tinggi yang mutakhir, dan juga ramah lingkungan, selain itu produk-produk inovasi ciptaannya memiliki harga yang secara komparatif lebih murah apabila dibandingkan dengan produk impor, serta memiliki potensi untuk terapi regeneratif di masa depan “Produk-produk inovasi dari tim riset kami ini dapat diproduksi dengan teknologi tinggi yang mudah serta ramah lingkungan, murah dibanding alat kesehatan impor, dan berpotensi untuk terapi regeneratif masa depan.” imbuhnya.

Dalam menjalankan penelitian guna menciptakan berbagai produk inovasi tersebut tentu saja terdapat banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi Ika di tengah jalan. Menurut Ika, salah satu hal yang menjadi tantangan dalam pelaksanaan risetnya adalah kenyataan bahwa iklim dan sistem riset di Indonesia yang masih harus ditingkatkan guna menuju ke kemanfaatan yang lebih besar. “Tantangannya tentu adalah iklim dan sistem riset di Indonesia yang masih harus bersama-sama dibangun menuju ke kemanfaatan yang lebih besar. Dan peneliti harus turut membangunnya dengan terus tanpa henti melakukan pengembangan riset dalam bidangnya.” ungkapnya.

Penulis : Hanif

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Ika Dewi Ana Raih Penghargaan Anugerah Academic Leader Bidang Kesehatan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ika-dewi-ana-raih-penghargaan-anugerah-academic-leader-bidang-kesehatan/feed/ 0
Dosen UGM Rachma Wikandari Raih Penghargaan L’Oreal – UNESCO For Women in Science https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-rachma-wikandari-raih-penghargaan-loreal-unesco-for-women-in-science/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-rachma-wikandari-raih-penghargaan-loreal-unesco-for-women-in-science/#respond Fri, 22 Nov 2024 05:34:41 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73154 Dosen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., Ph.D., berhasil memperoleh penghargaan serta hibah dana penelitian senilai 100 juta dari L’Oreal – UNESCO For Women in Science 2024. Penghargaan ini diberikan bersama empat peneliti perempuan dari berbagai institusi pada 11 November lalu di Jakarta. Wikandari meraih penghargaan untuk kategori life-science dengan […]

Artikel Dosen UGM Rachma Wikandari Raih Penghargaan L’Oreal – UNESCO For Women in Science pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., Ph.D., berhasil memperoleh penghargaan serta hibah dana penelitian senilai 100 juta dari L’Oreal – UNESCO For Women in Science 2024. Penghargaan ini diberikan bersama empat peneliti perempuan dari berbagai institusi pada 11 November lalu di Jakarta.

Wikandari meraih penghargaan untuk kategori life-science dengan penelitiannya mengenai meat analogue dari jamur tempe. Untuk mengikuti tahapan seleksi L’Oreal – UNESCO For Women in Science, Wikandari mengirimkan proposal hasil riset dan karya yang telah dikumpulkan. Menurutnya, terdapat sejumlah 100 proposal yang masuk, tetapi hanya sejumlah 10 proposal yang lolos seleksi. “Dari 10 proposal itu, kami diminta melakukan presentasi di depan dewan juri untuk memilih 4 kandidat terbaik,” ujar Wikandari, Jumat (22/110 di kampus UGM.

Wikandari mengaku bersyukur mendapat penghargaan serta dana hibah penelitian terkait risetnya dalam pengembangan Protein Alternatif Daging Tiruan dari Jamur Tempe. Ia menuturkan bahwa bermacam-macam daging tiruan dapat dibuat menggunakan jamur tempe tersebut. “Riset saya tentang jamur tempenya saja, tanpa kedelai, bisa jadi sumber protein yang sangat baik,” ujarnya.

Penelitiannya berkutat pada peningkatan kandungan mineral dari mikroprotein yang terdapat pada jamur tempe. Selain menjadi alternatif protein, jamur tempe sendiri memiliki kandungan gizi yang tidak jauh berbeda dengan nutrisi pada daging. Jamur tempe memiliki kandungan protein sebesar 19 persen, selisih 2 persen dari kandungan protein pada daging. Selain itu, jamur tempe juga memiliki asam amino esensial yang lebih lengkap daripada sumber protein nabati lain. Kandungan serat pada jamur tempe juga dinilai lebih tinggi daripada daging sehingga olahan ini baik untuk kesehatan saluran pencernaan.

Proses pembuatan jamur tempe pun dianggap lebih ramah lingkungan dan efisien daripada sumber protein lain, baik hewani maupun nabati. Jamur tempe dapat dipanen dalam waktu dua hari di dalam reaktor atau reaktor. Bahkan, Wikandari memanfaatkan air sisa rebusan kedelai untuk menumbuhkan jamur tersebut. Dengan langkah ini, ia sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan oleh limbah industri makanan. “Kalau bisa, kita menghasilkan protein yang menggunakan sumber daya alam paling minimal; menggunakan sedikit air, sedikit lahan, dan bisa tumbuh dengan cepat,” ujar Wikandari.

Wikandari tidak sendirian dalam upayanya mengembangkan jamur tempe. Ia bekerja sama dengan universitas dan institusi lokal dan luar negeri untuk dapat memberikan hasil terbaik. Di antaranya adalah Universitas Lampung; Universitas Boras, Swedia; dan Universitas de Minho, Portugal. Wikandari juga menggandeng usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produksi tempe untuk melakukan riset menggunakan limbah rebusan kedelai.

Ide jamur tempe ini tentu tidak muncul dalam waktu semalam. Wikandari mengaku bahwa penelitian ini sudah memakan waktu yang cukup lama, yaitu 4 tahun. Bahkan, ia telah merumuskan ide ini sejak tahun 2011. “Saya mengutak-atik jamur tempe sudah 13 tahun, tapi kalau jamur tempe yang dijadikan daging tiruan, baru sejak tahun 2020,” tutur Wikandari.

Berkat penghargaan ini, Wikandari berharap mikroprotein dari jamur tempe bisa lebih dikenal oleh masyarakat, baik produsen maupun konsumen. Ketika masyarakat sudah mulai mengenal jamur tempe, diharapkan produsen bisa mendukung komersialisasi produk mikroproteinnya. “Harapannya, jamur tempe ini bisa hadir di masyarakat sebagai alternatif protein yang bergizi, murah, dan berkelanjutan,” tukas Wikandari.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Dosen UGM Rachma Wikandari Raih Penghargaan L’Oreal – UNESCO For Women in Science pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-rachma-wikandari-raih-penghargaan-loreal-unesco-for-women-in-science/feed/ 0
7 Dosen UGM Masuk Jajaran 2% Ilmuwan Berpengaruh di Dunia https://ugm.ac.id/id/berita/7-dosen-ugm-masuk-jajaran-2-ilmuwan-berpengaruh-dunia/ https://ugm.ac.id/id/berita/7-dosen-ugm-masuk-jajaran-2-ilmuwan-berpengaruh-dunia/#respond Sun, 22 Sep 2024 04:28:41 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70771 Tujuh Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) masuk dalam daftar World’s Top 2 Percent Scientist 2024 yang dirilis oleh Stanford University dan Elsevier. Ketujuh dosen UGM tersebut adalah Prof Abdul Rohman dari Fakultas Farmasi, Prof Muh Aris Marfai dari Fakultas Geografi, Prof Ahmad Maryudi dari Fakultas Kehutanan, Dr Ganjar Alfian dari Sekolah Vokasi, Eka Noviana, Ph.D., […]

Artikel 7 Dosen UGM Masuk Jajaran 2% Ilmuwan Berpengaruh di Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tujuh Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) masuk dalam daftar World’s Top 2 Percent Scientist 2024 yang dirilis oleh Stanford University dan Elsevier. Ketujuh dosen UGM tersebut adalah Prof Abdul Rohman dari Fakultas Farmasi, Prof Muh Aris Marfai dari Fakultas Geografi, Prof Ahmad Maryudi dari Fakultas Kehutanan, Dr Ganjar Alfian dari Sekolah Vokasi, Eka Noviana, Ph.D., dari Fakultas Farmasi, Muhammad Akhsin Muflikhun Ph.D., dari Fakultas Teknik, dan Prof Jumina dari Fakultas MIPA.

Dari daftar ilmuwan paling berpengaruh di dunia, terdapat 150 ilmuwan dari Indonesia yang masuk daftar tersebut. Mereka yang masuk dalam kategori sebagai ilmuwan yang berpengaruh di dunia didasarkan dari hasill riset dan dampak sitasi karya ilmiah dalam dunia akademik, atau yang paling banyak dikutip maupun jadi rujukan.

Aris Marfai mengaku bersyukur bisa ditempatkan sebagai dari 2 persen ilmuwan paling berpengaruh dunia. Menurutnya, prestasi ini sebagai bentuk refleksi sekaligus memotivasi agar lebih banyak memberikan kontribusi dalam riset dan pengabdian kepada masy rakat. “Tentu hal ini dapat digunakan untuk refleksi dan motivasi bagi kita dalam memberikan kontribusi dan pengabdian pada masyarakat luas melalui pemanfaatan dan pengembangan bidang keilmuan,” kata Aris Marfai, Minggu (22/9).

Aris Marfai yang saat ini menjabat Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) menuturkan, selama ini lebih banyak melakukan publikasi di bidang ilmu geografi terutama  terkait geomorfologi, kebencanaan, informasi geospasial dan kepesisiran. “Lebih dari 300 publikasi yang telah dihasilkan selama ini, baik berupa jurnal internasional, jurnal nasional, buku, buku chapter, buku ajar, dan prosiding seminar,” kayanya.

Berdasarkan hasil penelusuran google scholar, kata Aris Marfai, ada 15 publikasi teratas berupa jurnal internasional bereputasi atas dengan data disitasi antara 150-250 kutipan tiap publikasi. “Dari data google scholar total kutipan dari seluruh publikasi kami mencapai 5713. Sebagian besar disitasi oleh publikasi lain di luar negeri,” jelasnya.

Bagi Aris Marfai, predikat yg diperoleh ini bukanlah tujuan, namun semata mata sebagai konsekuensi atas kemauan, dedikasi dan pengabdian kita semua secara terus menerus pada ilmu pengetahuan untuk kebermanfaatan yg luas pada masyarakat.

Hal yang sama disampaikan oleh Ahmad Maryudi, mengaku senang bisa masuk daftar tersebut. Menurutnya, ada banyak indikator yang digunakan untuk membuat daftar tersebut. Jumlah publikasi hanya salah satu saja. “Indikator yang cukup krusial adalah sejauh mana karya-karya kita mewarnai penelitian-penelitian lain di seluruh dunia, yang dicerminkan dari seberapa sering karya kita dirujuk atau disitasi. Jadi perhitungan benar-benar didasarkan pada seberapa sering kita mewarnai karya-karya peneliti lain,” katanya.

Untuk sub-bidang kehutanan, kata Maryudi, tercatat ada 32.813 peneliti yang masuk daftar. Beruntung, dirinya berada diperingkat 201 dunia. “Riset adalah jati diri saya. Predikat ini tentunya akan semakin memotivasi saya untuk terus berkarya. Tentunya melaksanakan riset-riset yang bermanfaat. Tidak semua riset bisa langsung diterapkan secara langsung,” kata Maryudi yang banyak melakukan riset di bidang politik-kebijakan kehutanan dan lingkungan, khususnya tentang aktor dan relasi kuasa.

Sebagai satu-satunya perempuan dari 7 dosen UGM yang masuk daftar ilmuwan berpengaruh di dunia, Eka Noviana secara terang-terangan tidak menyangka ada namanya di daftar tersebut. Apalagi dia mengaku sebagai tengah memulai awal karir sebagai peneliti. “Suatu kehormatan bagi saya bisa masuk dalam list tersebut. Sebagai early career researcher, saya pribadi merasa masih sangat jauh dari figur peneliti berpengaruh. Semoga kedepannya saya bisa terus berkembang menuju kesana,” katanya merendah.

Eka mengaku sebagian besar publikasi yang dilakukannya terkait pengembangan alat uji berbasis kertas untuk pengujian atau diagnostik cepat yang rendah biaya dan dapat digunakan dengan mudah oleh pengguna. Dari risetnya tersebut, kata Eka, ia mendapat 1.615 sitasi dari publikasi peneliti lain. “Sitasi banyak berasal dari luar negeri karena bidang paper-based analytical devices ini banyak digeluti oleh peneliti-peneliti dari berbagai negara seperti Brazil, Italia, Thailand, Jepang,” katanya.

Sementara ilmuwan lainnya Abdul Rohman mengatakan selama 5 tahun terakhir ini banyak menghasilkan riset dan publikasi terkait dengan analisis kehalalan produk makanan dan kosmetika yang banyak disitasi di jurnal internasional.

Lain halnya dengan Jumina, ia lebih banyak melakukan riset dan publikasi di bidang sintesis senyawa obat, uji aktivitasnya sebagai antikanker, dan pembuktian mekanisme aksinya melalui molecular docking. Adapun Jumlah publikasi internasional sebanyak 149  yang diterbitkan di jurnal internasional terindeks Scopus. “Jumlah sitasi pada jurnal internasional terindeks scopus ada 1326, jumlah sitasi oleh jurnal luar dan dalam negeri ada 1766. Kebanyakan sitasi ada pada paper drug development dan kaliksarena,” katanya.

Sedangkan Muhammad Akhsin Muflikhun mengaku ada 797 sitasi di jurnal internasional yang terindeks scopus, sedangkan di google scholar ada 1013 sitasi. Umumnya sitasi dari publikasinya mengenai Composite manufacturing and technology, Additive manufacturing, Macro-Micro-Nano Manufacturing.

Adapun Ganjar Alfian lebih banyak melakukan publikasi terkait penerapan dari kecerdasan artifisial dan Internet of Things (IoT) untuk bidang manufaktur, kesehatan, rantai pasok, dan transportasi. Berdasarkan data dari Scopus, hingga saat ini terdapat total 1903 sitasi. “Artikel yang paling banyak disitasi berkaitan dengan bidang kecerdasan artifisial terapan dan Internet of Things. Selain itu, hampir semua artikel yang telah dipublikasikan disitasi oleh penulis yang berafiliasi dengan institusi luar negeri,” katanya.

Ganjar berharap pencapaian ini semakin memotivasi dirinya untuk terus melakukan lebih banyak penelitian terapan dan menghasilkan publikasi yang sejalan dengan visi Sekolah Vokasi UGM. “Harapannya, hasil-hasil tersebut dapat langsung diaplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tegasnya.

Sebagai informasi, peringkat World’s Top 2 persen Scientists 2024 merupakan sistem perangkingan ilmiah yang disusun berdasarkan analisis dampak sitasi di berbagai bidang keilmuan menggunakan data dari database Scopus. Lembaga ini secara rutin memilih 100.000 ilmuwan dari keseluruhan ilmuwan global yang berkiprah di berbagai Lembaga akademik dunia.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel 7 Dosen UGM Masuk Jajaran 2% Ilmuwan Berpengaruh di Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/7-dosen-ugm-masuk-jajaran-2-ilmuwan-berpengaruh-dunia/feed/ 0