Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/direktorat-pendidikan-dan-pengajaran-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 11 Dec 2024 02:37:34 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Yayasan IMIP Peduli https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-yayasan-imip-peduli/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-yayasan-imip-peduli/#respond Wed, 11 Dec 2024 02:37:34 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73672 Sebanyak 24 mahasiswa UGM menerima beasiswa dari Yayasan Industri Morawali Industry Park (IMIP) Peduli. Mahasiswa penerima beasiswa berasal dari Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi. Besaran beasiswa ikatan dinas yang diberikan adalah untuk menutup biaya UKT masing-masing mahasiswa penerima sehingga total beasiswa yang diberikan Yayasan IMIP sebesar Rp 321.500.000. Pemberian beasiswa diberikan HR Director PT IMIP, Achmanto Mendatu […]

Artikel Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Yayasan IMIP Peduli pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 24 mahasiswa UGM menerima beasiswa dari Yayasan Industri Morawali Industry Park (IMIP) Peduli. Mahasiswa penerima beasiswa berasal dari Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi. Besaran beasiswa ikatan dinas yang diberikan adalah untuk menutup biaya UKT masing-masing mahasiswa penerima sehingga total beasiswa yang diberikan Yayasan IMIP sebesar Rp 321.500.000.

Pemberian beasiswa diberikan HR Director PT IMIP, Achmanto Mendatu didampingi Presiden Direktur GCNS, Liu Jin Shan disaksikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito., S.Sos., M.Si dan Direktur Kemahasiswaan, Dr. Sindung Tjahyadi.

Arie Sujito menyampaikan apresiasi  kepada Yayasan IMIP yang telah memberikan beasiswa untuk mahasiswa-mahasiswa UGM. Ia sangat berharap dengan pemberian beasiswa ini akan mendukung kelancaran studi mahasiswa UGM. Pemberian beasiswa ini, disebutnya, sebagai bentuk kepercayaan dan komitmen UGM bersama IMIP dalam mendukung pengembangan pendidikan bagi mahasiswa yang kelak akan menjadi bagian dari proses pengembangan industri di Indonesia. “Kemitraan Universitas Gadjah Mada bersama pemerintah, pemerintah daerah maupun swasta, terutama di dalam mendorong transformasi teknologi menurut saya adalah adalah sesuatu yang sangat penting. Sinergi semacam ini tentunya akan mempererat dan memajukan agenda-agenda dalam pencapaian tujuan-tujuan strategis”, katanya di Ruang Multimedia 2 UGM, Senin (9/12).

Bagi Arie, dukungan beasiswa ini para mahasiswa UGM semakin mengasah kemampuan. Kemampuan yang tidak hanya di kelas, namun memiliki kemampuan menguasai teknologi. Menurtnya, kerja sama dengan dunia industri diyakini ruang pembelajaran akan semakin terbuka. Para mahasiswa pun didorong untuk memiliki pilihan-pilihan dalam memajukan diri guna mendapatkan berbagai kompetensi yang dibutuhkan. “Harapannya nantinya nyambung dengan kegunaan dan kebutuhan dunia industri. Pesatnya dunia industri di Indonesia akan menjadi tantangan buat kita. Tidak hanya menyangkut soal perangkat teknis, tapi juga sosial. Karenanya upaya-upaya pengembangan dunia industri di Indonesia juga punya visi bagi pengembangan ekologi”, imbuhnya.

Achmanto Mendatu menambahkan ada dua alasan kenapa dunia industri ikut peduli untuk pendidikan di Indonesia. Pertama, dorongan dari pemerintah. Pemerintah bercita-cita mengentaskan misi bangsa yaitu Indonesia Emas 2045. “Pada saat itu Indonesia paling tidak bercita-cita ingin menjadi negara berpenghasilan tinggi”, katanya.

Alasan kedua, ada sektor-sektor pembangunan yang harus ditingkatkan. Salah satunya adalah sektor hilirisasi yang diyakini akan mampu meningkatkan pendapatan. Achmanto berharap beasiswa yang diberikan diwaktu-waktu kedepan jauh lebih banyak lagi. Pemberian beasiswa dinas ini, diakuinya sebagai pengikat agar para mahasiswa tertarik nantinya bekerja di sektor industri hilirisasi. “Pesan saya semangat dan kerja itu susah. Jangan bayangin kerja seperti yang di TikTok, ya”, katanya.

Sebagai lulusan teknik, kata dia, maka lulusan yang mau bekerja harus mau berpeluh-peluh. Bisa kena oli, debu, lumpur, dan kena apa lagi. “Di awal-awal harus begitu, tidak ada perjalanan pekerjaan itu langsung enak. Kita berharap anda akan bertahan di industri kami nantinya, meskipun tidak menutup kemungkinan bisa berpindah setelah syarat beasiswa ini terpenuhi”, imbuhnya.

Liu Jin Shan membahkan pendidikan adalah fondasi kemajuan masyarakat sekaligus kunci mencetak generasi unggul di masa depan. Ia menyampaikan sejak awal berdiri PT Guang Ching Nickel and Stainless Steel (GCNS) mendukung Yayasan IMIP Peduli dan berkomitmen memberikan kontribusi untuk kemajuan sosial dengan pendidikan sebagai salah satu fokus utama.“Melalui kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada ini, kami berharap dapat memberikan peluang belajar yang lebih luas bagi para mahasiswa berprestasi agar mereka mampu mengembangkan potensi sepenuhnya dan menciptakan lebih banyak nilai untuk masyarakat”, terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Firsto

Artikel Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Yayasan IMIP Peduli pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-yayasan-imip-peduli/feed/ 0
Di Era Post Truth, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Mampu Menjaga Integritas dan Moralitas https://ugm.ac.id/id/berita/di-era-post-truth-lulusan-perguruan-tinggi-harus-mampu-menjaga-integritas-dan-moralitas/ https://ugm.ac.id/id/berita/di-era-post-truth-lulusan-perguruan-tinggi-harus-mampu-menjaga-integritas-dan-moralitas/#respond Thu, 29 Aug 2024 09:44:13 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70076 Perubahan iklim, krisis pangan di masa depan, restorasi lingkungan, hingga peristiwa politik negeri akhir-akhir ini menjadi perhatian serius semua pihak mengenai pentingnya penegakan integritas dan moralitas anak bangsa. Di sisi lain, tantangan perkembangan teknologi digital juga membawa berbagai dampak perubahan bagi kehidupan sosial masyarakat ”Salah satu dampak dari euforia kehadiran modernisasi teknologi, adalah masifnya pengembangan […]

Artikel Di Era Post Truth, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Mampu Menjaga Integritas dan Moralitas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Perubahan iklim, krisis pangan di masa depan, restorasi lingkungan, hingga peristiwa politik negeri akhir-akhir ini menjadi perhatian serius semua pihak mengenai pentingnya penegakan integritas dan moralitas anak bangsa. Di sisi lain, tantangan perkembangan teknologi digital juga membawa berbagai dampak perubahan bagi kehidupan sosial masyarakat ”Salah satu dampak dari euforia kehadiran modernisasi teknologi, adalah masifnya pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang membuka peluang kerja baru sekaligus membawa risiko terjadinya pemangkasan tenaga kerja manusia di beberapa industri modern,” kata Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA saat memberi sambutan pada upacara Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan , Kamis (29/8), di Grha Sabha Pramana.

Dihadapan  1.823 lulusan pada upacara wisuda hari kedua, Wening menegaskan masyarakat saat ini juga dihadapkan pada era post truth, era dimana teknologi digital mampu menciptakan realitas sendiri, hingga memicu krisis integritas dan moralitas yang menjadi tantangan baru bagi pengembangan SDM kaum terpelajar di negeri ini. ”Di era post truth, pengetahuan justru tak lagi dihargai sebagai bagian dari proses hidup manusia, bahkan ilmu pengetahuan yang memiliki dimensi moral pun nyaris hilang”, katanya.

Wening mengatakan kualitas SDM sangat berkaitan erat dengan sikap moral dan integritas agar mampu menciptakan SDM unggul. Di titik inilah, menurutnya, Perguruan Tinggi berperan penting sebagai salah satu garda terdepan dalam perencanaan tatanan bangsa di masa depan.

Menurut Wening situasi tantangan masa depan tentunya bisa menjadi gambaran bagi lulusan UGM sejauh mana para wisudawan wisudawati akan turut berkontribusi menjadi subjek pembangunan yang lincah, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi perkembangan ekosistem global. ”Sudah saatnya Saudara sekalian berkontribusi dalam pembangunan bangsa dengan berbekal kompetensi dan pengetahuan yang dimiliki. Gunakanlah ilmu pengetahuan yang saudara miliki untuk terjun ke masyarakat melalui kerja profesional, menghasilkan karya dan inovasi nyata, demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan”, tuturnya.

Seperti diketahui sebanyak 1.823 lulusan yang diwisuda di hari kedua terdiri atas 1.331 lulusan Program Sarjana yang berasal dari 8 Fakultas yaitu Fakultas Geografi, Kehutanan, ISIPOL, MIPA, Kedokteran Hewan, Hukum, Filsafat, dan Ilmu Budaya. Sementara 495 lulusan lainnya merupakan wisudawan wisudawati Program Sarjana Terapan pada Sekolah Vokasi, dan ditambah dengan 3 lulusan periode sebelumnya yang mengikuti prosesi pada periode ini.

Rerata masa studi lulusan Program Sarjana pada periode ini adalah 4 tahun 1 bulan, dan masa studi tercepat diraih oleh Finessa Meutia Kamila dan Saudari Nafisah Diva Arrosyid dari Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, dan Fadhilah Fikriyanti Putri dari program studi Biologi, Fakultas Biologi dengan masa studi 3 tahun 4 bulan 5 hari. Sementara usia rata-rata lulusan Program Sarjana adalah 22 tahun 6 bulan 15 hari, dengan lulusan termuda diraih Mia Yunita dari Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, yang berhasil menyelesaikan studinya pada usia 20 tahun 1 bulan 8 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Sarjana Periode III ini adalah 3,60. Sedangkan wisudawan yang berpredikat Pujian sebanyak 2.253 lulusan (72,10 persen), predikat Sangat Memuaskan 804 lulusan (25,73 persen) dan yang berpredikat Memuaskan 46 lulusan (1,47 persen), serta yang lulus tanpa predikat 22 lulusan (0,70 persen).

Pada periode ini terdapat 4 lulusan dengan IPK tertinggi 3,97 sekaligus berpredikat Pujian. Keempatnya adalah Naura Hidayat dari Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Mutiara Destyana Safitri dari Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Daniella Nadia Prijadi dari Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, dan Finessa Meutia Kamila dari Prodi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian.

Untuk Program Sarjana Terapan periode ini memiliki rerata masa studi lulusan 3 tahun 11 bulan, dengan masa studi tercepat diraih Dwi Lestari dari Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro, Sekolah Vokasi, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 7 bulan 9 hari. Usia rata-rata lulusan Program Sarjana Terapan adalah 22 tahun 6 bulan 15 hari, dengan lulusan termuda program Sarjana periode ini diraih Ingrid Rorez dari Program Studi Rekayasa Internet, Sekolah Vokasi, yang berhasil menyelesaikan studinya pada usia 20 tahun 11 bulan 11 hari.

Sedangkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata adalah 3,70, dan lulusan yang berpredikat Pujian sebanyak 415 lulusan (83,84 persen), yang berpredikat Sangat Memuaskan sebanyak 80 lulusan (16,16 persen). Pada periode ini lulusan dengan IPK tertinggi diraih Raden Ayu Elita Putri dengan IPK 3,96 sekaligus berpredikat Pujian.

Penulis : Agung Nugroho

Foto      : Firsto

Artikel Di Era Post Truth, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Mampu Menjaga Integritas dan Moralitas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/di-era-post-truth-lulusan-perguruan-tinggi-harus-mampu-menjaga-integritas-dan-moralitas/feed/ 0
Menhub Budi Karya Kenang Masa Kuliah, Modal Nekat Merantau ke Yogyakarta  https://ugm.ac.id/id/berita/menhub-budi-karya-kenang-masa-kuliah-modal-nekat-merantau-ke-yogyakarta/ https://ugm.ac.id/id/berita/menhub-budi-karya-kenang-masa-kuliah-modal-nekat-merantau-ke-yogyakarta/#respond Fri, 02 Aug 2024 06:37:39 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68417 Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, menyampaikan kuliah umum di hadapan 1.803 mahasiswa baru Fakultas Teknik UGM, Kamis (1/8), di halaman Gedung SGLC FT UGM. Kepada para mahasiswa baru tersebut, Budi berpesan agar menggali pengalaman sebanyak mungkin saat menempuh kuliah di kampus UGM. “Pengalaman adalah modal sekaligus bentuk daya juang. Jadi adik-adik yang berpunya tanggalkan itu, […]

Artikel Menhub Budi Karya Kenang Masa Kuliah, Modal Nekat Merantau ke Yogyakarta  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, menyampaikan kuliah umum di hadapan 1.803 mahasiswa baru Fakultas Teknik UGM, Kamis (1/8), di halaman Gedung SGLC FT UGM. Kepada para mahasiswa baru tersebut, Budi berpesan agar menggali pengalaman sebanyak mungkin saat menempuh kuliah di kampus UGM. “Pengalaman adalah modal sekaligus bentuk daya juang. Jadi adik-adik yang berpunya tanggalkan itu, salami dan salami serta ber bergaulah dengan masyarakat di Jogja karena disitu para mahasiswa akan mendapatkan experience yang baik, yang nantinya berguna di saat anda akan berkompetisi di nasional maupun internasional”, ujarnya.

Menyaksikan para mahasiswa baru Fakultas Teknik, Budi Karya mengenang kembali saat dirinya menjadi mahasiswa baru prodi Teknik Arsitektur UGM tahun 1976. Selama kuliah, selain aktif kuliah, ia juga aktif mengikuti berbagai macam kegiatan, termasuk mencari dana sponsor di Jakarta, membuat majalah, hingga ikut membuat rumah untuk para tuna wisma.“Pengalaman-pengalaman Itu sangat membekas, dan jika flashback saya kan berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja sesungguhnya,” terangnya.

Ia bercerita bila dirinya adalah Pujakusuma, Putra Jawa Kelahiran Sumatra. Di tahun-tahun 1976 ia merantau dari Palembang ke Yogyakarta. Perjalanan selama dua hari saat itu, ia berbekal satu ransel dengan moda transportasi naik sepur, naik kapal, dan naik sepur lagi.

Tanpa sungkan, ia pun bercerita bila pada waktu itu fisik badannya kurus. Meski begitu ia begitu bangga memakai jaket almamater UGM, dan dengan fisik seperti itu ia pun ditunjuk sebagai pengerek (pengibar) bendera saat Mapram (ospek). “Dari sini saya tahu orang Jawa itu seneng ngajeni (menghargai orang lain). Itu filosofinya dalam sekali, justru kita menjadi orang baik dan luar biasa. Sekali lagi ini penting, ngajeni itu ilmu Jawa yang saya pelajari, saya bisa menjadi pengerek bendera dari Sumatra, lalu menjadi bangga sekali menjadi mahasiswa UGM”, ucapnya.

Lulus dari Arsitektur UGM tahun 1981, Budi Karya berkarir di banyak tempat. Salah satu yang kemudian membuatnya namanya populer  saat ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Taman Impian Jaya Ancol, dan di tahun 2016 dipercaya Presiden Jokowi menjadi Menteri Perhubungan RI.

Menurut Budi Karya, kerjasama dan filosofi ngajeni memberi esensi bermakna dalam menyertai perjalanan karirnya. Kecelakaan transportasi Breksit tahun 2015 menjadikan karirnya semakin cemerlang.

Dengan kedua prinsip tersebut, ia mengaku mampu mengatasi solusi untuk kemacetan massif di Breksit yang berlangsung selama 3 hari. Keberhasilan tersebut karena ada kerjasama dan kolaborasi.“Konsepnya ada kerjasama dan ngajeni tadi. Semua stakeholder kita hargai, semua pemain diajak untuk kerjasama. Misal jika di lapangan Polisi menjadi lead, kita ikuti saja. Oleh karena itu untuk teman-teman mahasiswa baru UGM, konsep filosofi hidup ngajeni itu tolong dipelajari secara baik,” pintanya.

Diakhir orasi, ia pun mengajak para mahasiswa baru FT UGM untuk selalu bersyukur agar dari sisi emosional dan psikis lebih menghargai dari apa yang telah didapatkan. “Tentunya bangga sekali, dan dengan mensyukuri akan tumbuhlah cara-cara bertindak yang lebih baik, out of the box. Lalu bergaulah, pinter penting tetapi akan lebih lengkap kalau kalian memiliki pengalaman yang banyak. Saya yakin kalian bisa menjadi orang-orang terpandang di negeri ini,”katanya.

Pada kesempatan ini, Menteri Budi Karya dan Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D, IPU., ASEAN Eng, serta  Ir. H. Onny Henro Adhiaksono, M.H, selaku alumnus Teknik Sipil 1978 membagikan 1803 tumbler untuk para mahasiswa baru FT UGM. Pembagian tumbler ini sebagai upaya Fakultas Teknik UGM peduli lingkungan dengan mengurangi kemasan minuman plastik. “Pembagian tumbler ini merupakan langkah yang dilakukan Fakultas agar tumbler bisa dimanfaatkan para mahasiswa selama berkegiatan di kampus supaya kita bisa mengurangi sampah plastik”, ujar Dekan.

Penulis : Agung Nugroho

Foto     : Firsto

Artikel Menhub Budi Karya Kenang Masa Kuliah, Modal Nekat Merantau ke Yogyakarta  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menhub-budi-karya-kenang-masa-kuliah-modal-nekat-merantau-ke-yogyakarta/feed/ 0
10.678 Mahasiswa Baru UGM Mengikuti PIONIR https://ugm.ac.id/id/berita/10-678-mahasiswa-baru-ugm-mengikuti-pionir/ https://ugm.ac.id/id/berita/10-678-mahasiswa-baru-ugm-mengikuti-pionir/#respond Mon, 29 Jul 2024 08:25:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68044 Sebanyak 10.678 mahasiswa baru mengikuti PIONIR Gadjah Mada. PIONIR Gadjah Mada ini merupakan kegiatan pembelajaran, pengenalan, penggalian potensi, dan orientasi bagi mahasiswa baru. PIONIR yang dilaksanakan di tahun 2024 sebagai bentuk transformasi dari Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB). PIONIR Gadjah Mada kali ini mengusung tema Kolaborasi Gadjah Mada, Generasi Unggul Indonesia. Upacara PIONIR […]

Artikel 10.678 Mahasiswa Baru UGM Mengikuti PIONIR pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 10.678 mahasiswa baru mengikuti PIONIR Gadjah Mada. PIONIR Gadjah Mada ini merupakan kegiatan pembelajaran, pengenalan, penggalian potensi, dan orientasi bagi mahasiswa baru.

PIONIR yang dilaksanakan di tahun 2024 sebagai bentuk transformasi dari Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB). PIONIR Gadjah Mada kali ini mengusung tema Kolaborasi Gadjah Mada, Generasi Unggul Indonesia.

Upacara PIONIR Gadjah Mada dipimpin Rektor UGM, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D di lapangan Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Senin (29/7). Selain dihadiri para pimpinan universitas dan fakulltas, upacara ini juga dihadiri Direktur Utama PT Jasa Raharja, Dr. Rivan Achmad Purwantono, alumnus Fakultas Filsafat UGM yang berorasi memberi bekal kepada para mahasiswa baru.

Saat memimpin upacara PIONIR, Rektor berkesempatan mengenakan jaket almamater kepada sejumlah mahasiswa baru UGM. Diantaranya kepada Ariani Nismaputri (Putri Ariani) Fakultas Hukum, Alfian  Adicandra (FMIPA), Yanditia Shafa Nadhiya (FKG), Malya Cetta Parahita Danisworo (FKH), Haifanuha Luna Lilatata Kusuma (FIB), dan Mohammad Attar Fiqis (SV Teknologi Veteriner).

“Ini hari pertama mahasiswa baru memasuki kampus tercinta untuk mengikuti PIONIR Gadjah Mada tahun 2024. Selamat datang Gadjah Mada Muda, kami sangat bangga menyambut kedatangan kalian semua. Kalian adalah orang-orang yang telah berhasil berjuang masuk untuk menjadi bagian dari Keluarga Besar Universitas Gadjah Mada,” ujar Ova Emilia mengawali sambutan.

Dia menyampaikan para mahasiswa baru UGM adalah orang-orang terpilih. Betapa tidak, karena mereka terpilih diterima setidaknya telah mengalahkan 13 orang lain yang memiliki keinginan sama masuk ke Universitas Gadjah Mada.

Rektor meyakini para mahasiswa baru telah mencurahkan seluruh kemampuan fisik, mental dan spiritual untuk bisa merebut tiket masuk ke Universitas Gadjah Mada. Pada acara PIONIR, ini diharapkan para mahasiswa baru UGM bisa menikmati acara, menikmati pertemanan baru, menikmati suasana baru yang tentunya akan digeluti selama 4 tahun kedepan.

“Gadjah Mada Muda adalah PIONIR hebat yang memiliki komitmen kuat untuk berproses menjadi generasi unggul yang memiliki kapabilitas dan berdaya saing menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia 10-20 tahun kedepan,” ungkapnya.

Banyak hal-hal baru yang akan dilakukan nantinya, dan UGM ingin memastikan para mahasiswa baru menikmati, menyayangi dan semuanya happy untuk mengikuti kegiatan pionir selama seminggu ini. Melalui tema Kolaborasi Gadjah Mada Muda, Generasi Unggul Indonesia, UGM sangat mengharapkan bahwa ke depan para mahasiswa tidak hanya mengelaborasi  pengetahuan yang diperlukan. Lebih dari itu yang diperlukan juga kerja sama lintas disiplin ilmu, serta mengenal budaya pembelajar di lingkungan kampus yang cerdas, inklusif, berbudaya, bermartabat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

”Kalian semua nanti akan berbaur dengan berbagai bidang ilmu dari fakultas yang berbeda-beda, dari daerah yang berbeda-beda, dan dari budaya yang dibawa berbeda-beda, dan mungkin dari bahasa ibu yang berbeda-beda pula. Dari situ kita akan didapat pembelajaran Sumber Daya Manusia yang berdaya saing tinggi yang mampu mengintegrasikan, bukan hanya kecerdasan intelektual tetapi juga kecerdasan emosional sebagai parameter utama dalam menghadapi tantangan dan perubahan ekosistem global,” terangnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si. menambahkan PIONIR Gajah Mada berkomitmen untuk menjadikan orientasi kampus ini sebagai langkah awal dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan dan menumbuhkan kesadaran lingkungan hidup, khususnya melalui prinsip zero waste.

Transformasi menuju zero waste, kata dia, bukan hanya tanggung jawab panitia atau universitas, tetapi juga tanggung jawab setiap individu. UGM mengajak para mahasiswa baru, untuk menjadi agen perubahan.

“Mulailah dengan kebiasaan sehari-hari seperti membawa botol minum dan kotak makan sendiri, menghindari penggunaan kantong plastik, dan mendukung program daur ulang di kampus,” paparnya.

Kepada mahasiswa baru juga diberikan edukasi dengan cara mengimplementasikan secara langsung dengan pemilahan sampah. Inisiatif ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan keterampilan mahasiswa baru dalam menerapkan prinsip-prinsip zero waste sejak hari pertama mereka di kampus.

Sebanyak 10.678 mahasiswa baru terdiri atas 8.815 mahasiswa Program Sarjana,dan 1.863 mahasiswa Program Sarjana Terapan. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.003 mahasiswa atau 9,34 % mahasiswa bantuan KIP-K atau Program Bidikmisi dan PBUTM/ Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu sebelumnya. Berdasarkan jenis kelaminnya, 4.332 mahasiswa laki-laki dan 6.346 mahasiswa perempuan.

Pada Program Sarjana, jumlah lulusan sekolah menengah yang memilih UGM baik sebagai pilihan 1, 2, maupun 3 sejumlah 166.162 orang yang tersebar di 71 program studi, sedangkan yang memilih Program Sarjana Terapan pada tahun ini 46.770 untuk 22 program studi.

Sebagai bentuk pengejawantahan UGM sebagai universitas nasional maka pada tahun 2024 ini seperti juga di tahun-tahun sebelumnya mahasiswa baru UGM berasal dari semua provinsi yang ada di Indonesia. Untuk mahasiswa asing sejumlah 5 orang yang berasal dari Perancis, Norwegia, Australia, dan Laos.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Firsto

Artikel 10.678 Mahasiswa Baru UGM Mengikuti PIONIR pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/10-678-mahasiswa-baru-ugm-mengikuti-pionir/feed/ 0
UGM Bekali Mahasiswa dengan Personal Branding Digital Lewat LinkedIn https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bekali-mahasiswa-dengan-personal-branding-digital-lewat-linkedin/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bekali-mahasiswa-dengan-personal-branding-digital-lewat-linkedin/#respond Thu, 25 Jul 2024 04:30:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67738 UGM menyelenggarakan pelatihan bertajuk LinkedIn Training: Unlocking & Power Up Your Professional Profile. Pelatihan untuk meningkatkan personal branding di dunia digital ini terbuka bagi seluruh mahasiswa UGM. Pelatihan diselenggarakan tiga kali secara daring yaitu pelatihan di tanggal 13 Juli, 19 Juli, dan 16 Agustus 2024. Para peserta pun beragam mulai dari jenjang sarjana terapan, sarjana, magister hingga […]

Artikel UGM Bekali Mahasiswa dengan Personal Branding Digital Lewat LinkedIn pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
UGM menyelenggarakan pelatihan bertajuk LinkedIn Training: Unlocking & Power Up Your Professional Profile. Pelatihan untuk meningkatkan personal branding di dunia digital ini terbuka bagi seluruh mahasiswa UGM.

Pelatihan diselenggarakan tiga kali secara daring yaitu pelatihan di tanggal 13 Juli, 19 Juli, dan 16 Agustus 2024. Para peserta pun beragam mulai dari jenjang sarjana terapan, sarjana, magister hingga doktor.

Bondan Wijanarko, SIP., M.Si., selaku Koordinator Pembelajaran Lintas Disiplin Direktorat Pendidikan dan Pengajaran mengatakan UGM terus mendorong para mahasiswa untuk melek teknologi, sebab di era 4.0, mahasiswa dituntut memiliki pemahaman dan kemampuan teknologi informasi di semua bidang.

“Apalagi persaingan di dunia usaha dan dunia industri yang semakin ketat, mahasiswa harus memiliki nilai jual dan profesionalisme yang unggul,” katanya.

Salah satu yang diangkat UGM kemudian adalah seputar Linkedln. Topik ini bagi UGM dipandang mampu mendukung nilai jual dan pengembangan diri mahasiswa secara profesional.

Irvandias Sanjaya selaku Career Consultant dan Certified Coach Practitioner selaku pemateri membuka pelatihan ini dengan mengajukan pertanyaan: Sudahkah para civitas akademika UGM memiliki akun LinkedIn? Disusul pertanyaan kedua: Apa yang muncul dipikiran saudara-saudara saat mendengar LinkedIn? Dan pertanyaan ketiga: Seberapa percaya dirikah saudara para mahasiswa dengan LinkedIn yang dimiliki?

Respon jawaban pun bermunculan. Dari 201 peserta training di sesi 2, tercatat 76 sudah memiliki LinkedIn. Irvandias Sanjaya pun tersenyum dan bersyukur.

Bagi yang sudah tahu, katanya, LinkedIn memang dipandang perlu dipergunakan sebagai salah satu platform dalam mendukung nilai jual dan profesionalisme. Diantaranya sering digunakan sebagai rujukan utama mencari pekerjaan dan karir.

”Tidak bisa dipungkiri, kita hidup di dunia era digital, di mana media sosial nanti akan selalu menjadi satu kesatuan di seluruh aspek kehidupan,” katanya, Jum’at (19/7).

Irvandias memberi gambaran jika dahulu para orang tua mencari pekerjaan melalui  informasi website atau job fair. Kini informasi lowongan pekerjaan bisa diperoleh melalui media sosial.

”Nah, sosial media bisa menjadi ajang untuk menjual siapa diri kita dan pengalaman kita,” terangnya.

Itulah kenapa sebabnya, kata dia, perlunya kehati-hatian dalam membuat postingan di sosial media. Menurut Irvandias selaku Konsultan Karir Alumni Fakultas Psikologi UGM ini, LinkedIn dipercaya memiliki peran yang sangat vital sebagai platform untuk mencari kerja dan mencapai karir yang ingin dituju.

Bahkan, katanya, tidak sedikit yang mempergunakan linkedIn untuk membangun jejak profesionalisme. ”ini bisa jadi jembatan sampai mendapat panggilan kerja,” ucapnya.

Ia sependapat ungkapan Jill Rowley, GTM Advisor dari Guild Education Social Selling Evangelist bahwa linkedIn merupakan digital reputation yang berarti reputasi semua sebagai individu akan tercermin dari tampilan profil yang ada di sana. ”LinkedIn ini bisa dibilang cara baru atau dunia baru untuk bisa melakukan personal branding, bahkan mendapatkan keuntungan (uang) di masa datang,” jelas Irvandian.

Irvandian Sanjaya menggarisbawahi poin-poin penting alasan perlunya menggunakan LinkedIn. Ada 3 hal penting berdasarkan hasil survei dari 10 perusahaan. Bahwa HRD dari 9 perusahaan tersebut mencari karyawan melalui LinkedIn untuk memeriksa latar belakang calon secara menyeluruh dalam proses seleksi para kandidat.

Dijelaskan pula bila ada 25 juta pencari kerja yang memantau LinkedIn setiap minggunya untuk mencari lowongan pekerjaan. Juga ada 87 persen proses rekruitmen menggunakan linkedIn sebagai ajang untuk skrining kandidat terutama untuk usia di bawah empat puluh lima tahun.

Untuk itu, kata Irvandias, LinkedIn dipercaya sebagai bentuk investasi terbaik dengan biaya yang paling murah sebagai platform untuk melakukan personal branding. Ia mencontohkan pengalamanya membuat linkedin pertama kali.

”Waktu itu saya membuat Linkedin di perpustakaan UGM dengan menggunakan free internet, dan 6 tahun kemudian, banyak yang melihat kapasitas saya sebagai seorang profesional dari Linkedin, dan ini yang memantik banyak tawaran yang menghasilkan berlipat-lipat,” ungkapnya.

Meski pelatihan diselenggarakan secara online, antusiasme peserta tinggi. Interaksi antara pembicara dengan para peserta sangat intens, dan diskusi mengalir dengan berbagai pertanyaan yang muncul dari para peserta.

Syafira Syahda Nirmala, salah satu peserta dari Prodi Elektronik dan Instrumentasi, Fakultas MIPA yang baru saja menyelesaikan sidang dan tengah berproses menuju yudisium mengaku Personal Branding Digital Lewat LinkedIn sangat bermanfaat untuk dirinya yang sedang mempersiapkan diri mencari lowongan pekerjaan.

Penulis: B. Diah Listianingsih

Editor: Agung Nugroho

Artikel UGM Bekali Mahasiswa dengan Personal Branding Digital Lewat LinkedIn pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bekali-mahasiswa-dengan-personal-branding-digital-lewat-linkedin/feed/ 0
UGM Mewisuda 991 Lulusan Program Pascasarjana https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-mewisuda-991-lulusan-program-pascasarjana/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-mewisuda-991-lulusan-program-pascasarjana/#respond Wed, 24 Jul 2024 10:14:02 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67660 Rektor Universitas Gadjah Mada mewisuda 991 lulusan Program Magister, Spesialis, Subspesialis, dan Doktor dalam upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2023/2024. Sebanyak 991 lulusan Program Pascasarjana terdiri atas 834 lulusan Program Magister (S2), termasuk 10 wisudawan Warga Negara Asing, 80 lulusan Program Spesialis, 5 lulusan Program Subspesialis, 72 lulusan Program Doktor (S3), termasuk […]

Artikel UGM Mewisuda 991 Lulusan Program Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rektor Universitas Gadjah Mada mewisuda 991 lulusan Program Magister, Spesialis, Subspesialis, dan Doktor dalam upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2023/2024. Sebanyak 991 lulusan Program Pascasarjana terdiri atas 834 lulusan Program Magister (S2), termasuk 10 wisudawan Warga Negara Asing, 80 lulusan Program Spesialis, 5 lulusan Program Subspesialis, 72 lulusan Program Doktor (S3), termasuk 2 orang wisudawan berasal dari Warga Negara Asing.

Dalam wisuda kali ini, tampak hadir Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP, dan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran. Kehadiran Gubernur Kalimantan Tengah karena sang istri sebagai salah satu lulusan yang diwisuda.

Dalam kesempatan ini, Ganjar Pranowo selain menyematkan pin KAGAMA kepada dua lulusan, ia berkesempatan menyampaikan sambutan. Dalam sambutan, ia menyatakan bila Indonesia saat ini sedang mengalami darurat kesehatan mental.

Kesehatan mental, disebutnya menjadi tema menarik untuk diangkat karena ketertarikan dan kepedulian terhadap persoalan ini akan menjadikan bangsa Indonesia kuat, lebih baik dan memiliki tingkat kesehatan yang bagus.

”Diangkatnya tema ini karena tingginya angka bunuh diri dikalangan generasi muda dalam beberapa waktu terakhir. Problem kejiwaan ini ternyata banyak diidap secara sembunyi oleh banyak orang di Indonesia,” katanya di Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Rabu (24/7).

Oleh karena itu, kata dia, perguruan tinggi sebagai penghasil ilmu pengetahuan memiliki pekerjaan rumah besar pada persoalan ini. Demikian pula kehadiran negara untuk memberikan fasilitas untuk menyelesaikan persoalan ini.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D mengatakan  teknologi kecerdasan buatan (AI) akan mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam dekade-dekade mendatang. Teknologi ini bisa membantu banyak pihak, pemerintah maupun industri dalam pengambilan keputusan.

Meski begitu, kehadiran teknologi inipun beresiko dan berdampak negatif terhadap pelanggaran hak cipta, juga kekayaan intelektual serta kebocoran data pribadi. Tidak hanya sampai disitu, di era disrupsi revolusi industri 4.0 banyak profesi yang hilang, namun juga bermunculan jenis profesi baru.

Mengutip laporan dari Lembaga riset Internasional, McKinsey Global Institute diprediksi di tahun 2030 ada sekitar 75 hingga 375 juta pekerjaan hilang. Sehingga akan terjadi job loss sekaligus job gain. Tentunya setiap lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kompetensi yang memiliki peluang untuk berkarya dan bekerja sesuai bidang keilmuan yang ditekuninya.

”Namun sebaiknya kita tidak bergantung dengan satu keterampilan yang dimiliki. Apapun gelar dan bidang ilmu yang memang semakin dibutuhkan, akan tetapi dengan memiliki technical skill dan social skill, soft skill dari lintas disiplin ilmu akan menjadikan saudara para lulusan semuanya lebih unggul dan berdaya tawar tinggi,” ungkap Rektor.

Untuk wisuda kali ini kembali jumlah lulusan wanita mendominasi dibanding lulusan pria. Jumlah wisudawan pria 445 orang (44,90 persen) dan wisudawan perempuan 546 orang (55,10 persen).

Untuk Program Magister (S2) masa studi rata-rata adalah 2 tahun 2 bulan, dan waktu studi tercepat berhasil diraih Stephanus Bimo Dwi Prasetyo dari Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 2 bulan 10 hari.

Rerata usia lulusan Program Magister  periode ini adalah 29 tahun 6 bulan 15 hari. Lulusan termuda adalah Frista Chairunnisa dari Program Studi Magister Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana, dengan usia 22 tahun 9 bulan 27 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Magister (S2) periode ini adalah 3,73. Sementara yang berpredikat Pujian pada periode ini sejumlah 382 lulusan (45,80 persen), berpredikat Sangat Memuaskan sejumlah 393 orang (47,12 persen), dan berpredikat Memuaskan sejumlah 59 orang (7,08 persen), dan pada lulusan program Magister (S2) periode ini terdapat 16 lulusan yang memiliki IPK tertinggi 4,00.

Untuk Program Spesialis masa studi rata-rata Program Spesialis periode ini adalah 4 tahun, dan waktu studi tercepat diraih Iswandi Darwis dari Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 8 bulan 15 hari.

Rerata usia lulusan Program Spesialis  periode ini adalah 34 tahun 6 bulan 15 hari, dan lulusan termuda diraih Adiguna Putra Walianto dari Program Studi Program Studi Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, dengan usia 27 tahun 2 bulan 16 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Spesialis adalah 3,74. Lulusan Program Spesialis periode ini yang berpredikat Pujian sejumlah 42 lulusan (52,50 persen), berpredikat Sangat Memuaskan sejumlah 29 lulusan (36,25 persen), dan berpredikat Memuaskan sejumlah 7 lulusan (8,75 persen), dan 2 lulusan (2,50 persen) tanpa predikat.

Pada lulusan program Spesialis periode ini terdapat 4 orang yang memiliki IPK tertinggi 4,00 yang keseluruhannya berasal dari Program Studi Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi.

Untuk Program Subspesialis masa studi rata-rata Program Subspesialis adalah 3 tahun, dan waktu studi tercepat diraih Dwita Dyah Adyarini dari Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 10 bulan 8 hari. Iapun juga berhasil meraih IPK tertinggi 3,91 sekaligus berpredikat Pujian.

Rerata usia lulusan Program Subspesialis periode ini adalah 38 tahun 7 bulan 15 hari, dan lulusan termuda diraih Erlangga Prasamya dari Program Studi Subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang menyelesaikan studinya dalam usia 33 tahun 11 bulan 5 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Subspesialis adalah 3,77. Lulusan Program Subspesialis periode ini yang berpredikat Pujian sebanyak 1 orang lulusan (20 persen), selebihnya sebanyak 4 orang (80 persen) berpredikat Sangat Memuaskan. 

Untuk Program Doktor masa studi rata-rata Program Doktor adalah 4 tahun 7 bulan, dan waktu studi tercepat diraih Saudari Vincencia Septaviani Issera Sulistya Putri dari Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 7 bulan 12 hari.

Rerata usia lulusan Program Doktor adalah 41 tahun 6 bulan 16 hari, dan lulusan termuda adalah Ravidho Ramadhan dari Program Studi Doktor Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, yang menyelesaikan studi Program Doktoralnya pada usia 26 tahun 5 bulan 5 hari.

IPK rata-rata lulusan Program Doktor (S3) periode ini adalah 3,85. Sementara yang berpredikat Pujian sebanyak 27 orang lulusan (37,50 persen), berpredikat Sangat Memuaskan sebanyak 38 orang lulusan (52,78 persen) dan berpredikat Memuaskan sebanyak 7 orang lulusan (9,72 persen). Pada lulusan program Doktor periode ini terdapat 12 wisudawan yang memiliki IPK tertinggi 4,00 sekaligus berpredikat Pujian.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Donnie

Artikel UGM Mewisuda 991 Lulusan Program Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-mewisuda-991-lulusan-program-pascasarjana/feed/ 0
Program Pascasarjana UGM Ikut Dikenalkan ke Akademisi Internasional di Konferensi AAS-in Asia 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/program-pascasarjana-ugm-ikut-dikenalkan-ke-akademisi-internasional-di-konferensi-aas-in-asia-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/program-pascasarjana-ugm-ikut-dikenalkan-ke-akademisi-internasional-di-konferensi-aas-in-asia-2024/#respond Thu, 11 Jul 2024 01:47:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66739 Kolaborasi antara Direktorat Pendidikan dan Pengajaran, Direktorat Penelitian, dan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat ditunjukkan dalam partisipasi ketiganya di stan bersama di ajang Konferensi Association for Asian Studies (AAS) in Asia yang berlangsung 9-11 Juli 2024 di Grha Sabha Pramana UGM. Keikutsertaan ketiganya dalam rangka menyosialisasikan program penerimaan mahasiswa Pascasarjana sekaligus menjaring minat akademisi internasional untuk […]

Artikel Program Pascasarjana UGM Ikut Dikenalkan ke Akademisi Internasional di Konferensi AAS-in Asia 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kolaborasi antara Direktorat Pendidikan dan Pengajaran, Direktorat Penelitian, dan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat ditunjukkan dalam partisipasi ketiganya di stan bersama di ajang Konferensi Association for Asian Studies (AAS) in Asia yang berlangsung 9-11 Juli 2024 di Grha Sabha Pramana UGM. Keikutsertaan ketiganya dalam rangka menyosialisasikan program penerimaan mahasiswa Pascasarjana sekaligus menjaring minat akademisi internasional untuk melanjutkan studi di UGM.

”Ini ajang yang bagus untuk mengenalkan program Pascasarjana UGM terutama yang bisa dituju oleh calon mahasiswa asing, seperti program double degree, joint degree, atau beasiswa kemitraan lainnya yang bersifat global dan diperuntukkan bagi warga negera asing,” jelas Sri Haryanti, Koordinator Promosi dan Kesekretariatan Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM.

Lebih lanjut Sri Haryanti menjelaskan program double degree atau gelar ganda yang diselenggarakan oleh UGM, berkolaborasi dengan setidaknya satu mitra dari universitas lain di luar negeri yang mempunyai program studi berbeda pada jenjang yang sama atau berbeda. ”Materi yang ditawarkan pada program ini pun sangat bervariasi, menyasar pada disiplin ilmu dan isu-isu tematik dalam lingkup global Asia, seperti sejarah, literatur, agama, film, politik, ketenagakerjaan, gender, arkeologi, antroplogi, sosiologi, linguistik, juga studi tentang media, hingga gerakan sosial, sampai kesehatan masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.

Sedangkan untuk program joint degree atau program gelar bersama, skemanya hampir sama dengan double degree, bedanya untuk joint degree program studi dan jenjang yang ditempuh sama, sehingga menghasilkan 1 (satu) gelar yang merupakan pengakuan atas hasil pendidikan yang ditempuh. Dalam pameran ini, UGM juga secara gamblang memberikan informasi seputar tata cara pendaftaran khusus mahasiswa asing, baik proses, prosedur maupun kelengkapan berkasnya. ”Sudah ada petugas yang siap siaga membantu pengunjung memberikan informasi secara menyeluruh,” tutupnya.

Selain mengenalkan program kuliah pascasarjana bagi akademisi internasional di stan UGM, pengunjung juga bisa mendapatkan informasi seputar program-program kolaborasi kegiatan community service di level  internasional terutama melalui kegiatan KKN-PPM UGM. Pengunjung juga akan mendapatkan informasi berbagai hasil penelitian yang ada di UGM.

Nishit, salah satu peserta Konferensi AAS-in Asia, peneliti dari Jawaharlal Nehru University, India, mengungkapkan perkenalannya dengan UGM dimulai dari seorang teman yang menempuh studi di salah satu Perguruan Tinggi di Yogyakarta. Dari situ Nishit mengetahui UGM sebagai salah satu universitas di Asia. Ini juga yang menarik Nishit datang ke UGM untuk berpartisipasi dalam Konferensi AAS-in Asia ini untuk bertemu dengan para peneliti lainnya di kawasan Asia dan berdiskusi tentang literatur dan film China, utamanya film-film dokumenter sesuai dengan minatnya di Literatur dan Bahasa China.

”Ini adalah konferensi besar, sebelumnya saya sudah pernah berpartisipasi di Konferensi AAS-in Asia di tahun 2023. Namun Indonesia, negara yang sangat indah dan ini dekat dengan India, jadi saya tertarik bergabung lagi tahun ini,” akunya. Di konferensi ini, Nishit juga bergabung di acara panel yang berkorelasi dengan minat studinya, pada literatur dan budaya Cina.

Andre, Profesor di bidang ilmu geografi dari Syracuse University New York, asal Filipina mengaku terkoneksi dengan UGM, sehingga adanya konferensi AAS-in Asia ini membawanya datang ke Jawa untuk pertama kalinya agar lebih mengenal UGM. Di konferensi AAS-in Asia ini Andre turut berpartisipasi dalam riset tentang isu urbanisasi. ”UGM sangatlah besar dan luas. Budaya, rumah, dan atmosfer di UGM mengingatkan saya akan kampung halaman di Filipina. Ini yang membuat saya tertarik untuk lebih terhubung dengan UGM,” tuturnya.

Konferensi AAS-in Asia menjadi wadah bagi para akademisi yang menekuni kajian-kajian tentang Asia untuk bertukar pikiran dan membangun koneksi. Tahun 2024 ini diselenggarakan di UGM dengan dihadiri lebih dari 1.500 peserta dari 43 negara, setelah tahun sebelumnya sukses digelar di Daegu, Korea Selatan.

Penulis: B. Diah Listianingsih

Editor: Triya Andriyani

Artikel Program Pascasarjana UGM Ikut Dikenalkan ke Akademisi Internasional di Konferensi AAS-in Asia 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/program-pascasarjana-ugm-ikut-dikenalkan-ke-akademisi-internasional-di-konferensi-aas-in-asia-2024/feed/ 0
UGM Selenggarakan Ujian UM CBT di Jakarta dan Makassar https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-selenggarakan-ujian-um-cbt-di-jakarta-dan-makassar/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-selenggarakan-ujian-um-cbt-di-jakarta-dan-makassar/#respond Fri, 05 Jul 2024 08:16:28 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65845 Sebanyak 6205 peserta UM UGM CBT mengikuti tes di Jakarta. Ujian yang berlangsung di UGM Kampus Jakarta, jalan Saharjo, Tebet Jakarta Selatan, diikuti  3719 peserta Saintek dan 2483 peserta Soshum. Tes di Jakarta berlangsung selama 5 hari, 30 Juni-4 Juli 2024 dengan melibatkan 17 Penanggungjawab Ruangan, 16 Pengawas dan 31 Petugas Teknis Ruangan. Ir. Nazrul […]

Artikel UGM Selenggarakan Ujian UM CBT di Jakarta dan Makassar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 6205 peserta UM UGM CBT mengikuti tes di Jakarta. Ujian yang berlangsung di UGM Kampus Jakarta, jalan Saharjo, Tebet Jakarta Selatan, diikuti  3719 peserta Saintek dan 2483 peserta Soshum. Tes di Jakarta berlangsung selama 5 hari, 30 Juni-4 Juli 2024 dengan melibatkan 17 Penanggungjawab Ruangan, 16 Pengawas dan 31 Petugas Teknis Ruangan.

Ir. Nazrul Effendy, S.T., M.T. Ph.D., IPM selaku penangggungjawab Lokasi Tes UM UGM CBT Lokasi Jakarta menyampaikan bahwa situasi pelaksanaan tes berjalan lancar sesuai SOP yang sudah ditetapkan. ”Tes berlangsung menggunakan tablet dan komputer desktop yang telah disiapkan di auditorium, lab komputer, dan ruang-ruang kelas yang digunakan untuk UM CBT UGM 2024,” terang Nazrul.

Panitia juga menyiapkan berbagai fasilitas diantaranya fasilitas kesehatan dengan dokter dan perawat untuk melayani peserta yang mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti tes. Selain itu, panitia juga mempersiapkan fasilitas khusus bagi peserta penyandang disabilitas.

”Semua dipersiapkan untuk kelancaran tes, termasuk untuk peserta UM CBT berkebutuhan khusus, seperti low vision dan tuna rungu dilakukan pendampingan oleh UKM Peduli Difabel UGM,” ungkapnya.

Ir. Yahya Agung Kuntadi, M.M selaku Wakil Penanggungjawab Lokasi menambahkan sebelumnya pelaksanaan ujian, panitia sudah melakukan berbagai persiapan teknis sejak April 2024 diantaranya terkait kapasitas tempat karena terjadi peningkatan jumlah peserta UM UGM CBT dibanding tahun sebelumnya (2023). Dia menyampaikan setiap kali sesi tes diikuti 625 peserta.

Berbagai persiapan yang dilakukan antara lain penyiapan infrastruktur jaringan internet dengan penambahan 6 titik Access Point agar guna mencakup semua ruang UM UGM CBT. Termasuk pula, kesiapan untuk kebutuhan petugas yang lebih banyak seiring kenaikan jumlah peserta.

Sebagai langkah antisipasi mencegah kecurangan saat tes, kata Yahya diterapkan pemeriksaan secara berlapis sejak awal. Untuk pemeriksaan kepada peserta dilakukan dua kali.

”Pertama saat peserta memasuki gedung ujian, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kedua saat memasuki ruang ujian untuk memastikan tidak ada alat atau hal-hal lain yang dapat digunakan untuk mencurangi,” katanya.

Selain itu, petugas ruangan juga melakukan verifikasi kepada setiap peserta untuk memastikan identitas peserta. Mereka juga memastikan jika hanya dokumen pendukung tes dan alat tulis yang boleh ada di atas meja. Petugas pun senantiasa memonitor gerakan peserta saat mengerjakan soal UM.

Referano Satria Usman peserta asal SMA Albayan, Anyer yang memberikan kesannya mengikuti UM CBT. Menurutnya materi soal yang diujikan di UM UGM CBT masih sesuai dengan harapannya.

”Masih sesuai dengan yang saya pelajari, masih masuk lah materi-materinya,” ungkapnya dengan optimis.

Referano Satria mengaku memilih program studi Manajemen sebagai pilihan 1 dan Sastra Jepang untuk pilihan 2. Dengan pelaksanaan UM UGM CBT di Jakarta, menurutnya cukup meringankan peserta teruma menyangkut biaya dan waktu.

“Tidak semua orang mampu dan bisa datang ke luar kota. Ini cukup membantu saya untuk mengatur waktu mengikuti tes UM UGM CBT yang dekat dengan tempat tinggal saya,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Nurlan Fakultri Rupiana, peserta asal SMA 4 Cibinong. Iapun mengaku merasa terbantu dengan pelaksanaan UM UGM CBT di Jakarta karena lokasi tes dekat dengan tempat tinggalnya, di Cibinong.

Tak jauh beda pengakuan Isabel, salah satu peserta dari SMA Advent. Menurutnya, ia merasa terbantu dengan penyelenggaraan tes UM UGM CBT di Jakarta.

Isabel mengaku sudah jauh-jauh hari meelakukan persiapan UM UGM CBT dengan mengerjakan review soal di tempat les dan di rumah. Saat berlangsung tes, ia merasakan fasilitas ruang tes yang nyaman.

”Jaringan internetnya lancar, sepanjang mengerjakan soal, sangat aman, tidak ada kendala. Ruangan adem, jadi nyaman untuk mengerjakan soal. Petugas juga baik dan ramah,” akunya.

Sementara itu, Raka Putra Kusilo peserta dengan disabilitas dan bertempat tinggal di Bekasi mengaku merasa bahagia dan sangat senang karena dapat mengikuti UM UGM CBT dengan fasilitas difabel.

”Fasilitas yang diberikan panitia sangat membantu saya. Dengan fasilitas yang disiapkan saya yang low vission bisa mengerjakan soal-soal ujian mandiri,’ ungkap peserta lulusan SMA Negeri 6, Lampung Selatan yang berminat di Program Studi Geodesi ini.

 

427 Peserta Tes UM UGM CBT di Makassar

Makassar menjadi lokasi terakhir pelaksanaan UM UGM CBT 2024 di Luar Jawa. Sebanyak 472 peserta mengikuti tes yang berlangsung di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulawesi Selatan. Ujian yang diselenggarakan selama dua hari, 11-12 Juni 2024  diikuti 325 peserta Saintek dan 146 peserta Soshum.

Untuk pelaksanaan ujian, UGM menjalin kerjasama dengan Kagama Pengurus Daerah Sumatera Selatan sebagai panitia lokal dan juga pengawaas tes UM UGM CBT.

Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran, Dr. Sigit Priyanta, S.S., M.Kom., mengatakan penyelenggaraan tes UM UGM CBT di Makassar ini sebagai langkah UGM untuk memudahkan para calon mahasiswa mengikuti seleksi. Pelaksanaan tes di Makassar ini tentunya dengan mempertimbangkan efisiensi biaya dan waktu.

”Tentunya yang melakukan tidak hanya dari Makassar saja, tetapi juga berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, NTB bahkan Papua,” katanya.

Muhammad Adnan Ramadhani Nur, salah satu peserta asal SMA Negeri 1 Mattiro Bulu Pinrang, Sulawesi Selatan mengaku dengan mengikuti UM UGM CBT bisa berkenalan dan mendapat teman baru.

”Saya mendapat banyak relasi pertemanan di sini tak hanya dari sesama daerah saya,” ujarnya.

Muh Adnan mengaku berminat dan memilih Program Studi Fakultas Hukum UGM. Iapun mengaku merasa nyaman dengan ruangan pelaksanaan tes berlangsung. ”Ruangan tes sangat nyaman, memadai dan dingin. Penjagaan juga sangat ketat,” terangnya.

Azisyah Rahmayanti salah satu peserta kelompok saintek mengaku cukup senang mengikuti UM UGM CBT yang di daerah. Dengan tes didaerah, katanya, ia dan teman-temannya dari kawasan Indonesia Timur bisa mengikuti ujian tanpa hambatan jarak.

”Saya cukup senang karena UM CBT diadakan di beberapa daerah, terutama kami yang berada di daerah timur dapat terjangkau untuk mengikuti ujian. Pelaksanaan di  Makassar sangat membantu bagi kami yang ingin menjadi calon mahasiswa UGM,” ucap Azisyah peserta asal SMA Negeri 1 Kendari ini.

Kesan mirip disampaikan Sandri Nabilah Esafiano, peserta asal MAN 2 Kota Makassar. Ia sangat berminat masuk ke Program Studi Kedokteran UGM, dan ia terkesan dengan pelaksaan UM UGM CBT yang berbasis komputer ini.

”Semua perangkat tes sudah disediakan oleh UGM sehingga sangat membantu. Para pengawas dan petugas dalam mengatur peserta juga baik, saya beri beri nilai 9 dari 10,” ucapnya.

Sementara itu, Trie Wahyudi, siswa SMA Negeri 5 Gowa merasa lega setelah mengikuti UM UGM CBT di Makassar yang berjalan dengan lancar. Dia menilai tidak ada permasalahan di aplikasi dan semua perangkat yang digunakan berjalan dengan lancar, aman dan terkendali.

”Panitia sangat baik, saya beberapa kali minta kertas corat-coret dan dilayani dengan baik oleh panitia yang selalu siap sedia,” terang calon mahasiswa yang berminat masuk Program Ilmu Komputer ini.

Sumber: Amalia Nur Anggraini

Penulis: B. Diah Listianingsih

Editor: Agung Nugroho

Artikel UGM Selenggarakan Ujian UM CBT di Jakarta dan Makassar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-selenggarakan-ujian-um-cbt-di-jakarta-dan-makassar/feed/ 0
30 Prodi Terketat di Jalur SNBT UGM  https://ugm.ac.id/id/berita/30-prodi-terketat-di-jalur-snbt-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/30-prodi-terketat-di-jalur-snbt-ugm/#respond Sun, 16 Jun 2024 22:39:18 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65238 Universitas Gadjah Mada menerima sebanyak 2.830 mahasiswa baru lewat jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) yang diumumkan pada hari Kamis (13/6) lalu. Para mahasiswa ini diterima di 93 prodi, terdiri dari 71 prodi sarjana dan 22 prodi sarjana terapan.   Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro mengatakan jumlah yang diterima lewat […]

Artikel 30 Prodi Terketat di Jalur SNBT UGM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada menerima sebanyak 2.830 mahasiswa baru lewat jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) yang diumumkan pada hari Kamis (13/6) lalu. Para mahasiswa ini diterima di 93 prodi, terdiri dari 71 prodi sarjana dan 22 prodi sarjana terapan.  

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro mengatakan jumlah yang diterima lewat jalur SNBT sebanyak 2.830 orang yang merupakan hasil seleksi dari  jumlah pendaftar yang mencapai 91.926 orang peserta. “Total jumlah pendaftar SNBT yang memilih kuliah di UGM sekitar 91.926 peserta,” kata Wening dalam keterangannya yang dikirim ke wartawan, Minggu (16/6)

Berdasarkan rerata tingkat keketatan seleksi pada jalur SNBT kali ini menurut Wening sangatlah ketat. “Rerata persentase tingkat keketatan dari seluruh prodi sebesar 3,08 persen,” ujarnya.

Persentase tingkat keketatan ini diambil dari persentase perhitungan dari jumlah pendaftar dengan tingkat daya tampung. Semakin besar persentase rerata tingkat keketatan seleksi maka daya saing makin rendah. Sebaliknya semakin kecil angka persentase keketatan maka tingkat persaingan semakin tinggi.

Wening menyebutkan ada 30 prodi terketat di jalur SNBT UGM kali ini. Dari empat klaster bidang ilmu yakni Agro, Kesehatan dan Kedokteran, Saintek, dan Soshum pada program Sarjana, Wening menyebutkan lima prodi dengan tingkat keketatan tertinggi untuk klaster Kesehatan dan Kedokteran, yakni prodi Kedokteran 1,39%, prodi Gizi 2,75%, Ilmu Keperawatan 3,06%, Kedokteran Gigi 3,33% dan Farmasi 3,59%.

Selanjutnya untuk klaster Saintek, ada prodi Teknologi Informasi 1,60%, Ilmu Komputer 1,97%, Arsitektur 2,54%, Teknik Sipil 2,92% dan Teknik Industri 2,94%. Untuk kluster Agro, lima prodi dengan tingkat keketatan tertinggi  yakni prodi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian sebesar 3,25%, diikuti prodi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 5,59%, Penyuluh dan Komunikasi Pertanian 7.41%, Proteksi Tanaman Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan 7,54% dan Mikrobiologi Pertanian 8,21%.

Sedangkan untuk kelompok klaster Soshum, lima prodi keketatan tertinggi adalah prodi Ilmu Komunikasi 1,49%, Ilmu Hubungan Internasional 1,62%, Psikologi 1,69%, Manajemen 1,73% dan Akuntansi 1,94%.

Sedangkan untuk jenjang program Sarjana Terapan, lima prodi klaster Saintek dengan rerata tingkat keketatan tertinggi ada pada prodi Manajemen Informasi Kesehatan 0,95%, Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil 1,27%,Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak 1,34%, Teknologi Rekayasa Mesin 1,94% dan prodi Pengelolaan Hutan 1,95%. Adapun lima prodi di klaster Soshum, yakni prodi Akuntansi Sektor Publik 0,83%, Bahasa Inggris 0,91%, Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi 1,19%, Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional 1,33%, dan prodi Perbankan 1,40%.

Sekretaris Universitas (SU) UGM, Dr. Andi Sandi mengatakan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa baru yang diterima lewat jalur SNBT tidak mengalami kenaikan atau sama dengan besaran UKT yang berlaku tahun 2023/2024.  “Tidak ada kenaikan atau sama dengan tahun lalu,” katanya.

Soal Iuran Pengembangan Institusi, kata Sandi, UGM hanya menerapkan IPI bagi calon mahasiswa baru yang masuk melalui jalur Seleksi Mandiri 2024 dan masuk dalam kategori UKT Pendidikan Unggul. IPI tidak dibebankan kepada mahasiswa baru yang masuk melalui Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri yang masuk dalam kategori UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi.  “IPI dibayarkan satu kali sepanjang masa perkuliahan dengan besaran Rp20 juta untuk kelompok bidang ilmu Sosial dan Humaniora dan Rp 30 juta untuk kelompok bidang ilmu Sains, Teknologi, dan Kesehatan,” katanya.

Meski begitu, imbuh Sandi, penerapan UKT dan IPI ini diharapkan tidak menghambat calon mahasiswa untuk terus melanjutkan pendidikan di UGM. Selain itu, UGM memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membayar IPI dengan cara mengangsur.

Sebagai informasi, mahasiswa yang masuk dalam kelompok UKT 1 dan UKT 2 masih termasuk dalam kelompok UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi yang dikenakan tarif sebesar nol rupiah alias gratis. Selanjutnya bagi mahasiswa baru yang masuk kategori UKT 3 hingga UKT 5 jumlahnya bervariasi karena masuk dalam kelompok UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi dari 75 persen, 50 persen hingga 25 persen. 

Berbeda dengan mahasiswa yang masuk dalam UKT Kelompok 6 atau UKT Pendidikan unggul. Tarif UKT 6 tertinggi ada pada prodi Kedokteran, prodi Kedokteran Gigi dan Prodi Kedokteran Hewan sebesar Rp24.700.000 dan terendah pada prodi Filsafat dan Sosiologi sebesar Rp7.557.000. Penentuan UKT mengacu pada Indeks Kemampuan Ekonomi (IKE) dari profil keluarga orang tua mahasiswa baru. Adapun indikator IKE meliputi penghasilan orang tua, jumlah tanggungan keluarga, SPT Tahunan, dan daya listrik. 

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel 30 Prodi Terketat di Jalur SNBT UGM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/30-prodi-terketat-di-jalur-snbt-ugm/feed/ 0
UGM Terus Perluas Akses Pemerataan Seleksi Mahasiswa Baru https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-terus-perluas-akses-pemerataan-seleksi-mahasiswa-baru/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-terus-perluas-akses-pemerataan-seleksi-mahasiswa-baru/#respond Wed, 12 Jun 2024 08:29:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65166 Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA  dan Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D. melakukan kunjungan ke lokasi pelaksanaan Ujian Masuk UGM CBT 2024. Kunjungan dilakukan di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Sekolah Vokasi, dan Fakultas Ilmu Budaya. Kunjungan di FK-KMK yang […]

Artikel UGM Terus Perluas Akses Pemerataan Seleksi Mahasiswa Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA  dan Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D. melakukan kunjungan ke lokasi pelaksanaan Ujian Masuk UGM CBT 2024. Kunjungan dilakukan di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Sekolah Vokasi, dan Fakultas Ilmu Budaya.

Kunjungan di FK-KMK yang berpusat di Gedung Tahir Foundation di lakukan pimpinan UGM melihat secara langsung 8 peserta penyandang disabilitas. Sebanyak 8 peserta disabilitas terdiri 2 orang menyandang tuna daksa dan 6 orang tuna rungu.

Wening Udasmoro mengatakan secara keseluruhan sebanyak 41.973 peserta mengikuti Ujian Masuk UGM CBT tahun 2024. Sebanyak 32.414 peserta mengikuti tes UM UGM CBT di kota Yogyakarta, dan 9.559 mengikuti ujian di enam kota di Indonesia yaitu di Jakarta, Kupang, Balikpapan, Medan, Pekanbaru, dan Makassar.

Dalam kesempatan ini, Wening menyampaikan UGM dalam kebijakannya akan terus memperluas akses pemerataan seleksi mahasiswa baru untuk wilayah-wilayah terluar di Indonesia melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul Wilayah Afirmasi dan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Karenanya dimungkinkan untuk tahun-tahun mendatang membuka tes di banyak daerah.

“Kita sedang merancang kemungkinan nantinya melaksanakan tes Ujian Mandiri UGM di Papua. Hal ini tentunya membuka kesempatan lebih luas siswa-siswa Papua yang ingin kuliah di UGM,” ujarnya di FIB UGM, Rabu (12/6).

Selain membuka kesempatan tes Ujian Masuk UGM di daerah-daerah, disebutnya UGM di tahun yang akan datang juga akan melakukan proses wawancara melalui zoom sebagai bagian dari proses seleksinya. Hal ini penting dilakukan untuk mengukur kemantapan calon mahasiswa yang akan kuliah di UGM.

Gandes Retno Rahayu menambahkan sebanyak 40 persen akan diterima sebagai mahasiswa UGM melalui jalur seleksi Ujian Mandiri. Sebanyak 40 persen tersebut selain mereka yang terseleksi melalui UM UGM CBT juga mereka yang lolos dari seleksi UM Mandiri Program Penelusuran Bibit Unggul.

”Kita dari Ujian Mandiri ini akan menerima 40 persen baik yang melalui UM UGM CBT maupun yang melalui Penelusuran Bibit Unggul,” imbuhnya.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Donnie

Artikel UGM Terus Perluas Akses Pemerataan Seleksi Mahasiswa Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-terus-perluas-akses-pemerataan-seleksi-mahasiswa-baru/feed/ 0