dies natalis Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/dies-natalis/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 12 Nov 2024 02:57:43 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Fakultas Peternakan UGM Rayakan Dies ke-55 https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-peternakan-ugm-rayakan-dies-ke-55/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-peternakan-ugm-rayakan-dies-ke-55/#respond Tue, 12 Nov 2024 02:52:16 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72724 Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada memperingati Dies Natalis ke-55 dan Lustrum ke-11, Senin (11/11). Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, mengaku bangga atas berbagai capaian maupun prestasi yang diraih Fapet UGM, terutama jumlah Guru Besar yang mencapai 30 persen. “Jumlah Guru Besar ini termasuk yang tertinggi di UGM,”kata Ova. Rektor berpesan agar Fakultas Peternakan UGM terus […]

Artikel Fakultas Peternakan UGM Rayakan Dies ke-55 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada memperingati Dies Natalis ke-55 dan Lustrum ke-11, Senin (11/11). Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, mengaku bangga atas berbagai capaian maupun prestasi yang diraih Fapet UGM, terutama jumlah Guru Besar yang mencapai 30 persen. “Jumlah Guru Besar ini termasuk yang tertinggi di UGM,”kata Ova.

Rektor berpesan agar Fakultas Peternakan UGM terus mendorong meningkatnya jumlah mahasiswa pascasarjana, hasil riset, dan kolaborasi internasional.

Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dalam pidato laporannya menyampaikan kegiatan mobility program bagi mahasiswa S1 melalui PKL dan credit earning yang telah membantu mereka pada exposure iklim akademik internasional. 

Ia menyampaikan Fapet UGM juga mendapatkan program Pusat Unggulan Antar Universitas (PUAPT) beberapa proyek mulai pembangunan kandang di PIAT, mini Plant Pabrik Pakan dan fasilitas pengolahan pupuk organik. Bersamaan dengan itu program Kedaireka juga masih menjadi andalan untuk meningkatkan kapasitas peneliti dan menghasilkan hilirisasi produk peternakan

Di bidang SDM, Dekan menyampaikan ada tambahan 5 dosen baru dan 4 orang tenaga Kependidikan (Tendik) semakin memperkuat SDM Fakultas Peternakan. 

Di Rapat Senat Terbuka Fakultas Peternakan kali ini, penyampaian pidato ilmiah oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia Ir. Yudi Guntara Noor, S.Pt., IPU. Selain itu, dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara PT Citra Agro Buana Semesta dan PT Global Dairi Alami, penghargaan mitra dan alumni, soft launching produk peternakan serta pemotongan tumpeng. Penghargaan berupa Lifetime Achievement Alumni diberikan kepada Ir. Teguh Boediyana, MSc., Ir. Achmad Dawami dan Prof. Ir. Zaenal Bachruddin, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.

 Reportase : Satria/Humas Fapet

Editor.         : Gusti Grehenson

Foto           : Margiyono

Artikel Fakultas Peternakan UGM Rayakan Dies ke-55 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-peternakan-ugm-rayakan-dies-ke-55/feed/ 0
Dies ke-69, FEB UGM Berhasilkan Pertahankan Akreditasi AACSB dan LAMEMBA https://ugm.ac.id/id/berita/dies-ke-69-feb-ugm-berhasilkan-pertahankan-akreditasi-aacsb-dan-lamemba/ https://ugm.ac.id/id/berita/dies-ke-69-feb-ugm-berhasilkan-pertahankan-akreditasi-aacsb-dan-lamemba/#respond Thu, 19 Sep 2024 08:41:33 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70721 Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada merayakan puncak Dies Natalis ke-69, Kamis (19/9), di  Function Hall Gedung Pusat Pembelajaran FEB UGM.  Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., turut hadir untuk memberikan pidato sambutan, memberikan apresiasi atas pencapaian FEB UGM dalam mempertahankan akreditasi internasional, Association to Advance Collegiate Schools of Business […]

Artikel Dies ke-69, FEB UGM Berhasilkan Pertahankan Akreditasi AACSB dan LAMEMBA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada merayakan puncak Dies Natalis ke-69, Kamis (19/9), di  Function Hall Gedung Pusat Pembelajaran FEB UGM.  Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., turut hadir untuk memberikan pidato sambutan, memberikan apresiasi atas pencapaian FEB UGM dalam mempertahankan akreditasi internasional, Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) dan akreditasi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).

Selain itu, Ova mengapresiasi capaian-capaian FEB UGM yang selaras dengan jumlah mahasiswa pascasarjana yang telah mencapai target, yaitu mencapai 48% dari target 40%. “Semoga karya kreatif FEB UGM senantiasa berdampak demi perkembangan bangsa Indonesia,” ujar Ova.

Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Ak.,CA., dalam laporan capaian fakultas selama satu tahun terakhir menuturkan beberapa capaian akreditasi, prestasi nasional dan internasional, SDM tenaga pendidik, dan kontribusi alumni FEB UGM. Selain itu, Didi juga memaparkan terkait capaian kolaborasi internasional FEB UGM dengan kampus ternama dunia, serta faculty advisory board yang terdiri dari ahli perusahaan multinasional. “Semoga kita selalu memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan FEB UGM,” ucap Didi.

Sementara Guru Besar Ilmu Ekonomi FEB UGM Prof. Dr. Catur Sugiyanto, MA., berkesempatan menyampaikan pidato orasi ilmiah dengan judul “Sekelumit Bunga Rampai Pemikiran Ekonom FEB UGM dalam Pembangunan Sektor Pertanian RI”. Dalam pidato orasinya, Catur memaparkan  tentang perjalanan kebijakan sektor pertanian padi RI sejak tahun 1960 sampai tahun 2020.

Catur mengatakan berbagai kebijakan dan program pertanian yang diterapkan oleh pemerintah sejak tahun 1960, mulai dari Revolusi Hijau di zaman Soekarno hingga REPELITA di zaman Soeharto. Salah satu ekonom FEB UGM yang berpengaruh terhadap pelaksanaan program dan kebijakan ini adalah Prof. Mubyarto. Pemikiran Mubyarto di atas menjadi salah satu landasan perubahan strategi pelaksanaan upaya peningkatan produksi beras melalui Revolusi Hijau di akhir 1960-an. “Pemikiran para ekonom menyoroti pentingnya interaksi antara kebijakan, teknologi, risiko, dan insentif ekonomi dalam keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia,” katanya.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Dies ke-69, FEB UGM Berhasilkan Pertahankan Akreditasi AACSB dan LAMEMBA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dies-ke-69-feb-ugm-berhasilkan-pertahankan-akreditasi-aacsb-dan-lamemba/feed/ 0
Fisipol UGM Buka Rangkaian Dies ke-69, Fokus Kawal Demokrasi dan Lingkungan https://ugm.ac.id/id/berita/fisipol-ugm-buka-rangkaian-dies-ke-69-fokus-kawal-demokrasi-dan-lingkungan/ https://ugm.ac.id/id/berita/fisipol-ugm-buka-rangkaian-dies-ke-69-fokus-kawal-demokrasi-dan-lingkungan/#respond Fri, 13 Sep 2024 10:13:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70595 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM membuka rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-69 Fisipol UGM, Jumat (13/9) di selasar kampus Fisipol UGM. Dies kali ini mengusung tema  “Memperkokoh Inisiatif-inisiatif Sosial Merespons Kemunduran Demokrasi, Disrupsi Digital, dan Krisis Iklim”. Tema ini dipilih berdasarkan tiga flagship atau fokus utama Fisipol UGM dalam mendorong kemajuan nasional. Wakil Dekan Bidang […]

Artikel Fisipol UGM Buka Rangkaian Dies ke-69, Fokus Kawal Demokrasi dan Lingkungan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM membuka rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-69 Fisipol UGM, Jumat (13/9) di selasar kampus Fisipol UGM. Dies kali ini mengusung tema  “Memperkokoh Inisiatif-inisiatif Sosial Merespons Kemunduran Demokrasi, Disrupsi Digital, dan Krisis Iklim”. Tema ini dipilih berdasarkan tiga flagship atau fokus utama Fisipol UGM dalam mendorong kemajuan nasional.

Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja sama, dan Alumni, Fina Itriyati, Ph.D., dalam pidato sambutannya mengatakan Dies Fisipol kali ini kita mengambil tema yang selaras dengan tema Dies UGM. “Perayaan Dies Natalis ini harapannya bukan hanya sekedar perayaan, tapi juga mampu mengubah perilaku kita agar lebih peduli lingkungan,” terang Fina.

Menurutnya, agenda UGM dalam membangun kesadaran akan isu lingkungan seperti perubahan iklim dapat diimplementasikan dalam berbagai program kegiatan universitas seperti pengurangan penggunaan plastik dan kampanye membawa botol minum.

Ia menerangkan selama 69 tahun berdiri, Fisipol UGM berfokus merespon isu-isu demokrasi, transformasi digital, transisi energi, dan green society. Komitmen ini diwujudkan dengan penyelenggaraan diskusi, kerangka kebijakan, dan pengabdian pada masyarakat. Rangkaian Dies Natalis Fisipol UGM ke-69 juga nantinya akan dilengkapi oleh diskusi panel bersama para tokoh dan pengamat politik, pekan olahraga, dan peluncuran buku di bulan Desember mendatang.  “Saya kira ini salah satu upaya juga untuk turut mengawal demokrasi, dan isu-isu lainnya seperti perubahan iklim,” jelasnya.

Di acara peluncuran pembukaan Dies Natalis diawali dengan kegiatan senam sehat bersama. Seluruh tenaga kependidikan terlihat antusias mengikuti senam. Selanjutnya, diikuti dengan pelaksanaan Lomba Tumpeng bagi unit kerja Fisipol UGM. Pada lomba ini, peserta diharuskan menghias dan mempercantik tumpeng dengan bahan yang ada. Setiap unit Fisipol UGM mengirimkan 4-5 orang yang beradu kreativitas dan kerja sama untuk memenangkan hadiah menarik.

Selain senam sehat dan lomba tumpeng, Fisipol UGM berkolaborasi dengan UMKM membuat Market Day dan Bazaar Dies Natalis. Sebanyak 15 brand telah diseleksi dari 93 pendaftar yang akan membuka stand di acara Market Day. Beberapa di antaranya menjual aneka makanan dan minuman, seperti bakpia, sushi, sampai souvenir khas Jogja. Sedangkan Bazaar Dies Natalis menghadirkan UMKM karya anak bangsa yang bernuansa nusantara dan ramah lingkungan. Seluruh stand tampak ramai dihadiri mahasiswa dan sivitas akademika Fisipol UGM.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Fisipol UGM Buka Rangkaian Dies ke-69, Fokus Kawal Demokrasi dan Lingkungan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fisipol-ugm-buka-rangkaian-dies-ke-69-fokus-kawal-demokrasi-dan-lingkungan/feed/ 0
Fakultas Geografi UGM Jalin Kerja Sama dengan 40 Mitra Internasional  https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-geografi-ugm-jalin-kerja-sama-dengan-40-mitra-internasional/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-geografi-ugm-jalin-kerja-sama-dengan-40-mitra-internasional/#respond Tue, 03 Sep 2024 08:54:43 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70244 Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada terus mendorong publikasi riset dan menjalin mitra internasional dalam meningkatkan kualitas akademik dan membangun reputasi internasional. Dekan Fakultas Geografi, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. menyampaikan beberapa pencapaian yang berhasil dicapai oleh Fakultas Geografi UGM selama beberapa tahun terakhir. Beberapa diantaranya yaitu jumlah penelitian, serta sitasi dosen yang melebihi target […]

Artikel Fakultas Geografi UGM Jalin Kerja Sama dengan 40 Mitra Internasional  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada terus mendorong publikasi riset dan menjalin mitra internasional dalam meningkatkan kualitas akademik dan membangun reputasi internasional. Dekan Fakultas Geografi, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. menyampaikan beberapa pencapaian yang berhasil dicapai oleh Fakultas Geografi UGM selama beberapa tahun terakhir. Beberapa diantaranya yaitu jumlah penelitian, serta sitasi dosen yang melebihi target pencapaian.

“Di bidang publikasi, pada periode 2024, jumlah luaran penelitian multidisiplin yang melibatkan peneliti lebih dari satu fakultas mencapai 82 judul dari 18 judul yang ditargetkan Jumlah sitasi dosen juga telah mencapai 860 dari 492 yang ditargetkan” Ungkapnya dalam Laporan Dekan pada Puncak Dies ke -61, Senin (2/9), di Auditorium Merapi Fakultas Geografi.

Selain itu, Fakultas Geografi juga berhasil menjalin kemitraan dengan berbagai pihak Internasional guna melaksanakan riset serta proyek bersama. Beberapa diantaranya adalah TH Köln University, University of Nagoya, serta University of Tasmania. Ia menyebutkan, di bidang kerja sama internasional, Fakultas Geografi UGM terus memperluas jaringan global untuk memperkuat inovasi dan penerapan Tridharma. Pada tahun 2024, Fakultas Geografi UGM memiliki 40 kemitraan internasional yang aktif. “Terdiri dari 35 kemitraan dengan universitas dan 5 kemitraan dengan mitra global yang tersebar di Eropa, Asia, Australia, dan Amerika,” jelasnya

Pada puncak Dies kali ini, selain Laporan Dekan juga  disampaikan, sebuah orasi Ilmiah yang berjudul “Emisi Rendah Karbon, Planet Berkelanjutan dan Kontribusi Pemodelan Geografis (Geographic Modelling)” disampaikan oleh Dosen Geografi UGM Dr. Bowo Susilo, S.Si., M.T. Di pidato ilmiahnya, Bowo menjelaskan urgensi dari emisi karbon dengan segala dampaknya terhadap kehidupan manusia serta apa yang kontribusi yang dapat diberikan pemodelan geografis terkait masalah yang dihadapi. “Emisi gas rumah kaca atau emisi karbon mulai menjadi perhatian utama masyarakat global sejak akhir abad 20 hingga saat ini” Jelasnya.

Bowo menambahkan bahwa situasi dan kondisi di Indonesia sebagai negara nomor 6 penyumbang emisi karbon di dunia, dan menjelaskan bahwa langkah yang sudah kita ambil merupakan langkah yang sudah tepat dalam mengurangi emisi karbon. “Kita masih harus meningkatkan usaha kita dalam mengurangi karbon yang dihasilkan oleh negara ini.

Ia menyebutkan, pada tahun 2023, luas area hutan yang direhabilitasi mencapai 550.000 hektar, melampaui target tahunan sebesar 500.000 hektar. Reforestasi ini tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon tetapi juga meningkatkan keanekaragaman hayati dan kualitas hidup masyarakat lokal yang bergantung pada sumber daya hutan” Tambahnya.

Menurutnya  posisi Pemodelan Geografi sebagai salah satu instrumen yang bisa dimanfaatkan untuk menemukan solusi dalam rangka mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh Indonesia. Hal ini dikarenakan Pemodelan Geografi dapat dimanfaatkan untuk mengeksplorasi beragam solusi yang mungkin diterapkan dalam rangka memecahkan permasalahan dan mendukung pengambilan keputusan. “Pemodelan geografis, secara langsung berkontribusi pada visualisasi spasial terhadap intensitas interaksi pemanfaatan sumber daya dan aktivitas manusia yang kemudian berafiliasi pada jumlah serapan atau emisi karbon” Jelasnya

Penulis : Hanif

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Fakultas Geografi UGM Jalin Kerja Sama dengan 40 Mitra Internasional  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-geografi-ugm-jalin-kerja-sama-dengan-40-mitra-internasional/feed/ 0
Fapet UGM Siap Pecahkan Rekor MURI Minum 11.690 Susu Oleh Mahasiswa https://ugm.ac.id/id/berita/fapet-ugm-siap-pecahkan-rekor-muri-minum-11-690-susu-oleh-mahasiswa/ https://ugm.ac.id/id/berita/fapet-ugm-siap-pecahkan-rekor-muri-minum-11-690-susu-oleh-mahasiswa/#respond Tue, 07 May 2024 01:36:47 +0000 https://ugm.ac.id/fapet-ugm-siap-pecahkan-rekor-muri-minum-11-690-susu-oleh-mahasiswa/ Fakultas Peternakan (Fapet) UGM siap pecahkan rekor MURI minum 11.690 susu oleh mahasiswa pada peringatan hari susu sedunia, 1 Juni mendatang. Dekan Fapet, Prof. Budi Guntoro, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam Lustrum ke-11 Fapet. “Minum susu pada peringatan hari susu sedunia 1 Juni oleh sekitar 11.690 mahasiswa,” kata Budi saat pembukaan […]

Artikel Fapet UGM Siap Pecahkan Rekor MURI Minum 11.690 Susu Oleh Mahasiswa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Peternakan (Fapet) UGM siap pecahkan rekor MURI minum 11.690 susu oleh mahasiswa pada peringatan hari susu sedunia, 1 Juni mendatang. Dekan Fapet, Prof. Budi Guntoro, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam Lustrum ke-11 Fapet.

“Minum susu pada peringatan hari susu sedunia 1 Juni oleh sekitar 11.690 mahasiswa,” kata Budi saat pembukaan rangkaian lustrum, Jumat (3/5).

Budi menambahkan kegiatan Lustrum ke-11 terdiri dari kegiatan akademik dan non akademik yang diakhiri nantinya dengan puncak lustrum yakni rapat senat terbuka di bulan November.

Ketua panitia Lustrum ke-11, Tian Jihadhan Wankar, Ir. S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPP., mengatakan Lustrum ke-11 Fapet tahun ini mengangkat tema Peningkatan Produktivitas Manusia Melalui Pangan Fungsional Asal Ternak Untuk Mendukung SDGs.

“Tema ini sesuai dengan poin SDGs kedua yakni zero hunger dan ketersediaan pangan,” kata Tian.

Ia menambahkan serangkaian acara telah disiapkan untuk meramaikan lustrum tahun ini, yaitu peringatan hari susu sedunia pada 1 Juni, festival halal, pelatihan juru sembelih halal (Juleha) menyambut Iduladha, kompetisi olahraga, kontes ternak, pengabdian kepada masyarakat berupa kuliah gratis, summer course, bakti sosial, ekshibisi hewan kesayangan, fun run, reuni akbar, dan rapat senat terbuka.

Pembukaan lustrum secara resmi ditandai dengan pemukulan gong oleh Dekan Fakultas Peternakan UGM, pemberian ternak secara simbolis serta pelepasan burung oleh jajaran pimpinan Fapet UGM.

Humas Fapet: Satria

Foto: Margiyono

Artikel Fapet UGM Siap Pecahkan Rekor MURI Minum 11.690 Susu Oleh Mahasiswa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fapet-ugm-siap-pecahkan-rekor-muri-minum-11-690-susu-oleh-mahasiswa/feed/ 0
UGM Siap Luncurkan Jurnal Rempah Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-luncurkan-jurnal-rempah-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-luncurkan-jurnal-rempah-indonesia/#respond Tue, 05 Mar 2024 09:50:05 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-siap-luncurkan-jurnal-rempah-indonesia/ Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM merayakan Dies ke-78 terhitung berdiri sejak 3 Maret 1946. Fakultas yang dulunya dikenal dengan nama Fakultas Sastra ini telah mengalami banyak perubahan dan meraih capaian yang membanggakan sehingga menjadi pilar utama dalam pengembangan Ilmu-ilmu Humaniora. Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi, mengatakan FIB UGM terus mendorong kegiatan riset dan publikasi […]

Artikel UGM Siap Luncurkan Jurnal Rempah Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM merayakan Dies ke-78 terhitung berdiri sejak 3 Maret 1946. Fakultas yang dulunya dikenal dengan nama Fakultas Sastra ini telah mengalami banyak perubahan dan meraih capaian yang membanggakan sehingga menjadi pilar utama dalam pengembangan Ilmu-ilmu Humaniora.

Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi, mengatakan FIB UGM terus mendorong kegiatan riset dan publikasi di bidang Ilmu Humaniora yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa. Untuk saat ini, pihaknya mengelola sebanyak 15 jurnal, 8 diantaranya sudah terakreditasi SINTA dan 3 terindeks internasional.  Beberapa jurnal milik FIB UGM tersebut diantaranya Humaniora, Poetika, Lexicon, Lembaran sejarah, Rubikon, Lembaran Antropologi, Gadjah Mada Journal of Tourism Studies, hingga East Asian Review.

Namun baru-baru ini, kata Dekan, FIB UGM siap menerbitkan jurnal baru yang terkait penelitian kosmopolis rempah. Hal itu dilakukan karena FIB UGM memiliki unit penelitian kosmopolis rempah sehingga salah satu keluarannya adalah penerbitan hasil riset. “Jurnal yang secara khusus mengenai rempah-rempah di Indonesia yang kita beri nama International Journal of Spice Studies yang akan segera kita luncurkan agar media publikasi ilmiah kita semakin kuat dan beragam,” ujarnya di pidato Laporan Dekan pada perayaan puncak Dies ke-78 FIB, Selasa (5/3) di ruang pertemuan Gedung R. Soegondo FIB UGM.

Setiadi mengatakan publikasi artikel yang dilakukan dosen pada jurnal internasional bereputasi pada tahun 2023 sebanyak 100 artikel. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 100 persen dibandingkan tahun  2022 lalu sebanyak 51 artikel. “Dari jumlah tersebut, Departemen Antropologi menduduki tempat tertinggi untuk publikasi jurnal internasional bereputasi sebanyak 49 persen dan Departemen Bahasa dan Sastra sebesar 30 persen,” katanya.

Sementara Guru Besar FIB UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S, M.Hum, DEA., dalam pidato ilmiahnya yang berjudul The Upper Subject: Honor dan Praktik Reproduksi Sosialnya dalam Masyarakat Indonesia Kontemporer, mengatakan bahwa di tengah masifnya penggunaan teknologi, terutama teknologi informatika, banyak potensi melemahnya keberadaan manusia sebagai subjek.

Padahal manusia adalah subjek. “Subjektivitas manusia tersebut berpotensi tercerabut karena terlalu diposisikannya teknologi sebagai subjek baru yang mengalahkan manusia. Membicarakan subjek dapat kita gunakan untuk melakukan refleksi kritis, bukan hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi diri kita sendiri. Kita perlu terus menerus melakukan proses kritis. Jangan sampai kita semua dan terutama generasi-generasi muda tidak dapat menjawab dengan alasan yang jelas akan suatu pilihan karena teralihkan pada pragmatisme dalam cara berpikir mereka,” kata Wening.

Selain soal subjektivitas manusia,  Wening juga menyoroti tentang perilaku kelompok masyarakat kita yang suka memamerkan kekayaan sebagai bagian dari the upper subject. Bagi Wening, sebetulnya tidak ada yang salah dengan the upper subject yang dimilikinya. Apalagi banyak yang memang sejak lahir telah memiliki privilege dalam masyarakat karena akumulasi modal-modal yang sudah dilakukan oleh orang tua atau kakek neneknya. Namun, yang perlu diingat, posisi the upper subject tersebut perlu dikelola agar bersifat kontributif bagi masyarakat dan bukan hanya fokus pada hasrat pribadi yang diunggulkan apalagi merugikan orang lain.

“Memiliki tas Hermes, Dolce & Gabbana dan merk-merk lain atau memiliki rumah dan mobil mewah bukanlah hal yang salah. Namun, memamerkannya terus-menerus di tengah masyarakat yang masih banyak berkekurangan  menunjukkan ketidakmampuan orang tersebut mengontrol hasrat narsismenya serta menjelaskan hilangnya solidaritas baik mekanik maupun organik di tengah masyarakat kita,” ujarnya.

Penulis       : Gusti Grehenson

Artikel UGM Siap Luncurkan Jurnal Rempah Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-luncurkan-jurnal-rempah-indonesia/feed/ 0
Fakultas Hukum UGM Gelar Diskusi Ekonomi Hijau Bersama Durham University dan The World Bank  https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-hukum-ugm-gelar-diskusi-ekonomi-hijau-bersama-durham-university-dan-the-world-bank/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-hukum-ugm-gelar-diskusi-ekonomi-hijau-bersama-durham-university-dan-the-world-bank/#respond Wed, 21 Feb 2024 09:07:28 +0000 https://ugm.ac.id/fakultas-hukum-ugm-gelar-diskusi-ekonomi-hijau-bersama-durham-university-dan-the-world-bank/ Implementasi ekonomi hijau berkelanjutan atau suistanable green economy merupakan tanggung jawab multidisplin dan multisektor. Setiap negara memiliki strategi yang berbeda dalam mencanangkan kebijakan ekonomi hijau. Fakultas Hukum UGM menggelar seminar internasional bertema “Achieving Sustainability through Green Economy Policies” bersama Durham University, dan pakar The World Bank mengenai strategi kebijakan ekonomi hijau yang berkelanjutan pada Kamis […]

Artikel Fakultas Hukum UGM Gelar Diskusi Ekonomi Hijau Bersama Durham University dan The World Bank  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Implementasi ekonomi hijau berkelanjutan atau suistanable green economy merupakan tanggung jawab multidisplin dan multisektor. Setiap negara memiliki strategi yang berbeda dalam mencanangkan kebijakan ekonomi hijau. Fakultas Hukum UGM menggelar seminar internasional bertema “Achieving Sustainability through Green Economy Policies” bersama Durham University, dan pakar The World Bank mengenai strategi kebijakan ekonomi hijau yang berkelanjutan pada Kamis (15/2).

Pakar Durham University, Dr. Adebola Adeyemi, menjelaskan Inggris menghadapi tantangan besar dalam merancang kebijakan ekonomi hijau. Sebagai negara empat musim, Inggris membutuhkan pasokan energi yang lebih tinggi dibanding dengan negara tropis. Ketergantungan akan penggunaan energi dan mineral ini mau tidak mau harus disesuaikan dengan permintaan mineral dunia yang diatur dalam “Critical Mineral Strategy”. Kebijakan ini berusaha mengatur ekspor mineral litium, grafit, kobalt, nikel agar tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Selama bertahun-tahun Inggris menjadi pemasok mineral bagi dunia. Melalui adanya kebijakan net zero emission yang memaksa negara-negara memanfaatkan teknologi baterai, menyebabkan permintaan mineral meningkat. Kami di Inggris pada dasarnya juga sangat bergantung akan sumber energi ini. Maka dibuatlah strategi agar kebutuhan domestik terpenuhi, namun bisnis tetap berjalan,” paparnya. Ketersediaan sumber daya mineral saat ini tidak bisa memenuhi permintaan pasar yang melonjak. Akibatnya, harga mineral di pasar dunia menjadi tidak terkendali.

Berbeda dengan Inggris, Indonesia telah menetapkan kebijakan ekonomi hijau dalam bentuk suistanable finance policy. Prinsip kebijakan ini mengatur tentang upaya investasi jangka panjang, pengembangan penelitian, hingga penerapan strategi finansial berkelanjutan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dukungan penuh dari industri jasa keuangan bagi program yang mencakup tiga aspek, yaitu kepentingan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup. Hal ini dijelaskan oleh Prof. Paripurna P. Sugarda dari Departemen Hukum Bisnis FH UGM.

“OJK mengatur dengan tegas agar industri jasa keuangan menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan. Bagaimana kita memastikan itu berjalan? Ada tiga hal yang dilakukan OJK. Apabila institusi tidak mengikuti regulasi keberlanjutan, maka OJK berhak memberikan pinalti dan sanksi. Setiap kegiatan akan diawasi oleh OJK, dan insitusi perlu melaporkan seluruh kegiatan sesuai kebijakan berkelanjutan,” jelas Paripurna.

Tak hanya mengatur kebijakan finansial secara domestik, strategi ini juga mempromosikan ekonomi hijau ke negara lain. Peluang kerja sama dan investasi terbuka luas dalam meningkatkan tujuan ekonomi berkelanjutan. Menurut catatan The World Bank, Indonesia telah berhasil mengembangkan ESG (Environtmental, Social, and Governance) dan membangun ekosistem finansial berkelanjutan yang siginifikan. “Indonesia mempublikasikan 10 standar ESG yang menjadi tumpuan program, di mana ini adalah awal mula yang bagus. Sebagian besar kebijakan ini berfokus pada infrastruktur dan forum internasional untuk keberlanjutan,” papar Dr. Satoshi Ishihara, Senior Social Development Specialist, The World Bank.

Seminar internasional ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian acara Dies Natalis ke-78 Fakultas Hukum UGM. Melalui diskusi ini, harapannya mampu memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Sebagaimana dicantumkan dalam poin SDGs ke-17, yakni kemitraan untuk mencapai tujuan. Kerja sama antar lembaga dan negara diharapkan mampu mendorong upaya bersama dalam mengedukasi dan mengembangkan tujuan berkelanjutan. 

Penulis: Tasya

 

 

Artikel Fakultas Hukum UGM Gelar Diskusi Ekonomi Hijau Bersama Durham University dan The World Bank  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-hukum-ugm-gelar-diskusi-ekonomi-hijau-bersama-durham-university-dan-the-world-bank/feed/ 0
Tiga Insan Terbaik Menerima UGM Award 2023 https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-insan-terbaik-menerima-ugm-award-2023/ https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-insan-terbaik-menerima-ugm-award-2023/#respond Tue, 19 Dec 2023 08:50:25 +0000 https://ugm.ac.id/tiga-insan-terbaik-menerima-ugm-award-2023/ Raut wajah bahagia terpancar dari Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc, Prof. Dra. Wega Trisunaryanti, M.S., Ph.D.,Eng, dan Ir. Benjamin Mangitung saat mengikuti puncak peringatan Dies ke-74 Universitas Gadjah Mada. Ketiga insan terbaik tersenyum bahagia karena dinobatkan sebagai  penerima UGM Award tahun 2023 pada Puncak Dies ke-74 UGM. Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, S.Si., […]

Artikel Tiga Insan Terbaik Menerima UGM Award 2023 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Raut wajah bahagia terpancar dari Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc, Prof. Dra. Wega Trisunaryanti, M.S., Ph.D.,Eng, dan Ir. Benjamin Mangitung saat mengikuti puncak peringatan Dies ke-74 Universitas Gadjah Mada. Ketiga insan terbaik tersenyum bahagia karena dinobatkan sebagai  penerima UGM Award tahun 2023 pada Puncak Dies ke-74 UGM.

Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc menerima penghargaan dalam bidang pengembangan IPTEKS, khususnya dedikasi dan penyelenggaraan terkait informasi geospasial. Prof. Dra. Wega Trisunaryanti, M.S., Ph.D.,Eng, dalam bidang Tridarma Pendidikan Tinggi, dan Ir. Benjamin Mangitung dalam bidang lingkungan, energi biru, dan sirkuler ekonomi.

“Tentu saya mengucapkan terima kasih kepada UGM yang telah memberikan penghargaan ini. Penghargaan ini menunjukkan arti peran kita dalam pengembangan informasi geo-spasial di Indonesia sangat besar sekali dan penghargaan ini merupakan satu bentuk apresiasi serta dukungan untuk lebih mengembangkan informasi geo-spasial di Indonesia,” ucap Muh Aris Marfai di Grha Sabha Pramana UGM, Selasa (19/12).

Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) berpandangan UGM sebagai universitas besar mempunyai banyak program yang terkait dengan informasi geospasial. Di dalam kampus UGM ada geodesi, geografi, kehutanan, vokasi, pertanian dan lain-lain yang keilmuannya berkontribusi sangat luar biasa dalam pengembangan informasi geospasial di Indonesia.

Dia menambahkan ke depan ada tantangan besar yang harus dihadapi diantaranya keinginan mengembangkan informasi geospasial dalam skala besar agar bisa untuk mengerakkan perekonomian yang lebih besar. Misalnya menyangkut penggunaan teknologi google atau google map, maka ke depan diharapkan memiliki teknologi sendiri agar bisa memajukan perekonomian di Indonesia.

“Kita berharap bisa menumbuhkan investasi lebih baik lagi dengan mengembangkan informasi geospasial sebagai platform untuk mendukung informasi yang akurat,” katanya.

Sebagai kepala BIG, ia terus mendorong untuk pelaksanaan one map policy atau kebijakan satu peta dan saat ini sudah berlangsung ada 150 tematik peta yang sudah bisa disinkronkan. Kondisi ini dinilainya sangat bagus agar bisa dibagi-bagikan antar kementerian dan lembaga sehingga dari situ pula akan ketahuan terjadinya tumpeng tindih fungsi lahan selama ini.

Informasi geospasial selama ini telah dimanfaatkan untuk tata kelola sawit yang semakin lama semakin baik. Bahkan informasi geospasial dalam skala besar ini terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan IKN terutama dalam perencanaan.

“Kita akan mengembangkan pemetaan 1:1000 dan 1:5000 dan ada niatan melakukan sapu bersih seluruh Indonesia pemetaan skala besar 1:5000. Jika ini bisa tentu rencana detail tata ruang dapat mendukung  untuk online single submission investasi akan lebih bagus. Artinya dengan ketersediaan informasi geospasial yang bagus akan membuka investasi, membuka peluang ekonomi dan ini yang akan kita lakukan terus,” terangnya.

Kegembiraan menyelimuti hati Wega Trisunaryanti seusai menerima penghargaan. Baginya penghargaan ini sebagai anugerah yang sangat luar biasa karena merupakan penghargaan tertinggi dari UGM yang diberikan tiap tahunnya di saat puncak peringatan Dies.

Dengan penghargaan ini dirinya mengaku sangat terpacu untuk terus berkreasi dan berprestasi. Dengan rendah hati, ia menyampaikan apa yang telah dihasilkan masih belum seberapa dan perlu untuk terus dikembangkan agar dapat  bermanfaat untuk nusa bangsa dan umat manusia.

“Saya berharap ini menginspirasi yang muda-muda untuk dapat terus bekerja dan berprestasi. Sebagai dosen memang harus melaksanakan tridarma perguruan tinggi yang meliputi mengajar (pendidikan), penelitian dan pengabdian masyarakat,” katanya.

Dalam urusan tridarma, Wega mengaku berusaha untuk memaksimalkan semua bidang. Dalam bidang pendidikan atau pengajaran, dirinya memang betul-betul berkomitmen dan berprestasi dengan mengembangkan sistem pengajaran yang mudah diterima oleh mahasiswa.

“Bagaimana saya berusaha agar mahasiswa bisa belajar dengan happy. Di situlah kemudian kita penuhi semua tugas kewajiban di bidang pendidikan,” paparnya.

Dalam bidang penelitian kewajiban semua dosen memang harus meneliti tetapi bagaimana caranya agar penelitian yang dilakukan menghasilkan penelitian yang baik. Penelitian yang baik adalah jika output dari penelitian menghasilkan publikasi dan disusul paten.

“Alhamdullilah saya telah memublikasikan lebih dari 100 paper dengan sitasi yang ada di scopus. H Index Scopus sekarang sudah mencapai 17, padahal saya jujur berawal H Index Scopus sama dengan satu, kemudian sekarang sudah mencapai 17. Peningkatan 1 menjadi 17 itu artinya di semua paper yang saya publikasikan masing-masing harus disitasi semua pihak atau peneliti lain,” imbuhnya.

Selain itu, dirinya juga melakukan riset-riset yang inovatif. Contohnya di bidang keahliannya soal  katalis, ia berusaha untuk menghasilkan fraksi-fraksi bahan bakar yang merupakan energi baru dan terbarukan. Sebagai pakar kimia di FMIPA UGM saat ini dirinya tengah mengerjakan proyek hibah sawit dari dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

“Dengan pendaan dari BPDPKS, saya mengerjakan katalis untuk bio-avtur  dari Sawit. Sedangkan di bidang pengabdian setiap tahun saya memilih minimal 3 pengabdian yang harus dilaksanakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Benjamin Mangitung mengaku cukup terkejut menerima penghargaan dari UGM. Alumnus FTP UGM tahun 1975 tersebut merasa tidak pernah bermimpi dan berharap akan menerima penghargaan dari UGM.

“Saya tidak mengerti apa yang telah saya perbuat, kalau itu dihargai terima kasih. Saya memang ada punya yang resort di Hutan Bakau yang kami lestarikan, kami perbesar dan rawat. Mungkin itu yang dianggap oleh UGM sebagai sesuatu yang berharga,” ungkapnya.

CEO Beejay Group memang memiliki beberapa bisnis diantaranya Beejay Seafood dan Beejay Bakau Resort Restoran di Probolinggo. Bee Jay Resort Probolinggo merupakan wisata alam cantik yang berawal dari tumpukan sampah.

Sebelum menjadi resort seperti sekarang, Bee Jay Resort merupakan pantai yang penuh dengan sampah. Benjamin mangitung bersama dua saudaranya pada akhirnya membersihkan seluruh sampah di daerah tersebut dan menjadikannya sebagai lokasi wisata dan kini Bee Jay Resort dianggap sebagai salah satu tempat wisata yang paling ramai dikunjungi wisatawan yang datang ke Probolinggo.

“Dengan penghargaan ini, tentunya saya harus bekerja lebih keras lagi, berbuat lebih lagi dari yang sekarang. Saya melihat ini satu amanah yang besar,” imbuhnya.

Penulis : Agung Nugroho

Fotografer : Firsto

Artikel Tiga Insan Terbaik Menerima UGM Award 2023 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-insan-terbaik-menerima-ugm-award-2023/feed/ 0
Ludruk Tumpengan Pilihan Lurah Ramaikan Dies ke-74 UGM https://ugm.ac.id/id/berita/ludruk-tumpengan-pilihan-lurah-ramaikan-dies-ke-74-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/ludruk-tumpengan-pilihan-lurah-ramaikan-dies-ke-74-ugm/#respond Mon, 18 Dec 2023 06:32:16 +0000 https://ugm.ac.id/ludruk-tumpengan-pilihan-lurah-ramaikan-dies-ke-74-ugm/ Meramaikan Dies Natalis ke-74, Universitas Gadjah Mada menggelar pentas ludruk. Pentas ludruk berlangsung hari Sabtu malam (16/12) seusai penganugerahan alumni mengabdi. Pentas ludruk mengusung kisah Tumpengan Pilihan Lurah yang secara garis besar bercerita tokoh Pak Lurah yang menginginkan anaknya menjadi kandidat Lurah pada Pilkades mendatang. Tokoh Lurah ini meminta semua aparat desa untuk melancarkan keinginannya […]

Artikel Ludruk Tumpengan Pilihan Lurah Ramaikan Dies ke-74 UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Meramaikan Dies Natalis ke-74, Universitas Gadjah Mada menggelar pentas ludruk. Pentas ludruk berlangsung hari Sabtu malam (16/12) seusai penganugerahan alumni mengabdi. Pentas ludruk mengusung kisah Tumpengan Pilihan Lurah yang secara garis besar bercerita tokoh Pak Lurah yang menginginkan anaknya menjadi kandidat Lurah pada Pilkades mendatang. Tokoh Lurah ini meminta semua aparat desa untuk melancarkan keinginannya agar  sukses melanggengkan kekuasaannya dengan segala cara.

Rencana ini pun didukung oleh Jagabaya, Kamitua 1, Kamitua 2, Pak Carik, dan para pendukungnya. Bahkan rencana ini sebenarnya sudah mendapatkan ’peringatan’ oleh tokoh Bayan, namun Lurah  Incumbent tetap saja bersikeras agar anaknya,  Gus Aji menjadi lurah.

Alasannya anaknya penuh prestasi dan dekat dengan generasi Z. Bahkan, lurah telah menyiapkan 2 peti uang untuk ongkos politik termasuk pesta tumpengan dan tayuban. Tanpa disangka-sangka,  pencalonan lurah itu dapat pesaing kuat, yakni Srikandi Menthelwati, putri mantan Lurah (Lurah Dongkol).

Lebih dari itu, para pembantunya 3 baturwati setia lurah Incumbent membelot masuk partai pengusung lawan, dan menjadi tim sukses Menthelwati. Bahkan direncanakan akan ada perayaan tumpengan juga ulang tahun Lurah Dongkol.

Akhirnya, kedua kubu itu sepakat buat acara dobel tumpengan di kelurahan. Semua orang akhirnya terlibat  makan tumpeng  gratifikasi dan dapat amplop. Hanya Bu Lurah saja yang tidak sempat mencicipi karena sedang dinas rapat di luar kota, dan cerita pun diakhiri antiklimaks, karena dua calon lurah ternyata  adalah sepasang kekasih yang selama ini diam-diam merajut benang asmara.

Pementasan melibatkan para pimpinan universitas dan fakultas, diantaranya Rektor, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG., Ph.D berperan sebagai bu Lurah dan  Muhammad Bagus Febriyanto, S.S., M.Hum sebagai Lurah. Penampil lainnya Dr. dr. Rustamaji, M.Kes memerankan sebagai Calon Lurah Pria, Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D sebagai Calon Lurah Perempuan, Kamituwa diperankan Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc, Ph.D., IPU, ASEAN Eng, Kamituwa 2 oleh Arif Nurcahyo, S.Psi., M.A, Bayan oleh Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si, Jagabaya oleh Jack Haryanto, S.E., M.M, Carik oleh Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, SH., LLM, Lurah Dongkol: Prof. Dr.-Ing.Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN.Eng, dan Bu Lurah Dongkol oleh Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum. Pemeran lainnya Rewang 1 oleh Dr. Iva Ariani, Rewang 2 oleh Dr. Wulan Tri Astuti, S.S., M.A, Rewang 3 oleh Arsanti Wulandari, S.S., M.Hum, dan pementasan ludruk ini diramaikan bintang tamu Cak Kartolo dan Ning Tini.

Dibalik keberhasilan pementasan ludruk Tumpengan Pilihan Lurah berperan orang-orang yang secara konsisten memberi perhatian dan kepedulian pada seni ludruk. Mereka adalah Dr. Cahyaningrum Dewojati, S.S., M.Hum selaku Penulis naskah sekaligus Sutradara, Dr. Sindung Tjahyadi, M.Hum sebagai Produser, dan didukung Artistik dan Tata Panggung oleh Rudy Wiratama, S.I.P., M.A, serta penata iringan oleh Laurentius Hanan, S.Sn.

Sindung Tjahyadi menambahkan pementasan ludruk dalam rangka Dies ke-74 UGM berangkat dari diktum UGM sebagai universitas kebudayaan. Kebudayaan yang dimaksud tentu merupakan kebudayaan nusantara.

“Karenanya dalam kesempatan kali ini kita tidak pentas kethoprak seperti biasanya. Sesekali ludruk, kethoprak identik Jawa Tengah meskipun sampai ke Jawa Timur juga ada kethoprak tetapi ludruk relaf menjadi ciri khas Jawa Timur,”ujarnya.

Pilihan pementasan ludruk, menurut Sindung, sesuai dengan keinginan dengan banyak teman alumni. Ludruk sendiri sebenarnya di wilayahnya Jawa Timur telah punya penggemar tersendiri, seperti  misalnya yang di daerah Jombang sampai Malang. Dua daerah ini masih sangat kuat sehingga jadilah ludruk menjadi pilihan.

Tentang pilihan kisah Tumpengan Pilihan Lurah, Sindung menyebut kisah ini diangkat dengan tujuan sangat jelas yaitu memparodikan situasi nasional saat ini. Pesannya sangat sederhana yaitu terkait dengan Pemilu kali ini perbedaan pilihan tidak perlu menjadikan baper. Menurutnya perbedaan pilihan seperti apapun akhirnya semua bersatu dalam satu kabinet.

“Sebagaimana dicontohkan yang kemarin itu. Ndak usah baper baperan lah, apalagi sampai kemudian bertengkar, saling benci dan sebangainya. Semuanya toh pada akhirnya dalam satu perahu yang sama yaitu Indonesia,” tuturnya.

 

Wayang Kulit Banjaran Dwi Jaworo

 

Selain Luudruk, UGM juga menggelar wayang kulit dengan lakon Banjaran Dwi Jaworo. Wayang ini  bercerita tentang kompilasi biografi karier tiga orang mahaguru, yaitu Romo Bargowo, Druna, dan Arjuna. Mereka adalah tiga orang pemanah andal yang mempunyai mata rantai ilmu pengetahuan yang tidak terputus dan mengalami permasalahan pada zamannya masing-masing. Romo Bargowo harus menghadapi kezaliman oligarki yang semena-mena, Druna bergelut dengan isu inklusifitas, dan Arjuna menatap era kesetaraan gender. Ketiga permasalahan zaman tersebut tidak dapat dihadapi dengan metode yang sama, sehingga tiga kesatria tersebut masing-masing harus bergulat dengan batinnya sendiri untuk dapat mengawal generasi penerusnya agar dapat membangun masa depan yang lebih baik.

Tiga kesatria meskipun tidak sepenuhnya ideal, namun dapat diambil pelajaran dari laku dan sikap hidupnya dalam menapaki zaman Kalatido yang menuntut setiap orang untuk dapat menentukan sikap dengan sejernih-jernihnya mata hatinya. Lakon wayang kulit “Banjaran Dwi Jaworo” merupakan sajian keluarga kesenian mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang disajikan dengan empat gaya pakeliran, yaitu Yogyakarta, Surakarta, dan Banyumas serta cekdongan Jawa Timuran dengan dalang-dalang dari berbagai jurusan dan fakultas di Universitas Gadjah Mada. Ide lakon ini disusun oleh Dr. Sindung Tjahyadi, M.Hum. dan Rudi Wiratama, S.I.P., M.A. serta diiringi dengan gending-gending gubahan Dr. Sukisno, M.Sn. yang memadukan kekayaan lintas gagrak sebagai pembuktian bahwa Universitas Gadjah Mada adalah institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen untuk terus meng-Indonesia, menusantara, dan merangkul semuanya.

Penulis : Agung Nugroho-Rifai

Fotografer: Donie

Artikel Ludruk Tumpengan Pilihan Lurah Ramaikan Dies ke-74 UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ludruk-tumpengan-pilihan-lurah-ramaikan-dies-ke-74-ugm/feed/ 0
Dies ke-74, UGM Kembali Mengadakan Lomba Mancing https://ugm.ac.id/id/berita/dies-ke-74-ugm-kembali-mengadakan-lomba-mancing/ https://ugm.ac.id/id/berita/dies-ke-74-ugm-kembali-mengadakan-lomba-mancing/#respond Mon, 04 Dec 2023 08:20:18 +0000 https://ugm.ac.id/?p=62566 Dalam rangka Dies Natalis ke 74 Universitas Gadjah Mada kembali mengadakan lomba mancing. Lomba mancing untuk civitas akademika dan warga sekitar dilaksanakan di  Lokasi Embung PIAT, Jalan Tanjungtirto, Tanjung, Kalitirto, Kec. Berbah, Kabupaten Sleman. Sebanyak 250 peserta mengikuti lomba mancing kali ini. Lomba dibuka  Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Teknik […]

Artikel Dies ke-74, UGM Kembali Mengadakan Lomba Mancing pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dalam rangka Dies Natalis ke 74 Universitas Gadjah Mada kembali mengadakan lomba mancing. Lomba mancing untuk civitas akademika dan warga sekitar dilaksanakan di  Lokasi Embung PIAT, Jalan Tanjungtirto, Tanjung, Kalitirto, Kec. Berbah, Kabupaten Sleman.

Sebanyak 250 peserta mengikuti lomba mancing kali ini. Lomba dibuka  Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Teknik UGM, Ir. Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ACPE, sekaligus sebagai Wakil Ketua Panitia Dies ke-74 UGM.

Dalam sambutannya ia menyampaikan syukur atas terselenggaranya berbagai lomba dalam rangka Dies ke-74 UGM termasuk lomba mancing bersama di PIAT UGM. Ia menyatakan terima kasihnya kepada warga sekitar UGM yang turut serta dalam meramaikan lomba mancing kali ini.

“Terima kasih untuk semuanya yang telah meluangkan waktu untuk mancing bersama dan terima kasih juga untuk kebersamaan selama ini dalam menjaga kampus UGM,” katanya di Embung PIAT UGM, Sabtu (2/12).

Bahari Suharto selaku ketua panitia lomba mancing menambahkan kategori lomba meliputi perorangan dengan hanya diperbolehkan menggunakan 1 joran dan dipasangi 1 mata kail. Dalam lomba kali ini dilepas 400 kg ikan yang terdiri 250 kg ikan bawal dan 150 kg ikan nila.

Penentuan juara ditentukan dengan urutan jumlah terberat dari total timbangan ikan. Panitia dalam lomba kali ini menentukan 3 pemenang dengan hadiah mendapatkan uang.

“Untuk juara 1 mendapatkan 1 juta pemenang kedua 750 ribu dan pemenang ketiga 500 ribu,” katanya.

Untuk durasi lomba selama 3 jam dimulai pukul 07.00 s.d 10.00 wib. Perlombaan ditandai dengan pelepasan ikan maskot dan hasilnya keluar sebagai juara 1 Cak Nur (warga sekitar UGM), juara 2 Nanang (warga sekitar UGM) dan Yuliantoko (PK4L UGM).

“Selamat untuk para pemenang dan terima kasih kepada jajaran bank mitra dan Muspida Kapanewonan Berbah yang telah turut meramaikan lomba mincing kali ini,” imbuhnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Firsto

Artikel Dies ke-74, UGM Kembali Mengadakan Lomba Mancing pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dies-ke-74-ugm-kembali-mengadakan-lomba-mancing/feed/ 0