Dewan Guru Besar UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/dewan-guru-besar-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 29 Oct 2024 09:20:29 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Pemuda Diajak Berpikir Kritis dan Koreksi Pelanggaran Kekuasaan https://ugm.ac.id/id/berita/pemuda-diajak-berpikir-kritis-dan-koreksi-pelanggaran-kekuasaan/ https://ugm.ac.id/id/berita/pemuda-diajak-berpikir-kritis-dan-koreksi-pelanggaran-kekuasaan/#respond Tue, 29 Oct 2024 09:20:29 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72267 Hari sumpah pemuda yang jatuh setiap 28 oktober, menjadi momen untuk melakukan refleksi dan mengingat kembali semangat dari Sumpah Pemuda 96 tahun lalu agar tidak terjadi kemunduran lebih lanjut. Sejarah telah membuktikan bahwa unsur pemuda senantiasa menjadi kekuatan moral yang mampu melakukan koreksi atas kemunduran dan penyimpangan kuasa, dekadensi, serta kemandegan sistem sosial, ekonomi dan […]

Artikel Pemuda Diajak Berpikir Kritis dan Koreksi Pelanggaran Kekuasaan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Hari sumpah pemuda yang jatuh setiap 28 oktober, menjadi momen untuk melakukan refleksi dan mengingat kembali semangat dari Sumpah Pemuda 96 tahun lalu agar tidak terjadi kemunduran lebih lanjut. Sejarah telah membuktikan bahwa unsur pemuda senantiasa menjadi kekuatan moral yang mampu melakukan koreksi atas kemunduran dan penyimpangan kuasa, dekadensi, serta kemandegan sistem sosial, ekonomi dan politik dalam pembangunan nasional.

Hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P,  menyampaikan rangkuman penyelenggaraan Kegiatan Diskusi Pemikiran Bulaksumur bertema  Gerakan Mencerdaskan Kehidupan: Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2024, di Balai Senat, Senin (28/10).

Wahyudi menuturkan, rumusan Sumpah Pemuda pada Kongres Pemuda di Jakarta pada 27-28 Oktober 1928 telah berhasil mempertemukan keragaman etnis dan budaya bangsa Indonesia menjadi satu persatuan dalam ikrar Sumpah Pemuda. Peristiwa yang terjadi 17 tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan pada tahun 1945 merupakan pernyataan kebangsaan pemuda-pemudi yang terdiri dari beragam suku, daerah asal, kelompok kepentingan, dan agama.

Menurut Wahyudi, para pemuda ini berhasil menyatukan dan menyatakan kebersamaan dalam satu tanah-air, bangsa dan bahasa Indonesia. Momen peringatan Sumpah Pemuda pada tahun kali ini diwarnai pergantian kepemimpinan nasional. Sehingga menjadi momentum untuk memperkuat semangat pemuda dalam menyukseskan pembangunan. “Perjuangan bangsa masih menjadi hal penting untuk dilakukan dengan memanfaatkan bonus demografi agar terjadi lompatan menjadi negara maju. Sayang, perkembangan terakhir justru ditandai dengan merosotnya demokrasi, memudarnya kedaulatan, merosotnya dan rendahnya kecerdasan masyarakat di tengah transisi kehidupan era digital dan perubahan yang semakin global,” ujarnya.

Kekuatan pemuda menurutnya sangat penting saat melawan upaya penjajahan kembali pada tahun 1949, penegasan dasar negara Pancasila pada tahun 1965, aksi Malari pada tahun 1974, serta gerakan reformasi pada tahun 1998 yang membuktikan bahwa pemuda tidak pernah tinggal diam dalam upaya membangun karakter dan kehidupan berbangsa. ”Kita mengharapkan pemuda memiliki kekuatan untuk koreksi terhadap segala bentuk penyimpangan kekuasaan,” terangnya.

Soal kemerosotan etika moral dan kemunduran demokrasi, degradasi lingkungan, eksploitasi sumberdaya alam, kemaksiatan yang merajalela, serta tergerusnya kewarasan akibat pendangkalan pikiran menjadikan permasalahan tersebut perlu dipulihkan  dengan mengembangkan sistem pendidikan kewargaan yang inklusif dan bermartabat sehingga tercipta masyarakat yang cerdas dalam menyikapi berbagai macam tantangan untuk menjadi bangsa yang maju, berdaulat, adil dan makmur.

Khusus untuk para mahasiswa, diharapkan terus membekali diri dengan perilaku dan sikap yang positif, tidak gampang mengeluh dan tidak cepat putus asa. “Para mahasiswa yang notabene adalah pemuda perlu untuk terus membuka pikiran pada setiap upaya untuk meningkatkan profesionalisme, intelektualitas serta komitmen yang kuat agar mampu mengambil estafet kepemimpinan di masa mendatang,” imbuhnya.

Seperti diketahui dalam seminar Pemikiran Bulaksumur bertema  Gerakan Mencerdaskan Kehidupan: Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2024 yang diselenggarakan Dewan Guru Besar UGM menghadirkan pembicara dari berbagai unsur. Dewa Ayu Made Diah Camalini, anggota MWA unsur mahasiswa menyampaikan topik “Gerakan Pemuda Pelopor Mencerdaskan Kehidupan”, Prof. Dr. M. Baiquni, MA mengupas “Gagasan Gerakan Mencerdaskan Kehidupan”, Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum, Ketua Senat Akademik UGM mengurai topik “Tatanan Akademik Kampus Dalam Mencerdaskan Kehidupan”, 

Selanjutnya, Ganjar Pranowo, S.H., MIP selaku Ketua Kagama menyampaikan “Peran Alumni Dalam Mencerdaskan Kehidupan”, serta Rektor UGM, Dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si yang memaparkan persoalan Kepemimpinan Pendidikan Tinggi Dalam Mencerdaskan Kehidupan.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

Artikel Pemuda Diajak Berpikir Kritis dan Koreksi Pelanggaran Kekuasaan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pemuda-diajak-berpikir-kritis-dan-koreksi-pelanggaran-kekuasaan/feed/ 0
DGB UGM Jaring Kandidat Penerima Anugerah HB IX dan Anugerah UGM https://ugm.ac.id/id/berita/dgb-ugm-jaring-kandidat-penerima-hb-ix-award-dan-anugerah-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/dgb-ugm-jaring-kandidat-penerima-hb-ix-award-dan-anugerah-ugm/#respond Thu, 24 Oct 2024 08:30:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72054 Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (DGB UGM) berencana akan memberikan penghargaan kepada insan-insan dan tokoh-tokoh yang berjasa pada ilmu pengetahuan, kemanusiaan dan lingkungan hidup. UGM membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mengusulkan bakal calon penerima Anugerah Hamengku Buwono IX dan Anugerah Universitas Gadjah Mada.  Prof. Dr. M. Baiquni, M.A selaku Ketua DGB UGM menyatakan penghargaan […]

Artikel DGB UGM Jaring Kandidat Penerima Anugerah HB IX dan Anugerah UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (DGB UGM) berencana akan memberikan penghargaan kepada insan-insan dan tokoh-tokoh yang berjasa pada ilmu pengetahuan, kemanusiaan dan lingkungan hidup. UGM membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mengusulkan bakal calon penerima Anugerah Hamengku Buwono IX dan Anugerah Universitas Gadjah Mada. 

Prof. Dr. M. Baiquni, M.A selaku Ketua DGB UGM menyatakan penghargaan Anugerah HB IX dan Anugerah UGM rutin setiap tahun digelar. Disayangkan, tahun lalu untuk penghargaan Anugerah  Hamengkubuwono IX tidak ada kandidat yang dinilai mumpuni untuk mendapatkannya. “Karenanya kali ini kami kembali membuka dan menjaring untuk disebarluaskan agar mendapatkan calon-calon terbaik dengan harapan dua penghargaan ini akan terisi”, ujarnya di Ruang Fortakgama, Rabu (23/10).

Baiquni menjelaskan untuk setiap Anugerah UGM bisa terpilih satu atau lebih insan-insan atau tokoh yang memenuhi persyaratan. Ia sangat berharap dengan penyebarluasan informasi soal penghargaan ini akan terjaring insan-insan atau tokoh yang telah berjasa namun luput dari perhatian banyak orang.

Ia menambahkan UGM HB IX dan Anugerah UGM bisa diberikan kepada mereka yang alumni maupun bukan alumni UGM. Karenanya bagi yang memiliki informasi terkait peran dari orang-orang yang telah mengabdi di masyarakat baik di perkotaan maupun di pedalaman, pemerhati konservasi lingkungan, orang-orang yang berjuang tanpa pamrih bisa diusulkan dengan dilengkapi biodata lengkap, karya dan video. “Kita berharap dari Kagama dan organisasi lainnya juga mengusulkan. Jika nanti data sudah masuk, beberapa nama, dan memenuhi kriteria untuk ANugerah HB IX, kita akan berkonsultasi dengan Ngarso Dalem (Sri Sultan HB X),” terangnya.

Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P selaku sekretaris Dewan Guru Besar UGM mengatakan UGM secara konsisten ingin memberikan penghargaan kepada insan-insan yang betul-betul memiliki komitmen yang kuat terhadap karya dan berjasa dan berprestasi dari segi ilmu pengetahuan yang memenuhi persyaratan yang diketahui publik. “Untuk pemberian doktor honoris causa kita masih bisa terima, tetapi jika terkait Profesor kehormatan mudah-mudahan UGM konsisten tidak memberikan gelar tersebut, dan kita berikan penghargaan dalam wujud lain yaitu pemberian HB IX Award atau UGM award. Saya kira itu lebih obyektif berdasarkan kriteria-kriteria yang bisa diterima oleh publik”, terangnya.

Prof. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D., IPM., ASEAN Eng, selaku Ketua Panitia Seleksi menambahkan penjaringan calon penerima Anugerah HB IX dan UGM Award adalah tugas yang harus dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Rektor No 15 tahun 2021 yang mengatur soal Gelar Kehormatan dan Anugerah. Selaku panitia seleksi, ia mengaku fokus tentang pemberian Anugerah HB IX dan UGM Award. “Secara teknis sebetulnya sudah mengumumkan juga dan menyebarkan luaskan termasuk kepada Kagama seluruh Indonesia. Harapannya terjaring beberapa nama kandidat hingga tanggal 9 November 2024, karena hasil seleksi akan diumumkan saat Dies UGM tanggal 19 Desember 2024,” katanya.

Ia kembali menandaskan untuk anugerah UGM memang tidak harus dari alumni. Meski begitu, mereka yang diusulkan harus selaras dengan nilai-nilai ke UGM-an. Sehingga ketika seseorang individu atau institusi mengusulkan tentu akan mengacu pada nilai-nilai ke UGM-an, diantaranya kesejahteraan masyarakat, melestarikan kearifan lokal, serta lebih fokus juga kepada adanya inovasi atau kepeloporan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. “Tentu saja bisa menunjukkan penguatan terhadap nilai-nilai keluhuran dan kesejahteraan”, paparnya.

Terkait tata cara pengusulan, bakal calon boleh mengusulkan diri sendiri atau diusulkan oleh orang lain atau suatu lembaga pengusul. Bakal calon yang diusulkan masih hidup, saat diusulkan melampirkan surat pengantar beserta riwayat hidup lengkap dengan foto dan tautan karya dikirim kepada Panitia Seleksi Penerimaan Anugerah Hamengku Buwono IX dan Anugerah Universitas Gadjah Mada Tahun 2024, dan paling lambat 9 November 2024. Berkas dikirim dalam bentuk softcopy ke email dgb@ugm.ac.id dan hardcopy ke Sekretariat Panitia Seleksi Penerimaan Anugerah Hamengku Buwono IX dan Anugerah Universitas Gadjah Mada Tahun 2024, Kantor Dewan Guru Besar, Gedung Pusat UGM, Lantai 2 Sayap Timur, Bulaksumur, Yogyakarta.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

Artikel DGB UGM Jaring Kandidat Penerima Anugerah HB IX dan Anugerah UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dgb-ugm-jaring-kandidat-penerima-hb-ix-award-dan-anugerah-ugm/feed/ 0
Prof Sigit Riyanto, Dekan Fakultas Hukum UGM Periode 2016-2021 Meninggal Dunia https://ugm.ac.id/id/berita/prof-sigit-riyanto-dekan-fakultas-hukum-ugm-periode-2016-2021-meninggal-dunia/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-sigit-riyanto-dekan-fakultas-hukum-ugm-periode-2016-2021-meninggal-dunia/#respond Wed, 21 Aug 2024 09:12:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69690 Universitas Gadjah Mada kembali dirundung duka, salah satu putra terbaiknya Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M., meninggal dunia. Guru Besar Fakultas Hukum ini meninggal dunia pada hari Rabu (21/8) pukul 04.30 WIB di usia 60 tahun di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, meninggalkan istri dan tiga orang anak. Ratusan civitas akademika, kerabat dan kolega kerja […]

Artikel Prof Sigit Riyanto, Dekan Fakultas Hukum UGM Periode 2016-2021 Meninggal Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali dirundung duka, salah satu putra terbaiknya Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M., meninggal dunia. Guru Besar Fakultas Hukum ini meninggal dunia pada hari Rabu (21/8) pukul 04.30 WIB di usia 60 tahun di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, meninggalkan istri dan tiga orang anak.

Ratusan civitas akademika, kerabat dan kolega kerja memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Prof. Sigit Riyanto dalam upacara penghormatan yang diadakan di Balairung UGM, sebelum jenazahnya kemudian dimakamkan di Pemakaman Keluarga UGM Sawitsari.

Memimpin upacara pelepasan dan penghormatan di Balairung UGM, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D menyatakan Universitas Gadjah Mada pada hari ini kembali berduka karena harus melepas salah satu insan terbaiknya, Almarhum Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M. Mewakili keluarga besar Universitas Gadjah Mada ia menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Almarhum Prof. Sigit Riyanto. ”Kita semua memohonkan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta diterima segala amal ibadahnya, dan semoga keluarga yang ditinggalkan, senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, serta keikhlasan,” katanya.

Almarhum Prof. Sigit Riyanto adalah Guru Besar dalam bidang Hukum Internasional, yang dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Fakultas Hukum UGM sekitar 10 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 26 Juni 2014. Selama berkarya di UGM, almarhum dikenal sebagai pribadi yang tegas dan berkomitmen pada penegakan peraturan. “Terakhir kali saya berjumpa baru kemarin siang di RSA UGM, dan dini hari tadi, Allah SWT berkehendak, hingga Prof. Sigit Riyanto akhirnya berpulang. Karena sesungguhnya Allah SWT yang paling berhak atas seluruh ciptaan-NYA, dan semoga doa-doa terbaik yang kita panjatkan hari ini berkenan di hadapan-NYA,” ucap rektor.

Ova Emilia menuturkan saat dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM, Prof Sigit Riyanto menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Re-interpretasi Kedaulatan Negara dalam Hukum Internasional. Pada pidato tersebut, almarhum menekankan salah satu tugas akademisi hukum internasional adalah melakukan pemetaan akademik-ilmiah dengan mempertimbangkan hubungan yang saling menyuburkan antara hukum internasional dengan hubungan internasional dan ekonomi internasional.

Seperti halnya mengkaji kembali kesetaraan negara vs Non State Actors, terutama dalam hal perancangan norma hukum dan standar baru di bidang hak asasi manusia, lingkungan, ekonomi, dan perdagangan internasional serta penyelesaian sengketa. 

”Pada momen penghormatan terakhir ini, ijinkan saya menghaturkan terima kasih mendalam kepada Almarhum Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M. atas pengabdian dan dedikasinya bagi UGM, khususnya bagi Fakultas Hukum. Semoga segenap amalan ilmu dan karya beliau, Insya Allah menjadi ladang ibadah sekaligus pembuka jalan bagi pengembangan ilmu pengetahuan masa depan, dan marilah kita menghantarkan Almarhum Prof. Sigit Riyanto, ke peristirahatan terakhir dengan memanjatkan doa-doa, semoga Allah SWT memberikan pengampunan, kedamaian, dan tempat mulia kepada Almarhum”, ungkapnya.

Prof. Dr. Marsudi Triatmodjo, S.H., LLM, Dekan Fakultas Hukum UGM Periode 2004 – 2008 dan 2009 – 2012 sekaligus kolega almarhum di Departemen Hukum Internasional FH UGM memandang sosok almarhum Prof. Sigit Riyanto adalah pribadi yang pandai diatas rata-rata, dan pribadi yang konsisten ketika diberi dan mengemban amanah. Almarhum, menurutnya adalah seorang yang mampu menjadi inspirator untuk teman-teman di Departemen Hukum Internasional Fakultas Hukum UGM. “Sungguh kami semua teman di Departemen Hukum Internasional merasa kehilangan karena selain beritanya mendadak, dan kami di hari Senin (19/8) masih bertemu secara fisik”, ungkapnya.

Marsudi meyakini almarhum Prof. Sigit Riyanto adalah pribadi yang konsisten. Ia menuturkan bila di hari Selasa (20/8) almarhum seharusnya menguji skripsi tetapi karena mengingat kondisi pada akhirnya almarhum masih menyempatkan ujian sekalipun secara daring. “Jadi bisa dibayangkan dalam kondisi sakit seperti itu masih melakukan kegiatan menguji, dan almarhum memang sibuk dengan menjadi narasumber di berbagai instansi, dan kegiatan-kegiatan ilmiah setelah tidak lagi menjadi dekan, dan aktivitas almarhum memang lumayan banyak,” terangnya.

Di mata Marsudi, sosok almarhum Prof. Sigit Riyanto adalah pribadi penuh amanah dan taat berdasarkan aturan atau kebijakan-kebijakan dari universitas. Saat menjabat dekan berbagai perkembangan baik secara fisik maupun akademik berjalan dengan sangat baik. “Saya yakin almarhum sudah memberikan ilmunya yang terbaik kepada para mahasiswa, dan almarhum termasuk sosok yang menjadi idola para mahasiswa sehingga saya yakin pemikiran-pemikirannya akan memberikan arah bagi mahasiswa untuk melaksanakan profesinya dengan sebaik mungkin,” pungkansnya.

Dalam daftar riwayat hidup, almarhum Sigit Riyanto pernah menjabat Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama Fakultas Hukum UGM 2008 – 2012, sebagai Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM 2015 – 2016, dan menjabat Dekan Fakultas Hukum UGM periode 2016 – 2021.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

Artikel Prof Sigit Riyanto, Dekan Fakultas Hukum UGM Periode 2016-2021 Meninggal Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-sigit-riyanto-dekan-fakultas-hukum-ugm-periode-2016-2021-meninggal-dunia/feed/ 0
DGB UGM Terima Kunjungan Alumni Lintas Keilmuan https://ugm.ac.id/id/berita/dgb-ugm-terima-kunjungan-alumni-lintas-keilmuan/ https://ugm.ac.id/id/berita/dgb-ugm-terima-kunjungan-alumni-lintas-keilmuan/#respond Wed, 21 Aug 2024 03:51:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69621 Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (DGB UGM) menerima kunjungan Alumni lintas keilmuan dan lintas keahlian. Mereka yang berkunjung adalah  Direktur Sustainitiate Ir. Nazir Foead, M.Sc, , Direktur Forest and Wildlife WWF Indonesia Dr. rer. silv. Muhammad Ali Imron, S.Hut., M.Sc, dan Direktur Yayasan Mapa Bhakti Lestari Januar Wida Wicaksono, S.S.  Turut pula Pembina Yayasan […]

Artikel DGB UGM Terima Kunjungan Alumni Lintas Keilmuan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (DGB UGM) menerima kunjungan Alumni lintas keilmuan dan lintas keahlian. Mereka yang berkunjung adalah  Direktur Sustainitiate Ir. Nazir Foead, M.Sc, , Direktur Forest and Wildlife WWF Indonesia Dr. rer. silv. Muhammad Ali Imron, S.Hut., M.Sc, dan Direktur Yayasan Mapa Bhakti Lestari Januar Wida Wicaksono, S.S. 

Turut pula Pembina Yayasan Mapa Bhakti, Ferry Iskandar, S.TP., Pengawas Aisyah Hilal, S.S., dan Anang Agus Susanto, S.E, Commercial Director ARBio – Saraswanti Genomic Institute (SGI) yaitu Sandhya Yuddha, S.H., dan Dwi Oblo fotografer dan juga kontributor tetap untuk Thomson-Reuters, National Geographic Indonesia, dan National Geographic Traveler.

Rombongan alumni lintas keilmuan dan lintas keahlian ini diterima Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A di ruangannya, Senin (19/8). Dalam suasana santai mereka bernostalgia sekaligus memperbincangkan terkait berbagai isu-isu kemasyarakatan dan lingkungan. Beberapa gagasan aksi nyata pun muncul dalam pertemuan ini untuk memperbaiki problem-problem lingkungan.

Tak sungkan para alumni mempertanyakan soal peran dan tugas Dewan Guru Besar UGM. Di sela-sela diskusi mereka juga menanyakan posisi DGB UGM dalam Struktur dan Organisasi Tata Kelola Universitas Gadjah Mada, dan Baiquni pun menjawab semua pertanyaan para alumni. Dia menyampaikan Dewan Guru Besar UGM dalam perannya antara lain mengembangkan pemikiran atau pandangan serta memberikan masukan kepada organ UGM terkait isu-isu strategis yang dihadapi bangsa dan negara serta penyelesaiannya. “DGB UGM ini juga menjadi pelopor dalam mengembangkan dan menanamkan wawasan kebangsaan kepada civitas akademika dan masyarakat,” katanya.

Berbagai isu-isu soal kesehatan mental tak luput dari perhatian mereka dalam pertemuan ini. Dalam diskusi bersama disepakati bila kesehatan mental yang memerlukan penanganan konseptual hingga pencegahan, perawatan, dan penyembuhan mental.

Pada pertemuan ini, Baiquni juga menyampaikan tentang upaya kesehatan jiwa dan raga dengan melakukan aktivitas sehat dan bugar diantaranya Shinrin Yoku yaitu mandi oksigen di bawah pepohonan hutan atau kebun dan taman, Nordic Walking berjalan dengan tongkat yang efektif untuk menggerakkan sendi-sendi dan meningkatkan sirkulasi oksigen, Art Stone Balancing fokus menata keseimbangan menghayati sirkulasi oksigen.

Perbincangan pun semakin sore semakin menarik banyak topik untuk diperbincangkan, diantaranya topik penanganan dan pengelolaan sampah. Bagaimana penanganan dan pengelolaan sampah menjadi barang yang bermanfaat sebagaimana yang selalu menjadi bahasan dan pengalaman yang telah dilakukan Mapagama Bhakti di Yogyakarta. Bahwa dalam penanganan dan pengelolaan sampah diperlukan kemitraan yang lebih luas dan penerapan di wilayah lainnya. Penanganan sampah berbasis komunitas hingga sistem pengelolaan sampah di tingkat kabupaten dan kota memerlukan partisipasi warga dan kolaborasi mitra. “Gagasan inovatif dan Gerakan kreatif penanggulangan sampah ini juga sudah seharusnya menjadi bahasan dan perhatian para pencinta alam untuk turut serta menangani,” terang Lestari Januar.

Reportase : Heru Sutrisno

Penulis : Agung Nugroho

Artikel DGB UGM Terima Kunjungan Alumni Lintas Keilmuan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dgb-ugm-terima-kunjungan-alumni-lintas-keilmuan/feed/ 0