Daun Kelor Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/daun-kelor/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 23 Aug 2024 06:39:27 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mahasiswa UGM Bikin Snack Bar dari Daun Kelor untuk Cegah Stunting https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-snack-bar-dari-daun-kelor-untuk-cegah-stunting/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-snack-bar-dari-daun-kelor-untuk-cegah-stunting/#respond Fri, 23 Aug 2024 06:39:27 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69778 Percepatan penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional. Sebenarnya, permasalahan Stunting ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di berbagai negara. Menurut UNICEF, stunting disebabkan anak kekurangan gizi dalam dua tahun usianya, ibu kekurangan nutrisi saat kehamilan, dan sanitasi yang buruk. Prevalensi stunting di Indonesia saat ini adalah 21,6%, sementara target yang ingin […]

Artikel Mahasiswa UGM Bikin Snack Bar dari Daun Kelor untuk Cegah Stunting pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Percepatan penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional. Sebenarnya, permasalahan Stunting ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di berbagai negara. Menurut UNICEF, stunting disebabkan anak kekurangan gizi dalam dua tahun usianya, ibu kekurangan nutrisi saat kehamilan, dan sanitasi yang buruk. Prevalensi stunting di Indonesia saat ini adalah 21,6%, sementara target yang ingin dicapai adalah 14% pada 2024. Untuk itu, diperlukan upaya bersama untuk mencapai target yang telah ditetapkan, salah satunya dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga.

Untuk membantu program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting, Lima orang mahasiswa UGM yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) mengkreasikan sebuah inovasi snack bar berbahan dasar daun kelor dengan tambahan berupa kacang-kacangan, seperti edamame dan kacang tanah yang digunakan sebagai bahan dasar. Kelima orang mahasiswa tersebut adalah Andika Jatra Pratama (FK-KMK), Aurel Novalino, Zahra Faizah (Fakultas Teknik), Ghina Salwa (Fakultas Peternakan), dan Daniel Phangkay (Fakultas Teknologi Pertanian).

Ide pembuatan snack bar berbahan dasar daun kelor ini berangkat dari kegiatan pengabdian mahasiswa di Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.Di kelurahan ini, daun kelor menjadi salah satu komoditas yang jumlahnya banyak, tetapi kurang dapat diolah masyarakat setempat. “Tim kami kemudian menghadirkan inovasi pembuatan snack bar dari bahan dasar kelor sehingga masyarakat dapat memanfaatkan secara maksimal potensi sumber daya yang dimiliki untuk menyelesaikan permasalahan stunting,” kata Andika dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (23/8).

Khususnya bagi ibu hamil, kata Andika, daun kelor bisa mencegah stunting pada bayi karena kaya akan nutrisi penting seperti vitamin A, vitamin C, kalsium, protein, dan zat besi. “Daun kelor memberikan asupan gizi yang diperlukan untuk mendukung perkembangan optimal janin serta mencegah anemia pada ibu hamil,” katanya.

Tim mahasiswa membuat olahan makanan yang dibuat berupa brownies dan snack bar kering. Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain adalah tepung terigu, madu sebagai pemanis, daun kelor, kacang tanah, dan edamame sebagai sumber tambahan gizi dan memberikan tekstur renyah pada makanan. Kacang tanah dan edamame mengandung asam folat dan zat besi yang mendukung penguatan janin sehingga dapat mencegah stunting pada bayi yang lahir.  

Pembuatan snack bar ini menargetkan pelatihan pengolahan daun kelor pada ibu-ibu PKK. Ibu-ibu PKK kelurahan wonodri diberikan pelatihan cara membuat snack bar berbahan dasar daun kelor dengan harapan mereka bisa membagikan kemampuan tersebut. “Menggandeng ibu-ibu PKK sebagai mitra utama, diharapkan program PKM-PM Elsibarkelor ini dapat menjadi salah satu langkah nyata masyarakat dalam upaya menekan angka stunting di wilayah mereka,” kata Jatra, anggota tim PKM lainnya

Selain mengolah makanan cegah stunting dari daun kelor, warga juga diberikan pelatihan penggunaan aplikasi Elsimil sehingga mereka dapat mengoperasikannya secara mandiri. Pelatihan ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan keberadaan aplikasi Elsimil yang diluncurkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Aplikasi ini memiliki tiga fitur utama, yaitu skrining yang mencakup calon pengantin, calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan keluarga yang memiliki bayi usia 0-59 bulan. Lalu, beragam edukasi terkait kesehatan reproduksi dan cara menjaga kehamilan, serta konsultasi dengan ahli dari BKKBN. 

“Dari awal ada pendampingan karena sebelum menikah itu ada kriteria yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Bahkan, sekarang sudah bekerja sama dengan Kementerian Agama sehingga siapa pun yang mau menikah itu harus mengisi skrining dari aplikasi Elsimil. Jadi, mereka harus dapat sertifikat dulu baru bisa mengajukan pernikahan ke KUA,” jelas Novalino.

Dengan adanya program ini, diharapkan mampu menekan angka stunting di kelurahan wonodri dan mendorong kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan daun kelor, serta dapat membantu mensukseskan program zero stunting yang digalakkan oleh pemerintah dengan memanfaatkan aplikasi elsimil secara optimal. 

Penulis : Rahma Khoirunnisa

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Bikin Snack Bar dari Daun Kelor untuk Cegah Stunting pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-bikin-snack-bar-dari-daun-kelor-untuk-cegah-stunting/feed/ 0
Mahasiswa UGM Buat Pakan Ayam Broiler dari Maggot BSF dan Daun Kelor  https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-buat-pakan-ayam-broiler-dari-maggot-bsf-dan-daun-kelor/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-buat-pakan-ayam-broiler-dari-maggot-bsf-dan-daun-kelor/#respond Sat, 10 Aug 2024 10:43:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69207 Mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengembangkan pakan ayam broiler dan petelur dengan menggabungkan potensi maggot BSF dan daun kelor, yang disebut Maglor, tidak hanya menawarkan solusi pakan yang efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kualitas hasil ternak. Pengembangan pakan ternak ini dilakukan oleh kelompok mahasiswa yang terdiri atas Dewi Kumala Ayu […]

Artikel Mahasiswa UGM Buat Pakan Ayam Broiler dari Maggot BSF dan Daun Kelor  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengembangkan pakan ayam broiler dan petelur dengan menggabungkan potensi maggot BSF dan daun kelor, yang disebut Maglor, tidak hanya menawarkan solusi pakan yang efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kualitas hasil ternak.

Pengembangan pakan ternak ini dilakukan oleh kelompok mahasiswa yang terdiri atas Dewi Kumala Ayu (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 2023), Sabrina Nur Anisa (Teknik Pertanian, 2022), Khayatun Nisa (Teknik Pertanian, 2022), Aurelia Nadiyah Prayudanti (Ilmu dan Industri Peternakan, 2022) dan Dhedi Hasyim Darmawan (Akuntansi Sektor Publik, 2023) di bawah bimbingan Mohammad Sofi’ul Anam, S.Pt., M.Sc.

Dewi Kumala Ayu dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (10/8), pakan Maglor yang mereka kembangkan merupakan suplementasi pakan organik berbahan dasar maggot Black Soldier Fly (BSF) dan daun kelor. “Produk ini ditujukan untuk menunjang efisiensi pakan ayam broiler dan petelur,” ujarnya.

Soal bahan dasar penggunaan maggot BSF, diakui Ayu disebabkan  memiliki sumber protein tinggi yang baik untuk pakan ternak. Apalgi maggot ini mudah dibudidayakan dan memiliki kandungan nutrisi yang berlimpah, seperti protein, asam lemak esensial, serta mineral yang dibutuhkan oleh ayam. “Penggunaan maggot BSF juga membantu dalam mengurangi limbah organik, karena larva ini dapat mengkonsumsi sampah organik,” paparnya.

Sementara Sabrina menjelaskan tentang pemilihan daun kelor (Moringa oleifera) dikarenakan tanaman ini mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, metabolit sekunder, antioksidan, karotenoid yang berfungsi untuk meningkatkan produktivitas ternak dan mendorong pertumbuhan. “Dalam dunia peternakan, daun kelor dikenal mampu meningkatkan imunitas hewan ternak dan memperbaiki kualitas daging serta telur yang dihasilkan. Daun kelor juga mudah dibudidayakan dan memiliki siklus panen yang cukup cepat,” ujarnya.

Sabrina menuturkan bahwa suplemen Maglor ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam industri peternakan khususnya ayam broiler dan petelur. Dengan menggabungkan potensi maggot BSF dan daun kelor, produk MAGLOR ini tidak hanya menawarkan solusi pakan yang efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kualitas hasil ternak. “Kita ingin ide-ide kreatif ini dapat memberikan dampak nyata dalam sektor kewirausahaan dan keberlanjutan,” pungkasnya.

 

Penulis : Tiefani

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Buat Pakan Ayam Broiler dari Maggot BSF dan Daun Kelor  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-buat-pakan-ayam-broiler-dari-maggot-bsf-dan-daun-kelor/feed/ 0