Data Keanekaragaman Hayati Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/data-keanekaragaman-hayati/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 15 Aug 2024 05:55:58 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 KOBI Berhasil Kumpulkan 11.137 Data Keanekaragaman Hayati Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/kobi-berhasil-kumpulkan-11-137-data-keanekaragaman-hayati-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/kobi-berhasil-kumpulkan-11-137-data-keanekaragaman-hayati-indonesia/#respond Mon, 29 Apr 2024 03:37:28 +0000 https://ugm.ac.id/kobi-berhasil-kumpulkan-11-137-data-keanekaragaman-hayati-indonesia/ Indonesia sebagai salah satu negara mega-biodiversitas terbesar di dunia, dari beragam kekayaan spesies flora fauna dan mikrobiotik yang hidup di ekosistem darat, perairan tawar, lahan basah, pesisir, dan laut. Namun begitu, kondisinya saat ini terus mengalami tekanan kerusakan dan ancaman kepunahan. Di sisi lain, kondisi biodiversitas belum dapat diukur status, tren serta dampak secara nasional […]

Artikel KOBI Berhasil Kumpulkan 11.137 Data Keanekaragaman Hayati Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Indonesia sebagai salah satu negara mega-biodiversitas terbesar di dunia, dari beragam kekayaan spesies flora fauna dan mikrobiotik yang hidup di ekosistem darat, perairan tawar, lahan basah, pesisir, dan laut. Namun begitu, kondisinya saat ini terus mengalami tekanan kerusakan dan ancaman kepunahan. Di sisi lain, kondisi biodiversitas belum dapat diukur status, tren serta dampak secara nasional dari kegiatan antroposentris.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), sejak tahun 2019 telah menginisiasi penyusunan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI) melalui kegiatan MBKM-Kurator Data Hayati yang diikuti 514 mahasiswa yang berasal dari 104 Perguruan Tinggi dalam rangka menghimpun dan menyusun data keanekaragaman hayati di Indonesia. “Kita telah berhasil mengumpulkan data 11.137 keanekaragaman hayati,” kata Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono kepada wartawan Senin (29/4) dalam rangka sosialisasi hasil Seminar Konsultasi Hasil Analisis Indeks Biodiversitas Indonesia, yang berlangsung di Jakarta, Jumat (26/4) lalu.
Menurut Budi, analisis indeks keanekaragaman hayati ini melalui pengembangan pemanfaatan teknologi big data biodiversitas untuk menjawab gap pengetahuan soal data biodiversitas saat ini. “Pemanfaatan big data ini khususnya untuk mengukur status, tren dan dampak kegiatan pembangunan terhadap biodiversitas di habitatnya,” kata Dekan Fakultas Biologi UGM ini.
Pengumpulan data 11.137 keanekaragaman hayati ini menurut Budi selanjutnya akan dianalisis lebih dalam oleh para ahli dan kurator yang kompeten di bidangnya. Dengan dukungan desain kosep dan model yang kuat, serta komposisi keahlian dan juga pengetahuan yang tepat dalam tim studi, akan dapat mengoptimalkan produk pengetahuan baru dari pemanfaatan big data. Budi menyebutkan beberapa dosen Biologi UGM terlibat dalam KOBI ikut berkontribusi dalam pengumpulan data. Selain itu ada Guru Besar prodi Statistiksa FMIPA UGM Prof. Dedi Rosadi menjadi salah satu anggota tim ahli untuk analisis Indeks Biodiversitas.
Budi berharap, hasil asesmen Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI) dapat menjadi acuan data dan pedoman visual bagi para praktisi di bidang keanekaragaman hayati serta menjadi usulan untuk perencanaan bagi pemerintah dalam menentukan suatu kebijakan dan pengambilan keputusan dengan melihat status dan tren keberlanjutan biodiversitas untuk ekosistem dan alam di Indonesia.”Kita ingin keberadaan IBI bisa memberikan hasil perhitungan indeks yang teruji secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan bersama untuk pengelolaan lingkungan dan biodiversitas yang kredibel di Indonesia,” harapnya.

Manajer WWF Indonesia sekaligus anggota tim riset Indeks Biodiversitas Indonesia, Barano Siswa Sulistyawan, Ph.D., menyatakan kurasi data keanekaragaman hayati ini berdasarkan pengumpulan data rentang tahun 1975 hingga tahun 2023. Perolehan data yang diperoleh selanjutnya dilakukan sensus populasi, pendugaan populasi, kepadatan termasuk data yang dikonversi dari kamera trap, indeks kemelimpahan, pengangkutan per unit usaha, biomassa, sampel, dan keterwakilan.

“Semua data yang masuk dalam penyimpanan dan update melalui sistem Indonesia Biodiversity Database server, lalu dilakukan koreksi geografi lokasi hasil pengamatan sesuai dengan laporan publikasi,” ujarnya.
Namun yang tidak kalah penting menurutnya adanya koreksi terhadap semua data input untuk validasi penulisan sesuai kategorisasi data. Alumnus Fakultas Biologi UGM ini menerangkan bahwa kini tengah melakukan indeks keanekaragaman hayati dalam kategori per kelas seperti analisisi yang dilakukan untuk kelompok actinopterygii, aves, mammalia, reptilia, dan invertebrata.
Penulis: Gusti Grehenson
Foto: wikimedia/Captain Herbert

Artikel KOBI Berhasil Kumpulkan 11.137 Data Keanekaragaman Hayati Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kobi-berhasil-kumpulkan-11-137-data-keanekaragaman-hayati-indonesia/feed/ 0