Biologi UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/biologi-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 15 Aug 2024 05:55:58 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Raih Beasiswa LPDP, Dua Alumni IUP Fakultas Biologi UGM Melanjutkan Kuliah ke Luar Negeri https://ugm.ac.id/id/berita/raih-beasiswa-lpdp-dua-alumni-iup-fakultas-biologi-ugm-melanjutkan-kuliah-ke-luar-negeri/ https://ugm.ac.id/id/berita/raih-beasiswa-lpdp-dua-alumni-iup-fakultas-biologi-ugm-melanjutkan-kuliah-ke-luar-negeri/#respond Tue, 18 Jun 2024 12:55:37 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65248 Dua Alumni International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Julio Jonah Lengkong Worang dan Aisyah Rahmah Tantri, menerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kemenkeu RI, untuk melanjutkan studi S2 (Master) di universitas di luar negeri. Julio melanjutkan studi di National University of Singapore (NUS) Singapura. Sementara Aisyah diterima di University of Edinburgh […]

Artikel Raih Beasiswa LPDP, Dua Alumni IUP Fakultas Biologi UGM Melanjutkan Kuliah ke Luar Negeri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dua Alumni International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Julio Jonah Lengkong Worang dan Aisyah Rahmah Tantri, menerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kemenkeu RI, untuk melanjutkan studi S2 (Master) di universitas di luar negeri. Julio melanjutkan studi di National University of Singapore (NUS) Singapura. Sementara Aisyah diterima di University of Edinburgh Skotlandia.

Dihubungi secara terpisah, Julio mengaku senang bisa mendapat beasiswa LPDP untuk melanjutkan kuliah program studi Master of Biodiversity Conservation and Sustainability, National University of Singapore. Julio mengaku ingin memperdalam pengetahuan mengenai bidang konservasi.

Diakui Julio, sejak berkuliah di IUP Biologi UGM dirinya termotivasi untuk memilih jurusan Magister yang linier dan lebih spesifik. Apalagi ia tertarik pada isu-isu keanekaragaman hayati dan belajar mengenai metode lapangan dan teknologi terapan yang membantu dalam upaya konservasi. “Saya ingin mengembangkan technology remote sensing dan geographic information system untuk membantu mengumpulkan data secara real-time,” kata Julio, selasa (18/6).

Julio mengaku siap untuk menjalani pendidikan master di kampus luar negeri karena sudah mendapatkan Leadership dan skill yang selama menempuh kuliah di IUP Fakultas Biologi UGM. Semasa kuliah, ia pernah menjadi asisten laboratorium pada laboratorium biologi umum, laboratorium sistematika hewan, laboratorium struktur perkembangan hewan, serta menjadi kepala divisi kurikulum dari kelompok studi entomologi.

Ditanya tentang cita-citanya setelah menyelesaikan pendidikan Magister kelak, Julio berkeinginan untuk membantu pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), terutama pengelolaan pohon bakau yang terletak di teluk Balikpapan yang menjadi hotspot biodiversitas dan sumber pendapatan masyarakat lokal. “Kebetulan di pendidikan S2 saya kelak mendapatkan ilmu mengenai nature-based dan technological-based climate solutions yang masih kurang di Indonesia,” tegasnya.

Berbeda dengan Aisyah yang mengaku motivasinya untuk melanjutkan studi, karena nilai-nilai yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya agar anggota keluarga minimal menyandang gelar master. “Kebetulan Ibu berprofesi sebagai dosen dan ayah yang tidak pernah absen untuk memberikan dorongan terbaik menumbuhkan semangat belajar,” kata Aisyah.

Prodi yang ia pilih, Master for Quantitative Genetics and Genome Analysis di Universitas Edinburgh, kata Aisyah sesuai dengan dengan minat akademik dan keinginannya untuk mengembangkan karirnya kelak. “Saya ingin mempergunakan resources yang saya miliki nantinya untuk berkontribusi kembali kepada Indonesia,” ujarnya.

Aisyah mengaku beruntung berkesempatan kuliah di IUP Fakultas Biologi UGM karena selain mendapat pendidikan akademik, dirinya juga mengikuti berbagai student mobility program. Menurut Aisyah banyak mendapat pengalaman berharga dari partisipasinya dalam program pertukaran mahasiswa tersebut dan menambah perspektif internasional. Beberapa program yang sudah diikuti yakni student mobility program ke Yamagata University, IISMA ke Newcastle University, dan Program Kuliah Daring Universitas Osaka University.

Dikatakan Aisyah, selama mengikuti program pertukaran tersebut dirinya bisa berinteraksi dengan mahasiswa dan dosen dari berbagai belahan dunia, serta mendiskusikan berbagai isu di bidang ilmu biologi. “Keikutsertaan itu menjadikan saya agar bisa menjadi individu yang lebih bijaksana dan berpikiran terbuka,” paparnya.

Di balik pencapaian yang gemilang memperoleh beasiswa LPDP, Julio dan Aisyah mengungkapkan bahwa kunci kesuksesan adalah konsistensi dalam belajar, tidak perlu waktu yang banyak, tetapi meluangkan sedikit waktu setiap hari untuk belajar secara konsisten dapat membawa perubahan besar. Selama kuliah, keduanya berusaha menerapkan konsep belajar yang menyenangkan sesuai dengan cara masing-masing. Bahkan prinsip ini, mereka terapkan dalam persiapan mereka untuk mendaftar Beasiswa LPDP.

Ketua Program Sarjana Fakultas Biologi UGM, Sukirno, M.Sc., Ph.D. dan Pengelola prodi IUP Biology, Nur Indah Septriani, M.Sc., Ph.D. menyatakan kebanggaannya terhadap Julio dan Aisyah yang berhasil mendapatkan beasiswa LPDP dan berkesempatan melanjutkan pendidikan magister di luar negeri. Sukirno berharap keduanya bisa menyelesaikan studi dengan tepat waktu dan bisa mendarmabaktikan ilmunya setelah pulang ke Indonesia. “Kami sangat bangga melihat prestasi kedua alumni IUP Biologi UGM angkatan 2019 ini. Mereka adalah contoh yang luar biasa dari dedikasi dan ketangguhan mereka dalam mengejar impian dan cita-cita,” kata Sukirno.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Raih Beasiswa LPDP, Dua Alumni IUP Fakultas Biologi UGM Melanjutkan Kuliah ke Luar Negeri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/raih-beasiswa-lpdp-dua-alumni-iup-fakultas-biologi-ugm-melanjutkan-kuliah-ke-luar-negeri/feed/ 0
Rima Arvisya Nathania Putri, Mahasiswa Biologi UGM Lolos Menjadi Finalis Duta Bahasa DIY 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/rima-arvisya-nathania-putri-mahasiswa-biologi-ugm-lolos-menjadi-finalis-duta-bahasa-diy-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/rima-arvisya-nathania-putri-mahasiswa-biologi-ugm-lolos-menjadi-finalis-duta-bahasa-diy-2024/#respond Tue, 11 Jun 2024 01:47:25 +0000 https://ugm.ac.id/?p=64952 Rima Arvisya Nathania Putri, mahasiswa Fakultas Biologi UGM angkatan 2022, berhasil maju menjadi finalis dalam Kompetisi Pemilihan Duta Bahasa DIY 2024. Pemilihan ini telah diikuti oleh 70 orang pendaftar yang sebelumnya telah lolos seleksi berkas administrasi dan melampirkan Proposal Krida Kebangsaan. Rima masuk dalam daftar 20 finalis yang lolos yang terdiri dari 10 finalis putra […]

Artikel Rima Arvisya Nathania Putri, Mahasiswa Biologi UGM Lolos Menjadi Finalis Duta Bahasa DIY 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Rima Arvisya Nathania Putri, mahasiswa Fakultas Biologi UGM angkatan 2022, berhasil maju menjadi finalis dalam Kompetisi Pemilihan Duta Bahasa DIY 2024. Pemilihan ini telah diikuti oleh 70 orang pendaftar yang sebelumnya telah lolos seleksi berkas administrasi dan melampirkan Proposal Krida Kebangsaan. Rima masuk dalam daftar 20 finalis yang lolos yang terdiri dari 10 finalis putra dan 10 finalis putri melalui seleksi wawancara meliputi latar belakang, kemampuan berbahasa inggris, hingga bakat. Para peserta yang masuk finalis  akan masuk ke tahap pembekalan dan penilaian tahap final dan otomatis akan tergabung dalam Ikatan Duta Bahasa DIY dan mengabdi selama satu tahun ke depan.

Rima mengaku senang bisa menjadi finalis duta bahasa. Menjadi duta bahasa sudah menjadi impiannya sejak di bangku SMA. “Menjadi Duta Bahasa menjadi salah satu impian dan target saya sejak SMA,” ujar Rima, Selasa (11/6).

Pengalaman mengikuti kompetisi yang sama sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan merasa terhubung dengan bahasa, sastra, dan budaya menjadi motivasi utama Rima mengikuti kompetisi ini. “Duta Bahasa dapat mewadahi saya untuk menyalurkan pemahaman dan menjadi wadah saya dalam mengabdi bagi masyarakat untuk menjadi pelopor dalam menggaungkan Trigatra Bangun Bahasa,” ucapnya.

Mendapatkan dukungan dari Fakultas Biologi, Rima mengaku terbantu dengan birokrasi perizinan yang tidak sulit ketika harus mengikuti rangkaian kegiatan Duta Bahasa. Ia juga mengatakan bahwa Fakultasnya turut serta membantu membagikan unggahan foto pada akun Duta Bahasa DIY untuk memperoleh suka sebagai salah satu indikator penilaian Duta Favorit.

Rima mengatakan dirinya berusaha agar bisa terpilih menjadi Terbaik I Duta Bahasa DIY 2024, ia akan menjadi representatif DIY dalam Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2024. Seperti diketahui, Duta Bahasa merupakan generasi muda mitra kebahasaan dan kesastraan yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah, serta memiliki kemampuan berbahasa asing untuk meningkatkan peran bahasa Indonesia di tingkat internasional. Duta Bahasa DIY 2024 kali ini mengusung tema “Sangkan Paraning Dumadi: Perwujudan Duta Bahasa sebagai Generasi Mawas Diri dan Berdampak melalui Bahasa, Sastra, dan Budaya.”

Keberhasilan Rima masuk finalis Duta Bahasa, menegaskan bahwa dirinya tidak hanya terfokus pada aspek akademik, namun memiliki komitmen kuat dalam melestarikan budaya melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan. Rima mengaku akan menggunakan ilmu dan kecakapan yang diperoleh dan membagikannya ke orang lain melalui berbagai komunitas maupun forum. “Saya tidak ingin, ilmu atas pengalaman ini berhenti pada saya. Saya ingin berdampak kepada masyarakat, khususnya dalam wujud abdi bahasa, jaga bahasa, dan niaga bahasa,” tutupnya.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Rima Arvisya Nathania Putri, Mahasiswa Biologi UGM Lolos Menjadi Finalis Duta Bahasa DIY 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/rima-arvisya-nathania-putri-mahasiswa-biologi-ugm-lolos-menjadi-finalis-duta-bahasa-diy-2024/feed/ 0
Pakar Biomimetik dari University of Edinburgh Beri Kuliah Umum di Fakultas Biologi UGM  https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-biomimetik-dari-university-of-edinburgh-beri-kuliah-umum-di-fakultas-biologi-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-biomimetik-dari-university-of-edinburgh-beri-kuliah-umum-di-fakultas-biologi-ugm/#respond Mon, 20 May 2024 09:12:05 +0000 https://ugm.ac.id/pakar-biomimetik-dari-university-of-edinburgh-beri-kuliah-umum-di-fakultas-biologi-ugm/ Pakar Biomaterial dan Biomimetik dari School of Engineering, University of Edinburgh, United Kingdom, Dr. Parvez Alam memberikan kuliah umum yang bertajuk “Biology-Engineering Interface”, Jumat (17/5), di ruang auditorium Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Parves dalam pemaparannya menjelaskan bahwa saat ini para ilmuwan tengah berusaha meniru keragaman organisme untuk diaplikasikan dalam teknologi rekayasa untuk desain biomimetik. […]

Artikel Pakar Biomimetik dari University of Edinburgh Beri Kuliah Umum di Fakultas Biologi UGM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pakar Biomaterial dan Biomimetik dari School of Engineering, University of Edinburgh, United Kingdom, Dr. Parvez Alam memberikan kuliah umum yang bertajuk “Biology-Engineering Interface”, Jumat (17/5), di ruang auditorium Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Parves dalam pemaparannya menjelaskan bahwa saat ini para ilmuwan tengah berusaha meniru keragaman organisme untuk diaplikasikan dalam teknologi rekayasa untuk desain biomimetik.

Ia memberikan contoh mekanisme sayap pesawat yang dirancang untuk menangkap udara dengan stabil, yang selanjutnya dieksplorasi kemungkinan sayap tersebut ditempatkan di depan, tetap stabil namun dengan kecepatan yang dapat dimaksimalkan. “Namun saat ini masih belum berhasil karena, seperti yang saya katakan, biologi melampaui batas,” tambah Dr. Parvez.

Menurutnya, riset biomimetik telah dikembangkan oleh ilmuwan di seluruh dunia, mulai dari tingkat makro hingga molekuler. Termasuk dalam  hal pengembangan struktur bangunan yang terinspirasi dari tulang manusia yang kuat, kokoh, namun ringan. Lalu, ada desain sarung tangan yang mampu menempel pada permukaan kering, terinspirasi dari kemampuan cicak  menempel di dinding.   “Hingga penemuan desain teknologi dengan bentuk mirip jaring laba-laba memiliki kekuatan 350 kali lebih tinggi dibandingkan baja,” tegasnya.

Dr. Parvez menjelaskan desain morfologi dan struktur organisme terbentuk untuk beradaptasi dengan cara bertahan hidup dan lingkungannya. Hal itu pun dilakukan para ilmuwan dalam merancang ulang struktur morfologi ini untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata di lapangan.  Ia menyebutkan beberapa penelitian biomimetik yang melibatkan cakar hewan arboreal hingga penelitian tentang kekuatan selubung telur laba-laba.

Tidak hanya di kalangan ilmuwan,  imbuhnya, Parvez juga menyampaikan hasil penelitian mahasiswanya yang berusaha merancang struktur sayap berdasarkan prinsip sayap serangga. Penelitian ini menitikberatkan pada efisiensi energi dalam mekanisme terbang, dengan meniru gerakan sayap serangga yang mengurangi penggunaan otot. “Kolaborasi antara biologi dan rekayasa ini diharapkan dapat mendalami lebih jauh tentang pembentukan dan fungsi organisme, serta menerapkannya dalam teknologi saat ini,” katanya.

Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, mengatakan kegiatan kuliah umum ini sebagai bentuk dari hasil kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM dan University of Edinburgh untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan mahasiswa terkait bidang biomaterial dan biomimetic. “Fakultas Biologi UGM tengah memperkuat hubungan kerja sama pertukaran dosen dan mahasiswa serta komitmen dalam Sustainable Development Goals untuk peningkatan pendidikan inklusif dan perluasan bidang kerja sama,” ujarnya.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Pakar Biomimetik dari University of Edinburgh Beri Kuliah Umum di Fakultas Biologi UGM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-biomimetik-dari-university-of-edinburgh-beri-kuliah-umum-di-fakultas-biologi-ugm/feed/ 0
Pertama di Indonesia dan Asia, Fakultas Biologi UGM Buka Prodi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati https://ugm.ac.id/id/berita/pertama-di-indonesia-dan-asia-fakultas-biologi-ugm-buka-prodi-profesi-kurator-keanekaragaman-hayati/ https://ugm.ac.id/id/berita/pertama-di-indonesia-dan-asia-fakultas-biologi-ugm-buka-prodi-profesi-kurator-keanekaragaman-hayati/#respond Sat, 11 May 2024 10:53:37 +0000 https://ugm.ac.id/pertama-di-indonesia-dan-asia-fakultas-biologi-ugm-buka-prodi-profesi-kurator-keanekaragaman-hayati/ Fakultas Biologi UGM membuka Program Studi baru, yaitu Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati (PKKH). Prodi ini merupakan Prodi pertama di Indonesia dan Asia yang fokus untuk mencetak Kurator Kehati, setelah Cambridge University, Inggris. Prodi ini dibuka sebagai langkah strategis dalam menghasilkan para profesional dalam mengelola keanekaragaman hayati baik di level nasional maupun global. Dalam pelaksanaannya, Fakultas […]

Artikel Pertama di Indonesia dan Asia, Fakultas Biologi UGM Buka Prodi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Biologi UGM membuka Program Studi baru, yaitu Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati (PKKH). Prodi ini merupakan Prodi pertama di Indonesia dan Asia yang fokus untuk mencetak Kurator Kehati, setelah Cambridge University, Inggris. Prodi ini dibuka sebagai langkah strategis dalam menghasilkan para profesional dalam mengelola keanekaragaman hayati baik di level nasional maupun global. Dalam pelaksanaannya, Fakultas Biologi UGM telah menjalin kerja sama dengan Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) dan Indonesia Biologist Association (IBA) atau Perkumpulan Profesi Ilmu Hayati Indonesia (PIHI).

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono, mengatakan profesi Kurator Keanekaragaman Hayati merupakan langkah awal dan pembuka sejarah dalam memperkuat posisi dan peran strategis Biologi pada dalam menopang Indonesia sebagai negara Megabiodiversitas dunia. “Pembukaan prodi ini, kita juga ingin memperkuat implementasi Inpres No.1/2023 tentang Pengarusutamaan Keanekaragaman Hayati dalam Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia,” kata Budi dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Sabtu (11/5).

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Alumni Fakultas Biologi UGM, Dr. Eko Agus Suyono, menuturkan program pendidikan profesi ini para peserta akan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang keragaman hayati, keterampilan praktis dalam manajemen koleksi, dan kesiapan untuk menjadi pemimpin dalam bidang ini.

Di samping itu, tambah Eko, profesi kurator keanekaragaman hayati ini semakin mengoptimalkan jejaring prodi dan memberikan kesempatan bagi para alumninya untuk menjadi bergabung menjadi anggota Perkumpulan Profesi Ilmu Hayati Indonesia atau Indonesia Biologist Association (IBA). “Organisasi ini berdiri tahun 2022 dan berkedudukan di Yogyakarta, herupakan satu-satunya organisasi profesi Biolog di Indonesia, berbadan hukum yang resmi dan sah yang bertujuan sebagai pemersatu, pembina, dan pemberdaya Biolog di Indonesia,” jelasnya.

Dr. Ario Setra Setiadi, Ph.D, sebagai ketua IBA, menyambut baik dan memberikan dukungan atas berdirinya program studi profesi kurator keanekaragaman hayati Fakultas Biologi UGM, karena program ini menurutnya sebagai langkah penting dalam memastikan pelestarian dan penelitian lebih lanjut tentang keanekaragaman hayati Indonesia. “Memiliki para ahli kurator keanekaragaman hayati yang terlatih dengan baik sangatlah penting. Mereka tidak hanya akan memastikan koleksi hayati yang berharga terjaga dengan baik, tetapi juga dapat berperan dalam mengidentifikasi spesies-spesies yang membutuhkan perlindungan khusus, serta mengelola informasi penting tentang kehidupan di bumi,” ujarnya.

Dengan memiliki para ahli kurator keanekaragaman hayati yang berkualitas, kata Ario, diharapkan SDM Indonesia akan menjadi lebih mampu dalam melestarikan keanekaragaman hayati yang luar biasa dan menghadapi tantangan lingkungan yang kompleks di masa depan.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Pertama di Indonesia dan Asia, Fakultas Biologi UGM Buka Prodi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pertama-di-indonesia-dan-asia-fakultas-biologi-ugm-buka-prodi-profesi-kurator-keanekaragaman-hayati/feed/ 0
KOBI Berhasil Kumpulkan 11.137 Data Keanekaragaman Hayati Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/kobi-berhasil-kumpulkan-11-137-data-keanekaragaman-hayati-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/kobi-berhasil-kumpulkan-11-137-data-keanekaragaman-hayati-indonesia/#respond Mon, 29 Apr 2024 03:37:28 +0000 https://ugm.ac.id/kobi-berhasil-kumpulkan-11-137-data-keanekaragaman-hayati-indonesia/ Indonesia sebagai salah satu negara mega-biodiversitas terbesar di dunia, dari beragam kekayaan spesies flora fauna dan mikrobiotik yang hidup di ekosistem darat, perairan tawar, lahan basah, pesisir, dan laut. Namun begitu, kondisinya saat ini terus mengalami tekanan kerusakan dan ancaman kepunahan. Di sisi lain, kondisi biodiversitas belum dapat diukur status, tren serta dampak secara nasional […]

Artikel KOBI Berhasil Kumpulkan 11.137 Data Keanekaragaman Hayati Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Indonesia sebagai salah satu negara mega-biodiversitas terbesar di dunia, dari beragam kekayaan spesies flora fauna dan mikrobiotik yang hidup di ekosistem darat, perairan tawar, lahan basah, pesisir, dan laut. Namun begitu, kondisinya saat ini terus mengalami tekanan kerusakan dan ancaman kepunahan. Di sisi lain, kondisi biodiversitas belum dapat diukur status, tren serta dampak secara nasional dari kegiatan antroposentris.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), sejak tahun 2019 telah menginisiasi penyusunan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI) melalui kegiatan MBKM-Kurator Data Hayati yang diikuti 514 mahasiswa yang berasal dari 104 Perguruan Tinggi dalam rangka menghimpun dan menyusun data keanekaragaman hayati di Indonesia. “Kita telah berhasil mengumpulkan data 11.137 keanekaragaman hayati,” kata Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono kepada wartawan Senin (29/4) dalam rangka sosialisasi hasil Seminar Konsultasi Hasil Analisis Indeks Biodiversitas Indonesia, yang berlangsung di Jakarta, Jumat (26/4) lalu.
Menurut Budi, analisis indeks keanekaragaman hayati ini melalui pengembangan pemanfaatan teknologi big data biodiversitas untuk menjawab gap pengetahuan soal data biodiversitas saat ini. “Pemanfaatan big data ini khususnya untuk mengukur status, tren dan dampak kegiatan pembangunan terhadap biodiversitas di habitatnya,” kata Dekan Fakultas Biologi UGM ini.
Pengumpulan data 11.137 keanekaragaman hayati ini menurut Budi selanjutnya akan dianalisis lebih dalam oleh para ahli dan kurator yang kompeten di bidangnya. Dengan dukungan desain kosep dan model yang kuat, serta komposisi keahlian dan juga pengetahuan yang tepat dalam tim studi, akan dapat mengoptimalkan produk pengetahuan baru dari pemanfaatan big data. Budi menyebutkan beberapa dosen Biologi UGM terlibat dalam KOBI ikut berkontribusi dalam pengumpulan data. Selain itu ada Guru Besar prodi Statistiksa FMIPA UGM Prof. Dedi Rosadi menjadi salah satu anggota tim ahli untuk analisis Indeks Biodiversitas.
Budi berharap, hasil asesmen Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI) dapat menjadi acuan data dan pedoman visual bagi para praktisi di bidang keanekaragaman hayati serta menjadi usulan untuk perencanaan bagi pemerintah dalam menentukan suatu kebijakan dan pengambilan keputusan dengan melihat status dan tren keberlanjutan biodiversitas untuk ekosistem dan alam di Indonesia.”Kita ingin keberadaan IBI bisa memberikan hasil perhitungan indeks yang teruji secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan bersama untuk pengelolaan lingkungan dan biodiversitas yang kredibel di Indonesia,” harapnya.

Manajer WWF Indonesia sekaligus anggota tim riset Indeks Biodiversitas Indonesia, Barano Siswa Sulistyawan, Ph.D., menyatakan kurasi data keanekaragaman hayati ini berdasarkan pengumpulan data rentang tahun 1975 hingga tahun 2023. Perolehan data yang diperoleh selanjutnya dilakukan sensus populasi, pendugaan populasi, kepadatan termasuk data yang dikonversi dari kamera trap, indeks kemelimpahan, pengangkutan per unit usaha, biomassa, sampel, dan keterwakilan.

“Semua data yang masuk dalam penyimpanan dan update melalui sistem Indonesia Biodiversity Database server, lalu dilakukan koreksi geografi lokasi hasil pengamatan sesuai dengan laporan publikasi,” ujarnya.
Namun yang tidak kalah penting menurutnya adanya koreksi terhadap semua data input untuk validasi penulisan sesuai kategorisasi data. Alumnus Fakultas Biologi UGM ini menerangkan bahwa kini tengah melakukan indeks keanekaragaman hayati dalam kategori per kelas seperti analisisi yang dilakukan untuk kelompok actinopterygii, aves, mammalia, reptilia, dan invertebrata.
Penulis: Gusti Grehenson
Foto: wikimedia/Captain Herbert

Artikel KOBI Berhasil Kumpulkan 11.137 Data Keanekaragaman Hayati Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kobi-berhasil-kumpulkan-11-137-data-keanekaragaman-hayati-indonesia/feed/ 0