Big Data Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/big-data/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 04 Dec 2024 01:25:50 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 UGM Gandeng ILUM Kenalkan Mahasiswa dengan Teknologi Mutakhir Big Data https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gandeng-ilum-kenalkan-mahasiswa-dengan-teknologi-mutakhir-big-data/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gandeng-ilum-kenalkan-mahasiswa-dengan-teknologi-mutakhir-big-data/#respond Wed, 04 Dec 2024 01:25:50 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73489 Kompetensi digital seperti pengolahan big data menjadi salah satu tantangan industri di era digital. Dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang berkompetensi digital, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik UGM menjalin kerja sama dengan ILUM, perusahaan big data yang berbasis di Amerika Serikat, untuk mendukung penelitian dan pembelajaran mahasiswa dan dosen. Kemitraan kolaboratif ini […]

Artikel UGM Gandeng ILUM Kenalkan Mahasiswa dengan Teknologi Mutakhir Big Data pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kompetensi digital seperti pengolahan big data menjadi salah satu tantangan industri di era digital. Dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang berkompetensi digital, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik UGM menjalin kerja sama dengan ILUM, perusahaan big data yang berbasis di Amerika Serikat, untuk mendukung penelitian dan pembelajaran mahasiswa dan dosen. Kemitraan kolaboratif ini dilakukan guna meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi agar mampu mendorong riset-riset nasional maupun internasional.

ILUM merupakan perusahaan big data yang berbasis di Amerika Serikat. Layanan ini memberikan platform pengolahan data komputasi dengan orkestrasi Kubernetes. Platform open-source yang digunakan memungkinkan pengguna untuk menggabungkan beberapa tool big data sekaligus dalam satu ekosistem. Sebagai perguruan tinggi yang mendukung penuh pemanfaatan digital dalam pengembangan kualitas pendidikan, kerja sama Fakultas Teknik UGM dengan ILUM ini disambut baik oleh mahasiswa dan dosen.

Widyawan, S.T., M.Sc., Ph.D., Dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi menjelaskan, kolaborasi ini sekaligus menjadi upaya untuk mendekatkan sektor akademik dengan industri nasional dan global. “Mahasiswa akan mendapat pengalaman menggunakan teknologi digital terkini, dan perusahaan mempunyai kepentingan untuk inovasi produk dan expose ke dunia akademik,” ujarnya ketika dihubungi Rabu (4/12).

Menurutnya, platform ILUM mampu menyederhanakan proses deployment dan pengelolaan. Teknologi kubernetes memberikan kelebihan berupa skalabilitas dan efisiensi yang penting untuk mengelola data dalam jumlah besar. Widyawan melihat bahwa ILUM memiliki potensi besar di dunia akademik, khususnya untuk mengajarkan teknik data analitik pada mahasiswa. ILUM mampu memberikan pengalaman praktis mengelola big data sebagai tantangan dunia digital saat ini.“Kerja sama ini memberikan kebebasan penggunaan platform pada mahasiswa secara gratis dan bisa digunakan selamanya. Setiap tahunnya, kerja sama ini juga akan dievaluasi,” katanya.

Ia berharap agar kerja sama ini  nantinya mampu mempertemukan teknologi terkini dengan kemudahan pengguna, sehingga cocok untuk diterapkan sebagai bentuk pembelajaran.

Hal serupa juga disampaikan oleh mahasiswa DTETI, Dinda Sabela yang menggunakan ILUM untuk mengolah data tesisnya. Penelitian yang ia lakukan adalah membandingkan tiga lingkungan komputasi, yakni Python lokal, Spark lokal, dan Spark klaster. Ia menggabungkan 6 High-Performance Computing (HPC) dalam ekosistem ILUM. Cara ini memudahkan Dinda untuk mengolah data dalam satu platform dengan kapasitas sumber daya yang sama. “Dengan kompatibilitasnya terhadap ILUM, saya tidak perlu khawatir mengatur penyimpanan untuk pemrosesan data, log, maupun tempat proses itu berjalan. Hal ini membuat pengelolaan dataset besar dan pelacakan log menjadi sangat mudah,” tutur Dinda.

Seperti diketahui, ILUM juga didukung oleh fitur tracker yang memungkinkan pengguna melacak progres aktivitas di dalam platform. Selain itu, beberapa fitur mampu menyederhanakan proses komputasi sehingga pengguna tidak perlu melakukan coding secara manual.

Kerja sama DTETI UGM dengan ILUM telah membuka potensi penggunaan big data di segala bidang. Disampaikan oleh Guntur Cahyono, mahasiswa DTETI, ia sangat tertarik penggunaan big data dalam platform ILUM untuk industri. “ILUM membuka banyak potensi use-case untuk diuji pada big data. Saya pasti akan mengikuti lebih jauh tentang penggunaan analitik ini dan kepraktisannya,” pungkasnya.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Freepik

Artikel UGM Gandeng ILUM Kenalkan Mahasiswa dengan Teknologi Mutakhir Big Data pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gandeng-ilum-kenalkan-mahasiswa-dengan-teknologi-mutakhir-big-data/feed/ 0
Teknologi IoT dan Big Data Potensial Dikembangkan di Sektor Pertanian dan Kelautan https://ugm.ac.id/id/berita/teknologi-iot-dan-big-data-potensial-dikembangkan-di-sektor-pertanian-dan-kelautan/ https://ugm.ac.id/id/berita/teknologi-iot-dan-big-data-potensial-dikembangkan-di-sektor-pertanian-dan-kelautan/#respond Tue, 25 Jun 2024 21:37:06 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65422 Indonesia belum sepenuhnya memaksimalkan pemanfaatan potensi konvergensi teknologi Internet of Thing (IoT) dan Big Data secara maksimal dalam mendukung percepatan perkembangan teknologi domestik, meningkatkan kemandiriannya dalam hal teknologi, dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.  Padahal kedua teknologi ini dapat menciptakan solusi inovatif dan berdampak besar untuk banyak bidang karena memungkinkan pemantauan dan analisis data secara […]

Artikel Teknologi IoT dan Big Data Potensial Dikembangkan di Sektor Pertanian dan Kelautan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Indonesia belum sepenuhnya memaksimalkan pemanfaatan potensi konvergensi teknologi Internet of Thing (IoT) dan Big Data secara maksimal dalam mendukung percepatan perkembangan teknologi domestik, meningkatkan kemandiriannya dalam hal teknologi, dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.  Padahal kedua teknologi ini dapat menciptakan solusi inovatif dan berdampak besar untuk banyak bidang karena memungkinkan pemantauan dan analisis data secara real time. “Teknologi IoT dapat digunakan dalam sektor pertanian dan kelautan untuk mengumpulkan data cuaca, kualitas tanah, atau kondisi laut yang kemudian dianalisis menggunakan Big Data untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan,” ujar Dosen Departemen Elektronika dan Instrumentasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. techn. Ahmad Ashari, M.I.Kom., dalam pidato pengukuhan Guru Besar di Balai Senat, Selasa (25/6).

Dalam pidato yang berjudul Konvergensi Internet of Things dan Big Data, Manfaat dan Tantangannya, Ahmad Ashari menuturkan bahwa konvergensi ini juga akan mendukung perkembangan CPS atau Cyber-Physical Systems (CPS) yang berbentuk pemantauan dan kendali real time, optimasi proses dan kinerja, prediksi dan perencanaan, keselamatan dan keamanan, serta fleksibilitas dan adaptabilitas.

Meskipun konvergensi keduanya memiliki potensi besar, ada beberapa tantangan yang dikemukakan oleh Ahmad yang perlu diatasi dalam mengintegrasikan keduanya. Salah satunya yaitu terkait data yang dihasilkan oleh perangkat IoT yang seringkali sensitif dan rentan terhadap serangan siber. “Perlindungan terhadap privasi dan keamanan data menjadi kunci, baik selama proses pengumpulan, penyimpanan, maupun analisis agar tidak dieksploitasi oleh pihak-pihak yang bermaksud jahat, untuk mencuri data atau mengganggu operasi sistem,” papar Ahmad.

Tantangan lainnya yaitu berkaitan dengan IoT yang menghasilkan volume data yang sangat besar, yang memerlukan infrastruktur dan kapasitas penyimpanan data yang cukup besar. Sehingga diperlukan biaya dan ketersediaan sumber daya komputasi yang memadai. Hambatan lainnya mencakup keterbatasan jaringan, masalah interoperabilitas, kebutuhan akan pemahaman yang mendalam, serta keterampilan teknis yang canggih.

Ahmad menegaskan bahwa untuk mengatasi tantangan-tantangan yang ada diperlukan pendekatan yang holistik dan komprehensif, termasuk pengembangan infrastruktur yang kuat, kebijakan dan praktik keamanan yang ketat, serta investasi dalam pengembangan keterampilan dan kapasitas tenaga kerja yang relevan. “Dengan mengatasi tantangan yang ada, konvergensi IoT dan Big Data dapat memberikan manfaat besar bagi organisasi dan masyarakat secara keseluruhan,” ucapnya.

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc., turut memberikan pidato sambutan setelah mengalungkan samir Guru Besar pada Prof. Dr. techn. Ahmad Ashari, M.I.Kom. Dalam pidatonya, ia menyebutkan bahwa Prof. Ahmad Ashari adalah salah satu dari 460 guru besar aktif di Universitas Gadjah Mada, dan salah satu dari 42 guru besar aktif dari total 58 guru besar di FMIPA UGM.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel Teknologi IoT dan Big Data Potensial Dikembangkan di Sektor Pertanian dan Kelautan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/teknologi-iot-dan-big-data-potensial-dikembangkan-di-sektor-pertanian-dan-kelautan/feed/ 0