Berpulang Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/berpulang/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 18 Nov 2024 09:53:08 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Ichlasul Amal, Masjid Kampus dan Gerakan Mahasiswa  https://ugm.ac.id/id/berita/ichlasul-amal-masjid-kampus-dan-gerakan-mahasiswa/ https://ugm.ac.id/id/berita/ichlasul-amal-masjid-kampus-dan-gerakan-mahasiswa/#respond Fri, 15 Nov 2024 06:46:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72879 Pria yang dikenal arif dan bijaksana itu telah berpulang. Di usia 82 tahun itu, tepatnya Kamis (14/11), Prof. Ichlasul Amal tutup usia. Ia dikenang sebagai sosok Mantan Rektor UGM dan Mantan Ketua Dewan Pers. Betapa tidak, dialah Rektor yang berani pasang badan saat gerakan mahasiswa di era reformasi tahun 1998. Padahal saat itu, aktivis kampus […]

Artikel Ichlasul Amal, Masjid Kampus dan Gerakan Mahasiswa  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pria yang dikenal arif dan bijaksana itu telah berpulang. Di usia 82 tahun itu, tepatnya Kamis (14/11), Prof. Ichlasul Amal tutup usia. Ia dikenang sebagai sosok Mantan Rektor UGM dan Mantan Ketua Dewan Pers. Betapa tidak, dialah Rektor yang berani pasang badan saat gerakan mahasiswa di era reformasi tahun 1998. Padahal saat itu, aktivis kampus kerap ditangkap dan disweeping oleh tentara.

Dikutip dari buku Rektor-Rektor Universitas Gadjah Mada: Biografi Pendidikan, pelantikannya sebagai Rektor menjelang reformasi 1998 saat itu dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Wiranto Arismunandar dan mahasiswa berdemonstrasi untuk dapat berdialog dengan Mendikbud. Prof. Amal saat itu bertemu langsung dengan mahasiswa dan menyatakan dukungannya kepada pergerakan mahasiswa.

Pada kesempatan lain, sosok yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pers ini sempat juga ditawari posisi menteri pada era kepresidenan B. J. Habibie. Tawaran ini membuat mahasiswa gelisah sebab takut ditinggalkan, tetapi dedikasi Prof. Amal bagi UGM membuatnya tetap kukuh dan bertahan menjadi Rektor hingga akhir jabatannya. Pada kepemimpinannya pula, Masjid Kampus UGM dapat terealisasikan dan menjadi pusat kegiatan keislaman di sekitar UGM.

“UGM telah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Sosok yang mencerminkan ketokohan dan menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa,” sebut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, Wawan Mas’udi, S.IP., M.P.A., Ph.D.

Wawan menceritakan bagaimana sosok kelahiran Jember tersebut banyak menulis dan memberikan ilmu yang sampai saat ini masih sangat relevan bagi kita semua.  Tidak hanya itu, Prof. Ichlasul Amal turut mendukung gerakan reformasi oleh mahasiswa pada tahun 1998 dan berpidato di hadapan ribuan mahasiswa yang turun dalam kesempatan tersebut. “Adanya beliau mengawal kami dan membuat kami merasa aman,” kenang Wawan.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan, Prof. Supriyadi, M.Sc., Ph.D. menyebut kepergian Prof. Ichlasul Amal meninggalkan duka yang mendalam bagi UGM. “Prof. Ichlasul Amal merupakan pribadi dengan dedikasi yang tinggi bagi dunia pendidikan,” ucapnya.

Supriyadi memuji komitmen Prof. Amal dalam memajukan UGM dengan penguatan jejaring dan penguatan institusi. Salah satu upaya yang sempat beliau lakukan semasa menjabat sebagai Rektor UGM yang ke-11 adalah dengan mengupayakan bantu ekonomi bagi ribuan mahasiswa UGM yang tidak mampu membayar SPP akibat krisis ekonomi saat itu. Tidak hanya itu, ia juga mengupayakan membantu staf dan karyawan UGM yang terdampak krisis ekonomi.

Bahkan saat demonstrasi reformasi, Prof. Amal juga membantu mahasiswa yang diamankan untuk dipulangkan dan membantu biaya pengobatan bagi mahasiswa yang terluka. “Bahkan saat konflik Maluku pecah pada 1999, Prof. Amal membuka kesempatan mutasi bagi mahasiswa Universitas Pattimura ke UGM,” papar Supriyadi.

Dedikasi Prof. Amal bagi kemajuan UGM dan Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Kepergian Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional UGM tersebut meninggalkan rasa kehilangan bagi Mantan Rektor UGM Prof. Panut Mulyono. “Beliau merupakan sosok guru sekaligus sahabat terbaik. Saat saya menjabat sebagai Rektor, beliau kerap datang ke kantor untuk berdiskusi tentang banyak hal,” kesan Panut. Menurutnya, kedekatan keluarga keduanya sangat baik, bahkan beberapa kali mendapat kiriman bibit tanaman dari Prof. Amal.

Kesan kebaikan ini juga turut dikenang oleh Dra. Suwarni Darsohardjono yang pernah menjabat sebagai Kepala Subbagian Humas UGM di bawah kepemimpinan Prof. Amal.  “Saya ingat beliau sebagai dua hal. Pertama, beliau sangat berani. Dalam kondisi pemerintahan yang sangat kuat saat itu, beliau berani melakukan pergerakan. Kedua, beliau sangat baik, begitu perhatian bagi staf yang bekerja dengan beliau,” kenang Suwarni.

Prof. Ichlasul Amal merupakan putra kebanggaan UGM. Ia memulai pendidikan S-1-nya di Program Studi Hubungan Internasional (HI) UGM pada 1961-1967. Setelahnya, ia melanjutkan pendidikan di Northern Illinois University DeKalb, Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Arts (MA) di bidang ilmu politik. Gelar doktor ilmu politik diperolehnya dari Monash University, Australia pada 1984.

Ichlasul Amal kemudian meraih gelar doktor ilmu politik dari Monash University, Melbourne, Australia pada 1984. Dua tahun setelah meraih doktor, ia menjabat sebagai Direktur Pusat Antar Universitas (PAU) UGM hingga 1988. Setelah itu, ia diberi amanah menjadi Dekan Fakultas FIsipol UGM pada periode 1988-1994 dan Direktur Pascasarjana UGM sejak 1994-1998.

Awalnya, Prof. Amal bekerja sebagai dosen HI UGM. Setelahnya, ia sempat menjadi Dekan Fisipol UGM pada 1988—1994. Pada tahun 1994, ia dilantik sebagai Direktur Pascasarjana UGM dan puncaknya, pada tahun 1998 terpilih menjadi Rektor UGM di era reformasi.

Penulis : Lazuardi

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Ichlasul Amal, Masjid Kampus dan Gerakan Mahasiswa  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ichlasul-amal-masjid-kampus-dan-gerakan-mahasiswa/feed/ 0
Prof. Retantyo Wardoyo, Guru Besar FMIPA UGM Berpulang https://ugm.ac.id/id/berita/prof-retantyo-wardoyo-guru-besar-fmipa-ugm-berpulang/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-retantyo-wardoyo-guru-besar-fmipa-ugm-berpulang/#respond Thu, 11 Jul 2024 09:46:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66749 Duka mendalam kembali dirasakan UGM. Salah satu sosok terbaik yang pernah dimiliki UGM, Prof. Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D., telah berpulang pada Rabu (10/7), pukul 10.30 WIB di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Keluarga UGM Sawit Sari pada hari Kamis (11/7), pukul 10.30 WIB setelah sebelumnya dilakukan upacara persemayaman di Balairung UGM. […]

Artikel Prof. Retantyo Wardoyo, Guru Besar FMIPA UGM Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Duka mendalam kembali dirasakan UGM. Salah satu sosok terbaik yang pernah dimiliki UGM, Prof. Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D., telah berpulang pada Rabu (10/7), pukul 10.30 WIB di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Keluarga UGM Sawit Sari pada hari Kamis (11/7), pukul 10.30 WIB setelah sebelumnya dilakukan upacara persemayaman di Balairung UGM.

“Saya atas nama keluarga besar Universitas Gadjah Mada menghaturkan ungkapan duka cita mendalam atas berpulangnya Almarhum Prof. Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D,” ucap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si.

Selama kurang lebih 41 tahun mengabdi di FMIPA UGM, Retantyo dikenal sebagai sosok yang ramah dan sabar oleh rekan sejawatnya. Semasa hidupnya Almarhum juga dikenal sebagai sosok yang tekun dalam mendalami bidang ilmunya. Berkat ketekunan tersebut kurang lebih 43 hari yang lalu Almarhum dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Algoritma dan Komputasi FMIPA UGM.

Dalam pengukuhan yang dilaksanakan tanggal 24 Mei 2024 lalu, Almarhum menyampaikan pidato dengan judul “Kecerdasan Artifisial dalam Bidang Kesehatan: Tinjauan Klasik Hingga Modern”. Almarhum menangkap fenomena penggunaan kecerdasan artifisial yang semakin masif dalam berbagai aplikasi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut mendorong Almarhum untuk mengkaji tentang konsep kecerdasan buatan klasik hingga modern.

Penggunaan kecerdasan artificial, khususnya dalam bidang kesehatan merupakan bidang penelitian yang Almarhum tekuni sejak menjalani Program Doktor di University of Manchester Institute of Science and Technology hingga dalam memberikan bimbingan kepada mahasiswa Program Magister dan Doktor.

“Pada momen penghormatan terakhir ini, ijinkan saya menghaturkan terima kasih mendalam kepada Almarhum Prof. Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D. atas pengabdian dan dedikasinya bagi UGM, khususnya bagi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Segenap amalan ilmu dan karya beliau, Insya Allah menjadi pembuka jalan bagi pengembangan ilmu pengetahuan masa depan,” pungkasnya.

Penulis: Paris
Fotografer: Firsto

Artikel Prof. Retantyo Wardoyo, Guru Besar FMIPA UGM Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-retantyo-wardoyo-guru-besar-fmipa-ugm-berpulang/feed/ 0
Guru Besar UGM Prof. Istriyati Tutup Usia  https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-prof-istriyati-tutup-usia/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-prof-istriyati-tutup-usia/#respond Tue, 04 Jun 2024 03:45:02 +0000 https://ugm.ac.id/guru-besar-ugm-prof-istriyati-tutup-usia/ Kabar duka kembali datang dari keluarga besar Universitas Gadjah Mada. Guru Besar Fakultas Biologi UGM Prof. Dr. Istriyati, M.S. berpulang pada Minggu, 2 Juni 2024 dini hari pukul 23.30 WIB dalam usia 78 tahun. Penghormatan terakhir diberikan oleh segenap keluarga, pimpinan, dosen, dan kerabat di Balairung UGM pada Senin (3/6) siang. “Kami dari pihak keluarga […]

Artikel Guru Besar UGM Prof. Istriyati Tutup Usia  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kabar duka kembali datang dari keluarga besar Universitas Gadjah Mada. Guru Besar Fakultas Biologi UGM Prof. Dr. Istriyati, M.S. berpulang pada Minggu, 2 Juni 2024 dini hari pukul 23.30 WIB dalam usia 78 tahun. Penghormatan terakhir diberikan oleh segenap keluarga, pimpinan, dosen, dan kerabat di Balairung UGM pada Senin (3/6) siang.

“Kami dari pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas, rekan-rekan sejawat, dan pihak lainnya yang menemani beliau semasa hidup. Apabila ada ucapan dan perbuatan yang berkenan dari beliau, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tutur Agus Iskandar, perwakilan dari pihak keluarga.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas kepergian Prof.  Istriyati. Menurut Budi, dedikasi dan pengabdian Prof Istriyati pada UGM akan selalu bermanfaat. Semasa hidupnya,  Prof. Istriyati pernah menjadi anggota senat akademik Fakultas Biologi UGM, serta kepala laboratorium struktur perkembangan hewan. “Ilmu beliau telah banyak dimanfaatkan di bidang peternakan, utamanya untuk mengetahui perkembangan penyakit pada hewan ternak. Kami segenap keluarga besar Fakultas Biologi mengucapkan turut berduka cita dan semoga beliau diterima amal ibadahnya, serta ditempat di sisi terbaik oleh Allah Swt.,” ujarnya.

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Mohammad Maksum Machfoedz, M.Sc menggambarkan betapa almarhumah memiliki sifat yang murah hati. Wafatnya Prof. Istriyati menurut Maksum membuat dunia akademik sekali lagi kehilangan insan terbaiknya, namun ilmu pengetahuan yang ditinggalkan akan selalu bermanfaat sepanjang masa. “Prof. Istriyati dikenal sebagai pribadi yang welas, tidak segan berbagi ilmu. Sampai kini ilmu yang beliau miliki telah dimanfaatkan oleh banyak orang, digunakan untuk dipelajari oleh mahasiswa. Itu amal jariyah beliau yang tidak akan terhenti pahalanya,” pesannya.

Maksum bercerita,  Prof. Istriyati dikenal sebagai pribadi yang welas asih dan senang berbagi ilmu. Para dosen dan mahasiswa mengenang keramahan dan murah hatinya beliau semasa menjadi dosen di Fakultas Biologi UGM. Prof. Istriyati dikukuhkan sebagai guru besar UGM pada tahun 2011. Beliau mendalami bidang histologi atau cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang struktur sel dan jaringan secara detail. Melalui pidatonya “Histologi dalam Biologi Terapan”, Prof. Istriyati memaparkan pentingnya perkembangan bidang histologi untuk meneliti proses penyembuhan luka, khususnya pada hewan ternak. Kala itu, beliau menjelaskan ketertarikannya tentang bagaimana bahan-bahan dasar alami dari Indonesia memiliki potensi besar dalam proses penyembuhan luka.

Pada pidatonya kala itu, Prof. Istriyati juga menjelaskan ilmu histologi mengaitkan erat dengan eksistensi metabolit sekunder pada makhluk hidup. Metabolit sekunder, atau senyawa yang tidak esensial bagi pertumbuhan organisme tertentu ternyata mempunyai aktivitas hormonal, spermisida, anti proliferasi, dan memacu apoptosis serta bersifat sitotoksik, obat untuk menyembuhkan penyakit pada manusia atau hewan. Sumbangsih ini tentunya sangat berarti bagi perkembangan ilmu histologi pada hewan.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel Guru Besar UGM Prof. Istriyati Tutup Usia  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-prof-istriyati-tutup-usia/feed/ 0
Prof. Sri Sulihtyowati Soebagyo Berpulang https://ugm.ac.id/id/berita/prof-sri-sulihtyowati-soebagyo-berpulang/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-sri-sulihtyowati-soebagyo-berpulang/#respond Wed, 08 May 2024 09:49:23 +0000 https://ugm.ac.id/prof-sri-sulihtyowati-soebagyo-berpulang/ Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Sri Sulihtyowati Soebagyo, Apt., meninggal dunia, Selasa (7/5), pukul 00.25 WIB di Rumah Sakit MMC Jakarta pada usia 82 tahun 5 bulan. Almarhumah dimakamkan di Makam Keluarga Besar UGM di Sawit Sari, pada hari Selasa (7/5) jam 15.00 WIB, setelah sebelumnya dilakukan upacara penyemayaman di Balairung […]

Artikel Prof. Sri Sulihtyowati Soebagyo Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Sri Sulihtyowati Soebagyo, Apt., meninggal dunia, Selasa (7/5), pukul 00.25 WIB di Rumah Sakit MMC Jakarta pada usia 82 tahun 5 bulan. Almarhumah dimakamkan di Makam Keluarga Besar UGM di Sawit Sari, pada hari Selasa (7/5) jam 15.00 WIB, setelah sebelumnya dilakukan upacara penyemayaman di Balairung UGM.

Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof. Moch. Maksum menyampaikan ucapan duka yang mendalam kepada keluarga besar Prof. Sri Sulihtyowati Soebagyo, dan mendoakan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan untuk melanjutkan perjuangan kepemimpinan beliau.

Prof. Maksum mengenang almarhumah sebagai sosok ilmuwan yang selalu berpandangan bahwa pendidikan seorang ilmuwan atau dosen itu harus linier bidang ilmu yang ditekuninya baik dari pendidikan Sarjana,  Magister, hingga Doktor. “Menurut beliau, Ilmuwan itu harus lurus tidak boleh lari ke kiri maupun ke kanan,” kata Maksum seraya berpesan sesama kolega dosen dan para mahasiswa perlu mencontoh suri keteladanan almarhumah dalam bidang akademik dan kepakaran dalam bidang farmasi.

Seperti diketahui, almarhumah Prof. Sri Sulihtyowati Soebagyo, dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Fakultas Farmasi UGM pada tanggal 18 November 2000, dalam pidato pengukuhan yang berjudul “Tablet sebagai Manifestasi Peran Teknologi Farmasi pada Penghantaran Obat.”

Sri Sulihtyowati Soebagyo lahir di Surabaya, 25 November 1941. Pendidikan S1 dan Profesi diselesaikan di Fakultas Farmasi UGM, lalu Pendidikan doktor diselesaikan di Universitas Queensland, Australia. Dalam daftar riwayat pekerjaan, almarhumah diangkat menjadi dosen pada 1 Agustus 1970 dan telah mengabdikan diri sebagai dosen di Fakultas Farmasi UGM selama 37 tahun 7 bulan.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel Prof. Sri Sulihtyowati Soebagyo Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-sri-sulihtyowati-soebagyo-berpulang/feed/ 0
Guru Besar Fakultas Psikologi UGM Prof. Dr. Bimo Walgito Berpulang https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-fakultas-psikologi-ugm-prof-dr-bimo-walgito-berpulang/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-fakultas-psikologi-ugm-prof-dr-bimo-walgito-berpulang/#respond Wed, 24 Apr 2024 06:47:55 +0000 https://ugm.ac.id/guru-besar-fakultas-psikologi-ugm-prof-dr-bimo-walgito-berpulang/ Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Bimo Walgito, meninggal dunia pada hari Senin (22/4) pukul 22.42 WIB di rumah kediamannya yang berada di Kompleks Bulaksumur Blok E karena faktor usia. Almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga UGM di Sawitsari, Sleman, pada hari Selasa (23/4) pukul 15.00, setelah sebelumnya dilakukan upacara persemayaman di […]

Artikel Guru Besar Fakultas Psikologi UGM Prof. Dr. Bimo Walgito Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Bimo Walgito, meninggal dunia pada hari Senin (22/4) pukul 22.42 WIB di rumah kediamannya yang berada di Kompleks Bulaksumur Blok E karena faktor usia. Almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga UGM di Sawitsari, Sleman, pada hari Selasa (23/4) pukul 15.00, setelah sebelumnya dilakukan upacara persemayaman di halaman Balairung, Gedung Pusat UGM.

”Seluruh Keluarga Besar Universitas Gadjah Mada berduka karena rekan kita, guru kita, dan salah satu putra terbaik Universitas Gadjah Mada dan Indonesia telah dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan hari ini kita bersama-sama memberikan penghormatan kepada Almarhum Prof. Dr. Bimo Walgito,” kata Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Moch. Maksum.

Almarhum Prof. Bimo Walgito, menurut Maksum, selama masa hidupnya beliau secara tekun mendalami bidang ilmu Psikologi Humanistik. Maksum mengutip salah bagian dari pidato pengukuhan Guru Besar Prof. Bimo pada 12 Desember 1993 yang menyampaikan pidato yang berjudul “Peran OrangTua dalam Pembentukan Kepercayaan Diri: Suatu Pendekatan Psikologi Humanistik”.

Dalam pidato itu, Bimo menekankan pentingnya kesadaran, aktualisasi diri, keunikan individu, dan hal-hal yang bersifat positif tentang manusia. Psikologi Humanistik adalah salah satu pendekatan atau aliran dari psikologi yang menekankan kehendak bebas, pertumbuhan pribadi, kegembiraan, kemampuan untuk pulih kembali setelah mengalami ketidakbahagiaan, serta keberhasilan dalam merealisasikan potensi manusia.

Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai sosok yang tekun dalam mendalami bidang ilmunya. “Hal ini dapat kita lihat dari deret panjang publikasi dan karya-karya ilmiah yang telah banyak diterbitkan,” kata Maksum.

Maksum mengajak para pelayat untuk mendoakan almarhum dan meneladani sikap beliau semasa hidupnya yang selalu menekuni kepakarannya dan mengabdikan diri pada masyarakat melalui pendampingan program Kuliah Kerja Nyata. “Kita juga berdoa agar di Universitas Gadjah Mada terus bermunculan ilmuwan yang cemerlang seperti Almarhum,” kata Maksum.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel Guru Besar Fakultas Psikologi UGM Prof. Dr. Bimo Walgito Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-fakultas-psikologi-ugm-prof-dr-bimo-walgito-berpulang/feed/ 0