beasiswa Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/beasiswa/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 22 Nov 2024 09:26:19 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Air Mata Bahagia Awane Theovilla, Ingin Mengabdikan Ilmunya di Kampung Awabutu https://ugm.ac.id/id/berita/air-mata-bahagia-awane-theovilla-ingin-mengabdikan-ilmunya-di-kampung-awabutu/ https://ugm.ac.id/id/berita/air-mata-bahagia-awane-theovilla-ingin-mengabdikan-ilmunya-di-kampung-awabutu/#respond Fri, 22 Nov 2024 06:51:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73159 Kebahagiaan menyelimuti hati Awane Theovilla Yogi. Beberapa kali ia menyeka air matanya. Perasaan haru dan gembira dirasakannya usai mengikuti prosesi wisuda program Sarjana dan Sarjana Terapan UGM, kamis (21/11) di Grha Sabha Pramana. Ijazah gelar Sarjana Ilmu Ekonomi dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis digenggamnya erat-erat. Untuk meraih gelar sarjana di UGM bagi Awane Theovilla tentu […]

Artikel Air Mata Bahagia Awane Theovilla, Ingin Mengabdikan Ilmunya di Kampung Awabutu pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kebahagiaan menyelimuti hati Awane Theovilla Yogi. Beberapa kali ia menyeka air matanya. Perasaan haru dan gembira dirasakannya usai mengikuti prosesi wisuda program Sarjana dan Sarjana Terapan UGM, kamis (21/11) di Grha Sabha Pramana. Ijazah gelar Sarjana Ilmu Ekonomi dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis digenggamnya erat-erat.

Untuk meraih gelar sarjana di UGM bagi Awane Theovilla tentu bukan hal yang mudah. Dara asal Awabutu, Kecamatan Paniai, Provinsi Papua Tengah ini, sejak kecil selalu berkeinginan mendapatkan pendidikan terbaik. Meski ia berasal dari daerah 3T, ia ingin mendapatkan pendidikan terbaik. Selepas lulus pendidikan SD, ia pun melanjutkan pendidikan Menengah Pertama di SMP Santa Maria Bandung dan saat naik kelas IX ia kembali lagi ke Jayapura dan menyelesaikan pendidikan SMP di YPPK Kristus Raja. Beruntung, ia berkesempatan mendapatkan beasiswa ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah), sehingga bisa melanjutkan ke SMA Negeri 1 Bojong, Pekalongan. Usai menamatkan bangku SMA, ia pun kembali mendapatkan beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi yang membawanya kuliah di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.

Putri dari Jonas Yogi dan Theresia Gobai inipun mengaku menjalani pembelajaran yang tidak mudah di awal-awal perkuliahan. Ia mengaku sempat stress dan berusaha menyesuaikan diri degan lingkungan kampus.“Sempat ragu, saya bisa bertahan atau tidak? Melihat background teman-teman membuat saya kaget dan langsung kena mental. Sempat minder, tapi bersyukur karena apa yang saya bayangkan tidak seperti kenyataan. Teman-teman di kampus ternyata sangat membantu dan suportif”, kenangnya.

Awane sungguh bersyukur, teman-temannya di FEB UGM terbuka dan baik hati. Mereka membuka diri untuk belajar bersama dan bimbingan jika ada mata kuliah yang belum bisa ia pahami. “Mereka sangat membantu jika ada pembelajaran yang dirasa kurang paham, saya dapat bertanya ke mereka bahkan dipersilakan untuk fotokopi materi. Jadi, sayapun tidak merasa sendirian atau ketinggalan,” jelasnya mahasiswa angkatan 2017 ini.

Perjalanan kuliah Awane bisa dibilang tidaklah berjalan lancar. Ia sempat berhenti kuliah akibat gejolak rasisme terhadap mahasiswa Papua yang meluas di berbagai wilayah pada tahun 2019. Sehingga di tahun kedua menjalani perkuliahan, iapun terpaksa mengambil cuti dan kembali ke kampung halaman. “Sempat terlintas untuk pindah kampus. Tapi setelah dipikir-pikir, pengorbanan yang telah dilalui terlalu berat untuk ditinggalkan, dan telah juga menguras banyak tenaga. Untung dengan dukungan keluarga dan teman-teman, akhirnya saya bisa bertahan,” ungkapnya.

Usai menyandang gelar sarjana, Awane berencana ingin mengabdi di kampung halamannya, Awabutu. Awane menjelaskan di kampung halamannya merupakan wilayah yang kaya potensi namun belum dikelola secara optimal. Dengan pendidikan yang berhasil ia raih, ia bermimpi menjadikan daerahnya sebagai destinasi unggulan sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. “Awabutu itu seperti Dieng, dengan tanah yang subur dan danau yang indah. Kalau dikelola dengan baik, bisa menjadi destinasi yang menarik sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Meski di kampung halamannya telah berdiri banyak sekolah, imbunya, aksesibilitas menuju layanan pendidikan masih sangat sulit terutama untuk siswa-siswa yang tinggal di kampung seberang danau. Ibu Awane yang merupakan seorang guru Bimbingan Konseling bahkan merelakan dan membuka rumahnya untuk menampung anak-anak yang membutuhkan tempat tinggal agar bisa melanjutkan pendidikan. “Saya berharap bisa kembali ke Awabutu dan berkontribusi untuk pendidikan dan ekonomi di sana,” pungkasnya.

Reportase : Shofi Hawa Anjani & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB
Penulis      : Agung Nugroho

Artikel Air Mata Bahagia Awane Theovilla, Ingin Mengabdikan Ilmunya di Kampung Awabutu pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/air-mata-bahagia-awane-theovilla-ingin-mengabdikan-ilmunya-di-kampung-awabutu/feed/ 0
Tarif UKT UGM Belum Pernah Mencapai Batas Tertinggi BKT https://ugm.ac.id/id/berita/tarif-ukt-ugm-belum-pernah-mencapai-batas-tertinggi-bkt/ https://ugm.ac.id/id/berita/tarif-ukt-ugm-belum-pernah-mencapai-batas-tertinggi-bkt/#respond Mon, 03 Jun 2024 02:19:31 +0000 https://ugm.ac.id/tarif-ukt-ugm-belum-pernah-mencapai-batas-tertinggi-bkt/ Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) menggunakan aturan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai dasar penentuan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Seperti diketahui, BKT merupakan keseluruhan biaya operasional per mahasiswa per semester pada program studi di perguruan tinggi negeri. Biaya kuliah tunggal digunakan […]

Artikel Tarif UKT UGM Belum Pernah Mencapai Batas Tertinggi BKT pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) menggunakan aturan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai dasar penentuan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Seperti diketahui, BKT merupakan keseluruhan biaya operasional per mahasiswa per semester pada program studi di perguruan tinggi negeri. Biaya kuliah tunggal digunakan sebagai dasar penetapan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa masyarakat dan Pemerintah.

Direktur Keuangan UGM, Prof. Syaiful Ali, MIS., Ph.D.,Ak., CA., mengatakan sepanjang tahun 2018 hingga 2023 penetapan UKT UGM, tidak pernah mencapai batas atas BKT. “Sejak 2018 hingga 2023, UKT UGM belum pernah mendekati (batas tertinggi) BKT,” ujar Syaiful Ali dalam Diskusi Pojok Bulaksumur yang bertajuk Strategi UGM bisa tetap Otonom dengan Biaya UKT Terjangkau, Jumat (31/5).

Ali, demikian ia akrab disapa, menerangkan terdapat gap antara tarif UKT UGM yang dengan batas BKT tertinggi yang ditentukan oleh pemerintah. Meski ada Bantuan Pendanaan Perguruan Tinggi Badan Hukum namun belum bisa menutup biaya pendidikan secara keseluruhan. “Belum bisa menutup  100 persen,  setiap tahun mendekati defisit sekitar Rp 200 miliar,” ujarnya.

Apabila dihitung secara keseluruhan penerimaan UKT untuk program sarjana dan sarjana terapan, kata Ali, dana dari UKT hanya mampu menopang sekitar 18,5 persen dari seluruh kebutuhan biaya operasional pendidikan.  Untuk menutup kekurangan dana tersebut terus dilakukan berbagai upaya. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penerapan Sumbangan Solidaritas Pendidikan Unggul (SSPU). Itupun diberlakukan pada calon mahasiswa baru yang masuk melalui jalur mandiri. “Kita ada mekanisme subsidi silang di tiap fakultas dan sekolah. Dengan konsep subsidi silang dan berkeadilan ini, dimana mereka yang mampu membantu yang tidak mampu,” jelasnya.

Meski ada kekurangan, ujar Ali, sebagai Universitas Nasional dan Universitas Kerakyatan, UGM juga terus berupaya mencari sumber pendanaan lain baik melalui proyek kerja sama di bidang tridharma, bantuan beasiswa, pemanfaatan aset UGM dan mendapatkan pemasukan dari unit-unit usaha UGM. “Jangan sampai ada mahasiswa yang kuliah di UGM tidak bisa melanjutkan karena masalah biaya,” katanya.

Direktur Kemahasiswaan, Dr. Sindung Tjahyadi, menyebutkan sekitar lebih dari 30 persen mahasiswa UGM berasal dari keluarga yang memiliki keterbatasan dari sisi ekonomi namun memiliki kemampuan akademik yang baik. “Perlu dicatat, yang diterima di UGM itu bukan karena memiliki kemampuan ekonomi tapi dari sisi kemampuan akademik. Untuk mereka yang memiliki kemampuan finansial lemah, kita menyalurkan beasiswa,” katanya.

Untuk total jumlah beasiswa, setiap tahunnya menurut Sindung mencapai ratusan miliar dana beasiswa yang diperuntukan bagi belasan ribu mahasiswa dari berbagai sumber yang mencapai 165 mitra.

Soal Beasiswa, Ali menyebutkan selain dana beasiswa yang berasal dari mitra, UGM juga mengalokasikan beasiswa yang diambil dari dana internal. Setiap tahunnya jumlahnya mencapai puluhan miliar untuk mendukung kelancaran studi mahasiswa. “Untuk tahun 2023 lalu UGM mengalokasikan beasiswa sekitar Rp 23,8 miliar. Bahkan pada tahun 2022 alokasi beasiswa dari internal UGM mencapai Rp 28,7 miliar,” tegasnya.

Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Gandes Retno Rahayu menegaskan dengan dibatalkannya kenaikan UKT dan IPI oleh Kemendikbudristek, UGM menggunakan besaran tarif UKT untuk pendidikan Unggul dan UKT pendidikan unggul bersubsidi yang berlaku pada tahun 2023 lalu. Meski tidak ada kenaikan, namun Gandes berkeyakinan dari 93 prodi S1, 6 prodi di antaranya mengalami penurunan tarif UKT. Keenam prodi yang mengalami penurunan tarif UKT tersebut adalah prodi Filsafat, Sosiologi, Sejarah, Antropologi Budaya, Politik dan Pemerintahan, serta prodi Pembangunan Wilayah “Ada kemungkinan 6 prodi nilai UKT turun,” paparnya.

Soal penentuan tarif UKT, kata Gandes, UGM menggunakan formula perhitungan sendiri di mana UKT ditentukan berdasarkan penilaian jumlah penghasilan orang tua, jumlah tanggungan keluarga, daya listrik rumah hingga jumlah SPT tahunan. Sedangkan untuk pemberlakukan IPI dikenakan pada calon mahasiswa baru yang masuk dalam kategori kelompok UKT Tertinggi. “Sumbangan SSPU hanya dikenakan pada mereka kelompok yang UKT tertinggi,” katanya.

Penulis: Gusti Grehenson dan Agung Nugroho

Foto: Firsto

Artikel Tarif UKT UGM Belum Pernah Mencapai Batas Tertinggi BKT pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tarif-ukt-ugm-belum-pernah-mencapai-batas-tertinggi-bkt/feed/ 0
UGM bersama Universitas Satya Terra Bhinneka dan Yayasan Bhakti Tanoto Jalin Kerja Sama https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bersama-universitas-satya-terra-bhinneka-dan-yayasan-bhakti-tanoto-jalin-kerja-sama/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bersama-universitas-satya-terra-bhinneka-dan-yayasan-bhakti-tanoto-jalin-kerja-sama/#respond Wed, 22 May 2024 02:48:58 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-bersama-universitas-satya-terra-bhinneka-dan-yayasan-bhakti-tanoto-jalin-kerja-sama/ Universitas Gadjah Mada melakukan penandatangan Nota Kesepahaman Bersama dengan Universitas Satya Terra Bhinneka dan Yayasan Bhakti Tanoto, Senin (20/5), di ruang sidang pimpinan, Kantor Pusat UGM. Ketiga pihak sepakat menjalin kerja sama dalam hal penyelenggaraan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia. Dari pihak UGM, diwakili oleh […]

Artikel UGM bersama Universitas Satya Terra Bhinneka dan Yayasan Bhakti Tanoto Jalin Kerja Sama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada melakukan penandatangan Nota Kesepahaman Bersama dengan Universitas Satya Terra Bhinneka dan Yayasan Bhakti Tanoto, Senin (20/5), di ruang sidang pimpinan, Kantor Pusat UGM. Ketiga pihak sepakat menjalin kerja sama dalam hal penyelenggaraan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia.

Dari pihak UGM, diwakili oleh Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M. selaku Sekretaris Universitas UGM dan Ir. Wiratni, S.T., M.T., Ph.D., IPM. selaku Kepala Direktorat Kemitraan dan Relasi Global. Sementara itu, dari pihak Universitas Satya Terra Bhinneka dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama, Dorothy Ferary,  Wakil Rektor I Bidang Akademik, Rinrin Meilani Salim dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu, Irfan L. Sarhindi. Sedangkan dari pihak Pengurus Yayasan Bhakti Tanoto diwakili oleh Michael Susanto.

Andi Sandi mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada kedua mitra yang bersedia untuk bekerja sama dengan UGM. Melalui kerja sama ini, ujarnya, UGM beserta mitra dapat berkontribusi dalam menciptakan calon pemimpin-pemimpin bangsa dan mencetak para sarjana yang bisa mendukung kemajuan bangsa. “Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk mendukung pembangunan bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurutnya, Universitas Gadjah Mada saat ini telah memperluas jaringan mitranya secara signifikan untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. UGM tidak hanya meningkatkan kualitas akademiknya tetapi juga berkontribusi secara nyata dalam pembangunan sosial dan ekonomi. “Selaras dengan visinya untuk menjadi universitas kelas dunia yang unggul dan inovatif,” tegasnya.

Dorothy menyampaikan apresiasi terhadap kesediaan UGM untuk mengembangkan kolaborasi bersama ST Bhinneka, khususnya dalam bidang tridarma perguruan tinggi. “Kami tentu terus berkomitmen dalam mengimplementasikan kemitraan yang berkelanjutan antar universitas,” ujarnya.

Michael Susanto selaku Sekretaris Yayasan Pengurus Yayasan Bhakti Tanoto juga turut hadir untuk menandatangani surat Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia. Michael  Susanto menuturkan, UGM dan Yayasan Bhakti Tanoto sebelumnya telah melakukan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. “Tak hanya itu, Tanoto juga telah mendukung riset dosen dan berbagai proyek mahasiswa,” katanya.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel UGM bersama Universitas Satya Terra Bhinneka dan Yayasan Bhakti Tanoto Jalin Kerja Sama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-bersama-universitas-satya-terra-bhinneka-dan-yayasan-bhakti-tanoto-jalin-kerja-sama/feed/ 0
UGM & Yala Rajabhat University Bahas Peluang Program Pertukaran dan Beasiswa https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-yala-rajabhat-university-bahas-peluang-program-pertukaran-dan-beasiswa/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-yala-rajabhat-university-bahas-peluang-program-pertukaran-dan-beasiswa/#respond Tue, 07 May 2024 03:26:13 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-yala-rajabhat-university-bahas-peluang-program-pertukaran-dan-beasiswa/ Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Profesor Wening Udasmoro, menyambut kunjungan Yala Rajabhat University Thailand pada Selasa (23/4). Kunjungan ini merupakan salah satu upaya yang sedang dilakukan UGM untuk memperluas kerjasama dengan universitas-universitas di Asia Tenggara. Dalam diskusi tersebut, kedua universitas berbagi visi untuk bekerja sama mengembangkan program-program yang bermanfaat bagi wilayah ASEAN dan […]

Artikel UGM & Yala Rajabhat University Bahas Peluang Program Pertukaran dan Beasiswa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Profesor Wening Udasmoro, menyambut kunjungan Yala Rajabhat University Thailand pada Selasa (23/4).

Kunjungan ini merupakan salah satu upaya yang sedang dilakukan UGM untuk memperluas kerjasama dengan universitas-universitas di Asia Tenggara.

Dalam diskusi tersebut, kedua universitas berbagi visi untuk bekerja sama mengembangkan program-program yang bermanfaat bagi wilayah ASEAN dan meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan manusia secara umum.

“Peluang kerja sama dapat mencakup kelas bersama online, riset bersama, dan pemberian beasiswa uang kuliah,” jelas Profesor Udasmoro.

Dr. Sukree Langputeh, anggota Dewan Yala Rajabhat University, menyatakan timnya tertarik untuk menjalin kerja sama dalam program pertukaran, kelas dan lokakarya bersama, serta riset dengan UGM.

“Pada semester mendatang, UGM dan Yala Rajabhat University dapat menyelenggarakan kuliah dan lokakarya bersama untuk mahasiswa magister dan doktor,” ujar Dr. Langputeh.

Dr. Langputeh menambahkan bahwa jurnal Yala Rajabhat University juga dapat digunakan sebagai platform publikasi untuk kolaborasi riset antara kedua belah pihak. Selain itu, beliau menyarankan bahwa program pertukaran juga dapat melibatkan dosen dan profesor selain mahasiswa.

Menanggapi usulan ini, Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM Profesor Puji Astuti membagikan program-program musim panas UGM yang akan datang. Program Global Summer Week selama dua minggu dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, yang akan diselenggarakan pada bulan Juli, termasuk salah satu dari program yang ditawarkan.

“Global Summer Week masih menerima pendaftaran,” tambah Dr. Dewi Fatmawati dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, mengundang mahasiswa Yala Rajabhat University untuk bergabung dalam acara ini dan memulai kerja sama pertukaran antara UGM dan Yala Rajabhat University.

Penulis: Naila Rafifa Nasir

Editor: Salma

Artikel UGM & Yala Rajabhat University Bahas Peluang Program Pertukaran dan Beasiswa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-yala-rajabhat-university-bahas-peluang-program-pertukaran-dan-beasiswa/feed/ 0
Kagama Salurkan Beasiswa Pendidikan Bagi Mahasiswa UGM  https://ugm.ac.id/id/berita/kagama-salurkan-beasiswa-pendidikan-bagi-mahasiswa-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/kagama-salurkan-beasiswa-pendidikan-bagi-mahasiswa-ugm/#respond Mon, 29 Apr 2024 05:19:35 +0000 https://ugm.ac.id/kagama-salurkan-beasiswa-pendidikan-bagi-mahasiswa-ugm/ Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) terus berkomitmen menyalurkan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa UGM yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan beasiswa yang rutin diberikan yakni Beasiswa Gadjah Mada Peduli dan Beasiswa Orang Tua Asuh Kagama. Khusus untuk Beasiswa Orang Tua Asuh diberikan pada mahasiswa yatim atau yatim-piatu yang kurang mampu secara ekonomi. “Kedua program […]

Artikel Kagama Salurkan Beasiswa Pendidikan Bagi Mahasiswa UGM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) terus berkomitmen menyalurkan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa UGM yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan beasiswa yang rutin diberikan yakni Beasiswa Gadjah Mada Peduli dan Beasiswa Orang Tua Asuh Kagama. Khusus untuk Beasiswa Orang Tua Asuh diberikan pada mahasiswa yatim atau yatim-piatu yang kurang mampu secara ekonomi. “Kedua program ini telah banyak mendukung mahasiswa dari berbagai latar belakang agar bisa melanjutkan pendidikannya di UGM,” kata Sulastama Raharja, anggota pengurus Kagama dalam acara syawalan dan temu alumni yang bertajuk “Merawat Persaudaraan dalam Cita Kemanusiaan dan Kebangsaan” pada  Minggu (28/4), di Balairung, Kantor Pusat UGM.

Pengumpulan dana beasiswa ini menurut Sulastama dari hasil sumbangan para alumni untuk membantu para mahasiswa dari keluarga yang kurang beruntung dari sisi ekonomi. “Saya kira beasiswa ini membuktikan sinergi kuat alumni untuk bisa berkontribusi membantu mahasiswa-mahasiswa yang kurang beruntung,” jelasnya.

Koordinator Bidang Pembinaan Masyarakat, Kagama, Destina Kawanti, S.Si., M.IP. menjelaskan sumber dana beasiswa berasal dari donasi alumni dan dana hibah mitra Kagama maupun UGM. Total nominal yang terkumpul untuk Beasiswa Orang Tua Asuh, hingga akhir tahun 2023 lalu mencapai Rp 505 juta untuk 25 penerima beasiswa. Pemberian dana dilakukan dalam bentuk bantuan UKT dan biaya hidup bulanan. Sedangkan untuk Beasiswa Gadjah Mada Peduli, total tersalurkan bantuan sebesar 227 juta pada 74 mahasiswa.

“Sampai saat ini masih banyak mahasiswa yang membutuhkan bantuan. Kami harapkan ke depan kita mendapatkan tambahan mitra untuk kelangsungan beasiswa ini,” ujar Destina.

Menurutnya, program penyaluran beasiswa ini sejalan dengan prinsip UGM dalam mewujudkan pendidikan inklusi, yaitu membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk dapat mengenyam pendidikan di UGM. “Harapannya, masyarakat tidak perlu lagi mengkhawatirkan tingginya biaya pendidikan karena tersedia berbagai macam program beasiswa di UGM. Untuk itu, Kagama selalu berupaya memperkuat jejaring agar semakin banyak bantuan yang dapat tersalurkan bagi pendidikan masyarakat,” paparnya.

Ketua PP Kagama, Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P., dalam sambutannya mengatakan bantuan pendidikan tidak hanya mendukung keberlangsungan pendidikan mahasiswa, namun juga membentuk karakter yang positif pada diri mahasiswa. Mereka yang terbantu dengan beasiswa menurutnya akan memiliki semangat yang lebih kuat dalam menempuh pendidikan dan memiliki karakter kepribadian yang kuat dalam kehidupannya. Ditambah keterampilan dan ilmu pengetahuan sebagai modal utama untuk meraih masa depan yang cerah. “Makin banyak anak-anak kita yang ingin sekali kuliah di UGM. Rata-rata yang sudah lulus dengan beasiswa ini bisa memberikan cerita yang menyemangati semua orang. Pendidikan, keterampilan, dan ilmu pengetahuan ini mengubah nasibnya dan keluarganya,” ucap Ganjar.

Pada acara temu Alumni kali ini diadakan kegiatan pelelangan karya-karya batik Solo garapan perajin batik legendaris, keluarga Tjoa. Batik karya keluarga Tjoa telah dipopulerkan dengan nama Batik Tiga Negeri sejak tahun 1910 hingga tahun 2014. Kain batik Keluarga Tjoa dinilai memiliki motif dengan latar belakang unik, serta bahan yang halus dan menawan. Keunikan dan nilai sejarah yang dimiliki membuat karya-karya batik ini mempunyai daya jual tinggi. Hasil lelang dengan alumni UGM ini nantinya juga disalurkan kembali dalam bentuk beasiswa KAGAMA. Di akhir acara syawalan,  K.H. Ahmad Muwafiq, S.Ag. menyampaikan siraman rohani akan pentingnya menjalin silaturahmi. Ia menjelaskan bahwa kegiatan berbagi dan berbuat baik terhadap sesama dan lingkungan adalah tanggung jawab utama umat manusia.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Kagama Salurkan Beasiswa Pendidikan Bagi Mahasiswa UGM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kagama-salurkan-beasiswa-pendidikan-bagi-mahasiswa-ugm/feed/ 0
45 Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Bakti BCA https://ugm.ac.id/id/berita/45-mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-bakti-bca/ https://ugm.ac.id/id/berita/45-mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-bakti-bca/#respond Mon, 25 Mar 2024 08:10:50 +0000 https://ugm.ac.id/45-mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-bakti-bca/ Sebanyak 45 mahasiswa UGM menerima beasiswa dari PT Bank Central Asia TBK. Pemberian Beasiswa Bakti BCA disampaikan Albert Ramali selaku Kepala Operasi Cabang (KOC) BCA KCU Yogyakarta di ruang Multimedia UGM, Senin (25/3). Para mahasiswa UGM yang menerima Beasiswa Bakti BCA ini akan menerima bantuan pendidikan untuk pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal), ditambah uang saku […]

Artikel 45 Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Bakti BCA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 45 mahasiswa UGM menerima beasiswa dari PT Bank Central Asia TBK. Pemberian Beasiswa Bakti BCA disampaikan Albert Ramali selaku Kepala Operasi Cabang (KOC) BCA KCU Yogyakarta di ruang Multimedia UGM, Senin (25/3).

Para mahasiswa UGM yang menerima Beasiswa Bakti BCA ini akan menerima bantuan pendidikan untuk pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal), ditambah uang saku sebesar 500 ribu rupiah per mahasiswa per bulan.

Albert Ramali mengatakan PT BCA Tbk. menyadari betapa pentingnya pendidikan sebagai pendorong perkembangan sosio-ekonomi dan menciptakan masyarakat yang inklusif. Diyakini bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan negara.

“Oleh karena itu, BCA sebagai salah satu bagian dari perbankan nasional, turut serta dalam mendukung generasi muda Indonesia agar dapat mengembangkan potensi mereka dengan maksimal melalui program Beasiswa Bakti BCA,” katanya.

Dia menyampaikan BCA telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 7.000 mahasiswa S1 sejak 2009. Beasiswa yang diberikan tidak hanya berupa bantuan biaya pendidikan, tetapi juga dilengkapi dengan program pelatihan untuk membekali para mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan bimbingan yang sesuai untuk membantu para mahasiswa mencapai keunggulan dalam karier. Kami yakin bahwa dengan pendampingan yang tepat, mereka dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal,” ungkapnya.

Telah banyak karya baik yang dihasilkan dalam program beasiswa Bakti BCA sebelumnya, karena itu PT BCA Tbk. sangat antusias menantikan lebih banyak lagi hal-hal positif yang lahir dari program Beasiswa Bakti BCA di tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Karenanya BCA memberikan apresiasi kepada banyak pihak yang telah memberikan dukungan tanpa henti untuk mewujudkan program Beasiswa Bakti BCA.

Kepada seluruh perguruan tinggi, termasuk UGM ia sangat berharap kerjasama ini akan menjadi hubungan yang saling menguntungkan di masa depan. Dengan kemitraan ini tidak hanya memperkuat komitmen PT BCA Tbk. dalam mendukung pendidikan, tetapi juga membuka pintu bagi kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan demi kemajuan bersama.

“Kami juga ingin memberikan penghargaan khusus kepada para Bakti Champions, yang merupakan bintang dari program ini. Kami mengucapkan selamat atas pencapaian semua adik-adik yang telah berkesempatan meraih beasiswa dari Bakti BCA. Kami berharap adik-adik dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menggapai impian kalian. Teruslah menjadi insan pelajar yang berdedikasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan negara kita. Semoga kesuksesan yang kalian raih menjadi langkah awal menuju masa depan yang gemilang,” terangnya.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Sindung Tjahyadi menyambut baik dan berterima kasih atas kepedulian PT BCA Tbk. dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Pemberian Beasiswa Bakti BCA tentunya sangat membantu kelancaran studi mahasiswa UGM.

”Terima kasih kepada BCA yang telah 14 tahun peduli, memperhatikan dan memberikan donasinya untuk pendidikan. Kami yang di UGM sangat bersyukur dengan Beasiswa Bakti BCA karena tentunya akan mendukung proses belajar para mahasiswa,” ucapnya.

Sebagai catatan Beasiswa Bakti BCA diberikan kepada para mahasiswa yang berprestasi dengan kondisi tidak mampu. Mereka disyaratkan dengan IPK minimal 3.00.

Penulis: Agung Nugroho

Fotografer: Donnie

 

Artikel 45 Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Bakti BCA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/45-mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-bakti-bca/feed/ 0
Program Afirmasi Membuka Kesempatan Warga Yogyakarta Yang Terpinggirkan https://ugm.ac.id/id/berita/program-afirmasi-membuka-kesempatan-warga-yogyakarta-yang-terpinggirkan/ https://ugm.ac.id/id/berita/program-afirmasi-membuka-kesempatan-warga-yogyakarta-yang-terpinggirkan/#respond Fri, 01 Mar 2024 09:43:24 +0000 https://ugm.ac.id/program-afirmasi-membuka-kesempatan-warga-yogyakarta-yang-terpinggirkan/ Anggota DPD RI, Drs. H.A. Hafidh Asrom, merasa prihatin terhadap rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi sebagian kalangan warga Yogyakarta. Masalah ini penting dan mendesak untuk diperhatikan karena Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan, dan diharapkan mereka jangan hanya menjadi penonton di kotanya sendiri. “Dengan hanya 9 persen yang bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi menunjukkan adanya […]

Artikel Program Afirmasi Membuka Kesempatan Warga Yogyakarta Yang Terpinggirkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Anggota DPD RI, Drs. H.A. Hafidh Asrom, merasa prihatin terhadap rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi sebagian kalangan warga Yogyakarta. Masalah ini penting dan mendesak untuk diperhatikan karena Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan, dan diharapkan mereka jangan hanya menjadi penonton di kotanya sendiri.

“Dengan hanya 9 persen yang bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi menunjukkan adanya tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan akses dan kesempatan pendidikan bagi masyarakat Yogyakarta,” ujarnya di ruang Sidang Pimpinan UGM, Jumat (1/3).

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja di UGM terkait permasalahan pendidikan tinggi di Yogyakarta. Menurutnya inisiatif seperti program beasiswa istimewa yang dirancangnya dapat menjadi langkah baik untuk dapat membantu mengatasi masalah ini dengan memberikan bantuan finansial dan dukungan lainnya kepada calon mahasiswa dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu.

Rendahnya angka partisipasi ke pendidikan tingi bagi warga Yogyakarta menunjukkan masih banyak tantangan yang perlu diatasi guna memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang adil untuk dapat mengakses pendidikan tinggi. Upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan pendidikan di Yogyakarta.

Oleh karena itu, ia mengundang para pimpinan perguruan tinggi di Yogyakarta membahas jalan keluar agar para siswa lulusan SMA warga Yogyakarta bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Melalui FGD yang ia tawarkan, para pemangku kepentingan diharapkan dapat berdiskusi tentang berbagai strategi dan program yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi di Yogyakarta.

“Kita semua berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah setempat dapat menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan tersebut, sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Yogakarta,” terangnya.

Gayung bersambut dari Universitas Gadjah Mada. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., menyambut baik keinginan membahas kesempatan warga Yogyakarta yang marginal untuk bisa melanjutkan studi di perguruan tinggi.

Dia menyampaikan sudah sejak dua tahun lalu UGM mendesain penerimaan masuk UGM melalui jalur afirmasi. Jalur afirmasi ini merupakan program penerimaan untuk memberi kesempatan para siswa-siswa luar Jawa karena letak geografis untuk bisa kuliah di UGM.

Ada tiga daerah yang sudah membuka untuk jalur afirmasi yaitu NTT, Bengkulu dan Papua. Melalui program ini pemerintah daerah menyediakan biaya untuk menyekolahkan siswa-siswa terbaiknya untuk kuliah di UGM.

“Memang seolah UGM dikuasai oleh Jawa, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan DIY. Sementara Sumatra dan lain-lain sangat kecil. Meski begitu afirmasi juga tidak melulu hanya untuk orang luar Jawa bisa memungkinkan pula untuk orang Yogakarta yang terpinggirkan,” ucapnya.

Melalui program ini, UGM berkomitmen untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik kepada calon mahasiswa dari daerah-daerah tersebut dengan memberikan bantuan finansial, bimbingan akademik, dan fasilitas lainnya untuk mendukung kesuksesan mereka dalam menempuh pendidikan tinggi.

Penulis : Agung Nugroho

Fotografer : Firsto

Artikel Program Afirmasi Membuka Kesempatan Warga Yogyakarta Yang Terpinggirkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/program-afirmasi-membuka-kesempatan-warga-yogyakarta-yang-terpinggirkan/feed/ 0
Mahasiswa Penerima Beasiswa Baznas dari 7 Kampus di DIY Terima Pembekalan di UGM https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-penerima-beasiswa-baznas-dari-7-kampus-di-diy-terima-pembekalan-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-penerima-beasiswa-baznas-dari-7-kampus-di-diy-terima-pembekalan-di-ugm/#respond Fri, 23 Feb 2024 07:30:11 +0000 https://ugm.ac.id/mahasiswa-penerima-beasiswa-baznas-dari-7-kampus-di-diy-terima-pembekalan-di-ugm/ Sebanyak 152 mahasiswa penerima beasiswa Cendekia Baznas dari tujuh perguruan tinggi di DIY menerima pembinaan khususnya soal literasi keuangan di FMIPA UGM, Kamis (22/2). Para mahasiswa tersebut berasal dari UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga, UAD, UII, UNU, dan UMY. Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Sindung Tjahyadi., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Baznas yang telah mendukung penyelenggaraan […]

Artikel Mahasiswa Penerima Beasiswa Baznas dari 7 Kampus di DIY Terima Pembekalan di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 152 mahasiswa penerima beasiswa Cendekia Baznas dari tujuh perguruan tinggi di DIY menerima pembinaan khususnya soal literasi keuangan di FMIPA UGM, Kamis (22/2). Para mahasiswa tersebut berasal dari UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga, UAD, UII, UNU, dan UMY.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Sindung Tjahyadi., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Baznas yang telah mendukung penyelenggaraan pendidikan di UGM. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan pemberian beasiswa bagi mahasiswa sejak tahun 2018 silam.

Sindung mengatakan beasiswa merupakan program yang sangat penting dan dibutuhkan untuk mendukung kelangsungan pendidikan bagi mahasiswa, termasuk di UGM. Meski UGM mengelola beasiswa dari berbagai sumber mulai dari pemerintah hingga mitra, tetapi dukungan beasiswa masih sangat dibutuhkan. Pasalnya, saat ini ada sekitar 30-40 persen mahasiswa di UGM yang masih memerlukan beasiswa.

“UGM sangat membutuhkan dukungan beasiswa dari para mitra, tidak hanya nominal, namun kuantitas penerimanya juga bisa lebih banyak lagi,”terangnya.

Saat ini ada 21 mahasiswa UGM yang menjadi penerima beasiswa Cendekia Baznas. Mereka berasal dari batch 4 yang merupakan mahasiswa angkatan 2022 dan batch 5 dari angkatan 2023. Setiap mahasiswa menerima bantuan beasiswa berupa bantuan biaya pendidikan UKT maksimal Rp5 juta dan pendampingan beasiswa bersama mentor.

Pimpinan Baznas Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan M.Si., mengatakan Baznas memiliki program pemberian beasiswa bagi mahasiswa di Indonesia. Salah satunya adalah beasiswa Cendekia Baznas. Untuk di DIY sendiri Baznas memberikan beasiswa jenis ini ke sekitar 250 mahasiswa di tujuh kampus.

“Kami ada MoU dengan perguruan tinggi, ada hampir 131 kampus untuk kerja sama pemberian beasiswa Cendekia Baznas,”tuturnya.

Rizaludin mengatakan ada banyak mahasiswa yang mengajukan beasiswa Cendekia Baznas, namun belum bisa memberikan kuota yang banyak. Ke depan ia berharap dapat memberikan lebih banyak beasiswa bagi mahasiswa di tanah air.

Dana beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa berasal dari zakat, infaq, dan sedekah masyarakat maupun koorporasi salah satunya PT. Henan Putihrai Sekuritas. Rizaludin pun mengapresiasi PT. Henan Putihrai Sekuritas yang telah menunaikan sedekah saham untuk membantu program pendidikan beasiswa Cendekia BAZNAS.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada nasabah PT Henan Putihrai Sekuritas yang telah mempercayakan sedekah saham melalui Baznas. Dengan kerja sama ini, diharapkan akan semakin banyak pelaku pasar modal yang bersedekah dan berzakat,” katanya.

Sementara, Head of Marketing, Sharia and Customer Care HPS, Astri Faizati, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Baznas yang telah bersama-sama menggalang dana sedekah saham di aplikasi HPX untuk membantu program pendidikan masyarakat kurang mampu.

Astri mengungkapkan, penyerahan sedekah saham untuk membantu program beasiswa ini merupakan bentuk transparansi dari perusahaan kepada para nasabah bahwa zakat, infak, dan sedekah mereka telah disalurkan melalui Baznas kepada yang membutuhkan.

“Baznas dan PT Henan Putihrai Sekuritas telah menjalin kerja sama sejak tahun 2017 melalui program sedekah dan zakat saham. Kami berharap, kerja sama ini ke depan dapat terus berkembang dan mendapat berkah dari Allah SWT,” katanya.

Penulis: Ika

Artikel Mahasiswa Penerima Beasiswa Baznas dari 7 Kampus di DIY Terima Pembekalan di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-penerima-beasiswa-baznas-dari-7-kampus-di-diy-terima-pembekalan-di-ugm/feed/ 0
Kecintaan Pada Ilmu Tanah Mengantar Dosen UGM Lulus Cumlaude dengan Beasiswa PMDSU https://ugm.ac.id/id/berita/kecintaan-pada-ilmu-tanah-mengantar-dosen-ugm-lulus-cumlaude-dengan-beasiswa-pmdsu/ https://ugm.ac.id/id/berita/kecintaan-pada-ilmu-tanah-mengantar-dosen-ugm-lulus-cumlaude-dengan-beasiswa-pmdsu/#respond Fri, 02 Feb 2024 04:40:31 +0000 https://ugm.ac.id/kecintaan-pada-ilmu-tanah-mengantar-dosen-ugm-lulus-cumlaude-dengan-beasiswa-pmdsu/ Firdausi Nur Azizah merupakan salah satu mahasiswa pascasarjana UGM penerima beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), yang pada Wisuda Program Pascasarjana periode II TA 2023/2024 lalu (24/1) di Grha Sabha Pramana menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 4.00 dan mewakili para wisuda lainnya memberikan sambutan.  Gelar ini baginya terasa sangat spesial, mengingat perjuangannya […]

Artikel Kecintaan Pada Ilmu Tanah Mengantar Dosen UGM Lulus Cumlaude dengan Beasiswa PMDSU pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Firdausi Nur Azizah merupakan salah satu mahasiswa pascasarjana UGM penerima beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), yang pada Wisuda Program Pascasarjana periode II TA 2023/2024 lalu (24/1) di Grha Sabha Pramana menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 4.00 dan mewakili para wisuda lainnya memberikan sambutan. 

Gelar ini baginya terasa sangat spesial, mengingat perjuangannya mencari beasiswa untuk bisa menempuh pendidikan lanjut terbilang tidak mudah. Selepas menamatkan studi S1 ia sempat bekerja di salah satu perusahan swasta bidang pertanian sembari terus berburu beasiswa. Dua kali ia merasakan kegagalan untuk memperoleh beasiswa ini karena belum mendapatkan promotor. ”Saat itu, pendaftaran PMDSU Batch IV, saya kembali cek informasinya dan ternyata belum juga ada promotor dari program studi saya, sehingga tidak bisa mendaftar,’ keluhnya. 

Tahun 2019 Azizah mendaftar PMDSU setelah memperoleh promotor yang merupakan dosen pembimbing skripsinya saat di program sarjana. Tanpa banyak bertanya, Azizah menyiapkan semua pemberkasan dan persyaratan yang diperlukan di sela-sela ia bekerja. ”Alhamdulillah tahun 2019 menjadi tahun saya untuk bisa join sebagai awardee PMDSU Batch V di Departemen Tanah UGM,” kenang Azizah dengan penuh haru. 

Di sela-sela kuliah, ia membantu promotor mengerjakan proyek penelitian terkait dengan bidang ilmu yang digelutinya, sembari menyusun research plan untuk penelitian S3 yang diidam-idamkan. Setelah lolos lanjut ke program Doktor, ia mengikuti kuliah sambil melakukan penelitian sehingga kegiatannya tak pernah lepas dari lahan atau lapangan sebagai laboratorium penelitian. Azizah menempa dirinya dari pagi sampai malam, dan dari hari ke hari bergulat di laboratorium.

Kerja keras Azizah bukan tanpa rintangan. Di tahun kedua studinya terjadi pandemi Covid-19 sehingga kegiatan perkuliahannya sempat terkendala. Beberapa kegiatan penelitian harus diubah karena pembatasan saat pandemi, dan ini berdampak pada jadwal penelitiannya di Jepang yang mundur satu tahun. ”Penelitian saya mengharuskan ada di lapangan dan laboratorium yang melibatkan banyak orang dan beberapa kegiatan penelitian dilakukan di luar kota, sedangkan selama masa pandemi ada aturan social distancing yang pasti sangat berdampak pada proses penelitian,” kenang Azizah. 

Bagi Azizah, strategi utama dan terpenting selama studi adalah manajemen waktu, emosi dan kesehatan. Untuk lulus tepat waktu, Azizah selalu menentukan target jangka panjang untuk 4 tahun studi, maupun target jangka pendek mengikuti skema penelitian yang dirancangnya. Azizah juga aktif berdiskusi dengan promotor dan co-promotor di setiap proses, progress masalah maupun hasil dari studinya. 

Azizah sendiri sudah bergulat di bidang ilmu tanah sejak 2017, saat ia menempuh pendidikan sarjana. Ilmu tanah sangat menarik bagi Azizah. Menurutnya, Ilmu tanah mempelajari tidak hanya tanah sebagai media tanam dalam dunia pertanian, tetapi juga sebagai sumberdaya lahan. Bagi Azizah, inilah yang menarik dari ilmu tanah, suatu bidang ilmu yang sangat kompleks karena bersinggungan dengan ilmu lain.

”Kami mempelajari berbagai tanah dari asal mula terbentuknya, karakterisasi, pemanfaatan, permasalahan hingga pengelolaannya sesuai dengan kapasitasnya sehingga bisa sustainable untuk menunjang semua kebutuhan dan kegiatan manusia di bumi ini yang tak lepas dari tanah mulai dari sandang, pangan, papan hingga energi. Ini sangat menantang, karena itu cakupan peluang kerja juga sangat luas dari pertanian, perkebunan, pertambangan, dan lain-lain,” ungkap dosen UGM ini dengan penuh semangat. 

Azizah yang kini aktif mengajar di Departemen Tanah, Fakultas Pertanian UGM ingin terus berkarya menjadi pengajar, peneliti, dan melakukan pengabdian. ”Sejak masih dibangku sekolah, saya sudah terbiasa mengajar anak-anak kecil di sekeliling rumah saya. Lalu, saat menjadi mahasiswa sarjana, saya sangat tertarik dengan kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh para dosen, dan paling semangat untuk mengikuti kegiatan penelitian baik di laboratorium dan lapangan,” ungkapnya. 

Sumber: Humas DPP

Editor: Gloria

Artikel Kecintaan Pada Ilmu Tanah Mengantar Dosen UGM Lulus Cumlaude dengan Beasiswa PMDSU pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kecintaan-pada-ilmu-tanah-mengantar-dosen-ugm-lulus-cumlaude-dengan-beasiswa-pmdsu/feed/ 0
Diasma Sandi Swandaru, Mahasiswa S3 TANNAS UGM Penerima Beasiswa Megawati Fellowship https://ugm.ac.id/id/berita/diasma-sandi-swandaru-mahasiswa-s3-tannas-ugm-penerima-beasiswa-megawati-fellowship/ https://ugm.ac.id/id/berita/diasma-sandi-swandaru-mahasiswa-s3-tannas-ugm-penerima-beasiswa-megawati-fellowship/#respond Wed, 24 Jan 2024 07:15:10 +0000 https://ugm.ac.id/?p=63111 Diasma Sandi Swandaru, mahasiswa angkatan 2021 di Program Studi Doktor Ilmu Ketahanan Nsional (Tannas UGM), memiliki sejumlah prestasi membanggakan. Usai menyelesaikan semua perkuliahan teori, kini ia tengah menyusun disertasi berjudul “Transformasi Pemahaman Nilai Gotong Royong Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Untuk Membangun Ketahanan Masyarakat.” Tercatat di awal kuliah tahun 2021, Diasma berhasil meraih Beasiswa Unggulan Masyarakat […]

Artikel Diasma Sandi Swandaru, Mahasiswa S3 TANNAS UGM Penerima Beasiswa Megawati Fellowship pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Diasma Sandi Swandaru, mahasiswa angkatan 2021 di Program Studi Doktor Ilmu Ketahanan Nsional (Tannas UGM), memiliki sejumlah prestasi membanggakan. Usai menyelesaikan semua perkuliahan teori, kini ia tengah menyusun disertasi berjudul “Transformasi Pemahaman Nilai Gotong Royong Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Untuk Membangun Ketahanan Masyarakat.”

Tercatat di awal kuliah tahun 2021, Diasma berhasil meraih Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ia pun sempat memperoleh IPK 4,0 pada semester ke-5. Hal ini menandakan Diasma sebagai salah satu mahasiswa berprestasi di Program Studi Doktor Ilmu Tannas UGM.

Di awal tahun 2024, Diasma kembali menorehkan prestasinya dengan meraih beasiswa Megawati Fellowship. Sesuai dengan topik disertasi yang diambilnya, program Megawati Fellowship ini memfokuskan pada kajian-kajian pemikiran Bung Karno dan relevansinya dalam kontekstual saat ini.

Agnes Purbasari, dosen di Universitas Indonesia sebagai salah satu tim penilai kompetisi, menyatakan topik penelitian Diasma berisi penerapan nilai-nilai gotong royong pada era abad ke-21. Nilai-nilai yang secara khusus sangat pas bila diaktualisasikan pada masa terjadi pandemi Covid-19 lalu.

Dr. A. Sonny Keraf selaku pelaksana program Megawati Fellowship menyampaikan perlu ada upaya serius untuk mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan riset bagi anak muda, khususnya dalam mempelajari pemikiran Bung Karno dan para pendiri bangsa lainnya.

“Hal ini diperlukan untuk melihat bahwa politik itu tidak hanya sekedar elektoral, tetapi politik itu berkaitan dengan sesuatu yang sangat substantif berkaitan dengan ideologi, berkaitan dengan cita-cita, mimpi besar kemajuan bangsa di berbagai bidang dan aspek,” katanya.

Dengan perolehan ini, Diasma tercatat sebagai salah satu dari 11 pemenang Megawati Fellowship yang terdiri dari 5 mahasiswa S2 dan 6 mahasiswa S3. Ia berharap dengan beasiswa penelitian yang diterimanya dapat mendorong langkahnya dalam menamatkan jenjang pendidikan doktor hingga kelak dapat memberikan inspirasi dan dampak yang baik bagi masyarakat luas.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Diasma Sandi Swandaru, Mahasiswa S3 TANNAS UGM Penerima Beasiswa Megawati Fellowship pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/diasma-sandi-swandaru-mahasiswa-s3-tannas-ugm-penerima-beasiswa-megawati-fellowship/feed/ 0