bank sampah Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/bank-sampah/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 11 Jun 2024 04:03:39 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mahasiswa UGM Berdayakan Kelompok Disabilitas Lewat Bank Sampah https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-berdayakan-kelompok-disabilitas-lewat-bank-sampah/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-berdayakan-kelompok-disabilitas-lewat-bank-sampah/#respond Tue, 11 Jun 2024 04:03:39 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65003 Komunitas mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam paguyuban penerima beasiswa Salemba Empat ikut berpartisipasi memberdayakan kelompok disabilitas melalui pengelolaan bank sampah di di Kelurahan Temon Wetan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lewat pengelolaan Bank Sampah ini, keuntungan sebesar 10% dari penjualan sampah didonasikan untuk membantu penyandang disabilitas dan masyarakat yang kurang mampu. “Keberadaan […]

Artikel Mahasiswa UGM Berdayakan Kelompok Disabilitas Lewat Bank Sampah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Komunitas mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam paguyuban penerima beasiswa Salemba Empat ikut berpartisipasi memberdayakan kelompok disabilitas melalui pengelolaan bank sampah di di Kelurahan Temon Wetan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lewat pengelolaan Bank Sampah ini, keuntungan sebesar 10% dari penjualan sampah didonasikan untuk membantu penyandang disabilitas dan masyarakat yang kurang mampu.

“Keberadaan Bank sampah ini diharapkan memberikan peluang kerja dan penghasilan bagi kelompok disabilitas, meningkatkan rasa percaya diri, dan membantu mereka menjadi bagian aktif masyarakat,” kata Syafitri Rahmadhini, mahasiswa Fakultas Teknik UGM selaku anggota paguyuban Karya Salemba Empat, Selasa (11/6).

Menurut Dhini, para mahasiswa ikut berperan aktif dalam mempromosikan kegiatan bank sampah ke warga sekitar, melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan limbah kelapa yang memiliki potensi besar di daerah tersebut, serta mengembangkan berbagai inovasi pengolahan sampah lainnya.“Kita ikut juga memberikan edukasi bagi masyarakat terkait pengelolaan sampah dan memiliki akses untuk membuang sampah dengan bertanggung jawab,” paparnya.

Bank Sampah yang bernama Sinergi Berdaya ini bukan sekadar tempat mengumpulkan dan memilah sampah. Lebih dari itu, bank sampah ini menjadi wadah bagi kelompok disabilitas untuk bersosialisasi, belajar keterampilan baru, dan mendapatkan penghasilan. “Bank Sampah Sinergi Berdaya memberikan manfaat ganda bagi berbagai pihak, seperti pengelolaan sampah yang tepat dapat mengurangi pencemaran dan melestarikan lingkungan,” jelasnya.

Berkat kegigihan dan semangat para penggagasnya, kata Dhini, Bank Sampah Sinergi Berdaya ini sudah berkembang pesat dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, berupa pendanaan dari kelurahan setempat, gerobak dan kendaraan roda 3 VR dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan antusiasme masyarakat sekitar terhadap adanya Bank Sampah Sinergi Berdaya. Harapannya Bank Sampah Sinergi Berdaya tidak hanya menjadi wadah bagi disabilitas untuk memperoleh penghasilan tambahan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan promosi tentang pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Berdayakan Kelompok Disabilitas Lewat Bank Sampah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-berdayakan-kelompok-disabilitas-lewat-bank-sampah/feed/ 0
Cepat dan Mudah, PSLH UGM dan Omah Nyantrik Maggot Jelaskan Kelebihan Maggot Uraikan Sampah Organik https://ugm.ac.id/id/berita/cepat-dan-mudah-pslh-ugm-dan-omah-nyantrik-maggot-jelaskan-kelebihan-maggot-uraikan-sampah-organik/ https://ugm.ac.id/id/berita/cepat-dan-mudah-pslh-ugm-dan-omah-nyantrik-maggot-jelaskan-kelebihan-maggot-uraikan-sampah-organik/#respond Mon, 04 Mar 2024 01:11:58 +0000 https://ugm.ac.id/cepat-dan-mudah-pslh-ugm-dan-omah-nyantrik-maggot-jelaskan-kelebihan-maggot-uraikan-sampah-organik/ Maggot, atau larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) merupakan salah satu media pengurai sampah organik yang baik. Kemampuannya untuk mengubah sampah menjadi kompos organik menjadi peluang untuk menyelesaikan masalah sampah, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa komunitas warga telah memanfaatkan maggot sebagai pengurai sampah, salah satunya adalah Omah Nyantrik Maggot. Pusat Studi Lingkungan […]

Artikel Cepat dan Mudah, PSLH UGM dan Omah Nyantrik Maggot Jelaskan Kelebihan Maggot Uraikan Sampah Organik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Maggot, atau larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) merupakan salah satu media pengurai sampah organik yang baik. Kemampuannya untuk mengubah sampah menjadi kompos organik menjadi peluang untuk menyelesaikan masalah sampah, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa komunitas warga telah memanfaatkan maggot sebagai pengurai sampah, salah satunya adalah Omah Nyantrik Maggot. Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) berkesempatan mendatangi Sentot Sugiarto dan Mart Widarto selaku pemilik dan pencetus Omah Nyantrik pada Rabu (21/2).

“Tahun lalu kita tahu berita TPA Piyungan ditutup, itu langsung membuat banyak bank sampah dan dpipilah. Tapi fokusnya keliru, kebanyakan yang dipilah itu sampah anorganik saja. Organiknya tidak dipilah. Inilah akhirnya yang membuat kita di Perumahan Graha Banguntapan ini berupaya mengolah dengan media maggot,” tutur Sentot. Berbeda dengan larva sejenis belatung, maggot memiliki kelebihan tersendiri. Sentot menjelaskan, bahwa maggot mampu menghabiskan sampah organik dan mengubahnya menjadi senyawa protein, sehingga lebih praktis dan higienis dibanding belatung.

Upaya pengelolaan sampah di daerah Banguntapan ini telah dilakukan sejak tahun 2015. Masyarakat diminta untuk memilah di tahap rumah tangga, kemudian baru dimasukkan ke bank sampah. Sebelum menggunakan maggot, masyarakat masih memanfaatkan metode losida, biopori, hingga ember tumpuk untuk mengolah sampah organik. Namun, proses ini dinilai kurang praktis dan membutuhkan waktu lebih lama jika dibandingkan dengan jumlah 108 KK yang ada di Banguntapan. Akhirnya, pengurus RT setempat, termasuk Sentot dan Widarto beralih ke maggot yang lebih efisien.

“Masyarakat memilah, untuk yang anorganik kita taruh bank sampah, kalau yang organik ini kami oleh dengan maggot. Sehari itu kan makannya maggot itu 3 kali dari berat badan. Lebih cepat dari cacing Afrika, maggot itu paling aktif paling rakus, dan cepat,” ucap Widarto. Permasalahan sampah sebenarnya bukan sepenuhnya pada pengelolaan, namun yang menghambat proses tersebut adalah tidak adanya proses memilah di tingkat rumah tangga. Sampah yang sudah bercampur aduk masih harus dipilah kembali, dan ini yang membuat pengolahan sampah menjadi lebih lambat.

TPA Piyungan akan resmi ditutup total pada April 2024 mendatang. Pemerintah memberikan kebijakan untuk memanfaatkan TPS pada setiap kabupaten. Sayangnya, wilayah perkotaan masih menghadapi masalah kurangnya lahan untuk tempat mengelola sampah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran apabila sampah tidak dapat dikelola dan menumpuk di jalanan kota. Menurut Sentot, alih-alih menggunakan maggot dalam skala besar untuk mengurai sampah, setiap rumah tangga dapat mengolah sampah organiknya sendiri dengan budi daya maggot.

“Kami melihat Omah Nyantrik ini bukan sebuah bisnis. Saya yakin kalau orientasinya bisnis, maka inovasi seperti ini sudah pasti akan gagal. Omah Nyantrik saya katakan sebagai pertaubatan ekosistem, pertanggung jawaban manusia terhadap sampah yang dihasilkan. Kami di sini juga mempelajari maggot, karakteristiknya, mendalami prosesnya, hingga akhirnya bisa membuat sistem pengelolaan sampah,” terang Sentot.

Tanggung jawab masyarakat dalam mengelola sampahnya sendiri masih perlu didorong. Membuang sampah tanpa memilah memang mudah, namun dampaknya akan berkepanjangan. Oleh karenanya, aksi sekecil apapun untuk memperhatikan tentang sampah akan sangat berarti bagi kehidupan berkelanjutan. PSLH UGM melalui Podcast Lestari ini bersama Omah Nyentrik Maggot merupakan salah satu inovasi yang mendukung penerapan SDGs ke-12, yakni “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab”.

Penulis: Tasya

 

Artikel Cepat dan Mudah, PSLH UGM dan Omah Nyantrik Maggot Jelaskan Kelebihan Maggot Uraikan Sampah Organik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/cepat-dan-mudah-pslh-ugm-dan-omah-nyantrik-maggot-jelaskan-kelebihan-maggot-uraikan-sampah-organik/feed/ 0