anggrek Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/anggrek/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 07 Aug 2024 02:17:39 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Tim Mahasiswa UGM Selamatkan Anggrek Langka Dendrobium capra J.J.Smith di Gunungkidul https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-selamatkan-anggrek-langka-dendrobium-capra-j-j-smith-di-gunungkidul/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-selamatkan-anggrek-langka-dendrobium-capra-j-j-smith-di-gunungkidul/#respond Wed, 07 Aug 2024 02:17:39 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68783 Data National Geographic Indonesia tahun 2019 menyebut Indonesia menduduki urutan ke-enam sebagai negara yang mengalami penurunan biodiversitas tertinggi di dunia yang menyebabkan banyak spesies mengalami ancaman kepunahan. Salah satu spesies yang terancam punah adalah anggrek langka Dendrobium capra J.J.Smith. Anggrek ini tercatat berada dalam status Appendix II dalam CITES dan Endangered atau terancam punah dalam […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Selamatkan Anggrek Langka Dendrobium capra J.J.Smith di Gunungkidul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Data National Geographic Indonesia tahun 2019 menyebut Indonesia menduduki urutan ke-enam sebagai negara yang mengalami penurunan biodiversitas tertinggi di dunia yang menyebabkan banyak spesies mengalami ancaman kepunahan. Salah satu spesies yang terancam punah adalah anggrek langka Dendrobium capra J.J.Smith. Anggrek ini tercatat berada dalam status Appendix II dalam CITES dan Endangered atau terancam punah dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN). Kurangnya perhatian terhadap anggrek ini menyebabkan Dendrobium capra mengalami penurunan populasi yang cukup signifikan.

Meski mengalami penurunan, disisi yang lain terdapat satu populasi Dendrobium capra yang baru ditemukan berada di wilayah hutan produktif di Gunungkidul. Sebuah wilayah yang rawan terhadap intervensi manusia. Sejumlah mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE)  melakukan penelitian terkait keberadaan Dendrobium capra yang mulai langka ini. “Sekaligus ini new record karena baru ditemukan di wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta beberapa waktu lalu”, ujar Akmal Bunyamin, di Fakultas Biologi UGM, Rabu (7/8).

Selaku ketua, Akmal menjelaskan bila Tim PKM-RE dalam penelitiannya melakukan  studi populasi anggrek Dendrobium capra sebagai upaya pemantauan eksistensi anggrek ini di habitat aslinya. Tim ini juga melakukan konstruksi DNA barcoding pada spesies ini untuk memudahkan proses identifikasi. “Ini dikarenakan sulitnya membedakan antarspesies Dendrobium hanya dengan pengamatan morfologinya saja, karenanya kita juga menyediakan barcode sebagai identitas Dendrobium capra pada database”, terangnya.

Tim PKM-RE  yang kesemuanya mahasiswa Fakultas Biologi UGM ini menamakan diri mereka Tim PKM-RE D’caprangers. Selain Akmal Bunyamin (angkatan 2021), tim ini beranggotakan Syafira Nurul Aisya (angkatan 2021), Astrid Rayna Afandi (angkatan 2022), Nimas Sukma Puspita (angkatan 2022), dan Dary Saka Fitrady (angkatan 2023).

Tim PKM-RE D’caprangers mendapat bimbingan dari Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M. Agr. Sc., dan tim dalam penelitiannya mendapatkan pendanaan dari Kemendikbudristek RI.

Akmal Bunyamin mengatakan survei studi populasi anggrek ini dilakukan di hutan kecil yang berlokasi di Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul yang berada pada ketinggian 192-211 mdpl yang tergolong sebagai dataran rendah. Pada populasi tersebut, ditemukan sebanyak 103 individu Dendrobium capra yang hidup secara epifit menempel pada pohon mahoni (Swietenia sp.) dan pohon jambu air (Syzygium sp.).

Dengan dilakukannya penelitian ini, kata Akmal, anggrek Dendrobium capra dapat diselamatkan dari ancaman kepunahan dengan memantau kondisi di habitat alaminya. “Data ini juga dapat digunakan untuk menyusun strategi konservasi lebih lanjut,” ungkapnya.

Akmal menambahkan bila produk barcode dapat disetorkan ke basis data genetik publik seperti The National Center for Biotechnology Information (NCBI) sebagai identitas resmi Dendrobium capra secara molekuler. Hal ini penting dilakukan karena sekuens tersebut belum tersedia dalam database dan diperlukan untuk memudahkan proses identifikasi Dendrobium capra yang semakin langka. “Kita berharap dengan adanya penelitian ini dapat menjadi salah satu upaya dalam melestarikan biodiversitas Indonesia khususnya anggrek Dendrobium capra sebagai salah satu puspa pesona Indonesia agar tidak mengalami kepunahan”, imbuhnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto      : Trubus

Artikel Tim Mahasiswa UGM Selamatkan Anggrek Langka Dendrobium capra J.J.Smith di Gunungkidul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-selamatkan-anggrek-langka-dendrobium-capra-j-j-smith-di-gunungkidul/feed/ 0
Ratusan Anggrek Dipamerkan di PIAT UGM https://ugm.ac.id/id/berita/ratusan-anggrek-dipamerkan-di-piat-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/ratusan-anggrek-dipamerkan-di-piat-ugm/#respond Mon, 20 May 2024 01:52:58 +0000 https://ugm.ac.id/ratusan-anggrek-dipamerkan-di-piat-ugm/ Sebanyak 200 tanaman anggrek dipamerkan dalam festival anggrek  di area kebun anggrek dan embung Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Jalan Tanjungtirto, Kalitirto, Berbah, Sleman, Sabtu (18/5). Berbagai jenis anggrek yang berasal dari koleksi PIAT dan 8 komunitas pecinta anggrek di Yogyakarta. Festival anggrek kali ini dimeriahkan dengan kegiatan lelang anggrek, lomba mewarnai, dan talkshow. Festival […]

Artikel Ratusan Anggrek Dipamerkan di PIAT UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 200 tanaman anggrek dipamerkan dalam festival anggrek  di area kebun anggrek dan embung Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Jalan Tanjungtirto, Kalitirto, Berbah, Sleman, Sabtu (18/5). Berbagai jenis anggrek yang berasal dari koleksi PIAT dan 8 komunitas pecinta anggrek di Yogyakarta. Festival anggrek kali ini dimeriahkan dengan kegiatan lelang anggrek, lomba mewarnai, dan talkshow.

Festival yang mengambil tema Mindfulness Bisnis Anggrek “Menemukan Ketenangan Melalui Budi Daya Tanaman” juga meluncurkan program “Nganggrek nang Kampus” yang merupakan komitmen dari PIAT UGM dan komunitas pegiat anggrek untuk menjalin kerja sama budi daya anggrek melalui pelatihan teknik budi daya dan pameran sebagai upaya promosi keanekaragaman anggrek kepada publik yang akan dilakukan secara rutin dan berkala. Seremonial ini dilakukan secara simbolis dengan mengangkat anggrek secara bersama-sama yang dilakukan oleh Sekretaris Universitas UGM, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M, Kepala PIAT, Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D., dan perwakilan dari Biology’s Orchid Study Club (BiOSC) Fakultas Biologi, dan Kagama Orchid.

Sekretaris Universitas, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M, mengatakan festival anggrek yang merupakan bagian dari re-opening kebun anggrek PIAT menjadi salah satu langkah nyata Universitas untuk melakukan kegiatan di luar kegiatan akademik yang berdampak positif bagi masyarakat. “Harapannya setelah ini PIAT bisa menjadi tempat diskusi untuk mengembangkan anggrek tidak hanya dari segi keindahan karena bisa digunakan sebagai terapi self-healing, tetapi juga riset penambahan varietas. Inovasi ini yang perlu kita kuatkan,” ungkap Andi.

Andi menambahkan, hasil riset anggrek perlu untuk dimasukkan ke inkubasi dan hilirisasi ke masyarakat karena anggrek adalah komoditas yang mempunyai prospek yang baik untuk terus diusahakan. “Mari kita semua berkolaborasi agar anggrek bisa menjadi komoditas pendorong ekonomi, tidak hanya bagi diri sendiri dan komunitas, tetapi juga secara nasional,” tutupnya.

Kepala PIAT, Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D. menjelaskan festival anggrek akan menjadi agenda tahunan dengan tetap menggandeng komunitas karena PIAT sebagai perwakilan Universitas memposisikan diri sebagai Hub atau pusat kegiatan yang membawa misi tri dharma perguruan tinggi. “Festival Anggrek ini akan menjadi annual event dan rencananya pada Oktober nanti kita bersama komunitas anggrek, kita akan mengadakan pameran,” ujar Alan.

Ia menambahkan pilihan untuk berkolaborasi dengan komunitas dikarenakan PIAT memiliki akar yang kuat terkait penelitian dan edukasi, sedangkan hilirasi atau penguatan model bisnis akan dilakukan bersama-sama dengan komunitas. Alan berharap kolaborasi ini akan membawa kebermanfaatan yang lebih luas di masyarakat.

Pada talkshow yang bertajuk Mindfulness Bisnis Anggrek, PIAT menghadirkan tiga narasumber yaitu Aries Bagus Sasongko., S.Si., M.Biotech dari Fakultas Biologi, Ricky Setiaji Nugraha, S.P., M.Sc. dari Agri Orchids, dan Syafni Sukmana, S.P., M.Sc. dari Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia.  Ketiga narasumber berbagi pengalaman best practice tentang teknik budi daya dan perawatan anggrek, tips sukses memulai bisnis anggrek, penjelasan studi empiris adanya korelasi positif antara kegiatan berkebun atau terapi hortikultura dengan kesehatan mental hingga pemanfaatan tanaman anggrek pada perspektif arsitektur lanskap.

Penulis: Triya Andriyani

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Ratusan Anggrek Dipamerkan di PIAT UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ratusan-anggrek-dipamerkan-di-piat-ugm/feed/ 0