Alumni UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/alumni-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Sun, 15 Dec 2024 15:09:22 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Basuki Hadimulyono Lantik Anggota Pengurus Pusat Kagama https://ugm.ac.id/id/berita/basuki-hadimulyono-lantik-anggota-pengurus-pusat-kagama/ https://ugm.ac.id/id/berita/basuki-hadimulyono-lantik-anggota-pengurus-pusat-kagama/#respond Sun, 15 Dec 2024 14:34:55 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73879 Ketua Umum Pengurus Pusat Kagama, Basuki Hadimulyono, mengundang tiga orang wakil menteri untuk maju ke podium usai melantik para Pengurus Pusat Kagama periode 2024-2029, Sabtu (14/12) di ruang Balai Senat UGM. Ketiga wakil menteri kabinet Merah Putih tersebut adalah Wamen Komdigi Nezar Patria, Wamen Hukum Edward OS Hiariej, dan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu. Ketiganya […]

Artikel Basuki Hadimulyono Lantik Anggota Pengurus Pusat Kagama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ketua Umum Pengurus Pusat Kagama, Basuki Hadimulyono, mengundang tiga orang wakil menteri untuk maju ke podium usai melantik para Pengurus Pusat Kagama periode 2024-2029, Sabtu (14/12) di ruang Balai Senat UGM. Ketiga wakil menteri kabinet Merah Putih tersebut adalah Wamen Komdigi Nezar Patria, Wamen Hukum Edward OS Hiariej, dan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu. Ketiganya diberikan kesempatan menyampaikan testimoni secara bergiliran. “Kita bersyukur, ada 12 orang anggota Kagama yang duduk di Kabinet untuk berkontribusi di pemerintahan,” kata Anggito, seraya menyebutkan satu persatu-satu nama menteri dan wakil menteri alumni UGM di jajaran Kabinet Merah Putih.

Ketiga wamen ini masuk dalam jajaran pengurus baru PP Kagama. Nezar Patria didaulat sebagai Sekjen Kagama, sementara Eddy Hiarej dan Anggito sebagai anggota Dewan Pakar Kagama. Dalam daftar pengurus baru tersebut, terdapat lebih dari 100 orang yang menjadi pengurus Kagama termasuk diantaranya Mahfud MD, Anies Baswedan, Pratikno, Muhaimin Iskandar hingga Airlangga Hartarto yang masuk dalam jajaran pengurus Dewan Pakar.

Dengan semangat Guyub Rukun Migunani yang selalu diterapkan oleh Kagama, Basuki mengajak seluruh pengurus untuk terus mempererat persatuan, membangun jejaring kuat, dan meningkatkan kontribusi nyata bagi bangsa. “Kita adalah keluarga besar yang guyub dan rukun. Dengan jumlah alumni Gadjah Mada yang kini mencapai lebih dari 400 ribu orang, ini merupakan potensi besar untuk membangun jejaring yang kuat dan memberikan manfaat luas,” ujar Basuki.

Ia juga menyampaikan bahwa langkah pertama kepengurusan baru adalah melakukan konsolidasi. Ia berharap kepengurusan periode ini dapat membangun struktur yang kokoh dan solidaritas yang merangkul semua anggota.  Basuki juga menekankan pentingnya merekatkan kembali hubungan yang sempat renggang antara alumni dengan almamater. Hal ini, menurutnya, akan menjadi salah satu prioritas utama selama masa jabatannya. “Kagama adalah lebih dari sekadar organisasi. Sebagaimana disampaikan oleh para pendiri sebelumnya, Kagama ini adalah keluarga, bukan hanya sekumpulan individu atau organisasi formal. Kita harus tetap menjadi keluarga besar alumni Gadjah Mada yang guyub dan rukun,” tutur Basuki.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.,Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., turut menuturkan rasa bangganya saat diminta maju oleh Basuki ke depan untuk memberikan sambutan. Rektor menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan suatu handover yang luar biasa dari apa yang sudah dikerjakan oleh pengurus sebelumnya, di bawah kepemimpinan Ganjar Pranowo. “Kita yakin bahwa Pak Basuki, kalau dalam istilah yang saya baca dari buku Rhenald Kasali, beliau adalah tipe orang yang deliver. Jadi, selalu bisa mewujudkan dan merealisasikan apa yang menjadi cita-cita kita,” ungkap Ova.

Ia juga berharap bahwa universitas dan Kagama dapat bekerja sama untuk terus memberikan manfaat lebih besar terhadap bangsa Indonesia, sebagaimana yang disebutkan sebagai migunani. Semoga nilai migunani itu semakin tampak dan dirasakan oleh masyarakat. “Saya pribadi selalu merasa bangga menjadi bagian dari keluarga alumni Gadjah Mada dan tidak pernah ingin berpindah ke lain hati. Karena Gadjah Mada itu penuh dengan ketulusan, kerja keras, dan yang paling penting adalah amanah,” tutupnya.

Ganjar Pranowo, Ketua Umum PP Kagama pada periode sebelumnya, menceritakan bahwa pengurus Kagama sebelumnya telah berdiskusi panjang untuk mencari sosok yang tepat sebagai Ketua Kagama berikutnya. Dalam pencarian ini, katanya, mereka mencari sosok yang unik. “Akhirnya, kami menemukan Bapak Basuki, yang memiliki semangat luar biasa. Beliau adalah orang yang bisa menyelesaikan tugas dengan tuntas. Ketika semua pekerjaan sudah selesai, beliau tidak berhenti begitu saja, tetapi terus memberikan semangat dan hasil yang lebih baik. Itulah makna dari semangat yang tak pernah padam,” katanya.

Penulis : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Basuki Hadimulyono Lantik Anggota Pengurus Pusat Kagama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/basuki-hadimulyono-lantik-anggota-pengurus-pusat-kagama/feed/ 0
Dies-75, UGM Kembali Gelar Trail Run di Kawasan Wisata Gunung Merapi https://ugm.ac.id/id/berita/dies-75-ugm-kembali-gelar-trail-run-di-kawasan-wisata-gunung-merapi/ https://ugm.ac.id/id/berita/dies-75-ugm-kembali-gelar-trail-run-di-kawasan-wisata-gunung-merapi/#respond Fri, 30 Aug 2024 03:45:39 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70084 Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui komunitas KAGAMA Lari Untuk Berbagi (KLUB) kembali menggelar event UGM Trail Run 2024. Acara yang akan berlangsung sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis UGM ke-75 ini tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga mengangkat tema Run, Edu, Care yang menekankan pentingnya edukasi dan kepedulian lingkungan. Budhi Rahyono selaku ketua panitia […]

Artikel Dies-75, UGM Kembali Gelar Trail Run di Kawasan Wisata Gunung Merapi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui komunitas KAGAMA Lari Untuk Berbagi (KLUB) kembali menggelar event UGM Trail Run 2024. Acara yang akan berlangsung sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis UGM ke-75 ini tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga mengangkat tema Run, Edu, Care yang menekankan pentingnya edukasi dan kepedulian lingkungan.

Budhi Rahyono selaku ketua panitia mengatakan untuk tahun ini UGM Trail Run akan digelar di Lapangan Karang Pramuka, Kaliurang. UGM Trail Run yang direncanakan akan berlangsung selama dua hari, 5-6 Oktober 2024 akan memperlombakan empat kategori lari dengan jarak tempuh yang ditawarkan yakni 7K, 15K, 25K, dan 50K.

“Kami siap menyambut para pelari dari seluruh penjuru untuk merasakan pengalaman unik berlari sambil menikmati keindahan alam Gunung Merapi dan hangatnya keramahtamahan Yogyakarta,” ujar Ketua Panitia, Budhi Rahyono saat konferensi pers UGM Trail Run 2024, Rabu (29/8) di Hotel Alana Yogyakarta.

Dengan tema Run, Edu, Care, disebutnya sesuai dengan tujuan utama yaitu UGM Trail Run untuk mengajak para alumni berbagi kebaikan. Semua yang diperoleh dari kegiatan UGM Trail Run akan diperuntukan beasiswa pendidikan.

Dalam kegiatan utama ini juga mengajak pihak Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) untuk memberikan edukasi seputar konservasi ekosistem lingkungan Gunung Merapi.

Rektor UGM Prof dr Ova Emilia M Med Ed Sp OG (K) Ph D menambahkan UGM Trail Run 2024 merupakan manifestasi komitmen universitas dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan. Dia berharap para peserta bisa mendapatkan pengalaman baru dalam berinteraksi dengan alam dan lingkungannya.

“UGM Trail Run bukan sekadar lomba lari biasa. Ini adalah platform inovatif yang kami rancang untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Gunung Merapi, sambil mempromosikan gaya hidup sehat,” ungkap Ova Emilia.

Dr Arie Sudjito., S.Sos., M.Si selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni UGM menjelaskan sepanjang rute lari akan ditempatkan pos-pos informasi yang menyajikan dan mengangkat fakta-fakta menarik tentang Gunung Merapi. Selain aspek edukasi, UGM Trail Run 2024, katanya juga mengedepankan kontribusi sosial yang nyata. Sebagian dari biaya pendaftaran akan dialokasikan untuk program beasiswa pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu.

“Kami bekerja sama dengan ahli vulkanologi UGM untuk merancang konten edukatif yang akan disampaikan melalui papan informasi digital di sepanjang rute. Peserta bisa memindai kode QR di setiap pos untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

 

Artikel Dies-75, UGM Kembali Gelar Trail Run di Kawasan Wisata Gunung Merapi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dies-75-ugm-kembali-gelar-trail-run-di-kawasan-wisata-gunung-merapi/feed/ 0
DGB UGM Terima Kunjungan Alumni Lintas Keilmuan https://ugm.ac.id/id/berita/dgb-ugm-terima-kunjungan-alumni-lintas-keilmuan/ https://ugm.ac.id/id/berita/dgb-ugm-terima-kunjungan-alumni-lintas-keilmuan/#respond Wed, 21 Aug 2024 03:51:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69621 Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (DGB UGM) menerima kunjungan Alumni lintas keilmuan dan lintas keahlian. Mereka yang berkunjung adalah  Direktur Sustainitiate Ir. Nazir Foead, M.Sc, , Direktur Forest and Wildlife WWF Indonesia Dr. rer. silv. Muhammad Ali Imron, S.Hut., M.Sc, dan Direktur Yayasan Mapa Bhakti Lestari Januar Wida Wicaksono, S.S.  Turut pula Pembina Yayasan […]

Artikel DGB UGM Terima Kunjungan Alumni Lintas Keilmuan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (DGB UGM) menerima kunjungan Alumni lintas keilmuan dan lintas keahlian. Mereka yang berkunjung adalah  Direktur Sustainitiate Ir. Nazir Foead, M.Sc, , Direktur Forest and Wildlife WWF Indonesia Dr. rer. silv. Muhammad Ali Imron, S.Hut., M.Sc, dan Direktur Yayasan Mapa Bhakti Lestari Januar Wida Wicaksono, S.S. 

Turut pula Pembina Yayasan Mapa Bhakti, Ferry Iskandar, S.TP., Pengawas Aisyah Hilal, S.S., dan Anang Agus Susanto, S.E, Commercial Director ARBio – Saraswanti Genomic Institute (SGI) yaitu Sandhya Yuddha, S.H., dan Dwi Oblo fotografer dan juga kontributor tetap untuk Thomson-Reuters, National Geographic Indonesia, dan National Geographic Traveler.

Rombongan alumni lintas keilmuan dan lintas keahlian ini diterima Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A di ruangannya, Senin (19/8). Dalam suasana santai mereka bernostalgia sekaligus memperbincangkan terkait berbagai isu-isu kemasyarakatan dan lingkungan. Beberapa gagasan aksi nyata pun muncul dalam pertemuan ini untuk memperbaiki problem-problem lingkungan.

Tak sungkan para alumni mempertanyakan soal peran dan tugas Dewan Guru Besar UGM. Di sela-sela diskusi mereka juga menanyakan posisi DGB UGM dalam Struktur dan Organisasi Tata Kelola Universitas Gadjah Mada, dan Baiquni pun menjawab semua pertanyaan para alumni. Dia menyampaikan Dewan Guru Besar UGM dalam perannya antara lain mengembangkan pemikiran atau pandangan serta memberikan masukan kepada organ UGM terkait isu-isu strategis yang dihadapi bangsa dan negara serta penyelesaiannya. “DGB UGM ini juga menjadi pelopor dalam mengembangkan dan menanamkan wawasan kebangsaan kepada civitas akademika dan masyarakat,” katanya.

Berbagai isu-isu soal kesehatan mental tak luput dari perhatian mereka dalam pertemuan ini. Dalam diskusi bersama disepakati bila kesehatan mental yang memerlukan penanganan konseptual hingga pencegahan, perawatan, dan penyembuhan mental.

Pada pertemuan ini, Baiquni juga menyampaikan tentang upaya kesehatan jiwa dan raga dengan melakukan aktivitas sehat dan bugar diantaranya Shinrin Yoku yaitu mandi oksigen di bawah pepohonan hutan atau kebun dan taman, Nordic Walking berjalan dengan tongkat yang efektif untuk menggerakkan sendi-sendi dan meningkatkan sirkulasi oksigen, Art Stone Balancing fokus menata keseimbangan menghayati sirkulasi oksigen.

Perbincangan pun semakin sore semakin menarik banyak topik untuk diperbincangkan, diantaranya topik penanganan dan pengelolaan sampah. Bagaimana penanganan dan pengelolaan sampah menjadi barang yang bermanfaat sebagaimana yang selalu menjadi bahasan dan pengalaman yang telah dilakukan Mapagama Bhakti di Yogyakarta. Bahwa dalam penanganan dan pengelolaan sampah diperlukan kemitraan yang lebih luas dan penerapan di wilayah lainnya. Penanganan sampah berbasis komunitas hingga sistem pengelolaan sampah di tingkat kabupaten dan kota memerlukan partisipasi warga dan kolaborasi mitra. “Gagasan inovatif dan Gerakan kreatif penanggulangan sampah ini juga sudah seharusnya menjadi bahasan dan perhatian para pencinta alam untuk turut serta menangani,” terang Lestari Januar.

Reportase : Heru Sutrisno

Penulis : Agung Nugroho

Artikel DGB UGM Terima Kunjungan Alumni Lintas Keilmuan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dgb-ugm-terima-kunjungan-alumni-lintas-keilmuan/feed/ 0
Direktur PT Pelni: Ingin Lebih, Effort Harus Lebih https://ugm.ac.id/id/berita/direktur-pt-pelni-ingin-lebih-effort-harus-lebih/ https://ugm.ac.id/id/berita/direktur-pt-pelni-ingin-lebih-effort-harus-lebih/#respond Thu, 25 Jul 2024 11:56:22 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67773 Berada kembali di gedung Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Tri Andayani mengaku teringat dan membayangkan kembali peristiwa 25 tahun lalu. Peristiwa di tahun 1992 saat dirinya diwisuda dan mendapat gelar master dari Program Magister Manajemen UGM. Berada kembali di gedung yang sama, di hari Selasa (23/7) tentunya berbalut nuansa yang berbeda. Kini, ia hadir sebagai Direktur […]

Artikel Direktur PT Pelni: Ingin Lebih, Effort Harus Lebih pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Berada kembali di gedung Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Tri Andayani mengaku teringat dan membayangkan kembali peristiwa 25 tahun lalu. Peristiwa di tahun 1992 saat dirinya diwisuda dan mendapat gelar master dari Program Magister Manajemen UGM.

Berada kembali di gedung yang sama, di hari Selasa (23/7) tentunya berbalut nuansa yang berbeda. Kini, ia hadir sebagai Direktur Utama PT. Pelni untuk berbagi pengalaman kepada 991 lulusan Program Pascasarjana UGM.

“Saya berharap semuanya senang dan tersenyum karena akan diwisuda. Senang karena mereka yang berdinas lega bisa mempertanggungjawabkan apa yang ditugaskan untuk belajar. Demikian juga yang disekolahkan oleh orang tuanya bisa membuktikan bisa menyelesaikan lulus Program Pascasarjana,” katanya.

Tri Andyani pun mengaku sebagian keberhasilan perjalanan kariernya dikarenakan dirinya menjadi salah satu alumni Universitas Gadjah Mada. Suka tidak suka, sebagian perjalanannya karena peran alumni yang memberi perhatian khusus di lapangan.

UGM saat ini, disebutnya selalu menjadi tiga besar perguruan tinggi di Indonesia. Karenanya sudah selayaknya jika lulusan UGM diapresiasi di lingkungan pekerjaan.

“Di semua jurusan, kredibilitasnya tidak diragukan lagi. Secara usia, UGM senior sebagai Perguruan Tinggi Negeri dibanding yang lain, dan membuat kita para alumni UGM diapresiasi,” ucapnya.

Tri Andayani mengawali karier di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk selama 15 tahun (2000-2015). Ia mengaku tidak punya siapa-siapa, tidak punya ordal (orang dalam).

Meski begitu ia berkeyakinan bahwa dalam berkarir seseorang harus yakin mau kemana. Karenanya di awal, ia mendaftar di banyak perusahaan BUMN.

Kenapa BUMN? Baginya mengabdi kepada negara melalui BUMN selain mendatangkan kepuasan karena bisa melayani bagi banyak orang, sekaligus mendatangkan berkah. BUMN, menurutnya, cakupannya dari Sabang sampai Merauke.

“Pilihan sendiri-sendiri, dan saya memilih mendaftar perusahaan BUMN, bekerja disana tentunya juga dari yang terbawah asisten manajer saat itu,” akunya.

Ditunjuk sebagai Direktur Utama berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham PT PELNI (Persero) pada tanggal 25 Februari 2022. Karier profesionalnya boleh dibilang cemerlang.

Sebelum menjadi Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani pernah menjadi Direktur Marketing PT Phapros Tbk (2021-2022), Komisaris Independen PT SBN (2018-sekarang), Direktur Keuangan PT PELNI (Persero) (2017-2020), dan Direktur Keuangan PT Len Industri (Persero) (2015-2017).

Tri Andayani mengaku untuk berhasil di berbagai bidang harus mampu membangun etos kerja yang baik. Baginya pantang menunda pekerjaan, dan ia berprinsip tidak pernah pulang selama pending seluruh pekerjaan di meja belum bisa selesai.

“Jangan menunda pekerjaan karena esoknya pasti akan datang pekerjaan lagi, dan itu tupoksi saya untuk saya selesaikan,” ucapnya.

Sekali lagi, katanya, sebagai tupoksi harus diselesaikan, dan jangan pernah menyisakan pekerjaan apa menjadi tanggungjawab pekerjaan. Jika bisa diselesaikan hari itu, imbaunya, segera saja untuk diselesaikan hari itu.

“Fokus, karena saya senang melayani banyak orang maka jurusan pekerjaan saya adalah BUMN. Lainnya bekerja itu harus ikhlas dan tuntas. Jika memang ingin lebih baik dari teman-teman lainnya maka kita harus ada effort yang lebih. Kita tidak bisa bekerja yang biasa-biasa saja seperti yang lain,” ungkapnya.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Firsto

Artikel Direktur PT Pelni: Ingin Lebih, Effort Harus Lebih pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/direktur-pt-pelni-ingin-lebih-effort-harus-lebih/feed/ 0
UGM Mewisuda 991 Lulusan Program Pascasarjana https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-mewisuda-991-lulusan-program-pascasarjana/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-mewisuda-991-lulusan-program-pascasarjana/#respond Wed, 24 Jul 2024 10:14:02 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67660 Rektor Universitas Gadjah Mada mewisuda 991 lulusan Program Magister, Spesialis, Subspesialis, dan Doktor dalam upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2023/2024. Sebanyak 991 lulusan Program Pascasarjana terdiri atas 834 lulusan Program Magister (S2), termasuk 10 wisudawan Warga Negara Asing, 80 lulusan Program Spesialis, 5 lulusan Program Subspesialis, 72 lulusan Program Doktor (S3), termasuk […]

Artikel UGM Mewisuda 991 Lulusan Program Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rektor Universitas Gadjah Mada mewisuda 991 lulusan Program Magister, Spesialis, Subspesialis, dan Doktor dalam upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2023/2024. Sebanyak 991 lulusan Program Pascasarjana terdiri atas 834 lulusan Program Magister (S2), termasuk 10 wisudawan Warga Negara Asing, 80 lulusan Program Spesialis, 5 lulusan Program Subspesialis, 72 lulusan Program Doktor (S3), termasuk 2 orang wisudawan berasal dari Warga Negara Asing.

Dalam wisuda kali ini, tampak hadir Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP, dan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran. Kehadiran Gubernur Kalimantan Tengah karena sang istri sebagai salah satu lulusan yang diwisuda.

Dalam kesempatan ini, Ganjar Pranowo selain menyematkan pin KAGAMA kepada dua lulusan, ia berkesempatan menyampaikan sambutan. Dalam sambutan, ia menyatakan bila Indonesia saat ini sedang mengalami darurat kesehatan mental.

Kesehatan mental, disebutnya menjadi tema menarik untuk diangkat karena ketertarikan dan kepedulian terhadap persoalan ini akan menjadikan bangsa Indonesia kuat, lebih baik dan memiliki tingkat kesehatan yang bagus.

”Diangkatnya tema ini karena tingginya angka bunuh diri dikalangan generasi muda dalam beberapa waktu terakhir. Problem kejiwaan ini ternyata banyak diidap secara sembunyi oleh banyak orang di Indonesia,” katanya di Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Rabu (24/7).

Oleh karena itu, kata dia, perguruan tinggi sebagai penghasil ilmu pengetahuan memiliki pekerjaan rumah besar pada persoalan ini. Demikian pula kehadiran negara untuk memberikan fasilitas untuk menyelesaikan persoalan ini.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D mengatakan  teknologi kecerdasan buatan (AI) akan mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam dekade-dekade mendatang. Teknologi ini bisa membantu banyak pihak, pemerintah maupun industri dalam pengambilan keputusan.

Meski begitu, kehadiran teknologi inipun beresiko dan berdampak negatif terhadap pelanggaran hak cipta, juga kekayaan intelektual serta kebocoran data pribadi. Tidak hanya sampai disitu, di era disrupsi revolusi industri 4.0 banyak profesi yang hilang, namun juga bermunculan jenis profesi baru.

Mengutip laporan dari Lembaga riset Internasional, McKinsey Global Institute diprediksi di tahun 2030 ada sekitar 75 hingga 375 juta pekerjaan hilang. Sehingga akan terjadi job loss sekaligus job gain. Tentunya setiap lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kompetensi yang memiliki peluang untuk berkarya dan bekerja sesuai bidang keilmuan yang ditekuninya.

”Namun sebaiknya kita tidak bergantung dengan satu keterampilan yang dimiliki. Apapun gelar dan bidang ilmu yang memang semakin dibutuhkan, akan tetapi dengan memiliki technical skill dan social skill, soft skill dari lintas disiplin ilmu akan menjadikan saudara para lulusan semuanya lebih unggul dan berdaya tawar tinggi,” ungkap Rektor.

Untuk wisuda kali ini kembali jumlah lulusan wanita mendominasi dibanding lulusan pria. Jumlah wisudawan pria 445 orang (44,90 persen) dan wisudawan perempuan 546 orang (55,10 persen).

Untuk Program Magister (S2) masa studi rata-rata adalah 2 tahun 2 bulan, dan waktu studi tercepat berhasil diraih Stephanus Bimo Dwi Prasetyo dari Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 2 bulan 10 hari.

Rerata usia lulusan Program Magister  periode ini adalah 29 tahun 6 bulan 15 hari. Lulusan termuda adalah Frista Chairunnisa dari Program Studi Magister Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana, dengan usia 22 tahun 9 bulan 27 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Magister (S2) periode ini adalah 3,73. Sementara yang berpredikat Pujian pada periode ini sejumlah 382 lulusan (45,80 persen), berpredikat Sangat Memuaskan sejumlah 393 orang (47,12 persen), dan berpredikat Memuaskan sejumlah 59 orang (7,08 persen), dan pada lulusan program Magister (S2) periode ini terdapat 16 lulusan yang memiliki IPK tertinggi 4,00.

Untuk Program Spesialis masa studi rata-rata Program Spesialis periode ini adalah 4 tahun, dan waktu studi tercepat diraih Iswandi Darwis dari Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 8 bulan 15 hari.

Rerata usia lulusan Program Spesialis  periode ini adalah 34 tahun 6 bulan 15 hari, dan lulusan termuda diraih Adiguna Putra Walianto dari Program Studi Program Studi Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, dengan usia 27 tahun 2 bulan 16 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Spesialis adalah 3,74. Lulusan Program Spesialis periode ini yang berpredikat Pujian sejumlah 42 lulusan (52,50 persen), berpredikat Sangat Memuaskan sejumlah 29 lulusan (36,25 persen), dan berpredikat Memuaskan sejumlah 7 lulusan (8,75 persen), dan 2 lulusan (2,50 persen) tanpa predikat.

Pada lulusan program Spesialis periode ini terdapat 4 orang yang memiliki IPK tertinggi 4,00 yang keseluruhannya berasal dari Program Studi Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi.

Untuk Program Subspesialis masa studi rata-rata Program Subspesialis adalah 3 tahun, dan waktu studi tercepat diraih Dwita Dyah Adyarini dari Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 10 bulan 8 hari. Iapun juga berhasil meraih IPK tertinggi 3,91 sekaligus berpredikat Pujian.

Rerata usia lulusan Program Subspesialis periode ini adalah 38 tahun 7 bulan 15 hari, dan lulusan termuda diraih Erlangga Prasamya dari Program Studi Subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang menyelesaikan studinya dalam usia 33 tahun 11 bulan 5 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Subspesialis adalah 3,77. Lulusan Program Subspesialis periode ini yang berpredikat Pujian sebanyak 1 orang lulusan (20 persen), selebihnya sebanyak 4 orang (80 persen) berpredikat Sangat Memuaskan. 

Untuk Program Doktor masa studi rata-rata Program Doktor adalah 4 tahun 7 bulan, dan waktu studi tercepat diraih Saudari Vincencia Septaviani Issera Sulistya Putri dari Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 7 bulan 12 hari.

Rerata usia lulusan Program Doktor adalah 41 tahun 6 bulan 16 hari, dan lulusan termuda adalah Ravidho Ramadhan dari Program Studi Doktor Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, yang menyelesaikan studi Program Doktoralnya pada usia 26 tahun 5 bulan 5 hari.

IPK rata-rata lulusan Program Doktor (S3) periode ini adalah 3,85. Sementara yang berpredikat Pujian sebanyak 27 orang lulusan (37,50 persen), berpredikat Sangat Memuaskan sebanyak 38 orang lulusan (52,78 persen) dan berpredikat Memuaskan sebanyak 7 orang lulusan (9,72 persen). Pada lulusan program Doktor periode ini terdapat 12 wisudawan yang memiliki IPK tertinggi 4,00 sekaligus berpredikat Pujian.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Donnie

Artikel UGM Mewisuda 991 Lulusan Program Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-mewisuda-991-lulusan-program-pascasarjana/feed/ 0
Pengurus KAPIMGAMA Periode 2024-2029 Resmi Dilantik https://ugm.ac.id/id/berita/pengurus-kapimgama-periode-2024-2029-resmi-dilantik/ https://ugm.ac.id/id/berita/pengurus-kapimgama-periode-2024-2029-resmi-dilantik/#respond Mon, 01 Jul 2024 06:56:37 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65614 Kepengurusan Keluarga Alumni Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (KAPIMGAMA), Sekolah Pascasarjana (SPS), Universitas Gadjah Mada 2024-2029 resmi dilantik. Pelantikan dipimpin oleh Ketua IV Pengurus Harian PP Kagama, Prof. Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., M.Hum., LL.M di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM, Jum’at (28/6). Acara pelantikan dihadiri oleh hampir seluruh pengurus, dan puluhan anggota KAPIMGAMA. […]

Artikel Pengurus KAPIMGAMA Periode 2024-2029 Resmi Dilantik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kepengurusan Keluarga Alumni Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (KAPIMGAMA), Sekolah Pascasarjana (SPS), Universitas Gadjah Mada 2024-2029 resmi dilantik. Pelantikan dipimpin oleh Ketua IV Pengurus Harian PP Kagama, Prof. Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., M.Hum., LL.M di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM, Jum’at (28/6).

Acara pelantikan dihadiri oleh hampir seluruh pengurus, dan puluhan anggota KAPIMGAMA. Sejumlah pejabat publik UGM dan Sekolah Pascasarjana (SPS) juga hadir, di antaranya Kepala Kantor Alumni UGM, Dr. Sulistyowati, Dekan Sekolah Pascasarjana, Prof. Siti Malkhamah, Ph.D, Kepala Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, S.I.P., M.Si.

Agus Heruanto Hadna dalam sambutan mengatakan terbentuknya Keluarga Alumni Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (KAPIMGAMA) melalui perjalanan yang panjang. Meski digagas sejak lama, namun KAPIMGAMA baru terbentuk secara resmi pada tanggal 19 Januari 2024.

Terbentuknya Kapimgama ditandai dengan Surat Keputusan yang ditandaangani oleh Dekan Sekolah Pascasarjana UGM. Surat Keputusan tersebut lantas diperkuat SK bernomor 237 tertanggal 20 Juni 2024 oleh PP Kagama.

“Spirit pembentukannya adalah selain untuk menjalin silaturahmi antar alumninya, juga diharapkan menjadi mitra kerja bagi UGM, serta juga dengan masing-masing individu anggotanya. Karena kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tapi harus bersinergi,” ujarnya.

Beberapa Pengurus Kapimgama yang dilantik adalah Ketua Mayjen TNI (Purn.) Dr. Hassanudin, S.IP., M.M, Ketua Harian 1, Ronald Andi Kasim, Ketua Harian 2, Heri Wiranto, Sekretaris, Jenri Mula Panondang Panjaitan,  Wakil Sekretaris 1,  Anggi Rahajeng, Wakil Sekretaris 2, Novi Widyaningrum, Bendahara Ayu Sari Wulandari, Wakil Bendahara, Kartini Sally dan beberapa pengurus bidang.

Paripurna P. Sugarda berharap Kapimgama sebagai organisasi harus bisa mengedepankan keguyuban dan kerukun. Lebih dari itu, katanya, Kapimgama harus bisa migunani buat masyarakat luas.

“Tagline Kagama migunani dimaksudkan kita harus membantu masyarakat yang termarjinalkan. Karena sebagian besar dari mereka tidak mempunyai akses seperti yang kita miliki,” katanya.

Caranya, kata dia, alumni Universitas Gadjah Mada mampu memanfaatkan connecting doors yang dimiliki untuk menolong mereka. Kalau tidak punya maka sebagai Kagama maka bisa memnafaatkan banyaknya  jaringan atau kawan-kawan yang bisa membantu dan menolong.

“Itulah kekuatan kita.  Kita harus bangga Kagama lebih guyub dibanding alumni perguruan tinggi lain. Spirit guyub inilah yang membuat kekuatan kita menjadi lebih besar. Jujur saya bilang UGM tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya dukungan alumni, termasuk juga dari Kapimgama yang prodi dan lulusannya begitu istimewa,” pungkasnya.

Hassanudin menyatakan Kapimgama merupakan organisasi alumni yang akan menjadi wadah silaturahmi dan interaksi antara alumni dan mahasiswa Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan, Sekolah Pasca Sarjana UGM, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

“Kita berharap Kapimgama akan menjadi forum think-thank yang akan berkontribusi dalam pemikiran strategis terkait kepemimpinan dan inovasi kebijakan serta kegiatan pengabdian dan pemberdayaan Masyarakat dalam rangka menyongsong visi besar NKRI menyongsong 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045,” ujarnya selaku ketua Kapimgama dan Pj Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Dalam kesempatan ini, dia menekankan pentingnya kontribusi alumni dalam membangun kebijakan inovatif untuk mensejahterakan rakyat karena tantangan bangsa dan negara kedepan semakin kompleks. Hal itu ditandai pesatnya perkembangan teknologi digital dan dinamika global regional maupun nasional.

“Peran alumni ini sangat strategis, baik di tingkat pusat maupun daerah, khususnya untuk menciptakan pemimpin-pemimpin inovatif yang mampu memberikan solusi terhadap tantangan bangsa yang dirasakan semakin kompleks saat ini,” pungkasnya.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Pengurus KAPIMGAMA Periode 2024-2029 Resmi Dilantik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pengurus-kapimgama-periode-2024-2029-resmi-dilantik/feed/ 0
OJK Ingatkan Gen Z dan Milenial Rentan Terjerat Pinjol https://ugm.ac.id/id/berita/ojk-ingatkan-gen-z-dan-milenial-rentan-terjerat-pinjol/ https://ugm.ac.id/id/berita/ojk-ingatkan-gen-z-dan-milenial-rentan-terjerat-pinjol/#respond Tue, 11 Jun 2024 04:31:27 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65081 Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi & Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr. Friderica Widyasari Dewi mengingatkan generasi milenial dan generasi Z sebagai kelompok yang rentan terjerat pinjaman online (pinjol) illegal. Mereka pun rentan terhadap investasi bodong. Menurut Friderica Widyasari generasi milenial dan generasi Z sebagai kelompok rentan secara finansial dengan […]

Artikel OJK Ingatkan Gen Z dan Milenial Rentan Terjerat Pinjol pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi & Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr. Friderica Widyasari Dewi mengingatkan generasi milenial dan generasi Z sebagai kelompok yang rentan terjerat pinjaman online (pinjol) illegal. Mereka pun rentan terhadap investasi bodong.

Menurut Friderica Widyasari generasi milenial dan generasi Z sebagai kelompok rentan secara finansial dengan gaya hidup yang lebih banyak menghabiskan uang untuk kesenangan dibanding menabung maupun berinvestasi.

“Banyak generasi muda yang terjebak pada pinjol karena mengambil hutang untuk kebutuhan konsumtif dan keperluan yang tidak bijaksana,” tutur alumnus FEB UGM ini, Kamis (6/6) melalui video tapping dalam acara Bisnis Indonesia Goes to Campus (BGTC) 2024 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.

Kiki, sapaan akrab Friderica Widyasari Dewi menyatakan generasi milenial dan gen Z menghadapi persoalan keuangan termasuk investasi bodong akibat prinsip You Only Live Once (YOLO) juga Fear Of Missing Out (FOMO). Gaya hidup FOMO ini menyebabkan seseorang merasa tertinggal apabila tidak mengikuti tren.

Sementara gaya hidup YOLO sering dikaitkan dengan cara menikmati hidup yang maksimal dan bebas. Kedua prinsip tersebut telah membawa generasi muda pada keputusan yang buruk, salah satunya tidak menyiapkan dana darurat.

Kerentanan generasi muda tersebut, kata Kiki juga dipicu kebiasaan mereka yang sering membagikan informasi pribadi melalui media sosial. Perilaku tersebut sangat berbahaya namun mereka tidak menyadarinya. Misalnya, mengunggah KTP, alamat rumah, dan informasi pribadi lainnya yang dapat dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tak hanya itu, Kiki menyampaikan sikap FOMO juga membawa generasi muda terjebak pada investasi bodong. Sementara tanpa pemahaman keuangan dan investasi yang memadai, kelompok ini justru banyak menjadi korban terhadap iming-iming yang menggiurkan.

“Mereka kerap meniru apa yang dilakukan oleh influencer maupun tokoh idolanya, termasuk saran terkait keuangan,” terang Ketua Umum Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) ini.

Iapun mengimbau mahasiswa agar mau memahami secara benar aspek perencanaan keuangan (financial planning). Bagaimanapun mahasiswa adalah bagian generasi penerus yang akan membangun bangsa. Dengan jumlah Generasi Z dan milenial yang mencapai lebih dari setengah penduduk Indonesia, tentu saja kelompok ini merupakan critical economy players yang harus dibekali tentang pemahaman keuangan yang memadai.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK pada 2022 mencatat bahwa generasi muda di Indonesia memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang rendah. Tingkat literasi keuangan penduduk berusia 15-17 tahun berada di angka 43 persen sementara tingkat inklusi keuangannya di 69 persen. Angka tersebut jauh di bawah tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional yang mencapai 49,7 persen dan 85 persen.

Karena itu, Kiki menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan dan inklusi keuangan bagi generasi muda. Langkah tersebut diharapkan dapat menjauhkan mereka dari jeratan investasi bodong dan pinjol illegal.

Kolaborasi Multipihak

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi DI Yogyakarta, Parjiman menegaskan perlunya kolaborasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yang lebih baik di DI Yogyakarta. Kolaborasi perlu dilakukan antara pemerintah, pelaku industri jasa keuangan, media, serta perguruan tinggi.

Upaya tersebut dibutuhkan untuk mempersempit kesenjangan antara literasi keuangan dan inklusi keuangan. Sebab, inklusi keuangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan literasi berarti ada lebih banyak masyarakat yang memanfaatkan produk jasa dan keuangan tanpa mengetahui dengan benar risikonya.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 mencatat indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia ada di angka 49,68 persen. Artinya, baru separuh masyarakat yang telah mendapatkan edukasi dengan baik terhadap produk dan jasa keuangan.

“Setiap 100 orang baru 50 persen atau separuhnya yang telah teredukasi dengan baik terkait produk dan jasa keuangan. Sementara lima puluhnya masih gelap,” jelasnya.

Menurut Parjiman, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia perlu untuk ditingkatkan, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Indeks literasi di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 54,55 persen, angka tersebut lebih tinggi dibanding nasional.

“Inklusinya ini perlu kita tingkatkan karena sedikit ada di bawah nasional yakni di angka 82,68 persen,” ungkapnya.

Karenanya Parjiman mengapresiasi kegiatan BGTC 2024 yang dilaksanakan di FEB UGM ini. Ia menilai kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang baik dalam upaya meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat khususnya tentang produk dan jasa keuangan.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni FEB UGM, Gumilang Aryo Sahadewo, Ph.D., menyambut baik pelaksanaan BGTC 2024. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan softskill mahasiswa khususnya terkait keuangan dan investasi.

“Literasi keuangan dan literasi investasi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki SDM Indonesia. Harapannya melalui kegiatan ini para mahasiswa bisa mendapatkan pengetahuan dan softskill terkait literasi keuangan dan literasi investasi,” paparnya.

Reportase: Kurnia Ekaptiningrum/ Humas FEB UGM

Foto: freepik.com

Artikel OJK Ingatkan Gen Z dan Milenial Rentan Terjerat Pinjol pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ojk-ingatkan-gen-z-dan-milenial-rentan-terjerat-pinjol/feed/ 0
Dua Alumni UGM Wakili Indonesia di Forum Pemuda ECOSOC PBB https://ugm.ac.id/id/berita/dua-alumni-ugm-wakili-indonesia-di-forum-pemuda-ecosoc-pbb/ https://ugm.ac.id/id/berita/dua-alumni-ugm-wakili-indonesia-di-forum-pemuda-ecosoc-pbb/#respond Tue, 23 Apr 2024 03:16:22 +0000 https://ugm.ac.id/dua-alumni-ugm-wakili-indonesia-di-forum-pemuda-ecosoc-pbb/ Dua orang alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Angelo Wijaya alumnus Hubungan Internasional Fisipol dan Fajar Sidik Abdullah Kelana, alumnus Fakultas Teknik, mewakili Indonesia di Forum Pemuda Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (ECOSOC)  yang berlangsung pada 16-18 April lalu di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat. Keduanya ditunjuk oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga […]

Artikel Dua Alumni UGM Wakili Indonesia di Forum Pemuda ECOSOC PBB pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dua orang alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Angelo Wijaya alumnus Hubungan Internasional Fisipol dan Fajar Sidik Abdullah Kelana, alumnus Fakultas Teknik, mewakili Indonesia di Forum Pemuda Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (ECOSOC)  yang berlangsung pada 16-18 April lalu di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat.

Keduanya ditunjuk oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama dengan dua pemuda Indonesia lainnya, bagian dari delegasi resmi pemuda Indonesia yang didukung oleh Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York. Delegasi ini dipimpin oleh Alia Noorayu Laksono, Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga.

Angelo mengatakan ia terlibat dan berkontribusi dalam diskusi mengenai berbagai isu global penting seperti kemiskinan dan kesenjangan sosial yang dihadapi pemuda, pembiayaan iklim, pertanian berkelanjutan dan sistem pangan, serta kecerdasan buatan. Forum tahun ini, kata Angelo,  berfokus pada memperkuat agenda 2030 dan mengatasi kemiskinan di masa-masa krisis

Melalui forum ini, Fajar dan Angelo berkesempatan untuk tidak hanya mempresentasikan inisiatif dan solusi inovatif dari Indonesia tetapi juga untuk berkolaborasi dan belajar dari pemimpin muda global lainnya. “Dalam forum ini, kita menyampaikan bagaimana Indonesia dapat memanfaatkan teknologi dan kebijakan inovatif untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi dunia saat ini,” ujar Angelo dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (23/4).

Menurutnya, kehadiran para delegasi muda di forum tersebut tidak hanya menunjukkan peran penting pemuda dalam tata kelola global tetapi juga menunjukkan potensi pendekatan inovatif untuk tantangan yang telah lama ada. Rekomendasi dari perwakilan anak muda seperti Angelo dan Fajar diharapkan dapat mempengaruhi inisiatif yang sedang berlangsung dan yang akan datang yang bertujuan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030.

“Kehadiran kita di forum itu bisa memberikan dampak signifikan yang dapat dimiliki pemuda dalam mempengaruhi pembuatan kebijakan di tingkat global,” kata Fajar.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Dua Alumni UGM Wakili Indonesia di Forum Pemuda ECOSOC PBB pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dua-alumni-ugm-wakili-indonesia-di-forum-pemuda-ecosoc-pbb/feed/ 0