10th World Water Forum Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/10th-world-water-forum/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 10 Jun 2024 03:24:41 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Dosen UGM Raih Penghargaan Internasional Young Water Sustainability Leaders  https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-raih-penghargaan-internasional-young-water-sustainability-leaders/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-raih-penghargaan-internasional-young-water-sustainability-leaders/#respond Tue, 28 May 2024 02:46:50 +0000 https://ugm.ac.id/dosen-ugm-raih-penghargaan-internasional-young-water-sustainability-leaders/ Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Diah Fitria Widhiningsih, S.P., M.Sc., berhasil meraih penghargaan 1st Place of Young Water Sustainability Leaders 2024 dalam Kompetisi yang diadakan di sela kegiatan World Water Forum di Bali, 24 Mei lalu yang bertajuk “Conserving Water Conserving Our Future”. Penghargaan yang diikuti 1.000 peserta dari berbagai negara […]

Artikel Dosen UGM Raih Penghargaan Internasional Young Water Sustainability Leaders  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Diah Fitria Widhiningsih, S.P., M.Sc., berhasil meraih penghargaan 1st Place of Young Water Sustainability Leaders 2024 dalam Kompetisi yang diadakan di sela kegiatan World Water Forum di Bali, 24 Mei lalu yang bertajuk “Conserving Water Conserving Our Future”. Penghargaan yang diikuti 1.000 peserta dari berbagai negara ini,  Diah Fitri dinilai mampu memukau dewan juri salah satunya dari dari UNDP atas hasil riset dan karyanya yang mampu menginspirasi, dan berkomitmen dalam menciptakan kesadaran masyarakat global tentang keberlanjutan sumber daya air.

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono, di sela kegiatan WWF. Selain Diah,   penghargaan untuk juara kedua diraih peserta dari Amerika Serikat. Sedangkan juara ketiga diraih peserta dari Ghana.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (28/5), Diah mengaku senang dan bangga bisa meraih penghargaan dari kompetisi bertaraf internasional tersebut. Ia bahkan tak menyangka bisa meraih juara pertama karena diikuti lebih dari 1.000 pemuda . “Perasaan saya tentu saja senang dan semakin termotivasi untuk meningkatkan kepedulian diri-sendiri dan masyarakat sekitar terhadap konservasi air,” katanya.

Diah menceritakan untuk mengikuti tahapan seleksi Young Water Sustainability Leaders ini, seluruh peserta mengirim proposal hasil riset, ide, dan karya masing-masing. Selanjutnya dari proposal yang masuk diseleksi sehingga terpilih 300 peserta. “Kemudian, kami mengikuti bootcamp selama hampir seminggu. Seluruh peserta mengumpulkan abstrak dan dipilih 50 besar,” ujarnya. Selanjutnya, peserta yang masuk 50 besar ini diminta untuk menyusun makalah untuk untuk dipilih 10 besar terbaik untuk lolos ke babak final. “Peserta yang masuk 10 besar diundang dan dibiayai untuk hadir dalam World Water Forum di Bali. Kami melakukan presentasi dan showcase secara terbuka dan dapat disaksikan oleh publik,” katanya.

Pada lomba ini, seluruh peserta umumnya menyampaikan hasil riset, ide atau karya yang sudah dilakukan di lapangan. Namun Diah sendiri mengaku ia menyampaikan inovasi hasil riset dan karya yang sudah dilakukan di lapangan.“Dalam lomba ini, saya melakukan semuanya sekaligus,” paparnya.

Soal karya yang ia tawarkan, Diah menuturkan bahwa dirinya menekankan pada aspek sosial dalam kegiatan konservasi air di kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk karya inovasi yang sudah ia lakukan adalah terkait inovasi Mini T-ReKs  atau Mini Tentative Research for Kids. Ia menjelaskan bahwa karya yang ia tawarkan berupa kegiatan konservasi air terintegrasi bidang seni, pertanian, dan edukasi yang ia namakan PEMDA yang merupakan singkatan dari Painting, English, Music, Dance, and Agriculture. “Saya pertama kali memperkenalkan konsep ini pada tahun 2019. Saat itu hanya fokus pada anak siswa SD dan SMP. Namun sekarang, kegiatan tersebut berkembang dengan melibatkan Gen Z,” paparnya.

Meski sudah berhasil memenangkan kompetisi bertaraf internasional tidak membuat Diah berpuas diri, sebaliknya memotivasi dirinya untuk terus melakukan kampanye dan edukasi terkait konservasi air. “Saya harap kita semua dapat berkontribusi dalam konservasi air, sekalipun dengan langkah yang sangat sederhana. Semoga Mini T-ReKs ini dapat bermanfaat dan teman-teman bebas untuk menerapkan atau memodifikasi kegiatan ini sehingga menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Di pekan terakhir bulan Mei ini, Diah berencana akan mengunjungi TBM Rumah Ilmu Bercak Pustaka dan melakukan diskusi bersama pemuda yang berasal dari Yogyakarta dan Lombok. “Kami membahas tentang keberlanjutan kegiatan konservasi air untuk kedepannya,” pungkasnya.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Dosen UGM Raih Penghargaan Internasional Young Water Sustainability Leaders  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-raih-penghargaan-internasional-young-water-sustainability-leaders/feed/ 0
UGM Kenalkan Teknologi Desalinasi Tenaga Surya Atasi Kelangkaan Air Bersih di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kenalkan-teknologi-desalinasi-tenaga-surya-atasi-kelangkaan-air-bersih-di-wilayah-pesisir-dan-pulau-pulau-kecil/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kenalkan-teknologi-desalinasi-tenaga-surya-atasi-kelangkaan-air-bersih-di-wilayah-pesisir-dan-pulau-pulau-kecil/#respond Sat, 25 May 2024 05:23:01 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-kenalkan-teknologi-desalinasi-tenaga-surya-atasi-kelangkaan-air-bersih-di-wilayah-pesisir-dan-pulau-pulau-kecil/ Universitas Gadjah Mada (UGM), diwakili oleh peneliti Pusat Studi Energi, Pusat Studi Lingkungan Hidup, Fakultas Teknik dan Fakultas Geografi bekerja sama dengan Artha Graha Peduli (AGP) dan Forum Peduli Mangrove Bali (FPM-B) menggelar workshop Side Event World Water Forum (WWF) ke-10 yang bertajuk “Water-Energy Nexus, Achieving SDGs” di Telaga Waja, di Tanjung Benoa Mangrove Rehabilitation […]

Artikel UGM Kenalkan Teknologi Desalinasi Tenaga Surya Atasi Kelangkaan Air Bersih di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada (UGM), diwakili oleh peneliti Pusat Studi Energi, Pusat Studi Lingkungan Hidup, Fakultas Teknik dan Fakultas Geografi bekerja sama dengan Artha Graha Peduli (AGP) dan Forum Peduli Mangrove Bali (FPM-B) menggelar workshop Side Event World Water Forum (WWF) ke-10 yang bertajuk “Water-Energy Nexus, Achieving SDGs” di Telaga Waja, di Tanjung Benoa Mangrove Rehabilitation Area, Bali, Kamis (23/5).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta 6 negara diantaranya dari Pakistan, Nigeria, Malaysia, Filipina, Slovakia, Indonesia. Dalam workshop tersebut menghadirkan tiga orang pembicara yakni peneliti Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Dr. Rachmawan Budiarto, Peneliti Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) dan Fakultas Geografi UGM, Dr. Lintang Nur Fadlillah, M.Sc., Ir. Novias Nurendra selaku Senior Advisor PT Hutama Karya dan Ir. Nyoman Sweet Juniartini dari Forum Peduli Mangrove-Bali yang dipandu oleh Dr. Intan Supraba dosen Fakultas Teknik UGM.

Lintang mengatakan cakupan layanan air minum di Indonesia sekarang ini telah mencapai 91,05% dan akses terhadap sanitasi telah meningkat sebesar 80,92%, namun masih banyak daerah terpencil di Indonesia khususnya wilayah pesisir masih memiliki keterbatasan akses terhadap air bersih dan air minum.

“Pulau-pulau kecil seringkali menghadapi tantangan penyediaan air bersih dan air minum,” ungkap peneliti Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Gadjah Mada, Dr. Lintang Nur Fadlillah.

Rachmawan Budiarto mengenalkan teknologi desalinasi air dengan tenaga solar panel atau dikenal dengan nama Photovoltaics Sea Water Reverse Osmosis (PV-SWRO). Menurutnya, konsep desalinasi merupakan pilihan yang makin perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan air minum karena fitur teknologinya. “Kombinasi teknologi SWRO dan produksi energi menggunakan teknologi bertenaga surya saat ini telah tersedia di pasar untuk diterapkan di wilayah pesisir,“ terangnya.

Penggunaan teknologi PV-SWRO ini akan diterapkan di pulau-pulau melalui SALT Project dengan gagasan penyelarasan Water-Energy Nexus. Menurut Dosen Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik UGM ide dari proyek ini adalah memasok air minum dengan jumlah yang cukup dan kualitas air baik, dengan didukung oleh energi terbarukan dan dengan harga terjangkau. “Proyek ini juga menekankan pendekatan transdisiplin dalam menawarkan solusi,” katanya.

Dikatakan Rachmawan, pelaksanaan proyek ini bertujuan untuk menerapkan teknologi PV-SWRO ke pulau-pulau terpencil terpilih di Indonesia, memastikan keberlanjutan operasional dan finansial proyek, serta akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Workshop yang dihadiri puluhan peserta dari enam negara ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan baru dari para pegiat muda Indonesia dan luar negeri dalam penyelesaian permasalahan air terutama di pulau kecil dan wilayah kering lainnya. Workshop ini juga berupaya untuk memperkuat dan meluaskan kolaborasi internasional.

Workshop ini dihadiri oleh Bapak I Ketut Subandi selaku Kepala UPTD Tahura Bali dan ditinjau oleh Duta Besar Indonesia untuk UNESCO. Pemilihan lokasi workshop di area mangrove untuk memberikan pesan kepada peserta tentang pentingnya mangrove sebagai coastal protection, mengurangi seawater intrusion, meningkatkan kualitas air yang mana mangrove mampu menyerap nutrisi seperti nitrogen dan phospat penyebab algae bloom termasuk sedimen, dan juga mitigasi perubahan iklim.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel UGM Kenalkan Teknologi Desalinasi Tenaga Surya Atasi Kelangkaan Air Bersih di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kenalkan-teknologi-desalinasi-tenaga-surya-atasi-kelangkaan-air-bersih-di-wilayah-pesisir-dan-pulau-pulau-kecil/feed/ 0